Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 126


__ADS_3

"Akhirnya sampai rumah". Ujar Dito menghentikan mobilnya


Terlihat Eriska sudah berdiri didepan pintu dengan wajah kesal dan bertolak pinggang.


Dito keluar dari mobil.


"Sayang, Kamu sudah bangun". Ujar Dito.


"Kamu darimana? Kenapa meninggalkan Aku saat tidur?". Ujar Eriska kesal.


"Maaf sayang, Aku ada urusan". Ujar Dito.


"John". Dito memanggil John


" Ya Tuan". Jawab John menghampiri.


"Bawa semua barang yang ada didalam mobil". Ujar Dito.


"Baik Tuan". Jawab John.


Dito mengambil kotak yang Ia pesan disebuah toko.


"Ini apa?". Tanya Eriska


"Aku pergi untuk mengambil ini". Ujar Dito.


"Apa isinya?". Tanya Eriska penasaran.


"Kejutan". Jawab Dito tersenyum.


Wajah Eriska cemberut karena Dito tidak memberitahu.


"Nanti malam Aku akan memberitahu apa yang ada didalam kotak". Ujar Dito menciumi pipi Eriska yang sedang marah


Dito meletakkan kotak tersebut diatas nakas disamping tempat tidur.


"Aku mandi dulu ya, setelah itu kita makan malam". Ujar Dito pergi meninggalkan Eriska. "Jangan dibuka kotaknya. Nanti Kamu tersetrum". Teriak Dito.


"Memang apa yang ada didalam kotak?". Eriska semakin penasaran namun Ia urungkan niat untuk membukanya karena Dito melarangnya.


Akhirnya Eriska hanya duduk bersandar diatas tempat tidur sembari membaca tentang kehamilan di internet.


"Lucu sekali ya pertumbuhan bayi ini". Ujar Eriska tersenyum saat Ia melihat video perkembangan tumbuhnya janin selama dalam kandungan.


Ia mengelus perutnya. "Anak mommy sayang, tumbuh dengan sehat dan sempurna ya. Mommy sangat mencintaimu". Ujar Eriska tersenyum sembari mengelus perutnya.


Tak lama Dito keluar. "Mau makan malam sekarang apa nanti?". Tanya Dito.


"Sekarang deh, Aku sangat lapar". Ujar Eriska.


"Yasudah ayo kita keluar". Ujar Dito membelai rambut Eriska.


Eriskapun beranjak dari tempat tidurnya. Dito menggandeng tangan Eriska keluar dari kamar berjalan menuju ruang makan.

__ADS_1


"James, apa yang Kamu buat?". Tanya Dito.


"Lasagna Tuan, Nyonya yang meminta". Ujar James.


"Oh baiklah. Siapkan sekarang. Nyonya sudah lapar". Ujar Dito mendorong kursi untuk Eriska.


"Terimakasih". Ujar Eriska tersenyum lalu duduk.


Dito pun duduk disamping Eriska.


"Silahkan Tuan, Nyonya". James memberikan Lasagna yang Eriska mau.


Mereka melahap Lasagna itu. "Setiap apa yang kita mau lalu terlaksana memang sangat membahagiakan". Ujar Eriska tersenyum.


"Kamu suka?". Tanya Eriska


Eriska hanya mengangguk cepat dengan wajah yang gembira.


"Kalau begitu, kita bawa saja si James ke Indonesia". Ujar Dito


"Serius?". Tanya Eriska.


"Kalau Kamu suka dengan pekerjaan James, Kamu bisa membawa nya". Ujar Dito


"John juga ya". Ujar Eriska.


"Boleh". Jawab Dito singkat.


"Kamu mengatakan itu seperti kita akan membawa peliharaan saja". Ujar Eriska tertawa.


"Terus bagaimana dengan pengawalmu yang lain?". Tanya Eriska.


"Ya Mereka di Paris lah menjaga rumahku". Ujar Dito.


"Terus siapa yang akan menjadi penanggung jawab jika James dan John tidak ada?". Tanya Eriska.


"Hemmmm sebenarnya hanya James dan John yang Aku percaya, untuk pengawal lain, mereka hanya pengawal biasa". Ujar Dito. "Mungkin kita hanya bisa membawa 1 dari Mereka jika Kamu ingin, Kamu bisa mengatakan siapa yang Kamu akan bawa". Ujar Dito


"Tidak perlu lah, lagian ada Surya disana". Ujar Eriska.


"Surya kan sudah jadi manager dihotelmu, Kamu memang butuh pengawal sayang. Apalagi Aku harus sibuk juga dihotel". Ujar Dito.


"Baiklah akan Aku fikirkan nanti". Ujar Eriska.


Merekapun selesai makan malam nya. Lalu masuk kedalam kamar. Mereka duduk diatas tempat tidur. Dito meraih kotak yang Ia bawa tadi.


"Ini adalah hadiah kecil untuk istriku dan calon ibu untuk anakku". Dito memberikan kotak itu pada Eriska.


"Tapi apa ini?". Tanya Eriska.


"Buka lah". Ujar Dito.


Eriska membuka kotak itu lalu mengeluarkan isi nya.

__ADS_1


Hanya sebuah kotak kayu.


"Kotak kayu? Untuk apa?". Tanya Eriska bingung.


Dito tertawa. "Tunggu sebentar". Dito berjalan lalu mematikan lampu.


"Dito apa yang Kamu lakukan? Kenapa kamu mematikan lampu? Kamu tau Aku phobia". Eriska terkejut dan Takut.


"Tenanglah. Kotak kayu ini akan bekerja". Ujar Dito menaruh kotak kayu itu dinakas samping tempat tidur.


"Dan Ta Da. Kotak kayu itu adalah lampu tidur. Desain khusus untuk Eriska ku Tersayang. Dengan lampu khusus yang tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap. Kamu bisa merubah bayangan juga loh. Ada 5 bayangan yang berbeda. Kamu bisa coba dengan menekan tombol ini". Ujar Dito menjelaskan.


Eriska mencoba mengganti bayangan yang keluar dari lampu tidur itu.


Yang pertama bayangan bintang-bintang yang indah yang berputar. Yang ke 2 bayangan bulan sabit. Yang ke 3 bayangan seorang bayi mungil yang digendong oleh ibunya.


" bayangan itu saat Kamu menggendong anak kita nanti". Ujar Dito merangkul bahu Eriska.


Eriska sangat gembira melihat nya.


Bayangan yang ke empat adalah bayangan seorang anak, ibu dan ayahnya.


"Ini adalah bayangan keluarga kita. Dimana akan menjadi lengkap setelah anak kita lahir". Ujar Dito mengelus perut Eriska.


Eriska mulai meneteskan air mata terharu.


"Kamu tekan lagi yang terakhir". Ujar Dito.


Eriska pun menekan tombol untuk yang terakhir. Muncul sebuah tulisan Aku mencintaimu Istriku Eriska Putri.


Eriska sangat terharu dengan hadiah yang Dito berikan. Eriska memeluk Dito dengan erat. "Terimakasih sayang". Ujar Eriska masih memeluk Dito.


"Jangan Takut gelap lagi ya, lampu ini akan selalu menerangi saat Kamu tidur". Ujar Dito mencium pipi Eriska.


"Kamu memang suamiku yang luar biasa". Ujar Eriska tersenyum pada Dito.


"Siapa dulu dong Istrinya yang lebih luar biasa". Ujar Dito. "Eriska Putri wanita yang luar biasa". Ujar Dito memeluk Eriska.


"Kita tidur sekarang ya. Besok jika keadaanmu baik, jika akan jalan-jalan keliling kota". Ujar Dito


" betul ya jangan berbohong". Ujar Eriska.


"Sejak kapan Aku bohong padamu?". Tanya Dito.


"Iya iya Aku tahu suamiku tidak pernah bohong. Hanya sesekali menyembunyikan sesuatu". Ujar Eriska.


"Itu lain hal sayang". Ujar Dito tersenyum.


"Yasudah tidur sekarang. Good night my wife I love you". Dito menciumi seluruh wajah Eriska. "Cepat lah sehat sayang Aku rindu itu". Ujar Dito memeluk Eriska.


"Dasar mesum". Ujar Eriska memukul pelan dada Dito.


Merekapun mencoba untuk tidur. Eriska sangat bahagia memiliki suami seperti Dito. Ia mengingat kata-kata nya saat menolak Dito. Hanya karena Dia seorang pengembala sapi, Eriska menolak perjodohan ini tanpa tahu dulu siapa Dito. Eriska beruntung Papa nya tidak habis akal sampai Eriska menerima perjodohan ini.

__ADS_1


Terimakasih Papa, karena Papa Aku memiliki suami yang luar biasa. Ujar Eriska dalam hati dan memeluk erat tubuh Dito.


"I love you suamiku". Ujar Eriska berbisik.


__ADS_2