Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 92


__ADS_3

"Kamu ikut Papa masuk kedalam ya, Aku mau ke pabrik dulu". Ujar Dito kepada Eriska.


Ah jika Aku tidak ikut pasti si bocah itu akan menggoda Dito. Aku harus ikut. Ujar Eriska dalam hati.


"Aku ikut ya". Ujar Eriska.


"Yakin ? Biasanya tidak mau". ujar Dito.


"Kenapa? Aku juga ingin tahu pabrik suamiku". Ujar Eriska.


"Ok lah jika Kamu mau ikut. Ayo". ujar Dito menggenggam tangan Eriska.


Mereka berjalan menuju Pabrik. Terlihat Annisa yang menunggu di dekat gerbang pabrik.


Eriska memeluk tangan Dito.


Wanita genit. Gerutu Annisa dalam hati melihat Eriska memeluk tangan Dito.


" Assalamualaikum A Dito". sapa Annisa.


"Waalaikumsalam. Eh Annisa ada apa kesini?". Tanya Dito.


" Ini A Ibu masak makanan kesukaan Aa. Annisa suruh anterin ke Aa". Annisa memberikan rantang pada Dito.


Cih! pendekatan pakai makanan. Gerutu Eriska dalam hati.


Eriska mengambil rantang itu. "Ucapkan pada Ibumu terimakasih. Tapi, lain Kali tidak perlu repot-repot memberikan makanan pada Dito karena Dito sudah memiliki Istri yang selalu membuatku makanan untuknya. Iya kan Suamiku sayang?". Eriska Tersenyum pada Dito.


"hehehheh iya. Bilang Ibumu terimakasih. Tidak perlu repot-repot memberikan makanan lagi sekarang ada Eriska yang memasak. Kasihan jika tidak dimakan. kan langka sekali Nyonya Eriska masak untuk seseorang". ujar Dito tersenyum.


Maaf ya Annisa, Jika Aku menerima itu bisa ngamuk ibu negara. Ujar Dito dalam hati.


Perempuan sialan. Gerutu Annisa mengepal erat tangannya.


Tahu rasa Kamu bocah kecil. Eriska tertawa dalam hati.


" Yasudah kalau gitu Annisa pulang dulu ya. Assalamualaikum". Annisa pergi terburu-buru.


"Masih saja anak itu mengejarmu. Sudah tahu Kamu sudah menikah dengan Wanita secantik ini. masih mau bersaing denganku". gerutu Eriska.


"Ah Kamu berlebihan. Dia sudah Aku anggap adik sendiri". Ujar Dito.

__ADS_1


" Iya Kamu anggap Dia Adik, Tapi dia kan tidak". gerutu Eriska kesal.


"Ah ada yang cemburu ternyata". ledek Dito.


"Kalau Aku cemburu memang kenapa?". Ujar Eriska kesal.


"Sudahlah Aku kan hanya mencintaimu. Don't be tension like that". ujar Dito menenangkan Eriska. " Ayo kita masuk". Dito menggenggam tangan Eriska masuk menuju pabrik.


"Wah pabrikmu lumayan besar juga ya". Ujar Eriska melihat sekeliling.


" Eh A Dito Assalamualaikum ". sapa Ujang.


" Waalaikumsalam ". balas Dito.


" Eh Ada Teh Eriska juga. pagi Teh ". sapa Ujang.


" Ujang, ini buat Kamu". Eriska memberikan rantang yang diberikan oleh Annisa.


"Wah beneran Teh? Terimakasih ya". dengan senang hati Ujang menerima.


Eriska berjalan-jalan sekeliling Pabrik saya Dito sibuk mengecek.


Tiba-tiba Eriska melihat Nita yang sedang mengecek barang. Ia menghampiri Nita.


Nita melihat kepada Eriska. Nona sombong lagi. Ujar Nita dalam hati.


" Ada apa Nona ?". Tanya Nita ketus.


"Nita, Saya mau minta maaf soal kejadian dulu. Saya tidak tahu jika Ibu Kamu sedang sakit. saya hanya tidak suka dengan karyawan yang tidak professional dalam bekerja". ujar Eriska mencoba meminta maaf.


"Sudahlah Nona, Itu sudah kejadian lama". jawab Nita.


" Saya harap Kamu bisa memaafkan saya. saya permisi". Ujar Eriska pergi meninggalkan Nita.


Apa Aku tidak salah dengar ? Seorang Eriska Putri meminta maaf???". Nita bertanya-tanya dalam hati.


"Eriska itu sebenarnya perempuan yang baik Dan lemah lembut. Dia memang tegas kesannya disiplin dalam hal pekerjaan. Dia sangat tidak suka dengan karyawan yang tidak professional. Saya harap Kamu bisa memaafkan Dia. Dia sangat jarang meminta maaf kepada seseorang. Saat Dia tahu Ibu mu sedang sakit'a Ia merasa sedih Dan merasa bersalah kepadamu. Dia tidak memiliki seorang Ibu. Ia merasa bersalah kepadamu karena dirinya Kamu kesulitan untuk merawat ibumu. Sebenarnya biaya pengobatan Ibumu bulan lalu itu pemberiannya. Maaf jangan tersinggung. Ia berkata jangan sampai kamu merasakan kesedihan seperti dia yang kehilangan Ibu nya". Ujar Dito.


Apa ?? jadi??. Nita berlari mengejar Eriska.


Eriska terlihat sedang berjalan menuju keluar pabrik.

__ADS_1


" Nona". Nita memanggil Eriska.


Eriska berhenti Dan berbalik.


Nita menangis Dan memeluk Eriska. "Terimakasih Nona".


"Terimakasih untuk apa?". Tanya Eriska.


"Maafkan saya Nona. Maaf karena saya sudah berfikir buruk terhadap Nona. Mas Dito sudah memberi tahu saya semuanya. Terimakasih Nona. karena Nona Ibu saya bisa terselamatkan". Ujar Nita menangis merasa bersalah pada Eriska.


"Sudahlah. Saya juga bersalah kepadamu. Sudah jangan menangis lagi". ujar Eriska menghapus air mata Nita.


" Maafkan saya Nona". Ujar Nita masih menyesal.


Eriska Tersenyum Dan memeluk Nita. "Sudahlah lupakan kejadian itu. Kamu tidak perlu seperti ini". Eriska mencoba menenangkan Nita.


" Terimakasih Nona". ujar Nita Tersenyum.


"Jangan panggil saya Nona. Hanya karyawan saya yang Berhak memanggil itu. kamu bukan karyawan saya panggil saja Eriska". ujar Eriska.


" Tapi itu tidak pantas. saya hanya karyawan Mas Dito". ujar Nita.


"kamu kan karyawan dia bukan karyawan saya. panggil seperti Kamu panggil kakak Kamu saja. kamu bisa menganggap saya seperti kakak Kamu sendiri". ujar Eriska Tersenyum.


"mana pantas saya anggap Nona sebagai Kakak saya". ujar Nita.


" Sudahlah. Say ini juga manusia biasa. Kamu bisa panggil saya Eriska atau apapun asal jangan Nona". ujar Eriska.


"Baiklah kak Eriska". ujar Nita.


Eriska Tersenyum. " Yasudah Kamu kembali bekerja. saya mau pulang bertemu Papa". ujar Eriska.


"terimakasih Nona, Eh kak Eriska". Ujar Nita.


" Yasudah saya keluar dulu ". Eriska meninggalkan Nita.


"Tak disangka seorang Eriska Putri yang dikenal angkub dan sombong ternyata baik hati". Ujar Nita tersenyum.


" Kamu memang wanita yang baik sayangku". Ujar Dito yang memandang dari kejauhan.


***Assalamualaikum Reader, Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh ". Jangan lupa untuk Like Komen vote Dan Share ya Karena support kalian adalah penyemangat untuk Author.

__ADS_1


salam manis dari Mrs. A***


__ADS_2