Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (4)


__ADS_3

Keesokan harinya Eriska bangun lebih awal daripada Dito. Karena hari libur, jadi Eriska pun masih bersantai. Hanya akan ada acara makan malam dirumahnya bersama para sahabatnya.


"Dito Kamu tidak bangun? Tidak pergi ke Restaurant?". Eriska membangunkan Dito.


"Giliran ke Restaurant Kamu marah-marah, giliran tidak pergi Kamu suruh Aku pergi". Ujar Dito dengan suara khas bangun tidur.


"Aku hanya membangunkanmu jika tidak kamu pasti marah". Ujar Eriska.


Dito menarik tangan Eriska. Eriska terjatuh diatas tubuh Dito. Dito memeluk Eriska.


"Morning kiss nya mana". Ujar Dito yang masih menutup mata.


Eriska memberikan morning kiss nya. Dito tersenyum merekah.


"Sayang hari ini Aku ingin belanja untuk makan malam nanti dengan teman-teman. Kamu bisa antar Aku tidak?". Tanya Eriska.


"Sebagai bayarannya apa?". Tanya Dito.


"Ih sama Isteri perhitungan sekali". Eriska mencoba bangun dari pelukkan Dito namun ditahan Dito.


"Jinakkan dulu tongkat ajaibku". Ujar Dito tersenyum.


Tok! Tok! Tok! "Mama.. Mama apa Mama sudah bangun?". Queena mengetuk pintu.


"Hahahahahaha pasti tongkat ajaib mu sudah jinak sekarang". Eriska melepas pelukan Dito lalu menjulurkan lidahnya.


Dito hanya tertawa.


Eriska membuka pintu.


"Selamat pagi anak Mama sayang". Eriska tersenyum lalu menggendong Queena membawanya masuk.


"Papa, Papa tidak pergi bekerja?". Tanya Queena senang.


"Hari ini Papa ingin bermain dengan Putri kecil Papa jadi Papa tidak bekerja". Ujar Dito duduk diatas tempat tidur.


Eriska dan Queena pun naik keatas tempat tidur. Queena buru-buru memeluk Papanya.


"Yeeee Papa mau main dengan Queena". Queena sangat senang.


"Loh Papa, ini kenapa? Kok merah?". Tanya Queena dengan polosnya melihat leher Papanya merah.


"Oh ini, Papa digigit semut besar". Lirik Dito pada Eriska.


Eriska hanya menahan tertawa.


Queena melihat juga pada leher Eriska.


"Ih Mama juga sama. Punya Mama lebih besar. Kamar Mama Papa banyak semut ih. Bilang pelayan suruh bersihkan". Ujar Queena dengan comel nya.


Eriska dan Dito saling pandang dan menahan tawa. Hasih percintaannya Semalam mendapat bekas yang banyak di tubuh Mereka.


"Wah anak Mama sudah cantik pasti sudah mandi ya". Ujar Eriska mengalihkan pembicaraannya.


"Sudah dong Mah". Jawab Queena.


"Mama Papa belum mandi nih. Bau tidak?". Tanya Eriska.


Queena mengendus tubuh kedua orangtua nya.


"Tidak bau, tapi kalau tidak mandi nanti gatal-gatal. Kak Rara yang bilang". Ujar Queena polos.


"Yasudah Mama Papa mandi dulu Kamu sama kak Rara dulu ya. Oh iya, Mama mau belanja untuk makan malam dengan Papa, Queena mau ikut tidak?". Tanya Eriska.


"Mau". Jawab Queena senang dan Semangat.


"Yasudah Queena main dulu sama kak Rara ya Mama dan Papa mau bersiap". Ujar Eriska.


"Ok Mama". Jawab Queena.

__ADS_1


Eriska pun mengantar Queena menuju kamarnya.


"Ra, titip Queena sebentar ya". Ujar Eriska.


"Iya Nyonya". Balas Rara tersenyum.


Eriska kembali menuju kamar.


"Sayang, kenapa tidur lagi?". Eriska memukul punggung Dito.


"Aduh sakit". Dito menyentuh punggungnya.


"Cepat mandi, Kita kan mau belanja". Eriska menarik tangan Dito.


"Sebentar lagi sayang. Aku lelah habis lembur kan semalam". Ledek Dito.


"Aku lembur kan bersama Kamu Tapi Aku bisa bangun". Ujar Eriska terus menarik tangan Dito.


Dito pun bangun dengan penuh kemalasan.


"Yasudah Aku mandi duluan". Eriska berjalan menuju kamar mandi.


Selang hampir satu jam, Eriska sudah bersiap. Menggunakan kaos polos Hitam pendek dengan overall panjang rambut diurai. Sangat terlihat cantik meski usianya sudah menginjak kepala tiga Tapi kecantikan masih terlihat muda.


"Astagfirullah, Dito Kamu tidur lagi, cepat bangun ini sudah jam 10 kita mau berangkat belanja jam berapa?". Eriska membangunkan Dito.


"Ok sayang Aku mandi sekarang". Dito bangun.


"Oh oh Anak ABG dari mana ini? Cantik sekali. Sini sini duduk sama Om". Ledek Dito.


"Ih apa sih, ayo cepat bangun. Aku tunggu dibawah ya 30 menit". Ujar Eriska keluar kamar.


Dito menatap Eriska tersenyum. "Istriku makin hari makin cantik saja. Bagaimana Dia berfikir Aku akan Mencintai wanita lain? Sedangkan Aku mendapatkan gadis tercantik di negara ini". Ujar Dito tersenyum.


Dito pun pergi menuju kamar mandi untuk mandi dan bersiap.


"Mama". Queena berlari menghampiri Eriska.


"Sayang, bagaimana penampilan Mama?". Tanya Eriska.


"Cantik. Tapi Aku juga mau berpenampilan seperti Mama. Kak Rara Aku mau ganti dengan pakaian seperti Mama". Rengek Queena.


"Neng, Kamu kaya gini cantik loh seperti princess". Ujar Rara.


Eriska hanya tertawa kecil melihat tingkah putrinya itu.


"Gantikan saja Ra". Ujar Eriska


"Baik Nyonya". Ujar Rara.


Rara membawa Queena keruang ganti.


"Mau yang ini?". Tanya Rara menunjukkan celana overall yang sama dengan Eriska.


"Iya kak". Jawab Queena Tersenyum.


Rara pun menggantikan pakaian Queena.


"Ih Kamu Teh cantik sekali". Ujar Rara gemas melihat Queena.


Merekapun keluar.


"Ih kita kembar ya. Cantik sekali anak Mama". Eriska menggendong dan mencium pipi Queena.


"Assalamualaikum". Dito membuka pintu kamar Queena. "Ya Allah cantik sekali kedua wanita Papa. Pakai baju sama lagi". Ujar Dito tersenyum.


Ya Allah ini Aku teh sudah kaya laler aja melihat keluarga bahagia ini. Ujar Rara dalam hati. Kapan yah Aku nikah terus hidup bahagia kaya Tuan dan Nyonya.


"Ra, kami mau belanja untuk acara makan malam nanti. Kamu tidak perlu ikut. Dirumah saja bantu bi Inah siapin saja ya". Ujar Eriska

__ADS_1


"Oh iya Nyonya". Jawab Rara.


Eriska Dito dan Queena pun berjalan keluar. Mereka turun bertemu James.


"Selamat Pagi Tuan dan Nyonya". Sapa James.


"Pagi James". Balas Dito.


Sebelum berangkat, mereka menuju ruang makan untuk sarapan.


"Pagi Bi. Bikin apa untuk sarapan?". Tanya Eriska.


"Sandwich Non, apa mau dibuatkan yang lain?". Tanya Bi Inah.


"Tidak perlu. Yang ada saja. Kita mau jalan". Ujar Eriska. "Tolong buatkan juice ya Bi dan susu untuk Queena".


"Baik Non". Bi Inah pun kembali menuju dapur.


"Sayang ayo sarapan dulu". Ujar Eriska.


"Mama, Aku sudah sarapan tadi dengan opa". Ujar Queena


"Oh ya? Terus susunya bagaimana?". Tanya Eriska. "Eyang Inah sedang buatkan untukmu". Ujar Eriska.


"Mama kenapa tidak tanya Aku dulu? Jadi Mama saja yang minum". Ujar Queena.


"Yahh Mama kan mau minum juice saya". Rengek Eriska pada Queena. "Kamu minum ya susunya". Bujuk Eriska.


"No way Mama. Perutku sudah kenyang". Tolak Queena.


"Hahahahahaha kalian berdua lucu sekali. Yasudah biar Papa yang minum susu nya". Ujar Dito.


"Kamu memang penyelamatku". Ujar Eriska mencium pipi Dito.


Bi Inah datang membawa juice dan juga susu.


Mereka sarapan dengan penuh kebahagiaan. Karena Dito jarang makan bersama mereka.


Setelah sarapan, Mereka bersiap untuk pergi berbelanja.


"James, mana kunci mobil?". Tanya Dito.


"Tuan ingin pergi? Mari Tuan". Ujar James.


"James, kami ingin pergi bertiga. Kamu bisa pergi kerumah Jessica untuk ngedate". Ujar Dito.


"Tapi Tuan".


"Sudahlah Kamu berikan kunci mobil yang biasa kita gunakan. Kamu nanti pakai mobil lain untuk pergi bersama Jessica". Ujar Eriska.


James pun memberikan kunci mobilnya.


"Yeeee yeeee yeeee pergi dengan Mama Papa lagi". Sorak Queena senang.


Eriska dan Dito tertawa melihat tingkah Queena.


Merekapun pergi dengan menggunakan mobil sport Navy milik Eriska


***Assalamualaikum Reader, Terimakasih karena telah setia membaca novel "Istri Cantikku Yang Angkuh". semoga semakin terhibur dengan season baru dengan cerita baru.


jangan lupa untuk memberi Tip Dan juga VOTE jika kalian suka dengan Novel ICYA ini.


jangan lupa juga kritik dan Saran untuk Author agar menulis lebih baik lagi. jangan lupa juga untuk klik suka dan komen ya.


salam manis dari Mrs. A***


ini adalah Mobil kesayangan Eriska. reader jangan julid ya


__ADS_1


__ADS_2