
Setelah kejadian itu, Jessica sedikit canggung dengan James. Tapi James masih ramah pada Jessica.
Sudah dua hari Jessica selalu menolak jika Eriska menyuruh nya untuk main. Tidak biasanya Jessica seperti ini.
"Apa yang terjadi pada Jessica ya? Sudah dua hari tidak datang. Hari ini juga empat bulananku awas saja jika Dia tidak datang". Gerutu Eriska.
Tiba-tiba seseorang datang yang ternyata Stefanie.
"Eriska". Stefanie berlari menghampiri Eriska.
"Stevie. Kamu disini?". Eriska memeluk Stefanie.
"Aku datang untuk bertemu denganmu. Aku sangat merindukanmu". Ujar Stefanie.
"Aku juga sangat merindukanmu".
"Ah perutmu sudah membesar rupanya". Stefanie berjongkok dan mengelus perut Eriska.
"Hey baby. Kamu harus memiliki sifat Papa mu ya yang baik hati jangan seperti Mama mu yang Angkuh dan sombong". Stefanie berbicara dengan Anak Eriska.
"Stefanie bicara sembarangan kamu". Gerutu Eriska.
"Oh ya si Jessica mana? Kenapa belum terlihat". Tanya Stefanie.
"Entah kemana Dia sudah dua hari Aku minta datang selalu menolak". Ujar Eriska.
"Apa yang terjadi?". Tanya Stefanie. "Tidak biasanya Dia seperti ini".
"Dia sedang jatun cinta". Ujar Eriska.
"Apa?? Jessica ?? Jatuh cinta?? Dengan pria?? Siapa??". Stefanie tidak percaya dengan apa yang dikatakan Eriska.
"Dengan pengawalku". Ujar Eriska.
"Surya?". Tanya Stefanie.
"Bukan, Dia adalah kepala pelayan Dito saat di Paris. Aku membawanya untuk menjadi pengawalku". Ujar Eriska.
Tak lama James datang dengan membawa lasagna yang dibuat James.
"Nyonya. Ini lasagna yang Nyonya minta". Ujar James menghampiri
"James, itu kamu". Stefanie memanggil James.
"Loh Stefanie. Kenapa ada disini?". Tanya James.
"Kalian berdua saling kenal?". Tanya Eriska.
"Eriska bodoh! Apa Kamu lupa pada James. Dia salah satu mahasiswa terbaik diangkatan Dito". Ujar Stefanie.
"Ah? Memang James mahasiswa di Universitas yang sama dengan kita?". Tanya Eriska.
"Iya bodoh! Apa Kamu lupa kita pernah minta Tanda tangan Dia saat kalah taruhan membuat cake". Ujar Stefanie mengingatkan masa kuliah.
"Ah iya. Kenapa Aku tidak mengingat nya ya". Ujar Eriska.
"Jadi Dia yang Jessica...". Sebelum melanjutkan, Eriska menutup mulut Stefanie.
"James Kamu bisa bawakan lasagna dan minuman untuk Stefanie". Ujar Eriska.
__ADS_1
"Baik Nyonya". Ujar James lalu pergi.
"Mulutmu bisa dikunci tidak?". Ujar Eriska kesal.
"Hahahahahaha maaf maaf Aku tidak sengaja". Ujar Stefanie.
Merekapun berbincang di ruang makan. Semua keluarga tengah sibuk untuk acara empat bulanan Eriska yang diadakan pukul 2 siang.
James pun datang dengan membawa lasagna dan minuman untuk Stefanie
" Terimakasih James". Ujar Stefanie menerima Makanan dan minuman yang diberikan James.
Tak lama, Jessica datang dengan membawa banyak kue.
"Wah Jessica akhirnya datang juga". Ujar Eriska.
"Ka, ini semua kue sebagai permintaan maafku tidak bisa membantu acaramu. Sejak dua hari Aku terkena flu berat. Makanya Aku tidak datang Kamu kan lagi hamil Aku tidak mau menularkan padamu". Ujar Jessica.
"Ah dasar bodoh kenapa tidak bilang? Aku bingung kenapa kamu menolak untuk datang". Ujar Eriska.
"Hey Jessica". Sapa Stefanie
" aaaaaa Stevie". Jessica berlari memeluk Stefanie.
"Kapan Kamu sampai?". Tanya Jessica.
"Belum lama". Jawab Stefanie.
"Si Tita mana? Kenapa tidak terlihat?". Tanya Jessica.
"Oh Dia sedang membeli sesuatu dengan Yarka". Ujar Eriska.
" oh Iya, kemana James? Kenapa tidak terlihat?". Tanya Jessica yang mencari ke berbagai arah.
"Iya Nyonya". James datang. "Ada apa Nyonya?". Tanya James.
"Jessica mencarimu". Ujar Eriska.
"Eriska kenapa kamu bilang". Ujar Jessica kesal.
"Oh ada apa Jessy?". Tanya James.
"Ah tidak ada apa-apa. Eriska hanya bercanda". Ujar Jessica kikuk.
"James, ambilkan Lasagna dan minuman untuk Jessica". Ujar Eriska.
"Baik Nyonya". Jawab James lalu pergi.
Mereka pun duduk berbincang diruang makan.
"Jess serius Kamu jatuh cinta pada James?". Tanya Stefanie.
"Ih dapat kabar dari mana kamu? Bohong itu". Elak Jessica.
"Jadi itu bohong? Baguslah. Sejak kuliah Aku sudah mengincar James. Jika Kamu tidak menyukainya Aku akan mengejarnya lagi". Ujar Stefanie menggoda Jessica.
Apa? Stefanie juga menyukai James?. Gerutu Jessica dalam hati.
James pun datang membawa sepotong lasagna dengan juice.
__ADS_1
"Silahkan". Ujar James Tersenyum pada Jessica.
OMG senyumannya itu. Jessica terpesona.
Eriska dan Stefanie melihat tingkah Jessica yang memang sangat aneh.
Jessica mencoba lasagna buatan James.
"Enak Banget. Ini Dito yang buat?". Tanya Jessica.
"Bukan, ini James yang buat". Ujar Eriska memakan lasagna nya.
"Serius? Wah hebat juga ya si James bisa masak enak seperti ini". Ujar Jessica memuji James.
"Pasti. Calon suamiku harus jago masak". Timpal Stefanie.
Stefanie sialan!. Gerutu Jessica.
Mereka saling mengobrol sampai waktu menunjukkan pukul 12. Eriska pamit untuk bersiap. Tamu undanganpun sudah datang.
Didalam kamar, Eriska telah bersiap menggunakan baju kaftan berwarna gold dengan hijab warna senada. Begitu juga Dito yang mengenakan baju koko berwarna gold dengan celana panjang berwarna Hitam.
Dito memeluk Eriska dari belakang.
"Kamu terlihat lebih cantik dengan hijab ini". Dito memuji Eriska.
"Ah Kamu bisa saja". Ujar Eriska.
"Saat Kamu mengenakan hijab seperti ini, kecantikanmu sungguh membuat damai dihati yang melihat". Dito terus memuji Eriska.
"Sudah ah jangan gombal terus. Ayo kita turun, acara akan dimulai". Ujar Eriska.
Dito dan Eriska pun turun untuk acara doa bersama.
Dibawah sudah datang semua tamu undangan. Stefanie yang berbeda keyakinanpun ikut duduk bersama keluarga Eriska. Mereka sangat excited dengan acara doa ini terutama Stefanie yang belum pernah melihat acara doa untuk ibu Hamil.
Acarapun dimulai. Awal sambutan dari Birowo selaku Tuan rumah, lalu sambutan dari Dito selaku calon Ayah dari anak yang ada dalam kandungan Eriska. Lalu acara berdoa bersama mendoakan supaya kehamilan Eriska lancar, sehat dan berdoa semoga kelak anak yang dilahirkan menjadi anak yang Sholeh dan Sholehah. setelah acara Doa, ada ceramah dari Ustadz. setelah ceramah, para tamu melahap hidangan yang telah disediakan. Eriska dan Dito berkumpul dengan Jessica, Tita, Yarka, Stefanie Dan James. Mereka saling berbincang ringan.
"Aku sangat terharu dengan acara ini. banyak orang yang mendoakan anak dan Ibu. Acara yang sangat indah. di Paris atau Inggris mana ada yang seperti ini. Mereka pasti mengadakan pesta lalu minum-minum. Tapi disini mereka berdoa itu sangat luar biasa Dan membuatku tersentuh". ujar Stefanie.
"Saya juga baru pertama Kali melihat acara seperti ini sungguh luar biasa. Di negara ini masih menjunjung tinggi nilai Agama berbeda dengan negara Eropa dan Amerika". ujar James.
"Iya. disini kita selalu mengadakan Doa seperti ini. dari kehamilan, kelahiran, bahkan kematian. Karena Doa adalah penjaga yang tak terlihat Tapi lebih kuat dari apapun". ujar Dito.
"Aku sangat bosan tinggal di Singapore. Aku ingin pindah pekerjaan lagi". ujar Stefanie merasa lelah.
"Kamu ini memang seperti kodok. loncat sana loncat sini. tidak pernah betah dinegara manapun". ujar Eriska.
"Eriska, Aku akan melamar pekerjaan ya di hotel mu. mungkin disini Aku akan merasa nyaman". ujar Stefanie.
"Kamu yakin?". tanya Eriska
"Iya. selain untuk datang keacara doa mu, Aku datang kemari juga ingin melamar pekerjaan di hotel mu". ujar Stefanie.
"Jika Kamu mau, Aku bisa mengurusnya". ujar Eriska. "Skill Kamu juga sudah tidak diragukan lagi. jika memang Kamu mau, Aku akan suruh Surya untuk mengurus visa kerja untuk mu". ujar Eriska.
" Serius? Ah sahabatku ini memang luar biasa". Stefanie menghampiri Eriska dan memeluknya.
Mereka pun masih berbincang seru mengenai pekerjaannya, kehidupan nya Dan banyak lagi.
__ADS_1
***Assalamualaikum Reader. terimakasih karena telah setia membaca novel "Istri Cantikku Yang Angkuh". Jangan lupa untuk VOTE ya untuk mendukung karya Author.
By the way, James lebih cocok untuk Jessica atau Stefanie ??? jangan lupa untuk komen ya serta like***.