Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 53


__ADS_3

Eriska mendengar Dito seperti sedang berbicara, dengan rasa kantuk yang masih terasa, Eriska membuka matanya Dan bangun.


"Kamu sedang berbicara dengan siapa?". Tanya Eriska.


"Papa Birowo menelepon". Ujar Dito


"Astaga saya lupa memberi kabar Papa". Ujar Eriska.


"Iya barusan Papa menelepon bertanya kenapa kita belum pulang. Aku sudah jelaskan pada Papa. Ia bisa mengerti". Ujar Dito.


"Oh syukurlah". Jawab Eriska.


"Kamu bisa tidur kembali". Ujar Dito.


Eriska hanya terdiam


"Kenapa?". Tanya Dito yang mengelus pipi Eriska.


"Saya lapar". Ujar Eriska.


"Astagfirullah Aku lupa Kamu belum makan malam. Maafkan Aku ya". Ujar Dito merasa bersalah.


"Tidak perlu minta maaf, itu tidak membuatku kenyang". Ujar Eriska.


"Kamu mau apa?". Tanya Dito.


"Apa aja deh. Mau apa juga dikampung seperti ini bakal tidak ada". Ujar Eriska.


"Aku lihat di dapur ada apa dulu ya". Dito pergi keluar.


Tak lama Dito kembali. "Didapur tidak ada apa-apa". Ujar Dito


"Terus bagaimana?". Tanya Eriska.


Dito berfikir makanan apa yang masih dijual tengah malam seperti ini.


"Sate mau tidak? Kalau gak martabak. Jam segini hanya ada dua makanan itu yang masih dijual". Ujar Dito.


"Apapun yang bisa dimakan saya mau deh". Ujar Eriska.


"Yasudah Kamu tunggu, Aku akan membelinya". Dito meraih jaket nya.


"Eh tunggu. Saya ikut. Saya tidak mau sendirian". Ujar Eriska berdiri.


Mereka berdua pun pergi keluar mencari makanan dengan menggunakan motor matic milik Yarka.


"Kita naik motor?". Tanya Eriska.


"Iya, kenapa?". Tanya Dito


"Saya tidak pernah pergi dengan motor". Ujar Eriska.


"Oh ya? Bagus dong pertama naik motor dengan suami tercinta". Ledek Dito.


Eriska memukul pundak Dito.


"Sakit tahu". Ujar Dito.


"Biar tidak halu". Ujar Eriska.


"Ayo naik nanti yang jual sudah tutup lagi". Ujar Dito.

__ADS_1


Pertama Kali Eriska pergi dengan motor. Ia memeluk Dito dengan erat karena Takut jatuh.


"Kamu kenapa?". Tanya Dito yang merasa pelukan Eriska sangat erat.


"Saya Takut jatuh". Ujar Eriska.


"Gak akan jatuh tenang saja". Ujar Dito.


Eriska tetap memeluk erah pinggang Dito. Dito malah senang saat Eriska memeluknya.


Sampailah mereka di warung sate.


"Kang masih ada sate nya?". Tanya Dito.


"Ada A mau berapa porsi?". Tanya penjual


"Dia porsi ya kang Ayam". Ujar Dito.


"Iya A".


"Ayo sini duduk dulu". Ujar Dito kepada Eriska.


Eriska pun duduk disamping Dito.


"Dikampung gini masih ada ya yang jualan tengah malam". Ujar Eriska.


"Disini gak terlalu kampung juga Kali, banyak yang bekerja sampai tengah malam berbagi ship disini kan banyak pabrik juga yang produksi 24 jam". Ujar Dito.


"Oh begitu". Ujar Eriska


Dito tersenyum.


Dito yang melihat merasa kasihan. Ia melepaskan jaketnya lalu menyelimuti badan Eriska.


"Jangan dilepas". Ujar Dito.


Eriska memandang Dito dengan tatapan bahagia. Baru Kali ini Dia diperlakukan seperti itu oleh pria.


Sate pun datang. "Ayo makan". Ujar Dito.


"Ini bersih kan?". Bisik Eriska.


"Tenang ini bersih Dan aman dimakan kok". Ujar Dito.


Eriska pun memakan sate nya. "Hmmmmmm enak juga". Ujar Eriska terus memakan sate nya.


"Lebih enak ini apa makananku?". Tanya Dito.


"Makananmu hambar gak enak". Ujar Eriska


Dito hanya tertawa kecil mendengar nya.


Selesai mereka makan mereka pulang kerumah. Eriska tetap memeluk erat Dito karena merasa Takut jatuh.


Sampai dirumah mereka masuk kedalam kamar Dan berbaring.


"Semakin malam semakin dingin disini". Ujar Eriska.


"Kamu kedinginan?". Tanya Dito


Eriska mengangguk. "Apa Kamu tidak punya heater?" Tanya Eriska.

__ADS_1


"Punya, Kamu mau pakai?". Tanya Dito.


"Mana ?". Tanya Eriska


"Tapi jangan marah ya kalau sudah hangat". Ujar Dito.


"Kenapa harus marah?". Tanya Eriska.


"Karena inilah heater nya". Dito memeluk badan Eriska.


Eriska berontak.


"Kan Aku bilang jangan marah". Ujar Dito


"Itu Kamu mencari kesempatan dalam kesempitan". Ujar Eriska.


"Tapi hangat kan?". Tanya Dito.


Eriska tidak menjawab.


"Mau lebih hangat gak?". Tanya Dito


"Apa?" Tanya Eriska.


"Coba sini Kamu berbalik". ujar Dito.


"Gak, Kamu pasti mau macam-macam". Ujar Eriska.


"tidak. coba sini". ujar Dito.


Eriska membalikkan badan.


"Ap....". sebelum melanjutkan, Dito sudah mencium Eriska duluan. Ciuman France kiss yang Dito Lakukan namun tidak ada penolakan dari Eriska.


Eriska tersedak karena tidak bisa bernafas.


"hahahahahaha". Dito tertawa.


"Kamu kenapa tertawa?". Tanya Eriska


"Kamu tidak pernah berciuman ya?". ujar Dito.


"kalau tidak pernah memang kenapa?". Tanya Eriska kesal


"Maaf loh Aku salah sangka terhadapmu. Aku fikir karena lama tinggal Di Paris kehidupan kamu seperti orang sana". Ujar Dito "Kamu sering ke club minum-minum jadi Aku fikir ciuman seperti itu life style kamu".


Eriska hanya tersenyum.


"Mama Papa selalu bilang bahwa Saya harus menjaga diri saya sendiri. ya memang Saya suka ke club, minum-minum bergaul dengan banyak orang. tapi untuk menjaga martabat itu adalah nomer satu untuk saya. Jangankan untuk berciuman, tidak sembarangan orang bisa menyentuh saya". ujar Eriska


Dito merasa kagum terhadap Eriska.


"terus kenapa kamu tidak menolak Aku cium Dan Aku peluk?". ledek Dito


"Saya selalu menolak Tapi Kamu saja yang tergila-gila kepada saya Dan selalu memaksa". ujar Eriska dengan wajah merona. "sudah jangan banyak bicara. saya mau tidur". Eriska memalingkan wajahnya tidak ingin Dito tahu bahwa wajahnya memerah.


"Yasudah Kamu tidur. Good night Istriku yang cantik. I love you". Dito memeluk Eriska dari belakang Dan mencium leher belakang Eriska.


Eriska tidak menolak bahkan Dia diam saja.


"Good night suamiku". Eriska berbisik hampir tak bersuara sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2