
Eriska masih menangis melihat keadaan Dito yang seperti ini.
"Dito, sadarlah. siapa yang melakukan ini kepadamu?". ujar Eriska menangis.
" Ayo bangun. Aku masih belum memberikanmu hukuman dengan berbohong kepadaku soal Dior. Aku ingin menghajarmu". Ujar Eriska yang masih menangis.
Eriska hanya terdiam memandang Dito. Ia mengelus wajah Dito. "Bangunlah suamiku. kamu membuat Istrimu menangis seperti ini. kamu memang pembohong. kamu bilang Kamu akan membuatku selalu bahagia. Lihat sekarang, kamu membuatku sedih Dan menangis". Eriska menangis sesegukkan.
" Dito aku mohon bangunlah".
cukup lama Eriska bersama Dito. Lalu Ia keluar menghampiri semua.
"Eriska". ujar Jessica.
Eriska duduk disebelah Jessica.
" Katakan padaku apa yang terjadi pada Dito?". Tanya Eriska.
Semua saling pandang bingung harus berkata apa.
"Jessica katakan. apa yang terjadi?". Ujar Eriska dengan wajah yang marah.
" Semalam Kamu dibius oleh Toni. Dia membawamu kesebuah kamar. Seorang karyawanmu melihat nya Dan mengatakan kepadaku lalu Aku memberitahu Dito. Ia sangat marah lalu mencari keberadaan Kamu Dan Toni. Saat Dito menemukan kalian, Toni sudah ingin melakukan sesuatu kepadamu. Dito sangat marah lalu Ia menghajar Toni habis-habisan. kita menghalangi Dito Takut Toni mati ditangan Dito. saat Dito menghampiri mu dalam keadaan lengah, Toni menusuk Dito sampai seperti sekarang". ujar Jessica bersedih menjelaskan apa yang terjadi.
Eriska terkejut mendengar kejadian itu. Ia menangis kembali. "karena menolongku Dia seperti itu". ujar Eriska.
" Toni. Aku tidak akan melepasmu". Ujar Eriska sangat marah.
"Dimana Toni sekarang". Tanya Eriska.
__ADS_1
tidak ada yang menjawab.
" Katakan dimana Toni sekarang?". bentak Eriska.
"Dia ada di kantor polisi". ujar Jessica.
Eriska berdiri dengan mengepalkan tangannya lalu hendak pergi.
"Kamu mau kemana?". Tanya Jessica.
"Aku akan membalaskan apa yang Dia lakukan terhadap suamiku". ujar Eriska.
Eriska mengambil ponsel nya Dan menelepon seseorang.
" Surya antar aku bertemu Toni ". ujar Eriska yang menelepon Surya.
" Baik Nyonya". balas Surya.
"Apa yang akan anda lakukan nyonya?". Tanya Surya.
" Bertemu dengannya tentunya". Ujar Eriska.
"Kamu memiliki koneksi didalam penjara kan?".Tanya Eriska.
" Iya Nyonya. banyak anak buah saya didalam penjara dimana Toni mendekam". Ujar Surya.
"Kamu tahu kan apa yang harus Kamu lakukan?". Ujar Eriska.
" Baik nyonya". Ujar Surya.
__ADS_1
Eriska mengambil ponselnya Dan menelepon pengacaranya.
"Halo Anita". ujar Eriska.
" Nyonya Eriska ada apa menelepon?". Tanya Anita
"kamu datang sekarang ke Bali. Ada kasus yang harus Kamu tangani. Surya akan menjelaskan kepadamu Dan memberikan semua bukti. Buatlah aia mendekam begitu lama". Ujar Eriska.
"Baik nyonya. segera saya datang kesana". ujar Anita diujung telepon.
Eriska pun menutup telepon.
" Toni. kamu sudah membangunkan singa yang tidur untuk kedua kalinya. Kali ini Kamu akan merasakan bahwa kematian lebih baik daripada hidup". Ujar Eriska merasa sangat marah.
tak lama. sampailah mereka di kantor polisi.
"Selamat Siang Nyonya Eriska". petugas polisi menghampiri.
"Saya ingin bertemu dengan Toni". Ujar Eriska.
" Baik. anda bisa menunggu di ruang tunggu". ujar petugas
Tak lama keluar lah Toni dengan wajah babak belur senyum menyeringai.
"Lumayan juga suamiku menghajarmu". ujar Eriska Tersenyum sinis.
"Bagaimana suamimu ? sudah mati?". balas Toni tersenyum sinis.
" Toni. kamu akan mendapatkan balasan dengan apa yang Kamu lakukan terhadapku Dan suamiku. Lihat saja apa yang akan terjadi ". Ujar Eriska berdiri lalu pergi.
__ADS_1
Suamiku sayang. Aku akan balas perbuatan orang yang menyakiti mu. segeralah sembuh untukku. Ujar Eriska dalam hati.