
"James, kapan Ibumu dan Adikmu sampai?". Tanya Dito yang sedang duduk bersama Eriska dihalaman belakang juga dengan para pengawal nya.
"Malam ini Tuan". Jawab James.
"Apa Jessica tahu Mamamu sedang dalam perjalanan?". Tanya Eriska.
"Belum tahu Nyonya. Saya mau beri kejutan". Ujar James malu mengusap leher belakangnya.
"Baiklah. Besok Kita adakan pertemuan antara orangtua Jessica serta Mamamu. Kita bilang saja hanya makan malam biasa. Pasti Dia akan terkejut". Ujar Eriska tersenyum puas.
"Nyonya bagaimana keadaan Anda?". Tanya Eimear.
"Ya beginilah Eimear, kadang baik kadang lemas ya tergantung mood si bayi". Ujar Eriska tertawa.
"Saya juga sangat ingin segera memiliki anak tapi Tuhan belum memberikan". Ujar Eimear.
"Sabarlah, Tuhan masih ingin Kamu berpacaran degan John. Menikmati kebahagiaan berdua sebelum memiliki anak". Ujar Eriska tersenyum.
"Sayang, rujak enak sepertinya. Aku mau Kamu beli ditempat mbak gendis ya. Please". Rengek Eriska.
"Sayang kehamilan Kamu masih muda. Jangan makan sembarangan dulu". Ujar Dito mengingatkan.
"Sayang Dokter bilang tidak apa-apa asal jangan terlalu pedas. Belikan ya please, kalau Kamu tidak mau membelikan Aku tidak mau makan". Ujar Eriska ngambek.
"Hemmmm bisa ya mengancam begitu. James, tolong belikan ya rujak di mbak Gendis yang didepan hotel Eriska". Ujar Dito pada James.
"Baik Tuan". Jawab James.
"Aku minta Kamu yang beli bukan James". Ujar Eriska kesal.
"Aku yang harus beli?". Tanya Dito.
"Iya dan saat pulang jemput Jessica. Aku mau bertemu dengannya". Perintah Eriska.
"Tapi Aku tidak mau meninggalkanmu. Biar James saja ya kan sekalian jemput Jessica". Ujar Dito.
"Tidak mau! Aku mau nya Kamu yang belikan juga jemput Jessica". Eriska terus menolak.
"Ya ampun kenapa keinginanmu aneh-aneh sih". Ujar Dito heran.
"Yasudah Aku pergi dulu. Kalian jaga Eriska baik-baik selagi Aku pergi". Ujar Dito.
"Baik Tuan". Jawab semua.
Dito pun pergi.
Dalam mobil, Dito menelepon Jessica.
"Halo Jess, Eriska mau bertemu denganmu". Ujar Dito
"Tidak mau! Dia hanya ingin mengerjaiku saja seperti hari-hari sebelumnya. Disuruh datang jauh-jauh saat sampai disuruh pergi lagi". Gerutu Jessica.
"Ayolah Jess, Dia sedang ngidam". Bujuk Dito. "Nanti Dia marah padamu celaka loh tidak jadi dapat hall gratis juga tidak diberi cuti. Kamu mau?". Ancam Dito.
"Kalian berdua sama-sama menyebalkan ya! Baiklah Aku tunggu". Ujar Jessica kesal.
__ADS_1
"Jangan lupa pesankan rujak. Agar Aku sampai langsung pergi". Ujar Dito.
"Baiklah Tuan Dito". Ujar Jessica dengan nada kesal.
Sejak hamil, Eriska selalu memaksa Dito untuk menjemput Jessica. Setelah sampai dirumah melihat Jessica, Eriska kembali menyuruh Jessica pergi. Entah apa yang dirasakan Eriska. Ia hanya ingin melihat wajah kesal Jessica. Setelah melihat Ia puas lalu menyuruh Jessica pergi. Ngidam Eriska kali ini sungguh aneh lebih dominan mengerjai Jessica. Jessicapun hanya pasrah karena Takut Eriska membatalkan memggratiskan Hall untuk pernikahannya juga selalu diancam tidak diberi cuti pernikahan jika Ia menolak keinginan Eriska.
"Kalian berdua sungguh menyebalkan". Gerutu Jessica masuk kedalam mobil Dito.
"Maaflah Jess. Ngidam Eriska kali ini sungguh berbeda dari sebelumnya". Ujar Dito.
"Iya Dia suka sekali mengerjaiku". Ujar Jessica kesal.
Dito hanya tertawa kecil.
Merekapun pergi meninggalkan hotel menuju rumah Eriska.
"Awas saja jika Kalian tidak memberikan kafo pernikahan yang luar biasa". Ujar Jessica.
"Ah tenang saja, Aku akan beri hadiah pemecatan James. Bagaimana?". Ledek Dito.
"Sialan Kamu Dito! Kamu mau menjadikanku calon Suamiku pengangguran?". Ujar Jessica makin kesal.
"Hahahahahaha bercanda. Sudahlah jangan menggerutu terus makin jelek Kamu nanti mana mau menikah". Ledek Dito.
Setelah menempuh perjalanan empat puluh lima menit, Mereka sampai dirumah Eriska.
"Awas saja jika Eriska mengusirku lagi!". Gerutu Jessica.
Merekapun masuk kedalam.
"Awas ya kalau Kamu mengusirku lagi!". Ancam Jessica.
"Hahahahahaha tidak tidak. Sini duduk". Eriska mengajak Jessica duduk.
"Sayang ini rujakmu". Dito memberikan piring isi rujak yang Ia beli tadi lalu duduk.
"Jemmy mana?". Tanya Jessica.
"Sudah pulang ke Paris". Jawab Eriska.
"Menyebalkan sekali Kamu Eriska!". Gerutu Jessica kesal.
"Hey mau menikah jangan sering-sering bertemu biar nanti pangling gitu". Ujar Eriska yang memakan rujaknya.
"Kamu yang iseng! Sudah tahu mau menikah tapi selalu menyuruhku datang kemari". Gerutu Jessica.
"Hahahahahaha Kamu kenapa jadi sensitive begini sih? Seperti Harimau yang sedang lapar saja". Ujar Eriska meledek.
"Aku kesal Eriska Mama James masih belum datang juga! Ini sudah tiga bulan". Ujar Jessica berbisik.
"Sabarlah Jess nanti juga datang". Ujar Eriska seraya memakan rujaknya.
"Tapi kapan Eriska?". Jessica mengambil garpu Eriska lalu memakan rujak yang ditangan Eriska. "Ih asam". Jessica mengeriyitkan wajahnya karena memakan mangga muda.
"Makanya jangan marah-marah terus". Eriska menyuapi bengkuang kedalam mulut Jessica.
__ADS_1
"Aku sudah capek menunggu Eriska". Ujar Jessica dengan wajah sedihnya.
"Baru tiga bulan, tunggu lah sebentar lagi". Ujar Eriska terus menyuapi Jessica.
"Ini lagi! Kamu yang ngidam rujak Aku yang makan!". Gerutu Jessica dengan mulut yang penuh.
"Kan Aku ngidam mau menyuapi Kamu Jess". Ujar Eriska tertawa.
"Kenapa ngidammu ini jadi tergila-gila padaku? Sejak hamil ada saja alasan mengerjaiku!".
"Hahahahahaha Aku juga bingung kenapa begini". Ujar Eriska terus menyuapi Jessica.
"Oh ya Jess. Besok datang ya acara makan malam bersama orangtuamu". Ujar Eriska.
"Ada acara apa?". Tanya Jessica.
"Ngidam makan malam denganmu dan orangtuamu".
"Aneh-aneh saja Kamu Eriska!". Gerutu Jessica.
"Ini serius Jess. Jangan lupa ya besok di restaurant xxxxx jam tujuh malam. Berpakaian rapi". Ujar Eriska.
"Baiklah. Awas saja mengerjaiku lagi!". Ancam Jessica.
"Tidaklah Aku meneraktirmu makan kok". Rayu Eriska.
"Ok Ok. Perintah Nyonya Eriska mana bisa ditolak". Ledek Jessica.
"Uhhhh anak yang baik". Eriska mencubit pipi Jessica.
Merekapun berbincang cukup lama hingga Senja. James terlihat khawatir karena Mamanya akan segera sampai namun Jessica masih ada dirumah Eriska.
Eriska yang melihat wajah James paham dengan situasi ini.
"Jess pulang sana. Aku sudah bosan melihatmu". Ujar Eriska.
"Tega sekali Kamu Ka. Aku masih mau curhat". Ujar Jessica.
"Pulang sana sebelum Aku muntah dihadapanmu". Ujar Eriska yang pura-pura mual.
"Jahat Kamu Eriska". Jessica merasa jengkel pada Eriska.
Maafkan Aku Jess. Kejutanmu akan datang. Jika Kamu melihat, bukan kejutan lagi namanya. Ujar Eriska dalam hati.
Setelah pamit, Jessica pulang dengan diantar James.
Terimakasih Nyonya. Anda sangat membantu. Batin James merasa lega.
Selama perjalanan Jessica terlihat diam. Ia merasa kesal pada James karena Mama dan Adiknya tak kunjung datang. James tidak ingin berdebate dengan Jessica karena besok kekesalannya akan menghilang.
Maaf Kelinciku, besok pasti Kamu bahagia. Ujar James dalam hati.
**Hi Reader, Jangan lupa untuk VOTE sebanyak-banyaknya ya juga Like dan komen untuk mendukung karya Author.
salam manis dari Mrs. A**
__ADS_1