Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (85)


__ADS_3

Keesokan harinya, saat Eriska bangung Ia terkejut melihat Dito tertidur disampingnya dengan memeluknya. Eriska memandang Dito dengan tersenyum. Ia mengelus pipi Dito dengan lembutnya.


"Maafkan Aku ya Sayang". Eriska mengecup kening Dito.


"Harusnya, Aku yang meminta maaf. Eriska, maafkan Aku. Semalam Aku sangat tidak begitu baik terhadapmu. Aku tahu itu hanya perasaanmu Yang's sedang hamil tapi Aku terlalu memasukkan dalam hati. Maaf kan Aku ya". Dito memeluk Eriska dengan erat.


"Tidak apa-apa, ayo bangun. Ini sudah pagi".


Saat Eriska akan hendak berdiri, Dito menahannya. "Mau kemana?". Tanya Dito.


"Bangun Sayang". Ujar Eriska.


Dito merebahkan tubuh Eriska kembali. Ia sekarang ada diatas tubuh Eriska. "Bagaimana jika kita berolahraga sebentar?". Ujar Dito dengan senyum nakalnya.


"Dito...". Sebelum melanjutkan kata-katanya, Dito sudah mencium bibir Eriska. Menutup mulutnya untuk tidak berkata apa-apa.


"Kamu menyebalkan".


Dito terus menciumi wajah dan tubub Eriska. Serangan fajar yang diberi Dito membuat Eriska kembali tertidur lagi. Dito tersenyum melihat Eriska yang sedang tidur. Ia mengelus wajah Eriska dengan lembut. "Kamu adalah milikku Sayang. Aku tidak akan biarkan siapapun mencoba melukaimu". Dito kembali mengecup lembut bibir Eriska. "Aku sungguh mencintaimu". Dito memeluk erat tubuh Eriska.


Pukul delapan pagi, semua sudah berkumpul untuk sarapan. Setelah sarapan, Eriska, Dito, Yarka dan Tita berpamitan untuk kembali kerumah milik Dito di London. Sedangkan Jessica dan James izin kembali ke Paris untuk mengunjungi keluarga James.


Dalam perjalanan, Dito dan Eriska sedikit berbincang.


"Sayang, kenapa kita tidak ke Paris juga bersama James dan Jessica? Kita bisa kembali kerumah yang di Paris". Ujar Eriska pada Dito.


"Kamu lebih suka di Paris? Jika Kamu mau, Kita bisa kesana". Jawab Dito yang bersandar pada bahu Eriska.


"Kita pergi ke Paris setelah pertemuan dengan Dion saja". Ujar Eriska.


Deg! Dito merasa kesal saat Eriska menyebut nama Dion.


"Kamu sangat bersemangat ya bertemu Dia". Sindir Dito.


"Kan Kamu yang menawarkan makan bersama ini. Aku hanya mengatakannya Kita sudah janji ya harus ditepati. Lagipula Dia teman baikmu juga kan saat kuliah dulu?". Ujar Eriska.


"Aku tidak ingin Kamu berjumpa dengannya apalagi harus bertatap wajah dengannya". Ujar Dito menggenggam tangan Eriska dengan erat.


"Sayang, genggamanmu sangat sakit". Eriska mencoba melepaskan genggaman Dito.


"Ah maaf Sayang". Dito melepaskan genggamannya.


"Kamu cemburu ya?". Ledek Eriska.

__ADS_1


"Huh mana ada Aku cemburu! Kamu sudah menjadi milikku bahkan Aku akan memiliki tiga anak darimu untuk apa Aku khawatir lagi terhadapmu".


"Lalu, kenapa Kamu sangat tidak suka saat kita akan makan malam dengan Dion?". Tanya Eriska.


"Ahhhhh itu.. Karena Aku ingin bersama denganmu dan tidak ingin ada gangguan dari orang lain". Ujar Dito.


"Huh manis sekali suamiku". Eriska mengelus pipi Dito.


Merekapun sampa dikediaman Dito.


"Selamat siang Tuan dan Nyonya juga Nona kecil". Mike menundukkan kepalanya.


"Selamat siang Mike. Bagaimana kabarmu?". Tanya Dito.


"Saya baik-baik saja Tuan". Balas Mike ramah.


Merekapun masuk kedalam rumah.


"Wah, rumah Kak Dito besar sekali. Mewah lagi". Ujar Tita takjub.


"Yarka, apa Kamu pernah kesini?". Tanya Tita.


"Tidak pernah. Aku mana pernah jalan-jalan keluar negeri? Aku selalu sibuk". Jawab Yarka.


"Kamu belum lihat yang di Paris. Disana lebih besar dari ini". Ujar Eriska.


"Oh ya?". Tanya Yarka.


"Iya. Tapi semua sekarang milik Nyonya Eriska". Timpal Dito.


"Yarka, maaf ya bukan maksud Dito memberikan semua ini kepada Kakak". Ujar Eriska tidak enak.


"Tenang saja Kak. Aku tahu kok alasan kenapa Kak Dito memberikan ini semua pada Kak Eriska. Tidak perlu khawatir. Daripada semua ini diambil orang lain, ya lebih baik dipegang Kak Eriska". Ujar Yarka.


"Tenang saja, nanti Kita jual semuanya". Ujar Eriska


Mereka semua tertawa mendengar perkataan Eriska.


"Akhirnya kembali lagi kerumah ini setelah dua tahun". Ujar Eriska gembira.


"Queena, Kamu suka rumah ini? Dulu kita terakhir kesini saat Queena dua tahun". Ujar Dito.


"Suka Papa. Disini banyak pohon. Queena sangat suka". Ujar Queena gembira.

__ADS_1


Merekapun berkeliling rumah untuk melihat-lihat. Dito telah membuat sebuah ruang bermain untuk Queena. Disana sudah banyak mainan namun Queena merasa sedih.


"Queena kenapa bersedih?". Tanya Eriska.


"Mama, Kita pulang yuk. Queena kangen sama Kak Langit. Disini Queena tidak punya teman. Queena takut Kak Langit akan punya teman baru kalau Queena tidak pulang". Ujar Queena sedih dan menangis.


"Sayang, beberapa hari lagi Kita pulang ya. Mama Papa ingin bertemu teman lama dulu. Setelah itu Kita tunggu yang lain datang lalu pulang ya". Eriska mencoba menenangkan Queena.


Queena masih merasa sedih. Akhirnya Eriska melakukan video call bersama Rara.


"Assalamualaikum, Rara". Sapa Eriska.


"Waalaikumsalam. Nyonya. Apa kabar?". Tanya Rara.


"Alhamdulillah baik. Rara, apa Langit ada? Queena sangat sedih merindukan Langit". Ujar Eriska.


"Oh ada Nyonya. Sebentar ya". Rara pun memberikan ponselnya pada Langit.


"Nyonya. Apa kabar?". Tanya Langit.


"Baik Sayang. Kamu baik kan? Ini Queena sangat merindukanmu, bicaralah mungkin Ia akan gembira setelah berbicara dengan Langit". Ujar Eriska.


"Tentu Nyonya". Jawab Langit.


Eriska menghampiri Queena yang masih bersedih. Eriska memberikan tab milik Queena.


"Hi Nona muda". Sapa Langit.


"Kak Langit". Queena begitu bahagia melihat Langit.


"Nona sedang apa?". Tanya Langit.


"Queena sedang bermain, tapi Queena sedih ingat Kak Langit. Queena ingin bermain dengan Kak Langit". Ujar Queena dengan wajah sedihnya.


"Jangan sedih, nanti kita jumpa lagi. Nona harus bersenang-senang dengan Mama Papa ya jangan bersedih. Nona harus bahagia. Kalau Nona bahagia, Langit juga bahagia". Ujar Langit menghibur Queena.


"Baiklah Queena tidak akan sedih lagi". Jawab Queena dengan tersenyum.


Mereka terus berbincang di telepon. Eriska dan Dito melihat itu sungguh sangat bahagia.


"Langit sudah memiliki tempat special dihati Queena. Mereka sangat dekat. Semoga saja Queena akan dekat dengan kedua Adiknya ini". Ujar Eriska menyandarkan kepalanya dibahu Dito.


"Mereka akan dekat. Tenang saja. Queena anak yang lembut dan sangat dewasa". Dito mengecup lembut kepala Eriska.

__ADS_1


Dito dan Eriskapun duduk memandang Queena yang sednag berbicara dengan Langit. Mereka duduk bersama Tita juga Yarka. Menikmati siang hari dengan segelas juice juga cemilan.


__ADS_2