
Hari demi hari dilalui Eriska dan Dito dengan bahagia. Mereka masih belum bisa kemanapun karena keadaan Dito yang masih terluka. Mereka hanya berjalan-jalan dekat dengan Villa Mereka.
"Eriska, maafkan Aku. Karena keadaanku yang seperti ini, kita tidak bisa pergi jalan-jalan". Ujar Dito merasa bersalah.
"Hemmm tidak usah bicara seperti itu. Kita masih banyak waktu tenang saja pulihkan dulu keadaanmu". Ujar Eriska Tersenyum.
"Kamu memang istriku yang baik. Sini sini peluk Aku".
Eriska menghampiri Dito dan memeluknya.
"Aku tidak menyangka seorang Eriska Putri yang terkenal Angkuh, sombong dan kasar ternyata sangat hangat dan penuh perhatian". Ujar Dito masih memeluk Eriska.
"Perlakuanku terhadap seseorang tergantung perlakuannya juga dong". Jawab Eriska.
"Tapi, saat awal kita menikah Kamu sangat angkuh padaku sampai Aku hampir menyerah karena sifatmu yang tidak suka padaku". Ujar Dito.
Eriska mencubit lengan kiri Dito.
"Itu karena Kamu juga menyebalkan. Selalu membuatku kesal". Ujar Eriska.
" oh ya Aku sangat menyebalkan? Hahahahahaha ". Ujar Dito tertawa.
"Tapi, menyebalkanmu juga yang membuatku terhibur. Ketika banyak orang yang takut padaku dan selalu menundukkan kepalanya, ada Kamu yang berani membuat aku kesal terus menerus. Lalu, saat malam Kamu berubah jadi pria yang sangat hangat yang membuat Aku merasa nyaman dan merasa dilindungi". Ujar Eriska memeluk Dito.
"Aku memang harus berterimakasih pada Jessica. Karena Dia lah Aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku". Ujar Dito.
Eriska melepas pelukannya. "Maksud Kamu apa?". Tanya Eriska bingung. "Apa hubungannya dengan Jessica?".
"Ya, Jessica bilang Kamu itu tidak suka pria yang bisa diatur olehmu. Jadi Dia bilang Aku harus selalu melawan padamu, membuat Kamu kesal. Karena Jessica bilang Kamu tidak suka lelaki yang penurut Karena menurut Kamu, lelaki itu pemimpin jadi harus memiliki wibawa. Ya jadi Aku menjadi pria yang berbeda. Mungkin jika Jessica tidak mengatakan itu, Aku akan menjadi pria yang akan menundukkan kepalanya, yang akan selalu berkata Ya jika Kamu mengatakan sesuatu. Karena Aku fikir, wanita pasti suka pria yang penurut. Ternyata Kamu berbeda". Ujar Dito menceritakan tentang apa yang yang Jessica katakan.
Eriska Tersenyum. "Jessica memang sangat tahu apa yang Aku mau. Tapi Kamu beruntung. Hanya Kamu satu-satunya pria yang dibantu oleh Jessica. Mungkin Ia juga melihat bahwa Kamu pria yang pantas untukku. Maka dari itu Jessica mengatakan bagaimana karakter pria yang bisa membuatku jatuh cinta". Ujar Eriska.
Mereka saling pandang satu sama lain. Entah mengapa Eriska tidak bisa memandang mata Dito begitu lama. Ia hanya bisa menatap mata Dito selama 3 detik setelah itu Ia selalu tersipu malu.
"Kenapa?". Tanya Dito tersenyum.
"Gak ap-apa". Eriska Tersenyum malu memalingkan wajahnya.
Dito tersenyum. Ia tahu bahwa Eriska sedang tersipu malu.
"Yasudah, kita masuk kedalam rumah yuk. Mataharinya mulai panas". Ujar Dito.
Dito dan Eriska sedang berada dihalaman belakang villa mencoba melatih kaki Dito supaya tidak menggunakan kursi roda lagi. Keadaan sudah cukup membaik dan mulai bisa berjalan meski harus hati-hati. Begitu juga dengan bahu nya.
__ADS_1
Mereka pun masuk setelah cukup untuk menjemur tubuhnya.
"Tuan Dior, ada Liam datang bersama kekasihnya". Ujar James menghampiri Dito dan Eriska.
"Oh baiklah kita akan kesana". Ujar Dito.
Dito dan Eriska pun menghampiri Liam
"Ah Dito. Bagaimana keadaanmu?". Tanya Liam memeluk Dito.
"Yang seperti Kamu lihat, sudah cukup membaik. Istriku sangat menjagaku". Ujar Dito melirik Eriska.
"Dior, sudah lama kita tidak bertemu". Ujar Audrey kekasih Liam menjabat tangan Dito.
"Audrey, perkenalkan Dia adalah Istriku Eriska Putri". Dito memperkenalkan Eriska pada Audrey.
Audrey sangat gembira akhirnya bertemu dengan Wanita pujaan hati sahabatnya.
Audrey menghampiri Eriska lalu memeluknya. "Aku sangat gembira bisa bertemu denganmu". Ujar Audrey tersenyum.
Eriska membalas pelukan Audrey dengan sangat hangat. "Senang bertemu denganmu juga". Ujar Eriska Tersenyum.
"Ayo duduk". Ujar Eriska.
"Nyonya, biar saya saja". Ujar James mengambil nampan dari tangan Eriska.
"Baiklah". Ujar Eriska.
James dan Eriska pun berjalan menghampiri Dito dan yang lainnya.
James menata minuman dan cemilan dimeja.
"Liam, terimakasih karena sudah mengizinkan kami tinggal di Villa mu ini". Ujar Eriska.
"Ah tenanglah, lagipula villa ini Aku membelinya dengan uang hasil dari Restaurant Dior". Ujar Liam
"Itu usahamu jangan sangkut pautkan denganku". Jawab Dito.
"Ayo dimakan. Makanan ini Eriska yang membuat". Ujar Dito.
"Oh ya? Hebat sekali Kamu. Aku dengar Kamu adalah pemilik hotel bintang 5 di negaramu. Kamu masih bisa memasak sungguh luar biasa". Ujar Audrey.
"Skill memasakku juga tak sehebat suamiku. Hanya beberapa masakan saja". Ujar Eriska.
__ADS_1
"Apa Kamu bisa memasak masakan Indonesia? Aku ingin mencoba masakan negaramu". Ujar Audrey.
"Ya beberapa masakan Aku bisa". Ujar Eriska.
"Wah bisakah Kamu memasak untuk kami?". Tanya Audrey.
"Hey Audrey, berani bayar berapa Kamu menyuruh pemilik hotel bintang 5 memasak?". Ujar Dito.
"Hus Kamu itu". Eriska mencubit lengan Dito.
"Tentu Aku sangat senang bisa memperkenalkan masakan negaraku pada kalian". Ujar Eriska Tersenyum.
"Terimakasih banyak Eriska, apakah Aku bisa membantu?". Tanya Audrey
"Tentu". Jawab Eriska.
"Belajarlah pada Eriska. Bukan hanya bisa menghabiskan uang ku". Ledek Liam pada Audrey.
"Kamu jangan mempermalukanku seperti itu". Ujar Audrey terlihat malu.
Mereka pun tertawa bersama. Liam dan Audrey sangat menghormati Eriska dan Dito.
Karena Dito lah Liam bisa seperti sekarang. Dulu, Liam hanyalah imigran gelap dari Inggris lalu Ia bertemu Dito yang sedang terluka hingga akhirnya Liam membawa Dito kerumah sakit. Setelah kejadian itu, Liam menjadi salah satu orang kepercayaan Dito setelah James.
"Tinggallah disini bersama Kami untuk beberapa hari. Keadaan Dito pun telah membaik. Kita akan pergi jalan-jalan bersama". Ujar Eriska pada Liam dan Audrey.
"Ah mungkin kita merusak acara bulan madu kalian". Ujar Liam tertawa.
"Dalam keadaan seperti ini bagaimana kita bulan madu?". Ujar Dito.
Eriska memukul paha Dito. Ia merasa malu membahas itu.
"Bercanda sayang". Ujar Dito meringis kesakitan.
Merekapun masih berbincang dengan hangat. Audrey tak menyangka bahwa seorang Eriska sangat begitu hangat dan ramah. Ia sempat mencari informasi tentang Eriska di internet. Ia membaca bahwa Eriska Putri adalah wanita yang Angkuh, arogan, kasar dan tidak punya hati. Namun, yang Ia temui adalah wanita yang baik, sopan, hangat dan pintar.
pantaslah Dior sangat menginginkan Eriska daripada Alexa. Setiap Lelaki pasti akan memperebutkan wanita seperti Eriska. Bukan hanya cantik. Tapi Ia juga pintar dan baik hati. Ujar Audrey dalam hatinya.
***Assalamualaikum Reader. Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh ".
Support karya Author dengan Cara Vote sebanyak-banyaknya ya.
jangan lupa juga untuk Like Komen Dan Share ya.
__ADS_1
salam manis dari Mrs. A***