
setelah sarapan, Eriska berniat untuk pergi melihat semua persiapan untuk nanti malam.
"Aku akan pergi untuk memeriksa. kalian semua bersenang-senanglah". Eriska berdiri Dan berjalan pergi meninggalkan semua.
Di lobby sudah ada mobil mobil golf yang menunggu Eriska.
"Selamat pagi Nyonya". sapa Rizky penanggung jawab acara grand opening.
"Bagaimana persiapan untuk kamar tamu undangan VIP?". Tanya Eriska
"Semua sudah siap Nyonya kemungkinan mereka akan sampai siang ini". ujar Rizky.
"Bagus. soal makanan Perancis bagaimana?". Tanya Eriska.
"Soal itu sudah ada jalan keluar. ada seorang chef yang bisa membuat nya". ujar Rizky.
"Baiklah. sekarang kita melihat bagian dekat pantai. disana akan ada acara party untuk nanti malam". ujar Eriska.
Mereka menjalankan mobil menuju area pantai.
Saat Eriska telah sampai di area pantai. betapa terkejut nya Ia melihat Dito yang tengah berlutut dihadapan Stefanie dengan tawa yang lepas.
Deg!! jantung Eriska terasa tersayat melihat nya.
Ahhhh kenapa Dada ini terasa sakit saat melihat mereka berdua? Dito sialan buat apa dia dekat-dekat dengan Stefanie??? Apa Dia tidak sadar Stefanie adalah sahabat dari Istrinya. Eriska mengenalkan tangannya begitu kencang dengan wajah yang sangat marah.
"Kita pergi ke tempat lain". ujar Eriska kesal.
Kenapa dengan nyonya Eriska? Tiba-tiba wajahnya kesal ?? tadi masih biasa saja?. Tanya Rizky dalam hati.
"Baik nyonya. Pak kita ke area cottage". Rizky mengisyaratkan kepada supir untuk pergi ke cottage.
Epilog
"Dior, Bagaimana hubunganmu dengan Eriska?". Tanya Stefanie.
"lumayan. Dia tidak terlalu buruk memperlakukanku seperti sebelumnya". ujar Dito. "Tapi terkadang aku merasa lelah. sangat sulit untuk mendapatkan cintanya". Dito merasa lelah dengan hubungan nya.
"jangan seperti itu. kamu harus kuat. untuk mendapatkan cintanya kenyataannya memang sulit. kamu bisa lihat. seorang anak Presiden aja tidak dapat mendapatkan hatinya. Dia memang sangat sombong Tapi untuk mendapatkan cinta dia sangat hati-hati". Stefanie mencoba menyemangati Dito. "setelah Kamu mendapatkan cintanya, percaya padaku Dia akan mencintaimu sampai akhir hidupnya". Stefanie menepuk pundak Dito.
__ADS_1
"Aaaaaaawww". Stefanie berteriak kesakitan.
" What happen?". Dito Panik.
"kaki ku". Stefanie meloncat-loncat
Dito melihat ke arah kaki nya Dia tertawa.
"Hahahahahaha kepiting kecil menggigit kakimu". Dito tertawa.
" Shut up Dior, ambillah lalu buang jauh-jauh. Sakit sekali". Stefanie meringis.
"ok wait". Dito berlutut dan mengambil kepiting kecil itu.
"I can't believe I got welcoming like that". Stefanie tertawa.
"Mungkin Dia suka bau kakimu". Dito tertawa.
ditempat lain, disalah satu cottagenya, Eriska masih sangat jengkel bayangan Dito yang sedang berlutut Dan tertawa riang dengan Stefanie memenuhi fikirannya.
"Sial. jadi tidak fokus". gerutu Eriska.
" Tidak ada apa-apa Kamu bisa mengecek cottage sebelah". ujar Eriska.
"Oh baik nyonya". Rizky pergi meninggalkan Eriska.
Eriska terduduk di tempat tidur salah satu kamar di cottage miliknya.
Ia menyentuh Dada nya yang merasa sakit Dan meneteskan air mata.
"Sial. kenapa sejak Dito cuek denganku dari semalam dadaku seperti tersayat. Apalagi saat melihat Dito Dan Stefanie semakin sakit? Air mata ini juga kenapa menetes. Sial sial sial". Eriska menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
"Pria kurang ajar berani berduaan dengan Wanita lain". Erisak mengepalkan tangannya dengan wajah yang sangat kesal.
Eriska menghapus airmata nya berjalan keluar. Terlihat Rizky tengah menunggunya.
"Kembali ke hotel". ujar Eriska.
"Tapi yang lain belum di Cek nyonya". Ujar Rizky.
__ADS_1
"Kamu periksa sendiri. itu tugas Kamu". bentak Eriska.
" Ba... baik nyonya". ujar Rizky.
Eriska meninggalkan Rizky sendiri di cottage Ia berniat pergi menuju hotel untuk beristirahat sejenak.
Sampai di lobby hotel Ia turun dari mobil lalu berjalan menuju lift.
"Eriska". teriak Stefanie.
Eriska tidak menggubris Ia terus berjalan menuju lift lalu masuk kedalam lift. Ia keluar Dan berjalan menuju kamarnya.
sampai di kamar Dia masuk Dan duduk di tempat tidur nya.
"Sialan kenapa Aku kesal seperti ini sih". Eriska menangis kembali.
ponsel Eriska berdering. Ia menghiraukan nya.
ponselnya terus berdering.
"Halo". ujar Eriska ketus.
"Eriska Kamu dimana? aku sudah sampai di hotelmu". ujar Jessica di ujung telepon.
"Didalam kamar". balas Eriska singkat.
"Ngapain dikamar? Biasanya sibuk mengecek untuk acara". ujar Jessica.
" Jessica cepat ke kamarku". terdengar Eriska menangis.
"Loh kok nangis ?? kenapa?". Jessica bingung.
" Cepat datang. Oh ya jangan ajak siapapun termasuk Stefanie ". ujar Eriska.
"kenapa Stefanie gak boleh ikut?". Tanya Jessica yang masih bingung.
"Gak usah banyak tanya cepat datang. ruangan VVIP no 1". ujar Eriska lalu mematikan telepon nya.
"Kenapa dengan Eriska? terdengar sangat sedih Dan kesal". Jessica buru-buru menuju kamar Eriska.
__ADS_1