
Setelah saling melepas rindu, John dan Eimear pergi kebawah untuk makan malam. Sudah terlihat James yang sedang duduk bersama Jessica. James telah bercerita kepada Jessica soal John yang sudah menikah tanpa menunggu lama Jessica pergi kerumah Eriska untuk mengetahui kebenarannya.
"Selamat malam Nona Jessica". Sapa John ramah sembari menggandeng tangan Eimear.
Jessica menoleh. Ia benar-benar melihat John bersama dengan wanita.
"Selamat malam John". Sapa Jessica.
"Eimear, perkenalkan ini Nona Jessica calon Isteri Tuan John". John memperkenalkan Jessica pada Eimear.
Jessica berdiri lalu menghampiri Eimear. "Selamat malam, salam kenal". Jessica memeluk Eimear.
Oh Tuhan, kenapa orang-orang disini baik sekali dan juga sangat ramah. Ujar Eimear tersenyum pada Jessica.
"Salam kenal Nona. Senang bertemu dengan Nona". Ujar Eimear.
"Ahhhh jangan panggil Aku Nona, panggil saja Jessica. Aku bukan Bossmu seperti Eriska". Ujar Jessica tersenyum.
"Baiklah Jessica". Jawab Eimear.
"Ayo kita duduk". Jessica mengajak Eimear duduk. Jessica sangat penasaran dengan cerita bagaimana John dan Eimear bertemu karena setahu Jessica dari James, John tidak mudah dekat dengan wanita.
"John Kamu masih harus menjelaskan soal hubunganmu dengan Eimear jika Kau masih menganggapku Kakakmu". Ujar James.
"Baiklah Tuan". Ujar John.
John mulai bercerita pada James sebelum makan malam dimulai. John bercerita bagaimana pertemuan pertamanya dengan Eimear sampai memutuskan menikahinya dijari selanjutnya. Mendengar cerita John, James dan Jessica merasa tak percaya. John terus bercerita sampai Eimear ikut John ke Paris dan tinggal dirumah Dito.
"Kamu menikahi Eimear hanya satu hari setelah pertemuan kalian?". Tanya Jessica masih tak percaya.
"Iya Nona". Ujar John.
"Eimear, apa benar cerita ini semua?". Tanya Jessica lagi.
Eimear hanya mengangguk pelan.
"Astaga ada yang lebih bodoh dari si Niall". Ujar Jessica menggunakan bahasa Indonesia yang membuat John dan Eimear tak mengerti namun James sudah mengerti.
James hanya tertawa kecil. "Sungguh, Kau membuatku terkejut John. Tapi, Aku berdoa semoga Tuhan terus menyatukan kalian dengan rasa cinta yang luar biasa hingga akhir hayat". Ujar James tersenyum.
"Terimakasih Tuan". Jawab John.
Jessica memukul bahu James. "Lihat! John menikahi Eimear dalam waktu satu hari pertemuan Mereka! Niall tiga minggu berkenalan dengan Rara langsung menikahinya dan Kamu butuh waktu tiga tahun untuk melamar ku?". Ujar Jessica marah-marah pada James.
"Hahahahahahaha kelinci kecil, maafkan Aku. Kamu tahu sendiri bagaimana kondisi Kita. Kondisi Kita berbeda dengan Mereka". Ujar James mencoba menjelaskan.
"Awas saja ya harus menunggu lama lagi". Ancam Jessica.
"Baiklah kelinci kecilku yang manis". James mengusap-usap hidung mungil Jessica.
"Jess, Jess, baru tiga tahun. Kamu tidak lihat berapa lama Dito akhirnya berani menikahiku? Lima belas tahun Jess". Ujar Eriska yang datang bersama Dito dan Queena.
"Astaga, manis sekali Nona muda ini". Ujar Eimear saat melihat Queena. Ia berdiri menghampiri Queena.
__ADS_1
"Hi Nona kecil, namaku Eimear". Ujar Eimear berjongkok berbicara dengan Queena.
Queena tak menjawab apapun hanya menoleh pada Eriska.
"Oh ya Nona masih kecil ya apa tidak bisa bicara English?". Tanya Eimear.
"Queena Sayang, ini Aunty Eimear. Isteri Uncle John. Ya seperti Mama punya nya Papa. Nah Aunty Eimear ini punya nya Uncle John. Orangnya baik kok Kamu bisa bicara dengannya". Ujar Eriska yang sedikit agak bingung menjelaskan arti Isteri pada Queena.
"Halo Aunty. Aku Queena". Ujar Queena tersenyum.
"Astaga pintar sekali Nona Queena sudah bisa bicara bahasa Inggris dengan baik". Ujar Eimear terkejut.
"Sudah ayo Kita makan malam dulu". Ujar Eriska.
Merekapun duduk.
"Loh Jessica, sejak kapan Kamu disini?". Tanya Eriska.
"Sejak tadi". Jawab Jessica.
"Kenapa Kamu tidak memanggilku?". Tanya Eriska.
"Ih Aku kesini bertemu calon Suamiku lah bukan bertemu Kamu". Ledek Jessica
"Sialan Kamu! Sudah melupakanku ya!". Eriska melempar tissue yang dimejanya pada Jessica.
"Kamu juga selalu melupakanku saat bersama Dito". Jessica kembali melempar tissue pada Eriska yang duduk disebrangnya.
"Sudah sudah kalian seperti anak kecil saja". Ujar Dito.
"Bi... Bi Inah siapkan makanannya sekarang". Ujar Eriska.
Tak lama Bi Inah dan pelayan lainnya datang membawa masakan yang dipesan dihotel. Eriska memang sudah memesan dihotel berbagai macam makanan Indonesia untuk menyambut Eimear.
"Wah beruntungnya Aku datang sekarang. Banyak makanan enak". Ujar Jessica mengusap-usap kedua telapak tangannya melihat banyak makanan dimeja.
"Ini untuk Eimear bukan untukmu". Ujar Eriska.
"Tidak apa-apa berbagai kan Eimear?". Ujar Jessica pada Eimear.
Eimear hanya tersenyum hangat.
Mereka memulai makan. Mereka menikmati makanan yang dihidangkan.
"Bagaimana Eimear ? Apa Kamu suka?". Tanya Eriska.
"Suka pasti suka. Memang hebat para Chef mu Eriska". Ujar Jessica yang terus makan.
"Hey Jess, Kamu mau menikah apa Kamu tidak ingin Diet? Gemuk dihari pernikahan tau rasa Kamu. Sudah pendek ditambah gemuk macam bola nanti". Ledek Eriska.
James yang mendengar mencoba menahan tawa.
"Jemmy". Rengek Jessica.
__ADS_1
"Maaf maaf". Ujar James.
"Sangat enak Nyonya. Ternyata makanan disini luar biasa. Rasa yang begitu kuat dan khas". Ujar Eimear merasa senang.
Mereka mengobrol santai sembari makan. Setelah makan, Mereka kembali berkumpul dihalaman belakang.
"Kalau berkumpul begini jadi kangen Tita dan Stefanie ya". Ujar Jessica.
"Iya, Kangen Mereka". Ujar Eriska.
"Oh ya, Tiga hari lagi acara pernikahan Rara dan Niall di Bali. Kamu ikut kan?". Tanya Eriska pada Jessica.
"Ikut lah denganmu menggunakan jet". Ujar Jessica tertawa.
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Jessica pamit untuk pulang. Setelah Jessica pulang, Mereka masuk kamar masing-masing.
Didalam kamar, Eimear bertanya pada John soal kedekatan Eriska dan Jessica.
"Nona Jessica itu Sahabat baik Nyonya. Nona bertemu Tuan James pun karena sering datang kemari". Ujar John.
"Oh seperti itu, pantas saja Mereka sangat dekat". Ujar Eimear.
"Mereka juga berteman dengan satu orang lagi. Jika Kamu tahu, pasti akan terkejut". Ujar John.
"Memang siapa?". Tanya Eimear.
"Stefanie Saydox". Jawab John.
"Stefanie Saydox? Seperti pernah dengar nama itu". Ujar Eimear yang sedang berfikir siapa.
"Pewaris hotel Saydox". Ujar John.
"Apa? Pewaris hotel Saydox?". Ujar Einear terkejut.
"Iya. Nona Stefanie dan Nyonya Eriska adalah sahabat saat kuliah diParis. Sampai sekarang Mereka berteman baik. Bahkan tiga tahun ini Nona Stefanie jadi Chef dihotel Nyonya". Ujar John.
"John, Aku sungguh bingung sebenarnya Tuan dan Nyonya ini siapa? Mereka terlihat sederhana tapi dibalik itu semua seperti ada super powernya". Ujar Eimear merasa penasaran pada Eriska dan Dito.
"Nanti juga Kamu akan mengetahuinya perlahan-lahan". Ujar John membaringkan kepalanya dipangkuannya Eimear.
"Kamu tahu tidak? Banyak keunikan disekeliling Nyonya dan Tuan". Ujar John.
"Apa itu?". Tanya Eimear.
"Mereka itu seperti biro jodoh. Orang-orang terdekatnya selalu berjodoh. Bukan hanya Tuan James dan Nona Jessica saja. Tapi Nona Stefanie mencintai Manager hotel Nyonya Eriska. Belum lagi Rara baby sitter Nyonya yang menikah dengan Niall Chef dihotel Nyonya dan Sepupu Nyonya yang berpacaran dengan Adik Tuan Dito". Ujar John. "Mungkin jika Aku belum menikah saat kemari Aku akan menemukan jodohku disini juga". Ujar John tertawa.
"Sungguh, Aku semakin penasaran dengan kehidupan Tuan dan Nyonya". Ujar Eimear.
"Tidak usah terburu-buru. Masih banyak waktu". Ujar John. "Oh ya, tiga hari lagi Kita akan ke Bali untuk menghadiri pernikahan Rara dan Niall. Apa Kamu memiliki gaun untuk pergi kesana?". Tanya John
"Tidak". Jawab Eimear.
"Baiklah nanti Kita beli. Sekarang kita istirahat Kamu pasti lelah kan perjalanan panjang". John membaringkan kepala Eimear dipelukkannya lalu mencium kening Eimear. "Selamat malam Sayang".
__ADS_1