Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 143


__ADS_3

Tring! Pesan masuk.


"Sayang, bisa ambilkan ponsel ku?". Ujar Eriska pada Dito.


Dito mengambil ponsel milik Eriska dinakas samping tempat tidur.


"Ini Nyonya". Dito memberikan ponselnya.


"Terimakasih suamiku sayang". Ujar Eriska tersenyum pada Dito.


Eriska membuka pesan masuk dari group miliknya, Jessica, Stefanie dan Tita. Eriska yang sedang bersandar pada Dito, tiba-tiba terduduk.


"Oh My God". Ujar Eriska terkejut.


"Ada apa?". Tanya Dito.


Eriska menunjukkan ponselnya pada Dito.


"Wah si James bergerak cepat juga ya". Ujar Dito yang melihat foto Jessica yang sedang dicium kening nya oleh James.


Isi pesan itu.


Eriska. I love you. Dengan memberi emoticon kiss lalu memberikan foto Jessica bersama James saat diatas monas.


Jadian?. Tanya Eriska


James menyatakan cinta padaku diatas monas. Balas Jessica


Selamat jessica akhirnya status single berubah jadi double. Balas Eriska.


I love you Eriska. Tanpa Kamu membawa James, mungkin sampai sekarang Aku masih jomblo hahahahahaha. Balas Jessica.


Aku bahagia mendengar kabar baik darimu. Tapi ingat jangan ganggu dia saat dia bekerja denganku atau Aku akan membuat kalian berpisah!!!. Balas Eriska.


Tega sekali Kamu Eriska. Balas Jessica dengan emoticon menangis.


Sudah. Nikmati date kalian. Have fun. Balas Eriska


Jessica yang sedang makan siang tersenyum sendiri.


"Hey Kamu kenapa?". Tanya James.


"Oh tidak apa-apa. Apa Kamu suka makanan disini?". Tanya Jessica


"Lumayan enak". Ujar James.


"Coba ini, ini salah satu menu favorite disini". Jessica menyuapi sushi pada James.


"Enak. Kamu makan juga". Ujar James.


Jessica hanya tersenyum memandangi pacar baru nya itu.


Tiba-tiba seorang pria tampan memanggil Jessica.


"Jessica". Sapa seorang pria.

__ADS_1


Aduh kenapa bisa ada si Dika sih. Gerutu Jessica dalam hati.


"Apa kabar?". Dika mencoba mencium pipi Jessica namun Jessica langsung berlari kebelakang tubuh James.


"Dika gila Kamu main nyosor aja. Pergi sana". Ujar Jessica kesal.


"Ah 3 bulan lalu masih menggodaku. Sekarang sok jual mahal". Ujar Dika.


"Hey Tuan jangan mau dengan Jessica dia wanita murahan". Ujar dika pada James.


"Bedebah sialan pergi". Jessica mengusir Dika.


"Hey Tuan beberapa bulan lalu dia menggodaku. Sekarang dengan Tuan, mungkin bulan depan Dia akan meninggalkan Tuan lalu memiliki lelaki lain". Ujar dika.


James sangat marah mendengar kata-kata nya. Ia berdiri lalu menghajar dika dengan satu pukulan membuat dika tersungkur penuh darah. "Jaga ucapanmu terhadap wanitaku". Bentak James.


"Aduh gawat". Ujar Jessica.


Jessica mengeluarkan beberapa lembar uang menyimpannya diatas meja lalu pergi menarik tangan James


"Ayo James". Jessica membawa James keluar restaurant.


Sialan. Keisenganku menggoda para pria di club menjadi boomerang untukku. Gerutu Jessica dalam hati.


Jessica melirik James. Wajah James masih terlihat kesal. Jessica menarik tangan James untuk duduk di sofa yang disediakan mall.


"James, apa Kamu marah padaku?". Tanya Jessica.


"Siapa yang marah padamu? Aku marah pada pria sialan itu. Dia berani sekali mengatakan hal buruk tentang kekasihku". Ujar James kesal.


"Perkataan nya yang mana yang benar?". Tanya James.


Jessica menggenggam tangan James. "James, Kamu tahu kan aku selalu ke night club. Aku selalu bersenang-senang dengan kawan-kawanku dengan menggoda para pria. Tapi cara menggoda kita tidak murahan. Kita hanya mengatakan mereka tampan itu saja. Itupun hanya keisenganku saja. Aku bersumpah Aku tidak pernah mencintai mereka. Aku hanya mencintaimu. James maafkan atas kebodohan masa laluku. Aku tidak tahu akan seperti ini". Ujar Jessica menangis menggenggam tangan James.


James memeluk Jessica. "Dasar kelinci bodoh! Aku percaya padamu. Sudah jangan menangis". James menenangkan Jessica.


"Kamu benar tidak marah padaku?". Jessica menatap James.


"Bagaimana pun masalalu mu, Aku tidak perduli. Aku hanya perduli dimasa sekarang dan masa depan. Berjanjilah jangan pergi ke night club lagi. Apalagi menggoda pria lagi meski itu hanya gurauan". Ujar James.


"Aku berjanji padamu tidak akan pergi ke night club lagi". Ujar Jessica.


"Kelinci kecil yang manis". James mengelus rambut Jessica.


Jessica tersenyum. Ia sangat senang karena James memiliki sifat yang sangat penyayang. Berbeda saat Ia bertugas.


Dia sangat manis. Ujar Jessica dalam hati.


"Sekarang kita mau kemana?". Tanya James.


"Kita pulang kerumah saja yuk bertemu Mama". Ujar Jessica.


"Ah ini terlalu cepat. Jangan sekarang ya". Bujuk James.


"Baiklah". Jawab Jessica.

__ADS_1


"Sekarang kita pergi kemana?". Tanya James.


"Kita keluar mall saja dulu nanti kita putuskan akan kemana". Ujar Jessica.


"Baiklah. Ayo". James menggenggam tangan Jessica


Merekapun pergi dengan perasaan tenang dan bahagia.


••••••


Di hotel, terlihat Stefanie yang merasa sangat lelah karena harus memasak banyak hidangan disiang hari.


"Hari pertama menjadi hari terberatku". Ujar Stefanie berjalan keluar dari kitchen setelah selesai dengan tugasnya.


Stefanie berjalan menuju ruangan Tita, saat Ia melihat diruangan tidak ada Tita.


"Tita kemana ya?". Tanya Stefanie. Akhirnya Ia pergi ke ruangan Surya.


"Hey Surya, apa Kamu tahu dimana Tita?". Tanya Stefanie yang masuk tanpa mengetuk pintu.


"Nona, bisa tidak anda masuk ketuk pintu dulu". Ujar Surya.


"Ah Surya kenapa kamu sangat formal? Panggil Aku Stevie. Lagipula Kamu adalah boss ku sekarang". Ujar Stefanie yang langsung duduk di sofa ruangan Surya.


"Nona ada apa kemari?". Tanya Surya.


"Aku kan sudah Tanya tadi, Aku tanya kemana Tita". Ujar Stefanie yang duduk santai.


"Nona Tita sedang pergi dengan Tuan Yarka". Ujar Surya.


"Ya Tuhan, semua memiliki pasangan. Hanya Aku saja yang masih single. Sudahlah lebih baik Aku tidur". Stefanie membaringkan tubuhnya di sofa.


"Hey Nona Kamu ingin tidur disini?". Tanya Surya.


"Surya, bisa tidak jangan panggil Nona Nona Nona telingaku sakit". Gerutu Stefanie.


"Nona, ini bukan ruang istirahat. Anda bisa keluar". Ujar Surya mengusir secara halus.


"Kamu berisik deh. Aku hanya ingin mendinginkan tubuhku. Di dapur sangat panas. Aku ingin tidur diruangan Tita tapi Tita tidak ada yasudah Aku kemari". Ujar Stefanie menutup matanya.


"Tapi ini ruangan saya. Nona bisa istirahat disalah satu kamar hotel ini". Ujar Surya.


"Ah Aku sudah nyaman disini jadi jangan mengusirku. Aku sangat lelah Aku ingin istirahat sebentar". Ujar Stefanie.


Stefanie menutup wajahnya dengan topi chef nya.


"Nona, tolong pindah dari ruangan saya". Ujar Surya.


Stefanie tak menggubris perkataan Surya.


"Nona". Surya mengguncangkan bahu Stefanie masih tidak ada jawaban.


Surya pun membuka penutup wajahnya. Ternyata Stefanie sudah tertidur.


"Cepat sekali Dia tidur". Ujar Surya.

__ADS_1


Surya berjongkok memandangi Stefanie yang tengah tertidur. "Cantik juga". Surya tersenyum. Setelah itu Ia berdiri lalu pergi dari ruangan untuk meeting bersama beberapa staff.


__ADS_2