Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (75)


__ADS_3

"Astaga! Ini jam berapa?". Tiba-tiba Eriska terbangun. "Jam tujuh? Astaga berapa jam Aku tidur? Dito juga kenapa tidak membangunkanku!". Gerutu Eriska bangun dari tempat tidurnya beranjak keluar kamar.


Saat membuka pintu, Eriska merasa bingung dengan kehadiran tiga orang yang menunggu diluar kamarnya.


"Nyonya sudah bangun". Ujar seorang perempuan cukup cantik pada Eriska.


"Kalian siapa?". Tanya Eriska.


"Kami make up artist yang disewa Tuan Dito untuk mendandani Nyonya". Ujar wanita tersebut.


"Nyonya bisa membersihkan tubuh Nyonya terlebih dahulu. Setelah itu Kami akan membuat Nyonya siap bertemu Tuan". Ujar wanita lainnya.


"Mau apa lagi pria itu". Gerutu Eriska.


"Baiklah Saya membersihkan diri dulu". Eriska kembali masuk kedalam kamar. Sedangkan Make Up Artist dan wardrobe menunggu diruang wardrobe milik Eriska disebelah kamar Eriska.


"Apalagi yang mau Kamu lakukan Dito. Kamu ini penuh dengan kejutan". Ujar Eriska selama mandi.


Selesai mandi, Eriska berjalan menuju ruang wardrobe disebelah kamarnya. Begitu luas. Dito telah membelikan banyak pakaian, sepatu serta segala keperluan Eriska. Ruang wardrobe Eriska terlihat sangat lengkap.


"Baru kali ini Dito menunjukkan sisi orang kaya raya nya". Ujar Eriska berbisik.


"Mari Nyonya". Ajak MUA kepada Eriska untuk duduk.


"Make up ini aman untuk orang hamil kan?". Tanya Eriska.


"Tentu Nyonya. Tuan yang membelikannya. Semua aman Nyonya gunakan". Jawab MUA.


"Baiklah. Jangan terlalu tebal mendandani Saya". Ujar Eriska.


"Baik Nyonya". Jawab MUA.


Merekapun mulai mendandani Eriska. Make up yang tidak terlalu tebal namun membuat Eriska terlihat sangat cantik dan berkharisma.


"Nyonya bisa pilih sendiri Gaun mana yang mau Nyonya gunakan". Ujar salah satu MUA.


Eriska berdiri lalu membuka lemari pakaiannya. Ia memilih gaun yang menurutnya nyaman. Setelah memilih, Eriska mengganti pakaiannya.


Eriska terlihat sangat cantik dan anggun malam itu.


"Wah Nyonya terlihat sangat cantik". Puji para MUA.


Eriska hanya tersenyum. "Dimana Saya akan berjumpa dengan Suami Saya?". Tanya Eriska.


"Sebentar Nyonya". Salah satu MUA mengambil ponselnya lalu menelepon seseorang. "Nyonya sudah siap". Ujar nya dalam telepon lalu mematikannya.


"Tunggu Tuan James datang Nyonya. Ia akan mengantar Nyonya bertemu Tuan". Ujar MUA tersebut.

__ADS_1


"Baiklah". Jawab Eriska.


Tak lama seseorang mengetuk pintu. Salah seorang MUA membuka.


"Nyonya, apa Anda sudah siap?". Tanya James.


"Sudah". Jawab Eriska berdiri lalu menghampiri James.


"Mari Nyonya". James mempersilahkan Eriska keluar.


Setelah sampai luar villa, James meminta sesuatu pada Eriska.


"Nyonya, maaf mata Nyonya harus ditutup dulu sampai dilokasi". Ujar James.


"Untuk apa? Ada-ada saja kalian". Gerutu Eriska.


"Ini kejutan untuk Nyonya. Saya mohon". Ujar James.


"Baiklah". Jawab Eriska.


Jamespun menutup mata Eriska. Tak lama Dito menghampiri Eriska. Ia tidak ingin seorang Pria manapun menggandeng tangan Eriska termasuk James.


"Maaf Nyonya Saya harus menggandeng tangan Nyonya". Ujar James pura-pura.


"Awas Tuanmu marah loh Kamu menyentuh Isterinya". Ledek Eriska.


"Saya sudah dapat izin Tuan, Nyonya". Jawab James.


"Aduh". Bisik Dito menatap James.


"Ah masa Nyonya? Tangan Saya sama seperti Tuan?". Tanya James.


Tak lama, Mereka sampai ditempat tujuan.


"Kita sudah sampai Nyonya". Ujar James.


Dito berlari menuju tempatnya. Ia berdiri dihadapan Eriska.


James membuka penutup mata Eriska. Betapa terkejutnya Eriska melihat pemandangan didepannya.


Dipinggir pantai dengan didekorasi sedemikian rupa indahnya. Cahaya lampu-lampu kecil, taburan bunga mawar dan seorang pria tampan yang berada dihadapannya.


Dito menghampiri Eriska. Menggandeng tangannya mengajak ketempat Ia berdiri sebelumnya. Hiasan lampu dengan berbentuk hati. Mereka berdiri ditengah hiasan lampu itu.


"Apa ini semua Sayang?". Tanya Eriska.


Dito tersenyum melihat Eriska. "Kamu cantik sekali Sayang". Ujar Dito pada Eriska.

__ADS_1


"Aku tahu Aku cantik. Tapi, apa ini semua?". Tanya Eriska lagi.


"Eriska, saat pernikahan Kita banyak hal yang tak terlihat indah. Bahkan saat lamaranpun wajahmu begitu kesal. Hari ini, malam dimana Kita menikah lima tahun lalu, Aku Dito Aditya melamar Eriska Putri sebagai kekasih kekalku. Eriska Putri, Will you marry me?". Dito berlutut menunjukkan sebuah cincin berlian yang sangat mengkilap dihadapan Eriska.


Eriska hanya tertawa kecil. Ia merasa terharu sekaligus lucu dengan apa yang dilakukan Dito. Namun, untuk membuat Dito bahagia Ia mengikuti apa yang ingin Dito lakukan.


"Obviously I do Sayang". Jawab Eriska tersenyum.


Dito mencoba melepas cincin lama milik Eriska yang Ia berikan saat lamaran dulu.


"Hey apa yang Kamu lakukan?". Eriska menolak saat cincin itu ingin dilepas.


"Aku akan menggantinya dengan ini. Ini jauh lebih besar daripada itu". Ujar Dito.


Eriska tersenyum pada Dito. "Jangan Sayang. Jika Kamu ingin memasangkan cincin itu, Kamu bisa memilih dijari manapun tapi tidak mengganti dengan yang lama". Ujar Eriska.


"Kenapa?". Tanya Dito.


"Meski ini terlihat kecil daripada yang sekarang, tapi cincin ini adalah cinci yang diberikan si pengembala sapi untuk menikahiku. Cincin penuh kenangan dimana menjadi saksi atas semua yang kita alami. Kamu mengerti kan?". Jawab Eriska tersenyum.


"Baiklah Sayang". Dito memasangkan dijari lainnya.


Tak lama, banyak fire works diatas langit. Begitu gembira nya Eriska saat melihat fire works itu.


"Sudah lama Aku tidak melihat fire works ini. Sayang, terimakasih atas segalanya. Jika Aku boleh jujur, Sayang tidak perlu seperti ini. Dengan Kamu bersamaku pun, Aku sudah sangat bahagia. Entah apa yang terjadi padamu beberapa waktu ini. Kamu begitu berubah memperlakukanku". Ujar Eriska pada Dito.


"Kenapa? Apa Kamu tidak suka?". Tanya Dito.


"Hehehehe, bukan begitu Sayang. Tapi, Aku jauh lebih suka Dito yang sederhana. Tapi, Aku suka loh atas semua ini. Ya meski berlebihan tapi Aku tahu Kamu memberikan ini semua sebagai rasa cintamu padaku. Terimakasih Sayang". Eriska mencium bibir Dito.


"Aku mencintaimu apa adanya Kamu Dito. Jangan berubah menjadi orang lain". Ujar Eriska tersenyum.


"Aku fikir Kamu suka mendapatkan ini semua. Tapi....".


"Sayang, Aku suka ini semua. Suka sekali. Cuma agak berlebihan untuk Kamu pria yang sederhana ini. Aku selalu menyukai apa yang Kamu berikan Dito, karena Aku tahu Kamu memberikan itu semua tulus dari hatimu. Aku sungguh gembira untuk ini semua. Ini sungguh romantis. Apalagi saat Aku dilamar. Tapi jujur Aku lebih suka saat lamaran Kita dulu. Kamu tahu? Saat Aku melihatmu pertama kali saat menuruni anak tangga, jantungku berdetak kencang. Hatiku merasakan hal yang aneh tapi pikiranku menolakmu. Saat pertama kali Kita berbicara, Aku sangat terkesan dengan rasa gugupmu saat berbicara denganku. Aku menyukai rasa malumu. Aku menyukai saat Kamu menghargaiku. Meski kita telah menikah, Kamu tidak memaksaku untuk melakukan kewajiban seorang Isteri saat Aku belum siap. Aku menyukai Dito yang memaksa memelukku saat tidur. Aku menyukai Dito yang selalu tiba-tiba menciumku yang membuat tubuhku seperti tersetrum. Aku suka Dito yang selalu membawaku Panik saat Aku tertidur ketika berendam di bathtub. Moment lucu itu sungguh membuatku jatuh cinta padamu Dito. Kamu tahu kan? Kemewahan ini Aku sudah bosan merasakannya. Aku hanya ingin bahagia dengan cintamu". Ujar Eriska menyandarkan kepalanya dibahu Dito.


"Kamu menyukai itu semua? Ah tapi Kamu selalu marah padaku waktu itu". Ujar Dito.


"Ya itu hanya pengalihan perasaan saja biar Kamu tidak besar kepala dicintai Eriska Putri". Ujar Eriska meledek Dito.


"Oh ya? Sekarang tidak jaim lagi. Kenapa ??". Tanya Dito.


"Sudah tidak bisa menahan rasa ini". Bisik Eriska.


"Oh ya ? Rasa apa?". Tanya Dito.


"Rasa kesal karena menahan cinta". Ledek Eriska.

__ADS_1


Dito menggendong Eriska. "Hey mau apa?". Tanya Eriska.


"Mau mengungkapkan rasa cinta". Dito membawa Eriska berjalan menuju villa.


__ADS_2