Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (3)


__ADS_3

Setelah mereka jalan-jalan dan makan malam bersama, Mereka memutuskan untuk pulang. Queena sudah tertidur dipelukan Dito. Eriska juga bermanja ria dengan Suaminya memeluk tangan Dito dan bersandar dipundak Dito.


Setengah jam perjalanan, Mereka sampai dirumah pukul 8 malam.


"Assalamualaikum". Dito dan Eriska mengucap salam.


"Waalaikumsalam. Kalian sudah pulang". Ujar Birowo yang sedang menonton TV.


"Iya Pah kami naik keatas dulu ya". Ujar Eriska.


"Yasudah kalian istirahatlah". Ujar Birowo.


Merekapun naik keatas. Kamar Queena saling berhadapan dengan Dito dan Eriska. Sejak usia 2 tahun Queena sudah pisah kamar dengan Mereka. Disebelah kamar Queena kamar milik Rara.


Dito membaringkan Queena ditempat tidur nya.


"Ra, Kamu gantikan baju Queena ya". Ujar Dito.


"Iya Tuan". Jawab Rara.


Dito pun keluar dari kamar Queena dan masuk kamarnya.


Eriska tengah membersihkan diri dikamar mandi, Dito yang merasa rindu pada Eriska masuk kedalam. Sebelumnya sudah melucuti pakaiannya diruang ganti. Dito memeluk Eriska dari belakang.


"Dito, mengagetkan saja". Ujar Eriska terkejut.


"Sayang, Aku kangen mandi bareng denganmu". Ujar Dito menciumi bahu dan leher Eriska.


"Suruh siapa sibuk terus? Sampai Istrinya diterlantarkan". Gerutu Eriska.


Dito membalikkan tubuh Eriska. Mereka saling berhadapan lalu Dito mencium lembut bibir Eriska. Eriska pun membalas ciuman Dito. Setelah mencium bibir Eriska, Dito menciumi tubuh Eriska. Dalam kucuran air shower yang jatuh membuat Dito semakin tergoda oleh tubuh Eriska. Dengan buru-buru Dito menggendong Eriska keluar dari kamar mandi.


"Hey Aku belum selesai mandi". Ujar Eriska.


"Sudah tidak tahan". Ujar Dito.


Eriska hanya tersenyum.


Merekapun bercinta dengan penuh rasa cinta. Melepaskan rasa rindu yang sudah lama terpendam karena halangan dari Eriska. Setelah selesai dengan urusannya, Dito berbaring disebelah Eriska memeluk erat tubuh Eriska.

__ADS_1


"Sayang, maafkan Aku ya. Aku tahu Aku salah terlalu sibuk di Restaurant". Ujar Dito yang masih bermain dengan tubuh polos Eriska yang tertutup oleh selimut.


"Syukur deh kalau Kamu tahu Kamu salah". Ujar Eriska.


"Aku janji tidak akan terlalu sibuk di Restaurant lagi". Ujar Dito mencium bahu Eriska.


"Ah janji terus, Aku tidak butuh janjimu. Aku butuh pembuktian". Ujar Eriska ketus.


"Iya Aku akan buktikan". Ujar Dito.


"Satu lagi. Kamu harus pecat si Angela itu. Aku tidak suka". Gerutu Eriska.


"Kamu masih cemburu padanya?". Tanya Dito.


"Kalau memang Aku cemburu terus kenapa? Kamu suamiku jadi wajar Aku cemburu. Memang Aku harus cemburu untuk James?". Ujar Eriska ketus.


"Kamu ini sangat manis saat cemburu seperti ini". Dito menggigit pipi Eriska.


"Dito sakit". Eriska memukul pinggang Dito.


"Sayang, Aku dan Angela kan hanya rekan kerja lagipula Dia masih muda. Aku gak suka dengan wanita muda". Ujar Dito masih terus bermain dengan tubuh Eriska.


"Dito geli". Eriska mencoba menepis tangan Dito yang menggerayang kemana-mana.


"Tidak juga. Aku sudah punya wanita ku sendiri dirumah, untuk apa melihat wanita lain? Kamu saja tidak ada habisnya. Kamu masih cantik, masih seksi, masih menggodaku, masih terlihat imut Kamu itu paket komplit. Wanita lain tidak ada sepertimu. Jadi jangan berfikir Aku akan tergoda dengan wanita diluar sana". Ujar Dito.


Eriska membalikkan badannya hingga Mereka berhadapan.


"Hey Dito Aditya! Awas ya jika Kamu berani nyeleweng, Aku habisi Kamu". Ancam Eriska.


"Melihatmu penuh amarah seperti ini, jadi ingin lagi. Yuk mumpung tenagamu kembali kuat". Dito memulai lagi menjahili Eriska.


"Dito cukup!". Eriska mencoba menghentikan perbuatan Dito namun tidak bisa.


Lagi dan lagi Mereka memadu kasih bersama. Eriska merasa lega dengan jawaban yang Dito berikan. Ia sempat khawatir suaminya akan berpaling. Tapi sekarang Ia tahu bahwa Dito hanya mencintainya.


"Sayang sudah Aku tidak kuat lagi". Ujar Eriska kelelahan.


"Yasudah besok kita lanjut lagi". Ujar Dito santai.

__ADS_1


Bug! Eriska melempar bantal ke wajah Dito.


"Kamu fikir Aku boneka pemuas nafsumu". Gerutu Eriska.


"Memang iya, minggu lalu Aku puasa loh jadi Kamu harus membayar puasaku itu". Ujar Dito tertawa.


"Dasar cowok mesum". Eriska menjulurkan lidahnya.


Dito menarik tangan Eriska lalu memeluknya dari belakang.


"Kamu ini sangat menggoda, bagaimana Aku tidak mesum jika melihatmu saja Aku sangat tergoda. Kamu fikir Aku tahan puasa satu minggu tanpa menyentuhmu, jadi Kamu harus membayar itu". Dito mencium pipi Eriska lalu berbaring untuk tidur.


Eriska tersipu malu dengan apa yang dikatakan Dito. Eriskapun ikut berbaring. Dito langsung memeluk tubuh Eriska.


"Aku mencintaimu sayang. Sampai kapanpun cintaku makin besar untukmu". Dito mencium lembut bibir Eriska.


"Tapi Aku tidak mencintaimu". Ujar Eriska tersenyum malu.


"Tidak apa-apa yang penting Kamu masih disisiku". Dito memeluk erat tubuh Eriska.


Eriska tersenyum dengan perkataan Dito.


"Sayang. Mungkin sudah waktunya kita memberikan Queena adik". Ujar Dito.


"Tidak!". Jawab Eriska.


"Kenapa?". Tanya Dito.


"Queena masih kecil. Aku masih ingin membagi cintaku hanya untuk Queena. Kamu juga sejak Queena lahir sudah berubah bukan Dito yang penyayang lagi. Aku tidak mau nanti jika Aku Hamil tidak dapat perhatian dirimu". Ujar Eriska ketus.


"Ah Kamu ini. Jika Aku tidak pergi ke Restaurant Aku harus diam gitu dirumah? Jadi Bapak rumah tangga?". Ujar Dito.


"Ya kan bisa seperti dulu. Dulu juga tidak masalah". Ujar Eriska.


"Sayang jujur Aku jengah dengan perkataan orang yang mengatakan Aku menikahimu hanya karena hartamu. Aku jengah mendengar orang-orang mengatakan Aku tidak pernah memberimu nafkah lahir. Aku jengah mendengar perkataan orang Aku seperti bayanganmu yang selalu mengikutimu. Sayang, Aku hanya ingin menunjukkan pada orang lain Aku layak untuk menjadi suamimu. Aku hanya ingin Kamu bangga memiliki suami yang hebat". Ujar Dito.


"Sayang, tanpa Kamu seperti ini Aku sudah bangga menjadi Istrimu. Kenapa kamu mendengar kata Mereka? Mereka tidak tahu tentang hidup kita. Mereka tidak tahu sama sekali. Sayang, jujur kesibukanmu membuatku sedih. Kamu tidak ada waktu untukku terutama Queena. Sayang, tanpa Kamu memiliki bisnis Restaurant ini Kamu masih memiliki segalanya. Aku sudah mengatakan padamu sejak dulu Aku tidak butuh uangmu. Apa Kamu ingat apa yang Aku mau? Aku hanya butuh perhatian, butuh cinta dan butuh tempat untuk berteduh dan itu kamu". Eriska menangis. "Sayang, Aku merindukan Kamu yang dulu. Yang selalu ada disampingku. Yang selalu membuatkanku red velvet atau Macaroon saat Aku pergi meeting. Aku rindu yang selalu dijahili Kamu. Kamu boleh memiliki karier. Aku bangga Kamu bisa memasak lagi. Tapi, jangan mempertaruhkan waktu untuk kami juga". Eriska memeluk tubuh Dito.


Dito menyerap semua perkataan Eriska. Karena obsesinya ingin terlihat sebanding dengan Eriska, Ia melupakan waktu untuk keluarga.

__ADS_1


"Tidurlah sayang. Istirahatlah". Dito mengecup kening Eriska dan memeluknya. "Maafkan Aku sayang".


Merekapun mencoba untuk tidur. Setelah Eriska mengatakan semua unek-uneknya, Ia merasa cukup lega. Ia berharap Dito bisa kembali seperti dulu.


__ADS_2