
Ditempat lain, James telah sampai dirumah Jessica. Menggunakan salah satu mobil mewah milik Eriska, James keluar dengan menggunakan pakaian santai.
"Jemmy". Jessica menghampiri James lalu memeluknya.
"Kamu sudah siap?". Tanya James.
"Ayo". Jessica menarik tangan James.
Mereka masuk kedalam mobil. Jessica menarik kerah baju James lalu mengecup bibir James. "I miss you". Ujar Jessica tersenyum.
James hanya tersenyum.
"Kita mau kemana?". Tanya James.
"Ke mall? Ah bosan! Kita ke taman saja. Ini juga sudah jam 3 sebentar lagi kita akan kerumah Eriska kan?". Ujar Jessica.
"Baiklah". James pun menancapkan gas mobil nya dengan kecepatan sedang.
"Jemmy, Kamu makin sibuk saja. Aku kangen tau sama Kamu". Rengek Jessica yang memeluk tangan James.
"Ya Kamu tahu sendiri Aku harus berada disamping Nyonya. Apalagi sejak bekerja lagi di hotel". Ujar James.
"Jemmy ayolah Kamu buat Restaurant saja. Memang Kamu mau sampai kapan bekerja menjadi pengawal seperti ini?". Ujar Jessica mencoba membujuk James.
"Kelinci kecil, Aku kan sudah bilang padamu, Aku akan bekerja dengan Tuan dan Nyonya sampai Mereka tidak membutuhkanku ya ibaratnya sampai Mereka yang memecatku sendiri". Ujar James.
"Terus bagaimana dengan hubungan kita? Sudah tiga tahun tapi belum ada kepastian mau dibawa kemana". Jessica yang awalnya memeluk tangan James, sekarang melepasnya lalu duduk seperti biasa
"Jessy, kita bicarakan itu nanti". Ujar James.
"Nanti kapan? Sudah tiga tahun Kamu masih bilang nanti? Apa Kamu tidak serius denganku? Apa kamu tidak ingin menikah denganku?". Ujar Jessica kesal.
"Bukan begitu". Ujar James bingung.
"Terus apa? Karena persyaratan dari Papa? Aku tahu itu sulit untukmu. Tapi, jika Kamu tidak siap menikahiku, kenapa kamu terus mempertahankanku?". Ujar Jessica kesal. "James, usiaku sudah tidak muda lagi, Aku juga ingin memiliki keluarga seperti Eriska. Jika Kamu tidak siap, Kamu bisa mengatakan padaku".
"Tenanglah Jess, usiamu juga baru 29 tahun. Kamu masih muda. Kita jalani saja seperti ini ya". Ujar James mencoba menenangkan Jessica.
__ADS_1
"Hentikan mobilnya". Ujar Jessica.
"Kenapa?". Tanya James
"Aku bilang hentika mobilnya". Bentak Jessica.
James menghentikan mobilnya. Jessica membuka pintu mobil. "Aku bukan seperti wanita di negara mu James. Jika Kamu memang tidak ingin menikah denganku, Kita akhiri saja hubungan kita". Jessica pergi dengan menteskan air mata.
James ikut keluar mengejar Jessica.
"Kelinci kecil, tunggu". James menarik tangan Jessica.
"Jangan panggil Aku kelinci kecil lagi". Jessica melepas paksa genggaman tangan James.
"Jess, kita bisa bicarakan baik-baik. Aku mohon". James mencoba menenangkan Jessica.
"Sudah tidak ada yang perlu Kamu bicarakan lagi. Semua sudah jelas kan?". Ujar Jessica.
"Jessica, Aku mencintaimu. Aku mohon ikut denganku dulu. Kita masuk mobil dulu ya". Ujar James mencoba menenangkan Jessica lalu memeluknya.
"Lepaskan Aku James". Jessica memberontak.
Mereka masuk lagi kedalam mobil.
James mwnyalakan mobilnya lalu menancapkan gas mengendarai dengan kecepatan cukup kencang.
Jessica yang mendapat bentakan James merasa kaget. Dia hanya diam. Pertama Kali Dia melihat James semarah itu.
Mereka pergi kerumah Eriska. Mereka sudah sampai dirumah Eriska. James turun dengan bergegas.
Selang 10 menit, James kembali masuk kedalam mobil dengan membawa sebuah kertas. James memberikan pada Jessica. Jessica pun membacanya. Betapa terkejut nya Ia saat membacanya.
"Sejak satu tahun Kamu sudah menjadi Muslim?". Tanya Jessica terkejut. Teryata yang Ia baca adalah sertifikat mualaf dari sebuah masjid terbesar di Ibu Kota.
"Iya". Jawab James.
"Kenapa Kamu tidak bilang?". Jessica memukul bahu James.
__ADS_1
"Karena Aku belum sempurna menjadi seorang Muslim". Ujar James.
James merangkul kedua bahu Jessica. "Kelinci kecil. Jujur, saat Papamu memberikan syarat padaku untuk menikahimu Aku harus memiliki sebuah Agama terutama menjadi seorang Muslim itu berat untukku. Kamu tahu Aku seorang Atheis yang tidak mempercayai sebuah Agama. Aku juga tidak ingin memiliki Agama karena hanya untuk menikah dan setelah menikah Aku meninggalkan kembali Agamaku. Aku bahkan hampir menyerah memikirkan ini semua. Hingga Aku bertanya pada Tuan Dito tentang Agamanya. Akhirnya Tuan Dito memberiku jawaban yang membuatku tergerak untuk mempelajari Agama Islam ini. Selama 6 bulan Tuan Dito mengajakku ke banyak tempat untuk mempelajari Agama Islam ini hingga Akhirnya dibulan ke 7 Aku bersyahadat menjadi Muslim. Sejak saat itu Aku belajar menjadi Muslim yang taat dan sesuai dalam tuntunan". James menghela nafasnya. "Jessica, Aku masih belum menikahimu bukan karena hanya ingin bermain-main denganmu. Bukan Jessica. Aku hanya masih harus belajar untuk menjadi Imam yang baik untukmu. Jika Aku belum tahu apa-apa tentang Agama Islam ini, bagaimana bisa Aku menjadi Imam mu? Jessica Aku mohon beri Aku waktu sedikit lagi untuk mempelajari Agamaku ini. Aku ingin menjadi seperti Tuan Dito. Menjadi suami yang layak untukmu. Bukan hanya menjadi suami di dunia, tapi menjadi suami di akhirat juga. Aku sangat mencintaimu Jessica. Aku sangat ingin menikah denganmu. Memiliki Anak denganmu. Tapi Aku mohon beri Aku waktu sedikit lagi". James memohon menggenggam tangan Jessica.
Jessica yang mendengarnya terasa terharu lalu memeluk James.
"Pria Perancis bodoh! Kenapa kamu tidak bilang? Maafkan Aku karena Aku berfikir buruk tentangmu". Jessica menangis dalam pelukan James.
"Maafkan Aku Jessy. Aku juga salah tidak menjelaskan padamu sebelumnya. Aku mohon jangan marah lagi padaku. Aku sangat kacau jika Kamu marah padaku". James membalas pelukan Jessica.
"Aku akan memberikanmu waktu sampai kamu siap. Aku akan berubah juga menjadi muslimah yang baik. Kita sama-sama belajar ya". Ujar Jessica tersenyum pada James.
James tertawa kecil lalu mengangguk.
Jessica membaca kembali sertifikat milik James.
"Adam Al-Malik. Bagus juga nama penggantimu". Ujar Jessica tersenyum. "Apa Aku harus mengganti nama juga menjadi Hawa?".
James hanya tertawa kecil.
"Tidak usah deh. Mengganti nama disini sangat susah. Kita harus sidang. Kamu bisa panggil Aku Hawa jika Kamu mau Adamku sayang". Ujar Jessica tersenyum pada James.
"Hahahahahaha. Baiklah Hawaku Sayang". Balas James tersenyum pada Jessica.
"Ayo kita masuk kedalam rumah Eriska". Ujar Jessica hendak membuka pintu mobil.
"Kamu tidak mau jalan-jalan?". Tanya James
"Kita sudah sampai disini jadi lebih baik kita masuk. Aku juga kangen sama Queen". Ujar Jessica.
"Yasudah ayo turun". James membuka pintu mobilnya.
Mereka berdua pun masuk kedalam rumah Eriska. Hati Jessica yang awalnya merasa ragu kepada James, sekarang merasa lega. Alasan James belum menikahinya karena niat yang baik. Jessica sangat gembira mendengar kabar ini. Ia tidak percaya bahwa Ia akan menikah dengan James. Ia sempat hampir menyerah juga Tapi sekarang Jessica kembali memiliki harapan. semoga Jessica dan James segera menikah.
***Assalamualaikum Reader, Terimakasih karena telah setia membaca novel "Istri Cantikku Yang Angkuh". semoga semakin terhibur dengan season baru dengan cerita baru.
jangan lupa untuk memberi Tip Dan juga VOTE jika kalian suka dengan Novel ICYA ini.
__ADS_1
jangan lupa juga kritik dan Saran untuk Author agar menulis lebih baik lagi. jangan lupa juga untuk klik suka dan komen ya.
salam manis dari Mrs. A***