Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (67)


__ADS_3

Sampailah Eriska dan Dito dirumah. Semua keluarga telah menunggu mereka datang.


"Assalamualaikum". Dito dan Eriska mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam. Akhirnya Kalian kembali juga". Ujar Birowo


Mereka mengajak Dito dan Eriska untuk duduk.


"Kamu beneran hamil?". Tanya Vita.


"Tidak! Aku hanya pembohongan public". Jawab Eriska ketus.


"Eriska serius!". Ujar Vita.


"Betul Kakak Aku hamil sekarang sudah menginjak empat minggu". Ujar Eriska.


"Alhamdulillah, Papa akan punya satu cucu lagi". Ujar Birowo gembira.


"Eits Papa salah". Ujar Eriska.


"Maksudnya?". Tanya Aditya.


"Bukan satu tapi dua". Jawab Dito.


"Dua???". Semua serentak bertanya.


"Eriska hamil anak kembar". Ujar Dito.


"Apa?? Kembar?". Serentak kembali bertanya.


"Kalian kompak sekali ya". Ledek Eriska.


"Serius Kamu kamu hamil anak kembar?". Tanya Birowo.


"Iya Papa. Doakan Eriska dan bayi dalam perut Eriska ya. Semoga Kami bertiga sehat dan baik-baik saja". Ujar Eriska.


"Ya Allah Papa tidak menyangka akan memiliki cucu kembar. Selamat ya Dito, Eriska". Ujar Aditya memberikan selamat.


Semua orang bergembira atas kehamilan Eriska. Mereka sungguh terkejut Eriska hamil anak kembar.


Tita yang melihat Yarka sedang duduk, mencoba menghampirinya. Sejak dua minggu, Mereka tidak bicara satu sama lain. Yarka marah pada Tita karena Dia masih belum bisa memutuskan mau kemana hubungan Mereka.


"Yarka". Panggil Tita pada Yarka. "Yarka, bisa Kita bicara?". Tanya Tita.


"Aku sedang tidak mood berbicara denganmu". Ujar Yarka dengan wajah datarnya.


"Ayolah Aku mohon hanya sebentar". Tita menarik tangan Yarka membawanya ke halaman belakang.

__ADS_1


Sampai di halaman belakang, Mereka duduk.


"Mau bicara apa?". Tanya Yarka.


"Apa Kamu masih marah padaku?". Tanya Tita yang terus berusaha untuk membujuk Yarka.


Yarka tidak menjawab pertanyaan Tita.


"Yarka, Aku sudah memikirkan tentang hubungan Kita. Sayang, beri Aku waktu lagi ya Aku akan....". Sebelum menyelesaikan perkataannya, Yarka sudah memotong perkataan Tita.


"Waktu untuk apa lagi hah? Empat tahun ini kurang cukup?". Tanya Yarka.


"Dengarkan Aku dulu". Ujar Tita. "Kamu tahu kan Kakak sedang hamil, Aku diminta menggantikannya sampai Ia selesai masa cuti nya dan Kamu tahu Dia akan cuti selama dua tahun. Yarka, Aku ingin segera menikah denganmu. Karena Aku di Jakarta sekarang. Bagaimana jika Kita ikuti cara Kak Eriska dan Kak Dito seperti dulu? Aku akan pergi ke kampung saat Jumat sampai minggu?". Ujar Tita.


"Tidak! Aku tidak mau". Ujar Yarka.


"Yarka tolong lah, Aku hanya ingin membantu Kak Eriska. Jika Aku menolak menggantikannya selama cuti, Dia akan bingung siapa yang menghandle hotel. Jika hanya Jessica mana bisa?". Ujar Tita


"Setelah Kak Eriska selesai cuti, lalu Kamu akan kembali ke Bali?". Tanya Yarka.


Tita menggenggam tangan Yarka. "Aku janji padamu, setelah Kak Eriska selesai cuti, Aku akan ikut denganmu. Menjadi Isterimu dimana akan selalu ada untukmu. Memasak untukmu, menyambutmu saat pulang dari pabrik dan akan selalu disampingmu". Ujar Tita.


"Maksudmu apa?". Tanya Yarka.


"Aku akan meninggalkan pekerjaanku setelah Kak Eriska selesai cuti". Ujar Tita. "Tapi sebelum selesai cuti, Aku akan bersamamu dari jum'at sampai minggu. Bagaimana?". Tanya Tita tersenyum pada Yarka.


Tita mengangguk.


Yarka berdiri, menarik pelan tangan Tita untuk berdiri juga lalu memeluk Tita dengan erat.


"Tania, terimakasih". Yarka sungguh gembira dengan apa yang dikatakan Tita.


"Maafkan Aku yang membuatmu menunggu lama. Jujur Aku bingung harus memilih Kamu apa Karier. Tapi, Kak Eriska menasehatiku bahwa Suami yang baik akan membawa kita dalam kebahagiaan bahkan karier tidak bisa melakukannya. Maka dari itu Aku lebih memilihmu". Ujar Tita yang masih memeluk Yarka.


"Jadi, mau kapan Kita menikah? Aku tidak ingin berlama-lama". Ujar Yarka.


"Tahun depan saja ya setelah Kak Eriska melahirkan". Ujar Tita.


"Kenapa lama sekali?". Tanya Yarka.


"Sayang, dua bulan lagi Jessica akan menikah terus Stefanie. Jika kita menikah segera juga terlalu banyak yang menikah berbarengan. Kita tahun depan saja ya sekalian menunggu si kembar lahir". Ujar Tita.


Yarka masih berfikir.


"Ayolah Sayang hanya menunggu tahun depan". Ujar Tita.


"Tidak bisa! Minimal enam bulan lagi". Ujar Yarka. "Aku tidak mau menunggu lama lagi".

__ADS_1


"Baiklah terserah Kamu". Ujar Tita pasrah.


"Tania, Aku ingin segera menikah denganmu karena Aku terlalu mencintaimu. Aku tidak tahu bagaimana hidupku jika Kamu memilih kariermu daripada Aku. Mengertilah Aku juga ingin hidup bahagia denganmu seperti Kakak". Ujar Yarka.


"Aku tahu Sayang. Maafkan Aku". Ujar Tita merasa bersalah.


"Maafkan Aku juga yang terlalu memaksamu". Yarka mencubit dagu Tita lalu mengusap hidungnya.


"Kkhhhmmm".


"Loh Kak Eriska". Ujar Tita dan Yarka yang merasa malu.


Eriska menghampiri keduanya.


"Jadi, bagaimana akhir kisah cinta Yarka dan Titania?". Tanya Eriska.


Yarka dan Tita saling pandang dan tersenyum.


"Kak, terimakasih karena nasehat dari Kakak, akhirnya Aku memilih Yarka". Ujar Tita tersenyum.


"Aaahhhh selamat. Akhirnya Kalian akan menikah". Eriska memeluk Tita dan Yarka.


"Jadi, kapan Kalian akan menikah?". Tanya Eriska.


"Awalnya Aku meminta setelah Kakak melahirkan. Tapi, Yarka tidak mau. Dia bilang enam bulan kedepan". Ujar Tita.


"Astaga, tahun ini tahun pernikahan sepertinya. Semua menikah ditahun ini. Tapi, Kakak sungguh gembira mendengarnya. Yarka, seera beritahu Papamu juga Kakakmu. Sebelum pernikahan juga harus ada lamaran kan?". Ujar Eriska.


"Tentu Kak. Tapi bukan sekarang ini mungkin satu sampai dua bulan kedepan karena Yarka sedang fokus pada pesanan besar dua bulan ini". Ujar Yarka.


"Baiklah". Jawab Eriska merasa senang.


"Tapi Kak, jangan beritahu siapapun dulu ya biar Yarka sendiri yang bilang". Ujar Yarka.


"Tentu Yarka. Kakak mengerti. Sekali lagi selamat ya, kakak sangat gembira mendengarnya". Ujar Eriska memeluk kembali Yarka dan Tita.


"Terimakasih Kak sudah membantu kita". Ujar Tita.


"Ah Kamu, seperti ke siapa saja. Yasudah Kita masuk yuk ini sudah malam waktunya kita untuk tidur". Eriska mengajak Yarka dan Tita masuk kedalam.


Ada dua kebahagiaan dirumah Eriska. Yang satu tentang kehamilan Eriska dan satu lagi tentang hubungan Tita dan Yarka. Dua kebahagiaan yang membuat semua orang gembira. Akan ada anggota baru juga akan ada keluarga baru. Malam itu semua orang bergembira tidak ada yang merasa sedih.


Ya Allah, terimakasih atas semua kebahagiaan ini. Engkau terlalu amat mencintai Kami. Doaku tidak banyak Ya Allah, hanya ingin terus selalu mengingat mu dan selalu bersyukur dengan apa yang Engkau berikan. Terimakasih Ya Allah. Doa Eriska dalam hati


**Hi Reader, Jangan lupa untuk VOTE ya serta like dan komen untuk mendukung karya Author 💖


Terimakasih juga karena sudah setia membaca Novel ICYA. Semoga selalu terhibur dan Tidak bosan ya...

__ADS_1


Salam Manis dari Mrs. A**


__ADS_2