Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (74)


__ADS_3

**Hi Reader, Jangan lupa untuk VOTE sebanyak-banyaknya ya. Juga Like dan Komen untuk Mendukung karya Author.


<<<<< Enjoy Reading** >>>>>


Mereka masuk kedalam Villa. Disana sudah banyak keluarga dan Sahabat menunggu Eriska.


"Happy birthday day Eriska". Teriak semua orang dengan hiasan ulang tahun yang sederhana.


" Audrey, Liam". Eriska terkejut melihat Audrey dan Liam.


Eriska menghampiri Mereka lalu memeluk Aundrey. "Aku sangat merindukanmu Audrey. Kapan Kamu tiba?". Tanya Eriska yang melupakan orang-orang sekelilingnya saat melihat Audrey.


"Kkhhmmm". Semua orang berdehem pada Eriska.


Eriska menatap sekeliling. "Apa? Tunggu Aku menyapa Audrey dulu. Ok?". Ujar Eriska.


"Kita sudah lama menunggumu. Potong dulu kue nya Eriska!". Ujar Jessica.


"Ok ok, Kita berbicara nanti ya". Ujar Eriska pada Audrey.


Merekapun melanjutkan kejutan sederhana untuk Eriska. Dari potong kue bersama, makan kue bersama berbincang bersama. Semua nampak bahagia.


"Mama, ini untuk Mama". Queena memberikan sebuah kartu ucapan cukup besar pada Eriska.


Eriska membukanya. Ada tulisan tangan disana.


Happy birthday Mamaku Sayang. Aku Mencintaimu.


"Ini Queena sendiri yang tulis?". Tanya Eriska.


"Iya Mama. Jelek ya? Maaf ya Mama Queena masih belum bisa menulis ini juga dibantu kak Langit". Ujar Queena polos.


Eriska memeluk Queena. "Ini sangat indah Sayang. Ini kado terbaik yang Mama dapat. Terimakasih ya Sayang Mama. Mama sangat sayang Queena". Eriska menciumi wajah Queena karena gemas.


Audrey menghampiri Eriska dengan membawa anak laki-lakinya.


"Aaaaaa Steven. Akhirnya Aku bisa bertemu dengan Anak tampan ini". Eriska menggendong Steven.


"Sayang pelan-pelan ingat Kamu sedang hamil muda". Ujar Dito dari kejauhan.


"Iya bawel". Ledek Eriska.


"Jangn digendong, Steven berat. Kamu lagi hamil kan". Ujar Audrey.


"Tenanglah, Aku hanya mendudukkannya dipangkuanku". Ujar Eriska. "Darimana Kamu tahu Aku sedang hamil?". Tanya Eriska.

__ADS_1


"Dari Dior. Selamat ya. Semoga Kamu dan bayimu selalu sehat". Ujar Audrey.


"Terimakasih Audrey. Kehamilan kali ini sangat berat untukku. Karena kembar jadi semua yang Aku rasakan juga double". Ujar Eriska.


"Kembar? Kamu hamil anak kembar?". Tanya Audrey terkejut.


"Iya. Dior tidak mengatakannya?". Tanya Eriska.


"Tidak. Ahhh sungguh beruntung Kamu diberikan anak kembar sekaligus. Selamat sekali lagi". Ujar Audrey pada Eriska.


"Terimakasih Audrey. Oh ya, kapan Kamu sampai? Kenapa Aku tidak tahu Kamu datang?". Ujar Eriska.


"Semalam. Sekitar pukul sembilan. Dior mengatakan Kamu sudah tidur juga Dior mengatakan agar Kami menjadi kejutan untuk ulangtahunmu". Ujar Audrey.


Mereka saling berbincang hingga siang hari. Semua sedang menikmati makan siangnya sedangkan Dito mengajak Eriska berkeliling melihat villa Mereka yang belum sempat.


"Bagaimana? Kamu suka desain villa ini? Jika ingin dirubah Kamu bisa katakan padaku". Ujar Dito.


"Ini sangat keren Sayang. Aku sangat menyukainya. Kamu tahu betul seleraku. Terimakasih atas hadiah ini Sayang". Eriska terus memeluk erat tangan Dito.


"Tidak perlu berterimakasih Sayang. Apa yang Aku berikan tak sebanding dengan apa yang Kamu berikan padaku". Dito mengecup kening Eriska.


"Kita ke kamar utama yuk. Kamar Kita berdua". Dito mengajak Eriska.


Sampailah Mereka dikamar utama. Dito membuka pintu kamarnya.


Kamar yang luas dengan desain modern seperti hotel president suit hotel bintang lima juga memiliki balkon yang menghadap langsung ke laut.


"Desain villa ini sungguh keren juga nyaman. Kamu sangat hebat memilih Arsitek. Siapa Arsitek villa ini?". Tanya Eriska.


"Rasya. Ingat kan? Sahabatku yang dulu pernah berkunjung ke peternakan". Ujar Dito.


"Oh ya. Dia hebat sekali dalam mendesain. Ini hunian yang sungguh membuatku nyaman". Ujar Eriska.


"Tentu Sayang. Rasya membuat desain rumah ini sesuai dengan karaktermu dan sedikit bantuan dariku yang pasti. Aku tahu betul selera Isteriku". Ujar Dito memeluk pinggang Eriska.


"Sayang, hari ini Kamu sungguh cantik. Mata ini seperti sinar matahari yang menerangi hariku. Senyum ini seperti pelangi yang mewarnai hariku. Happy wedding anniversary Sayang. Terimakasih sudah menghiasi hari-hariku. Memberikan kebahagiaan tak terhingga untukku. Terimakasih telah menjadi Isteri dan Ibu yang baik. Aku sungguh mencintaimu Eriska". Dito memeluk erat tubuh Eriska. "Bahagialah selalu denganku. Tersenyumlah selalu. Tertawalah bersamaku juga menangislah bersamaku. Aku ingi menghabiskan sisa waktuku hanya bersamamu. Eriska, tetaplah selalu disampingku. Aku berjanji akan memberikan apapun untuk kebahagiaanmu". Dito terus memeluk erat tubuh Eriska.


Eriska tak menjawab perkataan Dito. Ia hanya menangis terharu mendengar perkataan Dito.


"I love you Dito". Eriska memeluk erat tubuh Dito.


Entah apa yang akan terjadi didepan kita. Tapi Aku janji akan selalu menjagamu juga anak-anak Kita. Aku tak akan biarkan siapapun merusak keluarga Kita. Aku sungguh mencintaimu Eriska. Doa Dito dalam hati.


Bagaimanapun Kamu, Kamu adalah suami terhebat. Ayah yang luar biasa. Dito, Aku berdoa semoga keluarga kita selalu bahagia seperti ini. Dikelilingi orang-orang yang mencintai Kita dan dijauhkan dari masalah atau orang jahat. Doa Eriska dalam hati.

__ADS_1


Mereka melepaskan pelukannya. Dito mengecup lembut bibir Eriska. "I love you Eriska Putri".


"I not love you Dito Aditya". Ujar Eriska tersenyum.


"Aku tahu itu". Dito memeluk Eriska dengan tertawa kecil. "Ayo Kamu coba bed ini. Ini lebih nyaman dari bed dikamar kita". Ujar Dito.


"Oh ya?". Eriska mencoba duduk diatas tempat tidur.


"Sama saja". Ujar Eriska.


"Coba berbaring ditengah". Ujar Dito.


Eriska menurut perkataan Dito. Ia berbaring ditengah tempat tidur. Tiba-tiba Dito memeluk Eriska.


"Bagaimana? Nyaman kan?". Ujar Dito yang terus memeluk Eriska.


"Kalau ini sih pasti akan selalu nyaman". Ujar Eriska tersenyum. "Jangan peluk Aku seperti ini. Aku jadi mengantuk". Ujar Eriska yang benar-benar mengantuk.


"Tidurlah Sayang tidak apa-apa Kamu pasti lelah". Ujar Dito mengelus halus pipi Eriska.


"Tapi diluar masih banyak orang Aku tidak enak meninggalkan Mereka dengan tidur seperti ini".


"Tidak apa-apa Sayang Mereka mengerti keadaanmu. Tidurlah". Dito mengelus kepala Eriska.


Tidurlah Sayang. Aku harus menyiapkan kejutan lain untukmu. Jika Kamu tidak tidur bisa kacau semua. Ujar Dito dalam hati.


Eriska benar-benar tertidur dipelukan Dito juga belaian tangan Dito. Saat sudah tertidur pulas, Dito meninggalkan Eriska. Dito berjalan keluar bertemu yang lainnya.


"Dito, Eriska mana?". Tanya Vita.


"Eriska tertidur. Ia terlihat lelah". Ujar Dito.


"Tapi Dia tidak apa-apa kan?". Tanya Vita.


"Tidak apa-apa Kak. Lagipula Dito mau menyiapkan kejutan lainnya. Jika Ia terbangun bisa gawat". Ujar Dito.


"James, John. Semua sudah siap?". Tanya Dito.


"Sedikit lagi selesai Tuan. Tuan tidak perlu khawatir sebelum Nyonya bangun pasti sudah selesai". Ujar James.


"Bagus. Kamu harus mengeceknya baik-baik. Aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun. Ini harus menjadi moment yang indah untuknya". Ujar Dito.


"Kak Dito ini romantis sekali sih. Aku jadi iri". Ujar Tita.


"Tenang saja, Aku akan berguru pada Kakak agar Kamu tidak iri lagi". Ujar Yarka pada Tita.

__ADS_1


Mereka memuji Dito yang sungguh luar biasa menunjukkan rasa cintanya pada Eriska. Semua wanita disana merasa iri pada Eriska yang terus-terusan mendapat kejutan manis dari Dito.


Kamu berhak mendapatkan ini semua Eriska. Kamu pantas mendapatkan kebahagiaan didunia ini. Ujar Dito dalam hati.


__ADS_2