Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (65)


__ADS_3

Jangan lupa untuk Vote ya. Juga Like dan Komen untuk support karya Author 💖


Dua hari berlalu, keadaan Eriska sudah jauh lebih baik daripada sebelumnya. Ia mencoba menerima kehamilannya dengan bahagia. Seperti biasa, Dito dan Eriska duduk di balkon kamarnya setelah sholat subuh. Dito lebih dulu berada di balkon dan Eriska membawa sesuatu untuk Dito. Eriskapun duduk disamping Dito.


"Sayang". Eriska menggenggam tangan Dito. "Selamat ulang tahun ya. Aku berdoa yang terbaik untukmu". Eriska mengecup lembut bibir Dito.


"Terimakasih Sayang. Semua kebahagiaanku ada padamu dan Queena". Ujar Dito tersenyum lembut pada Eriska.


"Sayang terimalah ini. Semoga ini menjadi hadiah terbaik untukmu tahun ini". Eriska memberikan sebuah map kepada Dito.


"Apa ini?". Tanya Dito.


"Kamu bisa melihatnya". Ujar Eriska.


Dito membuka map itu. Ia melihat sebuah kertas laporan dan dua buah print USG. Dito membaca laporan itu. Betapa terkejutnya Ia dengan apa yang Ia baca.


"Ka... Kamu hamil?". Tanya Dito tak percaya.


Eriska sudah berurai air mata dan mengangguk. Dito yang tak percaya pun ikut meneteskan air mata lalu memeluk Eriska.


"Terimakasih Sayang ini adalah kado terindah untukku". Ujar Dito begitu bahagia mendengar kabar baik ini.


"Kamu tidak mau melihat hasil USG nya?". Tanya Eriska. "Mungkin Kamu akan terkejut melihatnya lagi".


Dito melihat hasil print USG nya. Ia merasa bingung apa yg Ia lihat hanya lingkaran kecil berada disitu. Wajahnya pun nampak biasa.


"Aduh dasar laki-laki membaca hasil USG saja tidak faham". Eriska mengambil print USG itu dari tangan Dito dengan sedikit kesal.


"Lihat ini. Apa Kamu lihat ada dua lingkaran kecil kan?". Ujar Eriska.


Dito melihat. "Apa maksudnya?". Tanya Dito.


Eriska menepuk dahi nya. "Anak kembar Dito. Ada dua janin dirahimku". Jawab Eriska kesal.

__ADS_1


"Ohhhh". Jawab Dito.


"Eh apa ??? Kembar? Kamu tidak salah?". Dito merebut kembali hasil print USG itu dan melihat lekat-lekat.


Eriska pergi meninggalkan Dito untuk mengambil sesuatu. "Kenapa Suamiku jadi bodoh begini". Gerutu Eriska.


Setelah mengambil sesuatu, Ia kembali menemui Dito. "Lihat ini. Ini hasil USG saat Aku hamil Queena. Hanya ada satu kan lingkaran kecilnya? Ini ada dua". Eriska merasa jengkel karena Dito belum faham juga.


Dito menarik tubuh Eriska lalu mendudukkan Eriska dipangkuannya. "Sayang. Ini sungguh luar biasa. Aku tidak pernah menyangka akan memiliki anak kembar. Sayang, terimakasih atas kado terbaik ini. Setelah Queena menjadi kado terindah empat tahun lalu, sekarang anak kembar ini menjadi kado terindah untukku. Entah Aku harus bagaimana membalasnya". Ujar Dito sangat bahagia.


"Kamu hanya cukup bersamaku saat Aku membutuhkanmu". Ujar Eriska tersenyum.


"Tentu Sayang. Apapun Aku akan lakukan untukmu". Ujar Dito bahagia.


"Oh ya, bukannya Kamu KB kan? Kenapa bisa hamil?". Tanya Dito.


"Sebenarnya sudah tiga bulan ini Aku tidak menggunakannya. Sejak lima bulan lalu datang bulanku tidak lancar Dokter mengatakan untuk tidak menggunakan dulu selama beberapa bulan untuk mengembalikan kesuburan. Hanya, sudah tiga minggu ini Aku tidak datang bulan juga. Akhirnya minggu lalu Aku periksa. Saat diperiksa, Aku malah hamil". Ujar Eriska.


Eriska hanya mengangguk.


"Kenapa Kamu murung? Harusnya bahagia dong?". Tanya Dito.


"Sayang, Aku sudah bilang Aku belum siap karena Aku takut bagaimana Aku membagi cintaku untuk anak-anak apalagi ini kembar. Aku takut Aku tidak bisa adil pada Mereka. Belum lagi kata Dokter hamil anak kembar harus menjaga nya baik-baik dan mungkin keadaanku akan mudah drop karena Kamu tahu Aku sedikit ada kelemahan. Jadi, Aku merasa bingung harus berbuat apa. Hingga Aku melihatmu yang merasa khawatir padaku. Aku pun melihat berapa Kamu ingin memiliki anak lagi. Akhirnya Aku sadar ini titipan dari Allah. Allah mrmpercayaiku degan memberikan dua anak sekaligus pertanda Allah tahu Aku mampu untuk menjaga dan merawat Mereka". Ujar Eriska bercerita pada Dito. "Karena dari itu, Aku memanggil Tita untuk kembali bekerja di Jakarta untuk menggantikanku membantu Jessica. Aku tidak akan bekerja selama dua tahun kedepan. Aku akan fokus dengan kehamilanku juga Queena. Aku tidak ingin Queena merasa rasa cintaku padanya berkurang". Ujar Eriska.


"Kamu memang wanita luar biasa Sayang. Aku sangat beruntung bisa menikahimu". Dito terus memeluk Eriska


"Sayang, jangan beritahu siapapun soal kehamilanku ini sampai diacara pesta ulang tahun nanti malam ya. Kita akan mengumumkan kehamilan ini juga cutiku". Ujar Eriska.


"Baiklah Sayang. Mungkin Akunjuga harus mencari beberapa Chef lagi". Ujar Dito.


"Untuk apa?". Tanya Eriska.


"Karena Kamu sekarang sedang hamil, tentu Aku juga tidak ingin meninggalkanmu sendiri dan tidak mungkin juga mengabaikan Restaurant. Jadi, Aku akan mencari penggantiku sementara". Ujar Dito.

__ADS_1


"Terimakasih Sayang sudah mau bersamaku". Eriska merasa gembira.


"Aku kan sudah janji, saat Kamu hamil, Aku akan selalu bersamamu. Menjagamu bukan James atau Jhon tapi Aku sendiri yang akan menjagamu". Ujar Dito mencumi kening Eriska.


"Kalau begitu, kenapa bukan James saja yang menggantikanmu di Restaurant? Steak Dia tak seenak Kamu sih, tapi Kamu bisa melatihnya. Daripada Kamu mencari orang yang belum Kamu kenal". Ujar Eriska.


"Betul juga Kamu. Ah pintar sekali memang Isteriku ini seperti kancil sangat cerdik". Dito mencubit pipi Eriska. "Aku akan melatihnya. Setelah Ia menikah, Ia boleh memulai bekerja di Restaurant". Ujar Dito.


"Terserah Kamu Sayang". Jawab Eriska.


Dito menggendong Eriska. "Hey mau kemana?". Tanya Eriska.


"Aku akan mengantarmu keatas tempat tidur". Ujar Dito yang berjalan menuju tempat tidur. Sampai ditempat tidur, Dito menurunkan Eriska.


"Sayang, lebih baik Kita pindah kamar juga kebawah. Aku tidak mau Kamu harus naik turun tangga itu sangat berbahaya". Ujar Dito.


"Terserah Kamu saja. Tapi, tempat tidur ini harus dipindahkan. Karena tempat tidur ini dan bed nya khusus dirumah ini hanya Papa, Queena dan Kita yang memiliki bed khusus ini". Ujar Eriska.


"Apa perlu kita renovasi saja? Kamar dibawah tidak sebesar kamar ini". Ujar Dito.


"Lama dong Sayang. Tidak perlu. Tidak apa-apa. Disana masih lumayan besar akan cukup untuk tempat tidur juga pakaian kita. Itu sudah cukup". Ujar Eriska.


"Baiklah. Setelah acara pesta ulang tahun kita pindahkan semua". Ujar Dito masih terus memeluk Eriska


"Baiklah Sayang". Jawab Eriska.


"Baiklah ayo Kita tidur lagi". Ujar Dito.


"Tidak baiklah tidur setelah subuh". Ujar Eriska.


"Yasudah Kita mengobrol saja. Sudah lama tidak berbincang". Ujar Dito.


Mrekapun terus berbincang. Tentang bagaimana jenis kelamin anak Mereka nanti, bagaimana wajah Mereka dan siapa nama Mereka. Banyak hal yang Mereka bicarakan begitu bahagianya Dito atas kehamilan Eriska ini. Eriskapun mencoba menerima kehamilannya dengan bantuan Dito yang terus bersamanya.

__ADS_1


__ADS_2