Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 133


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore, Dito telah bangun, telah mandi dan Sholat. Dito pun turun kebawah karena Eriska tidak ada dikamarnya.


"James, sejak kapan Kamu kembali?". Tanya Dito.


"Sejak 2 jam yang lalu Tuan". Ujar James.


"Lalu siapa yang menjaga Liam?". Tanya Dito.


"Nona Audrey telah kembali Tuan dan Saya datang untuk menyampaikan pesan dari Nona Audrey". Ujar James.


Dito lalu duduk di sofa.


"Duduk James". Ujar Dito.


"Terimakasih Tuan". Ujar James lalu duduk dihadapan Dito.


Tak lama Eriska datang dengan membawa cemilan buah.


"Kamu sudah bangun sayang". Ujar Dito.


"Iya sayang, jika belum mana mungkin Aku disini". Ujar Dito. "Ayo kemari". Ujar Dito


Eriska pun duduk disamping Dito. Dito merapatkan tubuh Eriska lalu mencium pipi nya.


"sayang malu pada James". Ujar Eriska malu.


James terlihat cukup canggung namun Ia kembali untuk berbicara.


"Nona Audrey mengatakan pada saya agar kita tidak perlu membalas atas apa yang dilakukan Christ pada Liam". Ujar James.


"Loh kenapa? Tindakan Dia sudah sangat kriminal". Ujar Eriska protes.


"Sayang dengarkan dulu apa yang dikatakan James". Ujar Dito. "Lanjutkan James".


"Nona bilang, Tuan Theo sudah melaporkan anak lelaki nya itu pada kepolisian Paris. Dia juga sudah ditahan oleh kepolisian. Jadi kita tidak perlu melaporkannya". Ujar James.


"Wah hebat juga ya Ayah nya Audrey". Ujar Eriska.


"Itulah keistimewaan keluarga Tomlinson. Mereka ini keluarga militer. Mereka menjunjung tinggi keadilan termasuk pada keluarga nya sendiri". Ujar Dito.


"Oh begitu. Hebat juga keluarga Audrey ya. Pantas dia sangat berbeda dengan keluarga kaya lainnya". Ujar Eriska.


"Satu lagi Tuan, Liam telah sadar dari koma nya. Keadaannya sudah cukup membaik". Ujar James.


"Syukurlah jika Liam telah sadar". Ujar Dito. "Aku akan segera menuju rumah sakit". Ujar Dito.


"Sayang, malam ini tinggallah dirumah, Aku ingin tidur nyenyak". Rengek Eriska.


"Ingin sekali Aku tinggal?". Tanya Dito.


Eriska hanya mengangguk dengan wajah memelas.


"Baiklah sayang". Dito merangkul bahu Eriska.


"Saya permisi Tuan". Ujar James.


"James, Kamu bisa istirahat untuk malam ini. Telepon juga John untuk kembali. Kamu bisa ganti pengawal untuk menjaga Liam dan Audrey". Ujar Dito.


"Baik Tuan". Jawab James lalu pergi.


"Kamu makan buah apa?". Tanya Dito.


"Kiwi dan apel". Ujar Eriska.


Dito membuka mulutnya mengisyaratkan ingin disuapi.

__ADS_1


Eriska menyuapi kiwi pada Dito. " Asam sayang". Ujar Dito meringis.


"Masa sih? Menurutku sangat Segar". Ujar Eriska yang terus memakannya.


"Yasudah Kamu makan saja". Dito berpindah sekarang berbaring dipangkuan Eriska. Sedangkan Eriska masih menikmati buah nya.


Dito berbalik lalu mencium perut Eriska. "Anak Papa sedang menikmati buah ya? Enak tidak? Mamamu sangat menikmati buah itu. Kamu jangan buat Mama memuntahkan makanan lagi ya". Dito berbincang dengan anaknya. "Papa panggil Kamu apa ya? Kamu masih sangat kecil belum terlihat berjenis kelamin apa. Bagaimana jika Papa panggil baby mung". Ujar Dito terus menciumi perut Eriska.


"Baby Mung?". Tanya Eriska.


"Iya, dia kan masih terlihat seperti kacang hijau yang masih kecil sekali jadi Aku panggil baby Mung karena seperti Mung bean". Ujar Dito tertawa.


"Ah ada-ada saja kamu". Ujar Eriska mengelus rambut Dito.


Dito melantunkan surah Ar-Rahman untuk anaknya. Sambil Ia mengelus perut Eriska.


Eriskapun mendengarkan Dito.


"Suaramu sangat indah". Ujar Eriska meneteskan air.


Dito hanya tersenyum dan menciumi perut Eriska.


"James". Eriska memanggil.


"Iya Nyonya". James menghampiri.


James merasa kikuk melihat tingkah Dito pada Eriska. Dito masih berbaring dipangkuan Eriska sambil berbicara dengan anaknya.


"Saya ingin dinner malam ini lasagna". Ujar Eriska.


"Baik Nyonya saya akan mengatakan pada chef". Ujar James.


"Tidak! Aku mau Kamu yang membuatkan". Ujar Eriska.


"Tidak hanya itu saja". Ujar Eriska.


"Baiklah Saya akan membuatnya sekarang". Ujar James lalu pergi.


"Sayang". Eriska memanggil Dito.


"Iya". Dito menatap Eriska.


"Sepertinya Aku pilih James deh untuk jadi pengawalku di Indonesia". Ujar Eriska.


"Jika Kamu mau Dia yang menjagamu ya kita bisa bawa Dia". Ujar Dito


"Kamu katakan padanya nanti. Kita urus semua dokumen yang diperlukan untuk membawa James". Ujar Eriska.


"Tentu sayang". Jawab Dito masih sibuk menciumi perut Eriska.


"Sayang sudah 1 jam Kamu menciumi perutku apa tidak lelah?". Tanya Eriska.


"Aku menciumi anakku apa salah?". Tanya Dito.


"Ya tidak. Tapi Kamu melupakan Ibu nya". Ujar Eriska cemberut.


Dito beranjak dari pangkuan Eriska Dia duduk dan menciumi wajah Eriska.


"Siapa yang melupakanmu? Itu bukan Aku. Kamu adalah orang pertama yang selalu dalam hati dan pikiranku". Ujar Dito.


"Oh ya?". Tanya Erisak tersenyum.


"Tentu sayangku istriku yang cantik Nyonya Eriska". Dito mencium bibir Eriska.


Mereka masih berbincang banyak hal. Hubungan mereka semakin dekat karena selalu berkomunikasi dengan baik. Mereka sangat cocok dalam hal apapun termasuk pandangan soal apapun. Cukup jarang Mereka bertengkar karena Eriska yang pemikiran dewasa dan Dito yang penyabar.

__ADS_1


Setelah 1 jam, James datang. "Maaf Nyonya, Tuan makanan sudah siap". Ujar James.


"Baiklah". Ujar Dito. "Ayo sayang". Dito mengulurkan tangannya dan Eriska menerima uluran tangan Dito.


Mereka berjalan menuju ruang makan. Sudah tertata 2 piring lasagna.


Dito dan Eriska duduk dan melahap makanan yang dibuat James..


"Lasagna buatanmu sangat enak James". Ujar Eriska.


"Terimakasih Nyonya". Jawab James.


"Sayang, Aku juga ingin mencoba lasagna buatanmu. Aku ingin tahu lasagna siapa yang enak. Buatanmu apa James". Ujar Eriska.


"Dengan senang hati Nyonya Eriska yang cantik". Ujar Dito tersenyum.


Eriska menendang pelan kaki Dito. "Kenapa?". Tanya Dito.


"Katakan pada James soal rencana kita". Ujar Eriska.


"James, setelah makan kita bicara diruang keluarga". Ujar Dito.


"Baik Tuan". Ujar James.


"Buatkan susu hamil untuk Nyonya". Ujar Dito


"Baik Tuan". Ujar James lalu pergi menuju dapur.


Setelah membuatkan susu, James pun kembali dan memberikan pada Eriska.


"Silahkan Nyonya". James menaruh segelas susu di meja.


Eriska mengambilnya dan meminumnya.


Mereka telah selesai makan malam, setelah itu mereka berjalan menuju ruang tamu diikuti oleh James.


Dito dan Eriska duduk.


"Duduk lah James". Ujar Dito.


James pun duduk.


"James, kami ingin mengatakan sesuatu. Kamu tahu kan Nyonya sedang Hamil. Setelah 3 bulan ini kami akan kembali ke negara kami. Disana mungkin Aku akan sibuk mengurus hotel milik Eriska belum lagi pabrik dan restaurant. Eriska sangat menyukaimu untuk menjadi penjaganya. Apa Kamu bisa ikut kami ke negara kami dan menjadi penjaga Eriska?". Tanya Dito.


"Tuan, Saya bekerja untuk Tuan. Apapun perintah Tuan Saya akan ikuti". Ujar James.


"Jadi kamunsetuju untuk ikut kami?". Tanya Dito.


"Tentu Tuan. Tapi, siapa yang akan menjadi penanggung jawab dirumah ini jika Saya pergi dengan Tuan dan Nyonya?". Tanya James.


"Soal itu, Aku akan memberikan tugas pada John. Dia adalah kaki tanganku juga. Sekarang Kamu bisa mengatakan pada keluargamu dan urus semua keperluan dokumen segera". Ujar Dito


"Baik Tuan". Ujar James. "Apa ada lagi yang Tuan dan Nyonya butuhkan?". Tanya James.


"Tidak itu saja". Ujar Dito.


"Kalau begitu, saya permisi". Ujar James berdiri lalu pergi.


"Aku senang akhirnya Dia mau ikut kita". Ujar Eriska senang.


"Kamu sangat menyukai nya ya, jangan-jangan Kamu cinta dengannya". Ujar Dito.


"Ngawur Kamu. Aku suka Dia karena Dia bekerja dengan baik". Ujar Eriska.


Merekapun masih mengobrol satu sama lain lalu menonton TV dengan santai.

__ADS_1


__ADS_2