
Malam pun datang. Setelah membersihkan diri, Eriska Dan Dito duduk bersama diruang TV.
Mereka duduk dibawah lantai yang telah terpasang karpet bulu tebal.
Dito membaringkan kepalanya di paha Eriska.
"Jangan seperti itu. Tolong bangun". Ujar Eriska merasa risih.
"Kalau Aku tidak mau bagaimana?". Tanya Dito.
"Saya akan pulang ke kota sekarang jika Kamu tidak bangun". Ujar Eriska kesal.
"Ok OK". Dito pun kembali duduk.
"Kamu tuh sekali-kali romantis kenapa sih?". Ujar Dito.
Tiba-tiba listrik padam
" Aaaaaaaaa". Eriska teriak.
"Tenang ini hanya mati lampu". Ujar Dito.
"Tenang apanya bodoh ini gelap. Cahaya dimana. Uhuk uhuk Dada saya sesak". Ujar Eriska merasa sesak.
"Kamu kenapa??". Dito merasa heran.
Uhuk! Uhuk! Eriska batuk-batuk merasa sesak.
"Astagfirullah Kamu nyctophobi??". Dito merasa panik.
"Handphone mana handphone". Ujar Eriska merasa makin sesak.
Dito mencari sesuatu. Dia menemukan kunci mobil Ia segera menggendong Eriska lalu membuka mobil. Ia menyalakan lampu mobil. Eriska mulai bisa mengatur nafas nya.
"Kamu kenapa tidak bilang kalau phobia gelap". Ujar Dito masih Panik. "Kamu tidak apa-apa kan?".
Eriska masih mengatur nafasnya.
"Kita ke dokter ya". Ujar Dito.
"Tidak perlu. Aku butuh air minum". Ujar Eriska.
__ADS_1
Dito pergi ke bagasi belakang untuk mengambil air minum karena Eriska selalu sedia air didalam mobilnya.
"Ini Kamu minum dulu". Ujar Dito.
Eriska meminumnya. Nafas Eriska mulai normal kembali. Ia menyandarkan tubuhnya di jok mobil. Sampai tertidur.
Dito masih menjaga nya. Pantas Eriska tidak pernah tidur dengan keadaan gelap ternyata dia Phobia. Sejak apa dia phobia gelap? Seingatku.... Ah apa mungkin saat kejadian di Paris 10 tahun lalu??. Ujar Dito menerka-nerka.
Dua jam berlalu akhirnya listrik pun kembali hidup. "Alhamdulillah akhirnya hidup kembali. Aku harus membangunkan Eriska untuk tidur didalam rumah". Ujar Dito.
"Eriska, Eriska bangun. Kita pindah kedalam yuk listrik nya sudah menyala". Dito Berusaha membangunkan Eriska namun Eriska tidak menggubris nya.
Dito keluar dari mobil, Ia membuka pintu mobil lalu menggendong Eriska yang tengah tertidur.
Ia membawa Eriska ke kamar Utama lalu merebahkannya diatas tempat tidur. Dito pun berbaring disebelah Eriska.
Ia memeluk Eriska dengan sangat hangat. Dalam tidur nya Eriska Tersenyum entah apa yang Ia mimpikan.
"Selamat tidur Istriku. Aku Mencintai mu". Dito mencium Eriska.
Mereka pun tidur saling berpelukan. Meski tidak ada hubungan badan, namun bisa memeluk Eriska sepanjang tidur sudah membuat Dito bahagia.
Pukul 4 subuh, Dito sudah terlihat rapi memakai pakaian sholat nya. Eriska terbangun
"Loh kok Aku ada di dalam rumah? Bukannya kita tidur di mobil ya?". Tanya Eriska.
"Iya Semalam saat listrik hidup kembali Aku menggendong mu kemari". Ujar Dito.
"Kenapa tidak membangunkan?". Tanya Eriska.
"Aku sudah membangunkan Tapi Kamu malah minta gendong ya mana bisa aku tolak". Goda Dito.
"Apa?? Mana mungkin. Kamu pasti bercanda". Ujar Eriska canggung.
"Yasudah kalau tidak percaya. Mungkin lain Kali kita butuh CCTV untuk menjadi bukti". Ujar Dito tersenyum.
Eriska menutup wajah nya lalu menggelengkan kepalanya.
"Aku pergi ke masjid dulu ya. Kamu jangan lupa Sholat". Ujar Dito hendak pergi.
"Eh tunggu. Kamu mau tinggalin saya sendiri? Kalau nanti listrik mati lagi bagaimana". Tanya Eriska yang merasa Takut
__ADS_1
"Kalau Kamu mau ikut ya ayo. Tapi bergesa segera. Aku harus Adzan". Ujar dito memakai peci nya.
"Baiklah". Eriska turun dari tempat tidur lalu bersiap ikut ke masjid.
"Mukena Kamu mana?". Tanya Dito.
"Tenang, ada di mobil". Ujar Eriska.
Mereka pun keluar bersama. Sebelum pergi, mereka mengambil mukena milik Eriska di dalam mobil lalu pergi menuju masjid.
"Jauh tidak masjid nya?". Tanya Eriska
"Didepan sana". Ujar Dito menunjuk ujung jalan.
Sampailah di Masjid. masih belum banyak yang datang karena Adzan belum dikumandangkan.
waktu Adzan Tiba, Dito mengumandangkan Adzan.
betapa terkejut nya Eriska mendengar Suara Dito saat Adzan. Ia sangat kagum.
Pria macam apa yang Aku nikahi?. Ujar Eriska terkagum dengan segala yang Dito miliki.
sampai banyak orang berdatangan ke Masjid.
Di area perempuan banyak yang membicarakan Eriska.
"siapa perempuan itu? sangat cantik". ujar Seseorang.
"iya, sepertinya Dia bukan orang sini". ujar yang lain.
"Assalamualaikum". Annisa datang kedalam Masjid.
"Waalaikumsalam". semua menjawab salam Nisa kecuali Eriska.
Perempuan ini lagi. Ketus Eriska dalam hati.
"Eh Nissa, Kamu tahu tidak siapa perempuan cantik itu?". Tanya seseorang
"oh Dia Istri A Dito". jawab Annisa datar.
"Apa ?? Istri A Dito? bukannya Kamu sama A Dito???". Tanya
__ADS_1
"Mereka dijodohkan. tenang saja Aku akan merebut hati A Dito kembali". ujar Annisa memandang sinis Eriska.
Bocah sialan, masih kecil mau jadi pelakor. Lihat saja seberapa bisa Kamu mencuri hati Dito. Ujar Eriska dalam hatinya.