
Keesokan harinya, Eriska dan Dito tengah bersiap untuk pergi ke hotel.
"Loh Katanya mau cuti, kok masih mau ke hotel?". Tanya Birowo yang melihat Eriska berpenampilan rapi dengan blazer nya.
"Aku mulai cuti saat Tita sampai sini Pah". Jawab Eriska.
"Kapan Tita akan datang?". Tanya Birowo.
"Minggu depan Pah". Jawab Eriska.
" Papa fikir Kamu ingin cuti sekarang, Papa akan pergi ke Bogor mungkin malam ini". Ujar Birowo.
"Ya tidak apa-apa Pah kan ada Dito yang akan menjaga Eriska". Ujar Dito.
"Iya Pah tidak perlu mengkhawatirkan Eriska". Ujar Eriska.
"Baiklah. Papa akan mempersiapkan untuk nanti malam. Kalian dijalan hati-hati". Ujar Birowo.
"Yasudah kami jalan dulu ya pah. Assalamualaikum". Eriska Dan Dito mencium tangan Birowo Dan pergi meninggalkan Birowo.
Eriska Dan Dito pun pergi meninggalkan rumah dengan mobil mewah milik Eriska.
"Hallo, Surya ada apa?". Tanya Eriska yang mengangkat telepon dari Surya.
"Nyonya, 1 jam lagi ada meeting dengan kementrian pariwisata. Maafkan saya, saya lupa memberitahu". Ujar Surya merasa gugup.
"Kamu bagaimana sih, hal penting begini memberi tahu dadakan". Ujar Eriska marah.
"Maafkan saya Nyonya, Saya fikir Nyonya sudah mulai cuti". Ujar Surya.
__ADS_1
"Tidak ada alasan. Kamu sudah salah. Potong gaji mu 25%". Ujar Eriska kesal.
"Ba.. Baik nyonya". Ujar Surya diujung telepon
Eriska pun menutup telepon nya.
"Ada apa? Kenapa kamu marah begitu? Sampai potong gaji Surya besar lagi". Tanya Dito yang sedang mengemudi.
"Surya memberi tahuku 1 jam lagi ada meeting dengan kementrian pariwisata. Mereka orang penting harusnya Aku sudah di hotel Tapi Surya baru memberi tahu jadi Aku hukum Dia dengan potong gaji". Ujar Eriska kesal.
"Tapi 25% sangat besar loh sayang. Kasian Surya". Ujar Dito.
"Ini nih kenapa pabrik Kamu maju nya perlahan seperti siput. Dalam berbisnis Kamu tidak boleh terlalu baik. Karyawanmu akan seenaknya jika melakukan kesalahan hanya dengan meminta maaf. Di dalam hotelku, setiap kesalahan ada hukumannya jadi semua karyawan akan disiplin. Masih untung Surya Aku potong gaji. Jika karyawan lain yang melakukan Aku sudah pecat tanpa pesangon". Ujar Eriska kesal.
"Untung Aku bukan karyawanmu. Mungkin setiap bertemu denganmu, Aku akan selalu gugup Takut melakukan kesalah". Ujar Dito tertawa.
"Dulu awal Aku merintis karierku, Aku seperti Kamu sangat baik, selalu kasihan kepada karyawan. Namun, lama Kelamaan hotelku merosot jatuh. Aku sampai depressi. Hingga Aku menemukan para karyawanku sangat tidak disiplin. Setiap melakukan kesalahan hanya minta maaf lalu Aku memaafkan. Makin lama mereka semakin kurang ajar. Aku pernah mendengar mereka meremehkanku dibelakangku. Mereka bilang kita santai saja, Pemilik hotel sangat baik entah baik apa bodoh setiap kesalahan kita Ia selalu memaafkan dengan wajah melas kita. Hingga mereka malas bekerja, memberikan pelayanan buruk. Pada Akhirnya Aku sangat marah Dan merubah semuanya. Ya seperti yang Kamu tahu dari orang lain Aku menjadi Angkuh, kasar Dan sombong. Tapi, Aku melakukan itu hanya jika mereka melakukan kesalahan. Jika mereka melakukan dengan baik Aku selalu mengapresiasi". Ujar Eriska. "Bisnis perhotelan itu berbeda dengan bisnis yang lainnya. Kita menjual pelayanan. Jika kita tidak disiplin atau tidak melayani dengan baik, kita akan jatuh dengan cepat. Maka dari itu Aku harus kejam agar bisnisku terus naik dsn para karyawan pun mendapat gaji yang cukup besar dari hotel lainnya". Ujar Eriska.
"Tapi aku merasa kecewa padamu". Ujar Eriska.
"Kenapa?". Tanya Dito.
"Kenapa Kamu meninggalkan semua bisnis yang Kamu perjuangkan selama 7 tahun? Aku juga tahu Kamu tidak mudah memiliki itu semua". Ujar Eriska.
"Aku tidak meninggalkannya sayang, hanya Aku berikan kepada orang kepercayaanku. Aku berikan padanya 40% saham Restaurant ku. Karena Dia yang mengelola Aku hanya memantau dari jauh". Ujar Dito.
"Oh ya ? Kenapa kamu tidak bilang?". Eriska memukul tangan Dito.
"Hahahahahaha Kamu tidak Tanya jadi kenapa Aku harus memberitahukan?". Ujar Dito.
__ADS_1
"Kamu masih punya banyak hutang penjelasan loh". Ujar Eriska. "Hemmm apa Kamu punya bisnis lain selain pabrik itu?". Tanya Eriska penasaran.
"Masih". Ujar Dito.
"Tuh kan, Bisnis apa?". Tanya Eriska
"Apa Kamu ingat Restaurant steak yang kita kunjungi setelah fitting baju pengantin bersama Jessica? Itu salah satu milikku". Ujar Dito
"Apa? Milik kamu? Pantas steak itu rasanya seperti buatan Dior. Kamu bilang itu milik temanmu". Ujar Eriska memukul lagi tangan Dito.
"Sakit sayang. Jangan dipukul lagi". Ujar Dito meringis kesakitan.
"Ada berapa banyak restaurant itu?". Tanya Eriska.
"Ya setiap kota besar kemungkinan ada 3 cabang". Ujar Dito.
"Selain Restaurant steak itu, Kamu punya bisnis lain?". Tanya Eriska.
"Rahasia". Ujar Dito tertawa kecil.
"Dito Kamu menyebalkan". Ujar Eriska marah.
"Jangan marah dong. Nanti Aku beritahu. Sekarang kita sudah sampai hotel Nyonya Eriska, mari kita keluar". Ujar Dito tersenyum pada Eriska.
Dito keluar lebih dahulu lalu membuka kan pintu untuk Eriska.
Mereka pun berjalan kedalam hotel. Semua staff memberikan salam pada Dito Dan Eriska.
***Assalamualaikum Reader, Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh". Jangan lupa untuk Like Komen vote Dan Share ya. Support kalian memberikan Semangat untuk Author menulis.
__ADS_1
salam manis dari Mrs. A***