Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 147


__ADS_3

Ditempat lain, terlihat Stefanie yang sedang berjalan-jalan disekeliling area kolam renang hotel. Stefanie mendapat satu kamar hotel dari Eriska karena untuk memudahlan Stefanie bekerja di hotel. Sama seperti Stefanie, Surya juga tinggal di hotel untuk sekedar mengawasi pekerjaan karyawan di hotel.


Stefanie melihat Surya yang sedang berbicara dengan karyawan lalu menghampiri Surya.


"Selamat malam Surya". Sapa Stefanie.


"Nona Stefanie". Balas Surya.


"Bisa tidak kamu jangan terus memanggilku Nona? Telingaku sakit mendengarnya". Ujar Stefanie kesal.


"Nona ada apa kemari?". Tanya Surya.


"Hais Nona lagi". Stefanie menyerah dengan Surya. "Tidak ada apa-apa Aku hanya sedang berjalan-jalan terus melihat Kamu jadi Aku menghampirimu". Jawab Stefanie.


"Jika tidak perlu apa-apa saya permisi kembali ke kamar". Surya hendak berjalan meninggalkan Stefanie namun ditahan Stefanie.


"Tunggu!". Stefanie menarik tangan surya.


"Ada apa Nona?". Tanya Surya berbalik


"Kita makan malam yuk, Aku tidak ingin makan sendirian". Ujar Stefanie memohon.


"Maaf Nona saya sudah makan malam. Saya permisi untuk istirahat". Surya melepaskan genggaman tangan Stefanie lalu pergi meninggalkan Stefanie tanpa menoleh.


"Uh dasar stone. Aku hanya ingin ditemani makan tapi Dia tidak mau. Lebih baik Aku tidur deh besok dapat shift pagi". Stefanie pun pergi menuju kamar untuk istirahat. Namun, saat berjalan Ia tak sengaja menabrak Chef Niall.


"Pria Inggris lagi! Tidak punya mata ya terus menerus menabrakku?". Ujar Stefanie kesal.


"Oh hello wanita Perancis, Kamu yang menabrak Kamu juga yang marah". Gerutu Niall.


"Pergi sana jauh-jauh dariku". Stefanie mengusir Niall.


"Siapa yang mau dekat denganmu". Ujar Niall pergi.


Stefanie menjulurkan lidahnya mengejek Niall.


•••••


Keesokan harinya, Eriska telah siap pergi menuju hotel. Tidak seperti biasanya Eriska pergi ke hotel dengan blazer Hitam dan rok span selutut serta make up yang tebal, Eriska justru menggunakan dress selutut yang cantik dengan motif bunga dengan make up yang naturan menggunakan topi baret yang Ia beli di Perancis.


"Kak, gak salah ke hotel dengan penampilan seperti ini?". Tanya Tita heran.


"Memang kenapa? Aku datang bukan untuk bekerja tapi untuk melihat-lihat". Jawab Eriska.


"Ah sayang, Kamu terlihat sangat manis seperti ini". Dito mencubit pipi Eriska.


"Tuh Dito bilang juga Aku sangat manis dengan berpakaian seperti ini". Ujar Eriska.


"Memang lucu jadi seperti kitten bukan singa betina". Ujar Tita.


"Loh singa betina nya kan Kamu". Jawab Eriska.


Dito hanya memberi isyarat pada Tita agar tidak berdebat dengan Eriska.


" Baiklah terserah kakak saja. Ayo kita jalan". Ujar Tita.


"Eh tunggu, kita sepertinya lupa memberitahu James". Ujar Eriska.

__ADS_1


"Oh iya, James". Teriak Dito.


James datang menghampiri. "James, ayo berangkat. Kita mau ke hotel sekarang". Ujar Dito.


"Oh baik Tuan". Jawab James pergi untuk mengambil kunci mobil.


"Aku naik mobil sendiri saja ya pulang nya kan beda". Ujar Tita.


"Yasudah Kamu pergi duluan sana. Pelajari bahan meeting". Ujar Eriska.


"Iya kak. Yasudah Aku jalan duluan". Tita memeluk dan mencium Eriska. "Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam. Kamu hati-hati". Ujar Eriska.


Tak lama James pun datang.


"Mari Tuan, Nyonya". Ujar James.


Dito menggandeng Eriska menuju mobil.


"Hati-hati". Dito membantu Eriska untuk masuk dalam mobil.


Setelah Mereka didalam mobil, James melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Sayang Kamu yakin kuat untuk ke hotel?". Tanya Dito.


"Sayang, Aku ke hotel juga paling cuma duduk memang Aku mau angkat-angkat koper customer". Ujar Eriska.


"Ingat jangan marah-marah saat dihotel. Kamu ini jika masuk hotel jiwa Angkuh dan keras nya kumat". Ujar Dito.


James masih memikirkan Jessica yang ingin kerumah Eriska. Dia tidak tahu jika Eriska pergi ke hotel.


Kelinci kecil pasti tidak tahu kita pergi ke hotel sekarang. Biar nanti saat dihotel aku akan menghubunginya. Mungkin sekarang Dia masih tidur. Ujar James dalam hati.


45 menit berlalu, Mereka sampai dihotel. Tita telah memberitahu bahwa Eriska akan datang semua staff sudah siap menyambut dilobby hotel.


Pintu mobil Eriska terbuka. Dito turun lebih dulu lalu membantu Eriska untuk turun.


"Selamat datang Nyonya". Sapa Surya.


"Terimakasih Surya". Ujar Eriska tersenyum.


"Selamat pagi Nyonya dan Tuan". Sapa para staff membungkukkan badannya menghormati Eriska dan Dito.


"Selamat pagi semua. Bagaimana kabar kalian?". Tanya Eriska tersenyum.


"Baik Nyonya. Semoga Nyonya dan Tuan dalam keadaan baik juga". Ujar para staff hotel.


"Baiklah kalian bisa kembali bekerja". Ujar Eriska.


Eriska, Dito dan Tita pun berjalan menuju ruangan CEO.


Para karyawan sangat ramai berbicara soal Eriska.


"Itu benar Nyonya Eriska? Penampilannya sangat berubah. Cara bicara nya pun berubah menjadi lebih lembut". Ujar salah satu staff.


"Sejak hamil Nyonya terlihat sangat anggun dan lembut. Apa mungkin bawaan bayi ya?". Tanya staff lain.

__ADS_1


"Kkhhhmmmm". Surya memberi isyarat.


Merekapun bubar saat mendapat isyarat dari Surya.


Setelah memarkirkan mobil di Parkiran khusus CEO, James menelepon Jessica.


"Selamat pagi kelinci kecilku". Sapa James dengan lembut


"Hi selamat pagi James". Jawab Jessica. "Baru saja Aku memikirkanmu dan Kamu langsung menelepon".


"Jessy, Aku tidak bisa melepon terlalu lama, ini sudah jam kerjaku. Aku hanya ingin mengatakan kami sedang tidak ada dirumah. Kami sedang di hotel nyonya". Ujar James.


"Oh baguslah jika kalian di hotel. Rumahku tak jauh Dari hotel Eriska. Yasudah Aku akan kesana sekarang sekalian minta sarapan gratis dari Stefanie". Jessica tertawa.


"Baiklah Kamu hati-hati dijalan. Love you". Ujar James.


"Love you too Jemmy". Balas Jessica.


Merekapun menutup telepon nya.


Didalam ruangan CEO Eriska duduk dikursi kebanggaannya yang sedang mengawasi Tita mempelajari bahan meeting untuk nanti siang bersama Surya dan Dito.


"Surya, Shift Stefanie jam berapa?". Tanya Eriska.


"Jam 10 Nyonya". Balas Surya.


"Dia baik-baik saja kan? Sejak kemarin ponselnya tidak bisa dihubungi". Ujar Eriska.


"Nona Stefanie baik-baik saja Nyonya Semalam Saya bertemu dengannya". Ujar Surya.


"Tolong telepon Dia untuk datang kemari". Suruh Eriska.


"Baik Nyonya". Ujar Surya pergi dari ruangan Eriska menuju kamar Stefanie.


Tok! Tok! Tok! Surya mengetuk pintu kamar Stefanie.


Stefanie membuka pintu. Ia baru saja bangun. Dengan menggunakan celana super pendek Dan kaos tanpa lengan dengan rambut diikat terlihat sangat seksi. Surya yang melihat terbengong-bengong.


"Surya, ada apa pagi-pagi mencariku? Shift ku masih 2 jam lagi". Ujar Stefanie.


"Nyonya sedang ada di hotel. Nyonya mencari Nona Stefanie. Nyonya bilang kenapa ponsel Nona tidak aktif sejak kemarin". Ujar Surya yang masih gagal fokus dengan penampilan Stefanie.


"Baiklah Aku akan segera menghampiri nya". Ujar Stefanie.


"Baiklah saya permisi". Ujar Surya.


Namun lagi-lagi Stefanie menarik tangan Surya. "Tidak ingin masuk dulu?". Goda Stefanie.


"Ti... Tidak Terimakasih". Ujar Surya gugup melepas genggaman tangan Stefanie lalu pergi terburu-buru.


Stefanie tertawa kecil. "Memang asyik menggoda stone man ini". Ujar Stefanie lalu berjalan masuk.


***Assalamualaikum Reader, karena semua sudah memiliki pasangan hanya Stefanie yang belum, jadi siapa menurut kalian yang cocok dengan Stefanie? Surya si Stone Man apa Niall si Pria Inggris yang menyebalkan?jangan lupa komen ya.


oh Iya untuk support karya Author jangan lupa Untuk VOTE sebanyak-banyaknya ya.


salam manis dari Mrs. A***

__ADS_1


__ADS_2