Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (49)


__ADS_3

Setelah lamaran Jessica dan James, semua kembali ke aktivitas biasanya. John tengan menerima telepon entah dari siapa namun wajahnya terlihat tidak baik. Ia terus-terusan mengatakan maaf ditelpon itu. Dito yang melihat merasa khawatir pada John. Setelah memutuskan panggilannya, Dito menghampiri John yang terlihat memiliki wajah yang bingung.


"John ada apa? Kamu terlihat sangat khawatir?". Tanya Dito yang merangkul bahu John.


"Ah Tuan, tidak apa-apa Tuan". Ujar John dengan senyum bingungnya.


"Kemarilah Kita duduk". Dito mengajak John duduk dikursi halaman belakang.


Merekapun duduk.


"John Aku sangat kenal Kamu. Wajahmu ini terlihat bingung pasti ada masalah. Ceritalah". Ujar Dito.


"Saya tidak apa-apa Tuan". Ujar John.


"Kamu yakin tidak mau bercerita?". Tanya Dito.


"Hmmmmmmmm Tuan tolong jangan marah pada Saya. Barusan yang menelepon adalah Istri Saya". Ujar John gugup.


"Apa? Istri? Kapan Kamu menikah?". Tanya Dito kaget.


"Sebenarnya, saat Tuan menyuruh Saya datang kemari Saya baru menikah satu bulan Tuan". Ujar John masih merasa gugup.


"John, kenapa kamu tidak bilang kalau Kamu sudah menikah? Kamu tidak mengundang Kami juga dan Siapa wanita itu? Aku tidak pernah tahu Kamu memiliki kekasih". Ujar Dito masih terkejut.


"Tuan, Wanita itu bernama Eimear (baca: Ee-mur) Dia berkebangsaan Ireland. Mungkin Tuan ingat beberapa bulan lalu Tuan menyuruh Saya ke Ireland untuk bisnis Tuan. Saya bertemu dengannya disana". Ujar John.


Flashback pertemuan John dan Eimear.


"Dasar pria brengsek! Aku sudah memberikan segalanya dan Kau masih berselingkuh". Teriak Eimear disebuah jembatan yang cukup tinggi Ia berdiri dipembatas tiang itu.

__ADS_1


"Tuhan! Kenapa Kamu tidak adil? Kau rebut kedua orangtuaku dan Saudaraku. Sekarang Kau buat kekasihku berselingkuh! Tuhan apa dosaku ??? Apa salahku padamu?". Eimear terus menangis.


John yang kebetulan lewat terkejut melihat pemandangan itu. "Astaga apa yang wanita itu lakukan?". Ujar John Panik. John berlari menghampiri Eimear lalu menariknya untuk turun.


"Hey Gadis! Apa yang Kamu lakukan? Kamu ingin mati?". Ujar John berteriak pada Eimear.


"Hey siapa Kamu berani sekali menarikku? Iya Aku ingin mati! Tuhan sudah tidak adil padaku! Ia merebut semua orang yang Aku cintai! Aku ingin menemuinya dan meminta pertanggung jawaban". Ujar Eimear menangis tersedu-sedu.


John merasa iba, dengan spontan John memeluk gadis itu. Eimear yang teramat sedih hanya diam saat John memeluknya. Ada kehangatan yang dirasakan Eimear saat dipeluk John. Tiba-tiba Eimear tertidur dipelukan John.


"Hey Gadis, apa Kamu pingsan?". John mengguncangkan tubuh Eimear namun tidak ada respond. John melihat sekeliling malam teramat sepi. Ia bingung harus melakukan apa dengan Eimear. "Oh Tuhan apa rencanamu sekarang?". Ujar John.


Akhirnya John menggendong tubuh Eimear. Membawanya menuju mobil lalu pergi dari tempat itu. Selama perjalanan, Ia memandangi Gadis itu. John melihat kesedihan terdalam diraut wajahnya.


"Kasihan sekali Gadis ini. Pasti Dia sedang dalam masalah besar". Ujar John merasa iba.


Setelah berkendara 1 jam, Mereka sampai di hotel dimana John menginap.


John kembali menatap Gadis itu. "Apa yang harus Aku lakukan pada Gadis ini?". Ujar John bingung.


"Hey Gadis, bangunlah. Rumahmu dimana?". John mencoba membangunkan Eimear namun tidak berhasil. John melihat jam ditangannya sudah menunjukkan pukul 11 malam. Ia juga merasa sangat lelah. Akhirnya Ia memutuskan membawa Eimear ke kamarnya. Ia menggendong Eimear menuju kamarnya.


Sampai dikamar, John membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur. Melepas sepatu flat shoes yang sudah terlihat usang dikaki nya lalu menyelimuti Gadis itu. Setelah selesai dengan Eimear, John pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


30 menit berlalu, John keluar dari kamar mandi. Ia masih melihat Gadis itu tertidur. John berjalan menghampiri tempat tidur. Ia duduk dibibir tempat tidur memandang lekat wajah Gadis itu. "Cantik juga". Ujar John spontan dengan tersenyum. "Ah apa yang Aku fikirkan". Ujar John menepuk kepalanya sendiri. John mengambil bantal lalu membaringkan tubuhnya diatas sofa. Ia mencoba untuk tidur.


Keesokan harinya, dipagi hari. Eimear membuka matanya Ia melihat langit-langit kamar yang berbeda dengan tempat tinggalnya. Buru-buru Ia bangun dan duduk. Ia melihat sekeliling. "Dimana Aku? Bukankah semalam Aku ada dijembatan ya?". Tanya Eimear pada dirinya sendiri.


Ia melihat sosok pria sedang tidur disofa. Ia berjalan menghampiri John. Ia berjongkok menatap wajah John. "Apa Pria ini yang membawaku? Tapi Dia siapa?". Tanya Eimear.

__ADS_1


Saat Eimear menatap lekat wajah John, John membuka mata dan terkejut melihat Eimear yang menatapnya begitu dekat. John langsung terduduk.


"Hey Gadis, Kau membuatku terkejut". Ujar John.


"Tuan Anda siapa? Kenapa Saya disini?". Tanya Eimear.


"Apa? Kamu lupa Semalam Kamu hampir bunuh diri loncat dari jembatan?". Ujar John.


Eimear mencoba mengingat kejadian tadi malam. Eimear mengingat satu per satu. Ia menangis kembali. Ia terduduk dilantai. "Tuan, kenapa Tuan menolongku? Aku sudah tidak ada harapan untuk hidup. Orangtuaku dan saudaraku meninggal bulan lalu karena kecelakaan. Pacarku selingkuh saat Ia tahu Aku sudah tidak memiliki apa-apa, Aku sendiri didunia ini. Rumah disita karena Papa memiliki hutang. Sejak tiga minggu Aku hanya tidur ditempat yang sangat kecil dan kotor bahkan tikuspun enggan tinggal disana. Tuan, kenapa kamu menghentikanku untuk bunuh diri". Ujar Eimear menangis mengingat semua kejadian yang Ia alami.


John turun dari sofa, Ia memeluk kembali Eimear. Ia merasa sangat sedihendengar kisah Eimear. Ia seperti melihat dirinya sendiri. Sendiri didunia tanpa siapapun. Ia lebih beruntung karena Dito menemukannya dan membawanya bekerja dengan Dito.


"Tuan, kenapa Tuhan sangat jahat kepadaku hingga Ia melakukan ini semua padaku? Hidupku tak ada arah lagi, hidupku tak ada tujuan lagi, Aku tidak bisa mendapatkan kebahagiaan lagi. Lebih baik Aku mati Tuan". Eimear melepas pelukannya mencari sesuatu. Ia melihat pisau di meja mencoba untuk bunuh diri.


"Hey Gadis, tenanglah! Jangan melakukan itu". John mencoba mendekat.


"Tuan, jangan halangi Aku! Aku sudah tidak layak hidup!". Ujar Eimear terus memegang pisau.


"Apa yang harus Aku lakukan? Jika Dia melakukan bunuh diri bisa dikira Aku yang membunuh". Bisik John Panik.


"Gadis tenanglah, semua ada harapan Ok, taruh pisau itu". John mencoba mendekat perlahan. "Aku mengerti diposisimu, Aku merasakan hal yang sama. Aku sendiri didunia ini. Tapi Aku terus memiliki harapan meski kecil". John terus mencoba mendekat. Setelah Eimear lengah, John memeluknya dari belakang, mengambil pisau lalu Ia buang jauh-jauh. "Aku akan menikahimu. Aku berjanji". Bisik John ditelinga Eimear.


Eimear yang mendengar terkejut dengan apa yang dikatakan John. Ia berbalik, sekarang Mereka saling berhadapan. "Apa Tuan serius?". Tanya Eimear dengan wajah yang masih tak beraturan karena terus menangis sejak Semalam.


"Kita duduk dulu". John menggandeng Tangan Eimear untuk duduk di sofa.


Merekapun duduk saling berhadapan. "Gadis, namamu siapa?". Tanya John.


"Eimear Kayleigh". Ujar Eimer.

__ADS_1


"Aku Johnson Gabriel. Kamu bisa memanggilku John". Ujar John menghapus air mata Eimear.


__ADS_2