
Hi Reader, Jangan lupa untuk VOTE sebanyak-banyaknya ya. Juga Like, Komen dan Beri 5 bintang!!!
Tiga minggu berlalu, James dan Jessica kembali beraktivitas dan bekerja juga keluarga James telah kembali ke Paris.
"Jemmy, nanti pulang ke rumah Mama Papa ya, sudah tiga hari kita tidak bersama. Kamu tidak rindu padaku kah?". Ujar Jessica saat Mereka makan siang di hotel.
"Sayang, Kamu tahu sendiri Aku adalah pengawal Nyonya dan Tuan. Jadi Aku harus berada dirumah Nyonya dan Tuan selama dua puluh empat jam". Ujar James yang berusaha menjelaskan tugasnya.
"Tapi Aku juga ingin bersamamu. Apa tidak boleh?". Ujar Jessica merengek pada James.
"Kkhhmmmm nanti pulang kerja ikut Aku ya". Ujar Eriska yang entah datang dari mana.
Hari itu Eriska datang ke hotel karena Tita sedang sakit.
"Mau ngapain?". Tanya Jessica.
"Main lah ngobrol lah apa gitu". Ujar Eriska yang duduk bersama James dan Jessica.
"Kasihan sekali ya Kamu Jess. Baru menikah sudah LDR lagi". Ledek Eriska menertawakan Jessica yang harus terpisah dari James.
"Ka, pecat sajalah si James biar Dia tinggal bersamaku". Bisik Jessica.
"Enak saja! Dia itu pengawal paling best yang Aku punya. Tidak akan pernah Aku pecat Dia sampai mati pun". Ujar Eriska yang terus meledek Jessica.
"Eriska jahat sekali Kamu!". Gerutu Jessica.
"Sudahlah Aku bosan di hotel. Lagipula hotel sedang keadaan normal. Ayo Kita pulang James". Ujar Eriska.
"Mari Nyonya". James pun berdiri.
"Kalian mau meninggalkanku?". UjarJessica dengan wajah memelasnya.
"Pekerjaanmu kan belum selesai". Ledek Eriska.
"Eriska kejam sekali". Jessica terus cemberut.
"Hahahahahaha lihat Istrimu James, seperti anak kecil yang ditinggal orangtuanya". Eriska terus meledek Jessica.
James hanya tertawa kecil yang Ia sembunyikan.
"Ayo Kamu ikut. Kasihan sekali Kamu disini sendiri". Eriska menarik tangan Jessica.
Dalam perjalanan, Jessica duduk dibelakang dengan Eriska.
"Ah mobil mewah ini memang benar-benar berbeda. Nyaman sekali". Ujar Jessica. "Beruntung Kamu memiliki Suami seperti Dito yang memberikan apapun untukmu". Ujar Jessica.
"Tidak boleh seperti itu, setiap orang memiliki rezeky nya masing-masing. Bersyukurlah Kamu juga memiliki Suami seperti James yang luar biasa". Ujar Eriska.
"Tapi James sangat menyebalkan! Dia tidak mau tinggal bersamaku justru tinggal dirumahmu". Gerutu Jessica.
"Tenang saja sebentar lagi Kalian akan tinggal bersama". Ujar Eriska.
"Kamu mau pecat James? Jangan dong Ka, Kita hidup bagaimana disini jika Kamu memecat Jemmy. Masa Aku yang bekerja".
"Sudahlah diam saja. Kamu itu berisik dari tadi". Ledek Eriska.
"Kamu yang jahat Ka! Sudah memberi kado pernikahan hanya baju tidur tipis. Seorang Eriska Putri memberi baju tidur saja! Apa kata dunia?". Sindir Jessica.
__ADS_1
"Heh karena baju tidur itu juga kan berhasil dimalam pertama kalian?". Ledek Eriska.
"Gara-gara baju tidur itu, James seperti orang kesetanan. Dua hari Aku tidak bisa berjalan. Sialan memang Kamu Ka!". Jessica memukul bahu Eriska.
"Sakit Jess. Aku lagi Hamil loh!". Eriska mengusap bahu yang dipukul Jessica.
"Oh ya maaf maaf". Jessica mengelus bahu Eriska.
Mereka sampai dirumah Eriska. Merekapun turun.
"Assalamualaikum". Eriska mengucap salam.
"waalaikumsalam. Kamu sudah pulang? Tumben siang begini". Ujar Dito yang datang menghampiri Eriska.
Eriska mencium tangan Dito. "Aku bosan di hotel". Ujar Eriska.
"Eh ada pengantin baru, murung amat wajahmu Jess". Ujar Dito.
"Dia merasa galau baru menikah sudah LDR". Ledek Eriska.
"Kalian duduk dulu ya. Aku mau masuk kedalam kamar. Mau ganti baju nanti Aku kembali". Ujar Eriska menarik tangan Dito.
Didalam kamar, Eriska berjalan menuju ruang ganti. "Kamu ikut Aku". Ujar Eriska pada Dito.
Dito mengikuti Eriska.
"Ada apa?". Tanya Dito.
"Sekarang saja ya kita berikan itu". Ujar Eriska yang sedang menghapus make up nya.
"Iya. Kasihan Jessica kalau terpisah terus dengan James". Jawab Eriska.
"Baiklah terserah Kamu saja". Ujar Dito.
"Yasudah Kamu keluar. Aku mau ganti baju". Eriska mengusir Dito.
"Tidak! Aku mau disini saja". Ujar Dito.
"Tapi awas ya macam-macam! Jessica sedang menunggu diluar". Ujar Eriska.
"Paling hanya satu macam". Ledek Dito.
Eriska hanya menjulurkan lidahnya meledek Dito.
Dito menghampiri Eriska lalu mencium bibir Eriska.
"Dito! Aku bilang jangan macam-macam!". Gerutu Eriska kesal.
"Siapa suruh menggodaku dengan Pemandangan indah ini?". Ujar Dito.
"Kan Aku bilang Kamu keluar Aku mau ganti baju". Ujar Eriska yang buru-buru menggunakan bajunya agar tidak diisengi Dito.
Setelah selesai dengan ganti baju yang cukup lama karena diisengi Dito, akhirnya Mereka keluar menghampiri Jessica dan James.
"Maaf lama. Ayo Kita keluar". Ujar Eriska pada Jessica dan James.
"Mau kemana?". Tanya Jessica.
__ADS_1
"Sudah ayo ikut saja". Ujar Eriska.
Merekapun pergi keluar rumah. Mereka berjalan menuju sebuah rumah. Rumah dengan pagar menjulang tinggi sekita dua meter dengan cat berwarna putih.
"Sayang buka cepat! Panas ini". Gerutu Eriska.
"Ka, rumah siapa ini?". Tanya Jessica.
"Tetangga baru". Jawab asal Eriska.
Merekapun masuk.
Rumah cukup besar dengan luas tanah tiga ratus meter dengan taman depan yang cukup luas desain minimalist modern dua lantai.
Mereka masuk kedalam rumah. Rumah yang sudah full furniture dengan kwalitas nomer satu. Mereka mengelilingi rumah itu. Dibelakang rumah pun ada kolam renang sedang juga taman air mancur yang indah.
"Jess, suka tidak dengan rumah ini?". Tanya Eriska.
"Rumahmu? Keren banget Ka! Pantas saja sejak beberapa bulan ini Aku melihat pembangunan rumah ini ternyata punya Kamu". Ujar Jessica.
"Kita duduk dulu yuk". Eriska mengajak Jessica dan James untuk duduk.
Merekapun duduk.
"Sayang berikan kuncinya padaku". Eriska mengambil kunci rumah itu. "Ini adalah hadiah pernikahan dari Kami berdua untuk kalian". Eriska memberikan kunci rumah itu pada Jessica.
"Kamu bercanda ya Ka?". Jessica merasa tak percaya.
Eriska hanya tersenyum. "Kami serius. Ini untukmu juga James". Ujar Eriska.
"Nyonya. Ini sungguh berlebihan. Kita tidak pantas mendapatkan rumah sebesar ini". Ujar James yang masih merasa tak percaya.
"James, Jessica. Kalian berdua adalah Sahabat Kami. Rumah ini tak sebanding dengan persahabatan Kita. Jessica juga telah membantu Kami saat masa-masa awal Kami menikah juga sering berseteru. Karena Jessica, hubungan Kami menjadi lebih baik". Ujar Dito.
Jessica tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia hanya bisa menangis merasa tak percaya dengan apa yang Ia dapatkan.
Eriska memeluk Jessica. "Terimalah hadiah kecil ini dari Kami. Tadi dimobil Kamu bilangkan mau hadiah lain? Semoga hadiah ini Kamu suka". Ujar Eriska mengelus punggung Jessica.
"Ini sungguh berlebihan Ka. Tidak perlu memberikan hadiah sebesar ini. Aku bersahabat denganmu sungguh keberuntungan". Ujar Jessica memeluk balik Eriska.
"Sudahlah terima saja. Jika Kamu tinggal disini, kalian berdua tidak akan terpisah. Jika Aku mengatakan Kamu untuk tinggal dirumahku pasti Kamu akan menolak. Jadi, terima rumah ini ya. Kalian bisa memulai kehidupan kalian dirumah ini. Rumahku bersebelahan jadi James tidak akan susah jika Kami butuh. Ada pintu yang menyatu dengan Rumah Kami juga dekat kolam renang". Ujar Eriska.
"Tuan, Nyonya, terimakasih dengan hadiah ini. Sungguh ini hadiah yang sangat besar". Ujar James.
"Eriska terimakasih banyak. Aku tidak tahu harus berkata apa lagi".
"Sudahlah, Kamu urus Prenup Kamu dulu. Rumah ini masih atas namaku. Tanpa prenup Kamu tidak bisa memiliki properti". Ujar Eriska.
"Prenup apa?". Tanya Jessica bingung.
"Haduh Prenup saja tidak tahu. Surat pemisahan harta. Setiap yang menikah dengan Warga Negara Asing wajib memiliki prenup ini. Jika tidak punya, Kamu tidak bisa memiliki properti. Nanti biar Rico yang urus Kamu tinggal memberikan semua Surat yang dibutuhkan". Ujar Eriska.
"Baiklah. Sekali lagi, terimakasih Eriska". Ujar Jessica yang masih merasa terharu.
"Sudahlah jangan berterimakasih terus. Nanti stock terimakasih habis kan gawat". Ledek Eriska.
Merekapun tertawa bersama. Sungguh hari yang indah untuk Duo J. Hadiah yang diberikan Eriska begitu membuat Mereka tak percaya. Mereka akan memulai hidup baru dirumah itu. Rumah yang begitu indah karena diberikan dengan ketulusan hati. Rumah yang akan memberi banyak cinta untuk James dan Jessica.
__ADS_1