Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (25)


__ADS_3

Eriska menepuk-nepuk bahu Dito. Dito terbangun terlihat waktu pukul lima pagi. "Ada apa sayang?". Tanya Dito.


Eriska mual-mual yang membuat Dito panik lalu membawa Eriska ke kamar mandi. Eriska memuntahkan semuanya. Dito membantu mengusap punggung Eriska.


"Dito Aku pusing". Ujar Eriska yang tiba-tiba pingsan.


"Astagfirullah Eriska". Dito Panik Ia segera menggendong Eriska dan membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur. Dito berjalan keluar. "Suster... Suster". Teriak Dito Panik.


"Ada apa Tuan?". Tanya Suster.


"Cepat panggilkan dokter. Istri Saya pingsan lagi". Ujar Dito panik.


"Baik Tuan". Ujar Suster lalu pergi dengan berjalan cepat.


Dito kembali kedalam Ia berjalan menghampiri Eriska dan duduk disamping tempat tidurnya. "Sayang Kamu kenapa? Kenapa keadaanmu semakin memburuk?". Dito menggenggam tangan Eriska. Ia benar-benar panik dan khawatir.


Tak lama Dokter datang lalu memeriksa Eriska.


"Dok bagaimana keadaan Istri saya?". Tanya Dito khawatir.


"Tubuh Nyonya Eriska benar-benar drop. Fikiran Nyonya sangat stress maka dari itu tubuhnya tidak menerima hingga akhirnya pingsan. Selebihnya Nonya baik-baik saja. Hanya stress yang berlebihan yang membuat tubuh Nyonya drop. Jangan sampai Nyonya berlebihan stress atau tubuhnya tidak akan menerima terus-terusan. Nanti Saya akan tambahkan obat penenang untuk Nyonya. Kalau begitu Saya permisi". Ujar Dokter.


"Terimakasih Dok". Jawab Dito.


Dokterpun pergi dari ruangan Eriska.


Dito menggenggam tangan Eriska dengan erat. "Sayang, apa sebenarnya yang Kamu fikirkan? Kamu tidak pernah seperti ini. Kamu sungguh membuatku khawatir". Dito terus menggenggam tangan Eriska dan menciuminya. Dito benar-benar khawatir dengan keadaan Eriska. Entah apa yang difikirkan Eriska sampai Dia bisa drop seperti ini.


Dito pun bersiap untuk sholat subuh. Setelah sholat subuh Ia membaca Qur'an dismlsmping Eriska. Dito berharap Eriska bisa sedikit tenang dengan mendengarnya mengaji.


Tiga jam berlalu, Eriska akhirnya sadar. Ian melihat sekeliling lalu Ia melihat Dito yang tertidur dikursi sambil menggenggam tangan Eriska.


"Sayang... Sayang". Eriska mencoba membangunkan Dito.


Dito terbangun. "Sayang, Kamu sudah sadar". Ujar Dito merasa gembira.


"Aku haus". Ujar Eriska.


Dito pun mengambil air minum untuk Eriska. Dito membantu Eriska duduk lalu memberikan air minumnya pada Eriska. Setelah minum, Eriska berbaring kembali namun Eriska meminta Dito berbaring disebelahnya. Dito pun menurut.


"Berbaring dipelukanmu membuat Aku sangat relax". Ujar Eriska.


Dito masih memikirkan apa yang Eriska pikirkan sampai stress berat seperti ini.


"Sayang". Ujar Dito


"Heeemmm".


"Jujur padaku. Apa yang Kamu fikirkan?". Tanya Dito.


"Maksud Kamu apa?". Tanya Eriska.

__ADS_1


"Dokter mengatakan Kamu sangat stress banyak yang Kamu fikirkan sampai tubuhmu tak menerima itu. Katakan apa yang terjadi? Apa yang Kamu simpan sendiri?". Tanya Dito dengan sangat lembut mengusap kepala Eriska.


"A... Aku tidak....". Eriska terbata Ia bingung harus mengatakan apa.


Dito mencium ujung kepala Eriska. "Sayang, Aku suamimu. Aku bukan orang asing. Kamu bisa mengatakan apapun padaku tanpa perlu takut. Aku sangat mengkhawatirkamu. Aku sangat sedih melihatmu seperti ini".


Eriska memeluk erat tubuh Dito. Eriska menangis. "Aku tidak kuat Dito". Eriska terus menangis. "Aku tidak sekuat dulu. Aku bukan Eriska yang dulu lagi". Eriska menangis tersedu-sedu seperti menahan rasa sakit yang teramat dalam.


"Sayang, apa yang terjadi?". Tanya Dito khawatir.


Eriska memeluk erat tubuh Dito. Membenamkan wajahnya didada Dito.


"Sayang, jelaskan perlahan apa yang terjadi". Tanya Dito yang semakin khawatir.


Eriska semakin menangis pada akhirnya Dia pingsan lagi.


"Eriska, Kamu kenapa? Astagfirullah apa yang terjadi pada Eriska". Dito Sangat Panik.


Ia memencet tombol memanggil Suster.


Suster pun datang.


"Cepat panggil Dokter! Istri saya pingsan lagi". Teriak Dito yang masih memeluk Eriska.


"Sayang, apa yang terjadi padamu?". Dito semakin panik dengan apa yang terjadi pada Eriska.


Tak lama Dokter datang lalu memeriksa kembali.


"Iya Dok beberapa waktu yang lalu. Saya hanya bertanya kenapa Dia Stress tapi Dia malah menangis lalu pingsan lagi. Dok sebenarnya apa yang terjadi pada Istri Saya?". Tanya Dito.


"Saya tidak bisa memberikan kesimpulan yang lebih jelas. Saya akan memanggil dokter kejiwaan untuk memeriksa Nyonya. Kemungkinan Nyonya mengalami depresi. Tapi lebih jelasnya biar dokter spesialis kejiwaan yang akan menjelaskan. Setelah Nyonya sadar, Tuan bisa memanggil suster. Saya akan merekomendasikan kepada dokter specialist kejiwaan". Ujar Dokter pada Dito.


Dokter kejiwaan? Apa sebenarnya yang terjadi pada Eriska ya Allah. Dito bertanya-tanya dalam hati. Dito merasa sangat kacau mendengar apa yang dikatakan Dokter.


"Kalau begitu Saya permisi". Dokter pergi dari ruangan Eriska.


Dito duduk disamping Eriska menggenggam erat tangan Eriska. "Ya Allah sebenarnya apa yang terjadi pada Istri hamba? Sungguh bodoh Aku! Kenapa Aku tidak tahu apa-apa soal Istriku sendiri". Dito Sangat kacau. Ia menyalahkan dirinya sendiri dengan keadaan Eriska.


Satu jam berlalu, Dito masih mondar mandir melihat keadaan Eriska.


Dito sedang berfikir apa yang terjadi pada Eriska. Memang sejak beberapa hari Ia terlihat berbeda dari biasanya jauh lebih murung dan diam.


Dito melihat pergerakan tubuh Eriska langsung menghampiri Eriska. "Alhamdulillah Kamu sadar juga". Ujar Dito.


"Apa yang terjadi?". Tanya Eriska.


"Kamu pingsan lagi". Jawab Dito.


Dito ingin bertanya tapi diurungkan niatnya. Dito takut Eriska seperti sebelumnya.


"Kamu butuh sesuatu?". Tanya Dito.

__ADS_1


"Aku haus". Ujar Eriska.


Dito mengambilkan air mineral.


"Aku tidak mau air mineral". Ujar Eriska.


"Terus mau apa sayang?". Tanya Dito.


"Aku mau orange juice". Ujar Eriska.


"Yasudah Aku belikan dikantin ya". Jawab Dito.


"Tidak mau. Di kantin tidak enak. Mana ponsel". Tanya Eriska.


"Ponsel Kamu dirumah tidak dibawa". Ujar Dito.


"Yasudah ponsel Kamu sini". Eriska menjulurkan tangannya.


Dito memberikan ponselnya. Eriska memesan juice melalui ojek online. Ia membeli dari restaurant dekat rumah sakit.


"Nih". Eriska memberikan kembali ponsel Dito.


Dito duduk disamping Eriska. Terus memandangi Eriska. Eriska yang melihat jadi salah tingkah.


"Kamu jangan lihat Aku seperti itu". Eriska mendorong wajah Dito.


"Kenapa aku tidak boleh melihat Istriku yang cantik ini?". Ujar Dito mengelus pipi Eriska.


"Gombal". Eriska memukul bahu Dito.


"Siapa yang gombal? Memang kenyataan seorang Eriska Putri itu wanita tercantik di negeri ini. Bukan hanya cantik Tapi juga pintar. Kalau tidak, mana mungkin anak seorang Presiden mengejar-ngejar kan?". Rayu Dito.


"Iya tapi sayangnya Eriska Putri menikah dengan Pria kampung pengembala Sapi". Eriska menjulurkan lidahnya meledek Dito.


Dito berdiri lalu duduk diatas tempat tidur Eriska mengecup lembut bibir Eriska. "Tapi tidak akan ada yang bisa memberikan cinta begitu besar padamu selain si pengembala sapi ini". ujar Dito tersenyum.


Eriska memeluk Dito. "Iya Kamu benar. Tidak akan ada yang bisa kuat menghadapi keangkuhanku selain Dito Aditya".


"Aku sangat mencintaimu Eriska". Dito memeluk Eriska.


"Tapi Aku tidak mencintaimu". ujar Eriska.


Mereka berdua tertawa kecil sambil berpelukan.


Dito tidak ingin bertanya lagi pada Eriska. Lebih baik Dito membuat Eriska tenang sebelum dokter spesialis kejiwaan Memeriksanya.


***Assalamualaikum Reader, Terimakasih karena telah setia membaca novel "Istri Cantikku Yang Angkuh (S2)".


Jangan lupa untuk memberi VOTE sebanyak-banyak nya ya untuk mensupport hasil karya Author. jangan lupa juga untuk Like & Komen juga.


Baca Novel karya Author yang lain ya seperti "Rain..." (sudah tamat) dan Novel terbaru Author yang berjudul "Moiz & Meera". kisah cinta beda Negara antara Indonesia & Pakistan yang dipertemukan di social media hingga Mereka bisa dipersatukan dalam sebuah ikatan pernikahan. Ini adalah true story dari Author & beberapa sahabat yang menikah dengan Pria Pakistan lainnya. Akan ada banyak informasi mengenai perbedaan budaya antara Indonesia & Pakistan. serta bagaimana menjalani hidup dinegara lain yang benar-benar berbeda.

__ADS_1


salam manis dari Mrs. A***


__ADS_2