
hari demi hari berlalu. Masa pemulihan Dito semakin membaik.
suatu pagi Dito menonton acara berita di TV dengan Eriska yang sedang menyuapi sarapan untuk Dito.
Seorang anak pemilik stasiun TV Xxxx dilaporkan oleh pemilik hotel ternama Eriska Putri dalam kasus pelecehan seksual Dan pembunuhan. Tadi malam dilarikan kerumah sakit dikarenakan peetengkaran didalam jeruji besi. keadaan diketahui menderita patah tulang rusuk, gegar otak Dan pendarahan parah karena tertusuk pisau. Alasan awal pertengkaran dikarenakan Pihak T yang tidak terima di penjara lalu mencari masalah dengan tahanan lain.
"Loh bukannya itu Toni?". ujar Dito
Eriska Tersenyum puas mendengar berita di TV.
Rasakan Kamu Toni. Berani mengusik hidup seorang Eriska Putri. Itu belum selesai. Ujar Eriska masih merasa marah.
"Aku keluar dulu ya sebentar". Eriska berdiri lalu pergi meninggalkan Dito.
diluar ruangan Eriska menelepon Surya.
"Kerja yang bagus. jangan berhenti sampai Dia mengalami depresi". ujar Eriska kepada Surya.
"Baik Nona". jawab Surya.
"Toni. ini belum seberapa. kamu lihat nanti setelah Kamu masuk kedalam penjara lagi". ujar Eriska Tersenyum sinis.
Sudah enam hari Dito dirawat. semua keluarga telah kembali ke Ibu Kota termasuk Jessica Dan Stefanie yang kembali menuju Singapore.
Eriska masuk kedalam ruangan Dito setelah menelepon Surya.
"Kamu dari mana?". Tanya Dito.
"Aku mencari suster ingin bertanya soal keadaanmu.dokter bilang kemarin jika hari ini Kamu membaik, Kamu bisa keluar dari rumah sakit". ujar Eriska.
"Aku sudah membaik ayo kita keluar. Aku bosan dirumah sakit". ujar Dito
__ADS_1
"Tunggu dokter dulu". jawab Eriska.
"kemarilah". Dito meminta Eriska menghampiri nya.
Eriska berjalan menghampiri. "Ada apa?". Tanya Eriska.
Dito menarik tangan Eriska lalu Eriska terjatuh dipelukan Dito.
"Kamu masih sakit. hati-hati dengan jahitanmu". ujar Eriska.
"Kan Aku sudah bilang Aku sudah membaik. apa perlu Aku tunjukkan". Dito melepas satu kancing baju Eriska.
Eriska merasa canggung Ia mendorong tubuh Dito Dan Ia menjauh dari Dito. "Dasar cowok mesum. masih sakit sudah memikirkan yang aneh-aneh". ujar Eriska kesal.
"Hahahahahah". Dito tertawa. "Ternyata istriku sepolos ini ya?". goda Dito. "kemarilah". ujar Dito.
" tidak mau". Eriska menutup badannya dengan kedua tangannya.
"Janji?". ujar Eriska.
"Iya kemarilah". ujar Dito.
Eriska pun menghampiri Dito dengan masih berhati-hati. Eriska duduk dibibir tempat tidur Dito. lalu Dito memeluk pinggang Eriska.
"Ada apa?". Tanya Eriska.
"tidak ada apa-apa hanya ingin memelukmu". ujar Dito.
Eriska mencium kepala Dito. "Aku juga kangen kamu". ujar Eriska.
" oh ya ??? kangen Dito apa Dior ?". ujar Dito.
__ADS_1
"hemmm kangen Dior". ledek Eriska.
Dito melepaskan pelukannya.
"Loh kenapa dilepaskan?". Tanya Eriska.
"Aku Dito bukan Dior". ujar Dito.
"Ahhhh suamiku kenapa jadi pemarah begini". ujar Eriska.
"Kamu mau mendengar penjelasanku tidak kenapa Aku mencari Dior ?". ujar Eriska.
"Apa yang harus dijelaskan? pasti karena Kamu mencintai Dia kan?". ujar Dito ketus.
"Kamu ingat tidak kejadian 10 tahun lalu. Saat Kamu menolongku di pinggiran jalan dekat Eiffel tower ? Saat Aku akan dilecehkan para brandalan sana?". ujar Eriska
Dito masih mencoba mengingat. cukup lama Ia mencoba mengingatnya.
"Oh ya, pertama Kali Dior bertemu Eriska". ujar Dito.
Eriska Tersenyum. "Saat mereka membawaku ketempat sepi itu, Aku sangat merasa Takut. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Sampai akhirnya Dior datang menolongku. Ia menghajar semua brandalan itu dengan rasa marah. lalu dia bilang jangan berani menyentuh wanita milik Dior. Aku terkejut mendengar nya. Aku tidak mengenal siapa Dia namun perkataannya menyentuh hatiku. Saat itu Aku bukan siapa-siapa Dan tidak bisa membalas kebaikannya. jadi Aku berkata pada diriku sendiri saat Aku sukses Aku akan menikahi Dior meski Aku tidak tahu bagaimana wajahnya. hehehehehe bahkan saat Dior menolongku, Dia menutupi wajahnya. Aku selalu mencoba ingin berjumpa dengannya namun dia selalu menolak. Entah apa alasan Dior menolak bertemu denganku. Hampir setiap hari Aku datang ke Restaurant milik Dior berharap Aku bisa melihat wajahnya Dan berterimakasih langsung namun dia bersikeras tidak ingin bertemu. Aku pernah melihat nya namun hanya dari punggung saat menghadiri sebuat pesta. itupun Stefanie yang mengatakan bahwa dia adalah Dior. dengan Jas Dan rambut diikat.". Ujar Eriska. "Sampai suatu hari Ia menghilang tanpa jejak. Lima tahun Aku mencari nya namun sama sekali tidak menemukan apapun. Awalnya memang Aku berniat menikahinya karena Aku fikir Aku Mencintai Dia. Namun, Dito hadir di hidupku. Kamu memang sangat menyebalkan, membuatku selalu kesal. tapi Kamu juga sangat lembut Dan hangat. Aku tidak pernah menjumpai pria manapun seperti Kamu. Kamu yang mengambil ciuman pertamaku. kamu yang selalu memelukku saat Aku tidur, membuatku merasa sangat nyaman Dan merasa dilindungi. jika Kamu fikir Aku Mencintai Dior melebihi Dito Kamu salah. Dior hanya menolongku sekali bahkan aku tidak tahu siapa Dia bagaimana wajahnya. namun Dito, sejak kita kecil Dito selalu melindungiku. selalu membuatku bahagia. Entah sejak kapan Aku mulai mencintai Dito sampai Aku merasa bersalah kepada Dior karena telah mengingkari janji kepada Dior. Saat Aku merasakan cinta untuk Dito, Aku semakin bersikeras ingin bertemu dengan Dior untuk meminta maaf karena tidak bisa menepati janjiku Dan memilih suamiku Dito. Dito Aku mencintaimu. bukan karena kamu adalah Dior Tapi karena Dito si cowok mesum ". ujar Eriska meneteskan air mata. "Maafkan perlakuan ku kepadamu. itu memang sudah tabiatku seperti itu". ujar Eriska menciumi tangan Dito.
Dito tersenyum mendengar penjelasan Eriska. "Apa Kamu yakin lebih memilih Dito yang hanya memiliki pabrik kecil daripada Dior yang memiliki banyak bisnis Restaurant?". Tanya Dito.
Eriska Tertawa. "Suamiku sayang, Uang ku tidak berseri. apa lagi yang aku cari sekarang? Aku hanya butuh seseorang yang mencintaiku, mendampingi ku, melindungiku Dan membuatku nyaman. Dan Dito lah orang nya". Ujar Eriska Tersenyum merekah kepada Dito.
Dito memeluk Eriska. "Terimakasih Eriska telah memilihku. Jika Aku tahu Kamu memilih Dior Aku tidak tahu apa yang harus Aku perbuat". ujar Dito.
"Terimakasih juga karena Kamu sudah bersabar menghadapiku yang angkuh Dan sombong ini". ujar Eriska memeluk Dito.
"Aku janji setelah membaik Aku akan mengatakan segalanya kepadamu". ujar Dito.
__ADS_1