Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 129


__ADS_3

Eriska telah terbangun. Waktu menunjukkan pukul 11.


"Lumayan juga mendengar Dito mengaji membuat tidurku nyenyak". Ujar Eriska.


Eriska meraih ponselnya, Ia menelepon Dito.


"Assalamualaikum sayang". Dito mengucap salam


"Waalaikumsalam". Balas Eriska.


"Kamu baru bangun?". Tanya Dito.


"Iya sayang, saat bangun Aku ingat Kamu jadi aku telepon". Ujar Eriska.


"Ahhh manis sekali istriku". Ujar Dito tersenyum.


"Sayang, bagaimana keadaan Liam sekarang?". Tanya Eriska.


"Alhamdulillah lumayan membaik dengan apa yang dokter bilang. Namun Liam masih belum sadar". Ujar Dito.


"Semoga Liam lekas sembuh". Ujar Eriska.


"Aamiin In Shaa Allah sayang". Ujar Dito.


"Kamu sudah sarapan?". Tanya Eriska.


"Sudah tadi jam 8. Kamu jangan lupa makan juga ya ini sudah siang". Ujar Dito.


"Pasti sayang. Sayang, Aku nanti kesana saat makan siang ya". Ujar Eriska.


"Ok sayang. Oh ya, apa John sudah sampai?". Tanya Dito.


"Aku tidak tahu. Aku masih belum keluar kamar". Ujar Eriska.


"Yasudah jika John sudah datang Kamu bisa pergi ke Rumah Sakit dengannya. Oh ya, tolong bawakan baju ganti juga ya untukku. Aku sangat tidak nyaman belum mandi sejak kemarin". Ujar Dito.


"Ok sayang. Butuh apa lagi?". Tanya Eriska.


"Aku butuh kamu". Jawab Dito.


"Ih dasar gombal". Ujar Eriska.


"Aku kan rindu padamu ingin melihatmu". Ujar Dito.


"Tunggu beberapa jam lagi Ok. Yasudah Aku mau mandi terus sarapan setelah itu aku akan kesana". Ujar Eriska.


"Baiklah. Love you sayang". Ujar Dito.


"I not love you". Balas Eriska.


Dito hanya tertawa kecil.


Eriska pun mematikan teleponnya.


Eriska keluar kamar mencari keberadaan John.


Ternyata John telah sampai.


"John, kapan Kamu tiba?". Tanya Eriska.


" 2 jam lalu Nyonya. Apa Anda butuh sesuatu?". Tanya John


"Tolong siapkan sarapan British breakfast. 1 jam lagi saya kembali untuk sarapan". Ujar Eriska.


"Baik Nyonya". Jawab John.


Eriska pun kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap.


Didalam kamar Eriska merasa mual. Ia berlari menuju kamar mandi memuntahkan semua yang ada didalam perutnya.

__ADS_1


"Huft morning sickness ini benar-benar membuatku lemas". Ujar Eriska.


Eriska pun membuka bajunya dan mandi. Dia tidak berani untuk berendam karena Dito sedang tidak ada bersamanya. Ia Takut tertidur lagi didalam bathtub.


"Padahal ingin sekali berendam air hangat tapi Takut tertidur juga". Ujar Eriska yang sedang mandi membasahi tubuhnya.


30 menit berlalu, Eriska keluar dengan menggunakan jubah handuk nya. Ia membuka lemari. Teringat saat anak buah Alexa datang Ia bersembunyi dibalik pintu kecil yang ada didalam lemari.


"Hebat sekali Dito bisa memiliki ruang rahasia ya. Didalamnya pun banyak mobil mewah". Ujar Eriska.


Ia tidak memperdulikannya lalu memilih pakaian yang ingin Ia kenakan.


Ia memilih dress panjang lalu mengambil jaket kulit untuk Ia kenakan ke Rumah Sakit. Tidak lupa menyiapkan pakaian untuk Dito.


Setelah itu Ia sedikit berdandan agar tidak terlihat pucat. Setelah selesai, Eriska turun untuk sarapan.


"Selamat pagi Nyonya". Sapa para pelayan.


Eriska hanya mengangguk.


"John sarapan saya sudah siap?". Tanya Eriska.


"Sudah Nyonya". Ujar John.


Eriska pun berjalan menuju ruang makan. Makanan sudah tertata rapi dimeja begitu juga dengan susu Hamil yang Dito belikan kemarin.


Eriska pun memakan makanan yang chef buat.


"Hemm tak seenak yang Dito buat". Ujar Eriska.


Eriska hanya memakan setengah lalu meminum segelas susu.


"John, antar saya kerumah sakit sekarang". Ujar Eriska.


"Baik Nyonya". Ujar John.


Mereka pun pergi menuju Rumah Sakit.


"Baik Nyonya". Jawab John.


20 menit berlalu, mereka sampai Di restaurant milik Dito.


Disana terlihat ada James yang sedang mencari petunjuk.


"James". Eriska menyapa James.


"Ah Nyonya, ada apa kemari?". Tanya James.


"Saya ingin memesan makanan untuk Suami saya dan Audrey". Ujar Eriska.


"Baiklah, mari masuk Nyonya". Ujar James mempersilahkan masuk.


"Nyonya mau tunggu dimana? Diruang VIP atau diruang CEO?". Tanya James.


"Sudahlah disini saja". Ujar Eriska duduk dimeja untuk umum.


"Apa nyonya nyaman disini?". Tanya James.


"Iya, Kamu pesankan saja makanan terbaik disini". Ujar Eriska.


"Baik Nyonya". Ujar James.


James pun pergi menuju dapur.


"Meja ini masih belum berubah". Ujar Eriska tersenyum mengingat dulu Dia sering kemari hanya untuk mencoba bertemu Dior.


Tak lama ada seorang pelayan datang menghampiri Eriska.


"Permisi Nona apa Anda bisa pindah dari meja ini?". Tanya pelayan.

__ADS_1


"Kenapa? Saya sudah duduk disini daritadi". Ujar Eriska.


"Meja ini milik pasangan itu". Ujar Pelayan menunjuk pada sepasang kekasih.


"Saya tidak mau. Kalian bisa cari meja lain. Lagipula dimeja ini tidak tertulis reservasi berarti meja ini kosong". Ujar Eriska.


Pelayan itu menarik tangan Eriska.


"Dasar orang Asia. Pergi! Meja ini milik mereka". Ujar Pelayan sangat kasar pada Eriska.


"Kamu pelayan saja banyak tingkah ya. Apa Kamu tidak tahu siapa saya?". Tanya Eriska.


"Siapa anda? Seorang artis ? Orang Asia ini lebih banyak tingkah daripada uang. Cepat pergi Anda cuma ingin berfoto saja kan direstauran ini?". Ujar Pelayan sangat tidak sopan pada Eriska.


Dia terus menarik tangan Eriska.


"Hey, jangan berani Kamu menyentuh saya". Ujar Eriska marah.


James yang melihat keributan dari jauh menghampiri.


"Ada apa ini?". Tanya James.


"Tuan James, Pengunjung Asia ini tidak mau pergi dari meja ini padahal Dia tidak memesan apapun". Ujar Pelayan mencoba menarik tangan Eriska lagi.


Bug!! James menghajar pelayan itu.


"Pelayan tak berguna! Apa Kamu tahu wanita Asia ini siapa? Dia adalah Istri Tuan Dior. Pemilik Restaurant ini! Kamu berani menyentuhnya bahkan mendorong nya?". Ujar James sangat marah.


"Apa? Istri Tuan Dior?? Nyonya maafkan saya". Pelayan itu berlutut dibawah Eriska.


"Pelayan Rasis seperti Kamu tidak berguna di Restaurant ini! Jangan pernah memandang rendah pada siapapun! Kamu hanya pelayan dan pengunjung adalah Raja! Ingat itu! James seret Dia keluar". Ujar Eriska kesal.


"Baik Nyonya". Ujar James.


"Nyonya maafkan saya, saya tidak akan mengulangi lagi". Pelayan memohon pada Eriska namun tidak digubris.


Karena kejadian itu, semua pelayan tahu siapa yang duduk dimeja umum itu.


Diluar James memanggil John


"John, Dia telah berani menyentuh Nyonya bahkan mencoba mendorong Nyonya dengan tangan kotornya! Patahkan tangannya". Ujar James.


"Baik Tuan". Ujar John menarik pelayan itu.


"Berani Kamu ya menyentuh Nyonya besar. Kamu fikir Kamu siapa?". John membawa orang itu kesuatu tempat.


"Maafkan saya Tuan, Saya tidak tahu Dia adalah Nyonya besar". Ujar Pelayan.


John tak menggubris perkataan nya.


Didalam Restaurant, James telah siap dengan makanan yang dipesan Eriska.


"terimakasih James, saya akan pergi ke Rumah Sakit sekarang. Ingat James, jangan pernah menerima pelayan yang rasis atau tidak sopan seperti Dia tadi. Kita harus memiliki service terbaik". Ujar Eriska.


"Baik Nyonya, Anda hati-hati dijalan". Ujar James.


"Oh ya, bagaimana kelanjutan penyelidikan?". Tanya Eriska.


"Sudah ada titik terangnya Nyonya, sedikit lagi kita tahu siapa pelakunya". Ujar James.


"Bagus!". Ujar Eriska.


"Oh ya, James. Jika Kamu ikut kami ke negara kami apa Kamu mau?". Tanya Eriska.


"Dimanapun Saya daoat perintah saya tidak bisa menolak Nyonya". Ujar James.


"Baiklah, saya pergi dulu". Ujar Eriska keluar dari restaurant.


John telah kembali setelah memberi pelajaran kepada pelayan itu.

__ADS_1


John membukakan pintu untuk Eriska. Lalu Ia berlari masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan normal.


__ADS_2