Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (12)


__ADS_3

Keesokan harinya, Surya membawa Stefanie kesuatu tempat.


"Kita mau kemana?". Tanya Stefanie yang memeluk pinggang Surya diass motor.


"Suatu tempat Nona". Jawab Surya.


"Aku tahu suatu tempat Tapi dimana?". Tanya Stefanie.


"Nona, Aku akan membawa Nona ke semua kota yang Nona inginkan". Ujar Surya yang fokus mengendarai motor gede nya.


"Kamu bercanda ya? Besok Aku sudah harus terbang. Ayo kembali". Ujar Stefanie menepul punggung Surya.


Namun Surya tak menggubris. Selang 45 menit, Mereka sampai disuatu tempat. Tertulis Taman Mini Indonesia Indah.


Surya memarkirkan motor nya.


"Ayo". Surya menggandeng tangan Stefanie.


Stefanie sangat bahagia mendapat perhatian dari Surya.


Mereka berada di tempat bagian Daerah Kalimantan.


"Ini Nona daerah yang Nona mau kan?". Ujar Surya.


Plak! Stefanie memukul bahu Surya. "Aku kira betulan ke kota nya tahu nya miniaturnya". Ujar Stefanie.


"Hahahahahaha mau bagaimana lagi Nona, waktu Nona hanya 1 hari". Ujar Surya.


"Aku disini 3 tahun Kamu sia-sia kan". Ujar Stefanie ngambek.


Surya menatap Stefanie dengan tersenyum mendekatkan wajahnya lebih dekat membuat jantung Stefanie berdebar sangat kencang. Setelah menikah, Aku akan membawamu kemanapun yang Kamu mau". Surya berbisik pada Stefanie. Stefanie yang mendengar tersipu malu.


Setelah menikah??. Ujar Stefanie dalam hati tersenyum malu.


"Ayo kita masuk". Surya membawa Stefanie masuk.


Surya menyewa pakaian adat khas Kalimantan lalu berfoto dengan Stefanie.


Setelah dari area Kalimantan, Mereka pergi ke area lainnya. Mereka sangat menikmati moment bersamanya. Setelah dari taman mini, Mereka memutuskan untuk kembali ke hotel. Stefanie sedikit kesal karena Ia ingin makan malam bersama diluar namun Surya bilang Mereka akan makan malam di hotel saja.


Sampailah Mereka dihotel. Surya mengantar Stefanie ke kamarnya.


"Nona, Kamu bersiap untuk makan malam ya. Berdandanlah yang cantik". Bisik Surya sambil tersenyum pada Stefanie.


Stefanie tersenyum membalas senyuman Surya.

__ADS_1


" 45 menit lagi Aku akan kembali kesini untuk menjemput Nona". Ujar Surya.


"Baiklah". Balas Stefanie yang tersenyum malu.


"Yasudah, Saya juga akan bersiap". Surya mencium pipi Stefanie. Pipi Stefanie memerah membuat Surya tertawa kecil.


"Sampai nanti". Surya melambaikan tangan lalu pergi dari kamar Stefanie.


Stefanie masuk melangkah cepat menutup pintu. Ia bersandar dibalik pintu. Menyentuh kedua pipinya yang masih memerah dengan senyuman yang sangat bahagia.


"Pria ini meski kaku, terkadang sangat manis". Ujar Stefanie menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Stefanie pun pergi bersiap untuk makan malam bersama Surya.


Stefanie sedang memilih pakaian yang cocok untuk makan malam. Ia bingung karena semua pakaiannya hanya celana jeans, T-shirt dan kemeja flanel. Stefanie memang terkesan tomboy dalam berpakaian. Selama Dia bebas dari keluarga nya, Ia merubah segala yang ada pada dirinya termasuk dalam hal berpakaian. Karena saat Ia berada dirumahnya, Ia harus mengikuti semua peraturan yang Ayahnya buat.


"Aduh Aku pakai pakaian apa ya?". Stefanie yang bingung melihat isi lemarinya.


Tak lama pintu kamar Stefanie diketuk. Stefanie berjalan menuju pintu lalu membukanya.


"Chef, ini dari Tuan Surya". Seorang bellboy memberikan sebuah kotak pada Stefanie.


"Terimakasih". Stefanie menerimanya.


Bellboy itupun pergi dan Stefanie menutup pintu lalu berjalan menuju ruang ganti. Stefanie membuka kotak itu Ia tersenyum melihat sebuah gaun dengan pesan diatasnya.


Stefanie tersenyum melihat pesan itu. Ia mengambil gaun itu. Gaun selutut yang cantik berwarna pink tanpa lengan. Stefanie pun mencoba untuk berias secantik mungkin namun terkesan natural tidak berlebihan. Ia gunakan gaun itu.


Tak lama pintu kamar Stefanie diketuk. Stefanie berjalan lalu membuka pintu. Terlihat Surya berdiri dengan menggunakan toxedo berwarna hitam terlihat tampan dengan senyuman nya. Stefanie yang melihat merasa terpesona.


Bukan hanya Stefanie yang terpesona, Surya pun sangat terpesona melihat cantiknya Stefanie dengan gaun yang Ia belikan. Surya mendekati Stefanie lalu mengecup lembut bibir Stefanie. "Nona sangat cantik". Ujar Surya.


Saat Surya melihat penampilan Stefanie, Ia tertawa melihat Stefanie mengenakan sepatu sneakers.


"Kenapa tertawa?". Tanya Stefanie.


"Sepatu Nona". Jawab Surya menahan tawa.


Stefanie memukul pelan bahu Surya. "Kamu juga memberikan Gaun tanpa sepatu. Kamu tahu sendiri sepatuku sneakers semua". Ujar Stefanie cemberut.


Surya memeluk pinggang Stefanie. "Maafkan Aku Nona, Aku lupa. Tidak apa-apa, begini saja Nona terlihat sangat cantik. Ayo kita jalan sekarang". Ujar Surya.


Stefanie menutup pintu kamarnya.


"Kita hanya ingin makan malam saja harus seperti ini". Ujar Stefanie.

__ADS_1


"Kita kan mencoba hal baru". Jawab Surya.


"Baiklah stone man". Ujar Stefanie memeluk tangan Surya.


Mereka terus berjalan melewati Restaurant. Stefanie bingung bukannya Mereka akan makan malam di Restaurant hotel. Surya membawa Stefanie ke halaman samping Restaurant.


Betapa terkejut Stefanie melihat halaman yang biasa kosong didecore dengan indahnya. Penuh lampu-lampu kecil yang berkerlap kerlip. Ditambah banyak taburan bunga mawar ditengahnya ada sebuah meja dan sepasang kursi.


Surya mempersilahkan Stefanie untuk duduk.


"Ini semua Kamu yang merencanakan?". Tanya Stefanie.


Surya yang duduk dihadapan Stefanie menggenggam tangan Stefanie lalu menciumnya. "Ini untuk wanita tercantik dihidupku".


Stefanie yang mendengar, tersenyum terharu.


Tak lama pelayan datang membawa makanan untuk Mereka dan sebotol wine.


Merekapun memakan makanan Mereka diiringi musik biola yang indah.


Selesai makan, pelayan dan pengiring Biola pergi. Surya yang ingin melamar Stefanie sangat gugup. Kali pertama Ia melamar seorang gadis dihidupnya.


Surya berdiri. Mengajak Stefanie ke sebuah tempat. Disana terlihat sangat gelap hingga Surya memberi kode. Dan lampu hias menyala dengan berbentuk hati di sekeliling Surya dan Stefanie.


"Stefanie Edward Saydox. Izinkan Aku berbicara malam ini. Stefanie, Aku bukanlah pria yang romantis, bukan juga pria yang kaya raya. Tapi, dilubuk hatiku yang terdalam Aku sangat mencintaimu. Stefanie, Aku sudah tidak memiliki siap-siap didunia ini. Bahkan Aku tidak bermimpi sekalipun akan memiliki keluarga lagi karena sudah lama Aku hidup sendiri. Namun, Kamu datang dihidupku. Kamu yang membuat hari-hariku berwarna dengan keceriaanmu. Meski Aku terkesan seperti batu, Kamu terus berusaha menghiburku. Membuatku merasakan kenyamanan. Sebelumnya, Aku merasa tidak pantas untukmu tidak layak menjadi pendampingmu. Tapi sekarang, izinkan Aku merasakan arti keluarga lagi bersamamu". Surya berlutut dihadapan Stefanie dengan membawa sebuah cincin. " Stefanie Edward Saydox. Will you marry me?".


Stefanie yang daritadi menangis semakin terharu saat Surya melamarnya. Stefanie pun berjongkok memeluk Surya Dan mengatakan "yes I do".


Surya tersenyum karena Stefanie menerimanya. Surya memasangkan cincin dijari manis Stefanie. Mereka berdua berciuman lalu saling berpelukan.


Pelukan Stefanie semakin erat. Tangisan nya semakin terisak. Yang awalnya tangisan bahagia berubah menjadi tangisan yang amat menyakitkan. Surya yang merasakan, mencoba melepaskan pelukannya. Dibawanya Stefanie untuk duduk.


"Nona, Kamu kenapa?". Tanya Surya yang berlutut dihadapan Stefanie.


"Kamu sangat jahat Surya. Kenapa kamu memperlakukanku seperti ini disaat Aku akan pulang?". Ujar Stefanie menangis tersedu-sedu.


Surya memeluk Stefanie. "Maafkan Aku Nona, Aku tahu Aku salah. Aku janji akan memperbaiki semuanya". Surya mencoba menenangkan Stefanie.


Stefanie terus menangis tersedu-seduk. Ia merasa sangat sedih dan berat harus pulang sedangkan kisah cintanya baru dimulai.


***Assalamualaikum Reader, Terimakasih karena telah setia membaca novel ICYA.


beberapa hari ini Author kurang enak badan jadi tidak up. semoga kisah ini makin disukai ya.


jangan lupa untuk VOTE ya jika suka dengan Novel ICYA

__ADS_1


Salam manis dari Mrs. A***


__ADS_2