Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (23)


__ADS_3

Merekapun sampai dirumah. Eriska masuk dalam rumah dengan masih dalam keadaan kesal. Itulah Eriska, orang tidak suka diganggu saat dalam keadaan lelah setelah bekerja. Ia akan merasa jengkel meski itu hal kecil.


"Assalamualaikum Pah". Eriska mencium tangan Birowo lalu bergegas pergi ke kamarnya.


"Waalaikumsalam, Eriska kenapa? Seperti terlihat kesal". Ujar Birowo yang bingung dengan tingkah anaknya.


"Opa". Teriak Queena


"Eh cucu Opa yang cantik baru pulang. Sini gendong sama Opa". Birowo menggendong Queena.


"Assalamualaikum". Dito mengucapkan salam dan mencium tangan Birowo.


"Waalaikumsalam. Loh kalian bisa barengan gitu masuknya". Ujar Birowo.


"Oh iya Aku dari hotel Eriska juga". Ujar Dito.


"Eriska kenapa? Dia sedang kesal sepertinya". Ujar Birowo bingung.


"Oh itu, tadi Dito isengin mungkin lagi lelah eh marah Dia". Ujar Dito yang merasa tidak enak.


"Eriska, sifatnya gak berubah. Yasudah Kamu masuk dan bujuk Dia". Ujar Birowo.


"Yasudah Dito ke kamar dulu ya. Queena mau dengan Opa atau sama Papa?".


"Dengan Opa saja Papa". Ujar Queena.


"Baiklah. Papa ke kamar dulu ya".


Dito pun berjalan menuju kamarnya. Ia merasa gugup karena wajah Eriska saat masuk kedalam rumah masih kesal. Dito membuka pintu. "Sayang". Dito menghampiri Eriska yang tengah duduk disofa. "Jangan ganggu Aku sekarang, Aku sedang lelah". Ujar Eriska yang memijat dahinya. "Sini Aku pijat". Dito memijat bahu Eriska. "Dito, Aku bilang jangan ganggu Aku dulu". Ujar Eriska kesal. "Tapi Sayang...". Belum melanjutkan kata-katanya, Eriska tiba-tiba pingsan. "Astagfirullah Eriska". Dito panik melihat Eriska pingsan dilantai. "Sayang, Kamu kenapa?". Dito Panik.


Tanpa berfikir, Dito mengangkat tubuh Eriska lalu berjalan cepat keluar.


"James, James siapkan mobil cepat". Teriak Dito Panik.


"Astagfirullah Eriska kenapa?". Tanya Birowo Panik


"Dito tidak tahu Pah. Pah Dito titip Queena ya Dito mau bawa Eriska kerumah sakit". Dito berjalan cepat keluar.


James membukakan pintu mobil lalu Dito masuk kedalam mobil. James pun masuk dan menancapkan gas mobilnya dengan kasar.


"Apa yang terjadi padamu Sayang". Dito mengusap rambut Eriska yang berbaring dipangkuannya.


Dua puluh menit berlalu, Mereka sampai di rumah sakit terdekat. Mobil Dito berhenti di pintu UGD.


"Suster cepat ambilkan brankar". Teriak Dito.


Suster membawa brankar Dito mengangkat tubuh Eriska lalu membaringkan ke brankar. Mereka membawa Eriska masuk kedalam ruang UGD. Dito sangat panik. Ia merasa khawatir dan merasa bersalah pada Eriska.

__ADS_1


Dokter datang memeriksa Eriska. Dito masih menunggu disamping Eriska.


"Dok bagaimana keadaan Istri Saya?" Tanya Dito.


"Nyonya Eriska hanya kelelahan dan mengalami stress. Tidak masalah namun Nyonya perlu dirawat beberapa hari dirumah sakit untuk membuat keadaan nya membaik. Tuan tidak perlu khawatir". Ujar Dokter menenangkan.


"Terimakasih Dok". Ujar Dito sedikit lega tidak terjadi apa-apa pada Eriska.


Setelah mengurus administrasi, Eriska dipindahkan ke ruang rawat VIP. Eriska masih belum sadar juga. Queena dan Birowo pun telah menyusul begitu juga dengan Jessica dan keluarga Vita.


"Kata Dokter Eriska kenapa? Hamil lagi?". Tanya Vita.


"Bukan Kak. Eriska hanya kelelahan dan stress mungkin karena kerjaan". Ujar Dito.


"Ah Aku kira Dia hamil lagi". Ujar Vita.


Tak lama Eriska tersadar. Ia menyentuh dahinya yang terasa pusing.


"Aku dimana ini? Kenapa kalian mengerubuniku seperti ini?". Tanya Eriska.


"Kamu tadi pingsan. Sekarang ada dirumah sakit". Ujar Dito menggenggam tangan Eriska.


"Pingsan?? Aku hamil lagi?? Mana mungkin? Aku sudah menggunakan KB. Ya Allah kasihan Queena masih kecil". Ujar Eriska panik dan merasa sangat sedih.


Yang lain hanya tertawa kecil melihat tingkah Eriska. Dito yang iseng mulai mengerjai Eriska.


"Iya Sayang. Dokter bilang sudah 3 minggu". Ujar Dito berbohong.


"Hahahahahaha pintar juga Istriku". Dito tertawa melihat kepanikan Eriska.


"Kamu ini Eriska, hamil aja takut. Memang kenapa jika Kamu hamil lagi?". Tanya Vita.


"Kak bukannya takut. Aku kasihan pada Queena. Dia masih kecil. Kalau sudah seperti Nina sih tidak apa-apa hamil lagi. Lagian Kakak juga Nina sudah besar tidak mau punya anak lagi". Gerutu Eriska.


"Kakak bukan tidak mau, ya Allah belum kasih kepercayaan bagaimana dong?". Balas Vita.


"Ih kalian bahas hamil. Hargai sedikit Aku yang masih belum menikah". Ujar Jessica cemberut.


"Hahahahahaha segeralah menikah Jessica". Ujar Vita.


"Aku sih kapan saja mau Kak. Itu yang sebelah belum siap mau bagaimana?". Ujar Jessica melirik James yang berdiri.


"James cepat makanya Lamar Jessica". Ujar Vita pada James.


James hanya tersenyum menunduk.


"Tuh lihat kan Kak? Dia selalu begitu". Ujar Jessica kesal.

__ADS_1


"Jess diam ya, jangan sampai Aku bawa Kamu ke Dokter kejiwaan tuh dibawah". Ujar Eriska merasa berisik.


"Jahat sekali Kamu Eriska". Ujar Jessica sedih.


"Sudahlah jangan banyak drama Kamu hey Jessica. Lebih baik belikan Aku makanan. Aku lapar. Kamu bisa pergi dengan James. Tapi ingat, jangan lama-lama". Ujar Eriska.


"Ahhhhhh ini baru sahabatku yang baik. Ayo James kita pergi". Jessica menarik tangan James.


"Haaa dasar si Jessica". Ujar Vita yang tertawa melihat tingkah Jessica. "Jadi kangen si Tita". Ujar Vita


"Ahhhhh si Tita sih lagi bersenang-senang di Bali. Sejak dipindah tugaskan gak pernah pulang". Ujar Eriska.


"Iya, malah si Yarka yang sering ke Bali. Ka, Kamu sehat kita liburan lah ke Bali. Anak-anak pasti suka". Ujar Vita.


"Benar juga Kak. Aku butuh refresh sepertinya. Baiklah nanti setelah Aku baikan kita pergi ke Bali untuk berlibur". Ujar Eriska.


"Sudah, sudah bahas liburannya nanti saja. Sekarang sudah malam lebih baik Kita pulang". Ujar Birowo.


"Oh iya sudah jam sembilan. Yasudah Kita pulang dulu ya. Kamu cepat sembuh kasihan Queena". Ujar Vita.


"Pah tapi James lagi pergi itu". Ujar Dito.


"Tidak apa-apa biar Papa dan Queena ikut Vita saja". Jawab Birowo.


"Queena Kita pulang yuk. Peluk dulu Mama nya". Ujar Birowo pada Queena.


Queena menghampiri Eriska. "Mama mau tidur disini?". Tanya Queena.


"Iya Sayang, beberapa hari Mama disini dulu. Kamu baik-baik ya dirumah dengan Opa dan Kak Rara. Nanti kalau kangen bisa kesini". Ujar Eriska mengelus rambut Queena.


"Mama jangan lama-lama disini Queena akan kangen Mama". Queena memeluk Eriska.


Eriska merasa sedih. "Iya Sayang Mama akan segera pulang. Sekarang Kamu pulang ya tidur yang nyenyak". Eriska menciumi wajah Queena.


"Kamu cepat sembuh ya". Birowo mencium kening Eriska.


"Makasih Papa". Ujar Eriska.


"Yasudah Kami pulang ya. Besok kakak kemari lagi". Ujar Vita mencium pipi Eriska.


"Makasih Kak". Jawab Eriska.


Dito mengantar Mereka semua keluar.


"Jaga Eriska baik-baik ya Dito". Ujar Vita.


"Tentu kak". Jawab Dito.

__ADS_1


"Sayang, Kamu dirumah baik-baik ya". Dito mencium kening dan pipi Queena.


Merekapun pergi meninggalkan ruang rawat Eriska.


__ADS_2