Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (84)


__ADS_3

Setelah pernikahan Stefanie dan Surya, Mereka semua berjalan-jalan disekita London kecuali John dan Eimear yang pergi ke Ireland untuk mengunjungi makam keluarga Eimear.


"Ah London masih terlihat sama saja seperti dulu". Ujar Jessica yang merasa kecewa.


"Memang Kamu fikir London akan menjadi planet Uranus?". Ledek Stefanie.


"Bukan begitu juga, tapi kan bisa beri hal lain". Jessica yang masih menggerutu.


"Sudahlah Jess nikmati yang ada". Sahut Tita.


Mereka semua berjalan-jalan di area big Ben. Tak disangka, saat berjalan Eriska menabrak seseorang.


"Ah maaf Nona". Ujar seseorang yang tertabrak oleh Eriska.


"Aku yang harusnya minta maaf". Ujar Eriska.


"Eriska, Eriska Putri kan?". Ujar Pria yang menabrak Eriska.


"Iya, Kamu siapa ya?". Tanya Eriska yang merasa tidak familiar.


"Aku Dion. Satu kampus dulu". Ujar Dion yang ternyata teman kampus Eriska.


"Ahhhhh iya iya Dion. Apa kabar Dion?". Mereka saling cipika cipiki.


"Baik. Kamu sendiri bagaimana? Wah Kamu sedang Hamil ya? Kalau begitu, Kamu sudah menikah?". Tanya Dion.


"Iya, sudah lima tahun pernikahanku". Ujar Eriska.


Mereka berdua berbincang seru duduk di kursi panjang. Dion adalah pria yang mengejar Eriska dulu. Dion berkewarganegaraan Perancis. Ia ke London untuk sebuah pekerjaan. Dion juga adalah teman satu fakultas dengan Dito atau Dior.


Stefanie melihat Eriska dan Dion dari kejauhan. Stefanie menerka-nerka siapa pria tampan itu.


"Seperti kenal, siapa ya?". Stefanie masih berfikir. "Ahhhhh itu kan Dion. Dito, Dito". Stefanie memanggil Dito.


"Kenapa?". Tanya Dito yang menghampiri Stefanie.


"Lihat Istrimu sedang berbincang dengan seseorang". Ujar Stefanie.


Dito melihat kearah Eriska. "Loh itu kan Dion. Kenapa Mereka bisa saling kenal?". Tanya Dito.


"Dion dulu kan mengejar-ngejar Eriska. Bahkan Katanya sampai sekarang Dia belum juga menikah. Hati-hati mungkin Dion sedang mencoba pendekatan lagi". Ledek Stefanie.


Dito berjalan menghampiri Eriska.

__ADS_1


"Sayang". Panggil Dito.


"Loh itukan Dior. Kamu mengenalnya?". Tanya Dion.


"Dion. Apa kabar?". Dito menjabat tangan Dion.


"Dior. Dior Kamu kembali? Sudah lama Kita tidak bertemu. Apa kalian saling mengenal?". Tanya Dion.


Eriska tersenyum. "Dior adalah suamiku". Ujar Eriska tersenyum pada Dito.


Dito hanya mengusap kepala Eriska.


"Oh sungguh luar biasa. Selamat untuk kalian berdua". Ujar Dion tersenyum.


"Terimakasih Dion. Apa Kamu sibuk? Kita bisa makan bersama anggap saja sebagai pertemuan yang sudah lama". Ujar Dito.


"Kalau sekarang tidak bisa. Mungkin akhir pekan. Bagaimana? Ini kartu namaku. Kalian bisa menghubungiku di nomer itu". Dion memberikan pada Eriska namun Dito yang mengambilnya.


"Baiklah nanti Kita hubungi". Ujar Dito.


"Ok. Yasudah Aku pergi dulu ya. Masih ada kerjaan yang menunggu. Senang bertemu kalian berdua". Dionpun pergi.


"Kkhhmmm kata Stefanie, dulu Dia mengejarmu ya?". Ledek Dito.


"Iya iya Nyonya Eriska memang paling tercantik". Dito mengecup pipi Eriska.


Dimobil, Dion merasa sangat marah.


"Sial!!!! Kenapa harus Dior yang menjadi Suamimu ???? Aku masih bisa terima jika orang lain yang menjadi Suamimu! Tapi bukan Dior! Dior tidak pantas berada disampingmu, Eriska!". Dion memukul kemudi berulang kali.


Dion adalah salah satu teman Dito saat kuliah. Mereka cukup dekat. Namun, dibalik kedekatannya, Dion memiliki rasa iri yang besar untuk Dior. Ia selalu berfikir, apa yang Dior dapat seharusnya menjadi miliknya. Kecuali Alexa. Dion sudah menyukai Eriska sejak Mereka saling bertemu di perpustakaan dulu. Sejak itu, Dion selalu mengejar Eriska. Ia sangat gembira karena Dior tidak menyukai Eriska. Sekarang justru Dion tahu Eriska menikah dengan Dior. Ia sungguh merasa sangat marah.


Pada malam hari, Mereka berkumpul di taman castle keluarga Saydox. Stefanie berjalan menghampiri Dito yang sedang sendiri.


"Dito". Sapa Stefanie lalu duduk.


"Ada apa?". Tanya Dito.


"Aku hanya ingin mengatakan hati-hati pada Dion. Dia sangat berbahaya. Aku dengar Ia bergabung dengan mafia Inggris. Aku takut Ia melakukan sesuatu pada kalian". Ujar Stefanie.


"Tenanglah, Dia kawanku. Lagipula cinta Dia sudah lama sekali. Mungkin sudah lupa saja. Sudahlah jangan difikirkan". Jawab Dito santai.


"Yasudah semoga Kamu bersiap dengan apa yang akan datang". Stefanie menepuk bahu Dito lalu pergi meninggalkan Dito.

__ADS_1


"Siapa yang berani mengambil Eriska ku? Huh cari mati Dia! Apalagi sekarang Eriska sedang mengandung anakku. Jika Dia memang akan merebut Eriskaku, langkahi dulu mayatku". Gerutu Dito.


Setelah selesai bersenang-senang, Mereka kembali ke kamar masing-masing.


"Sayang". Dito memeluk Eriska dari belakang yang sedang membuat Queena tidur.


"Jangan peluk-peluk dulu. Queena masih disini". Ujar Eriska.


"Sudah tidur ini". Jawab Dito yang semakin erat memeluk Eriska.


"Pindahkan dulu ke tempat tidur lain". Ujar Eriska melepas pelukannya.


"Baiklah". Dito mengangkat tubuh Queena memindahkan ke kamar lain.


Setelah itu, Dia kembali menghampiri Eriska lalu memeluknya.


"Sayang lepaskan, Aku merasa tidak nyaman". Eriska melepas pelukan Dito.


"Kamu kenapa? Biasanya juga mau". Ujar Dito bingung.


"Jauh-jauh sana". Eriska mendorong tubuh Dito.


"Kamu aneh banget sih". Ujar Dito kesal.


"Aku ingin tidur sendiri. Kamu tidur dengan Queena saja". Ujar Eriska.


"Tidak! Aku ingin disini". Dito kembali memeluk Eriska.


"Lepas Dito". Eriska melepas kembali pelukan Dito.


"Kamu kenapa sih? Sebelum Aku pindahkan Queena Kamu masih baik-baik saja? Sekarang Kamu mengusirku seperti ini! Kenapa? Kamu tidak mau dekat denganku setelah bertemu Dion?". Ujar Dito kesal.


"Kenapa Kamu jadi bawa-bawa Dion? Aku sedang tidak ingin dipeluk. Aku merasa sesak. Kenapa kamu jadi marah ke Dion?". Ujar Eriska yang kesal juga.


"Yasudah jika Kamu tidak ingin Aku disini, Aku keluar". Dito pergi dengan keadaan kesal.


Ia selalu memikirkan perkataan Stefanie soal Dion. Sejujurnya, Ia sangat khawatir namun Ia tutupi.


"Kenapa Dito sangat aneh sih? Biasanya Dia tidak marah jika Aku tidak ingin dekat dengannya. Sekarang marah begitu bahkan bawa-bawa Dion". Ujar Eriska merasa bingung.


"Eriska kenapa jadi begitu denganku? Sampai Aku diusir! Sial! Apa karena Dion? Ahh Aku tidak boleh berfikiran seperti itu. Mungkin ini ngidam Eriska lagi". Dito mundar mandir dikamar Queena. Ia tidak bisa tidur karena memikirkan perkataan Stefanie tentang Dion.


Keduanya akhirnya tidur dilain tempat. Dengan perasaan yang saling kesal. Pertama kali setelah sekian lama Mereka saling bertengkar dan tidur ditempat yang berbeda.

__ADS_1


Pertemuan Dion dengan Eriska benar-benar membuat Dito merasa sangat khawatir apalagi ditambah perkataan Stefanie. Entah kedepan apa yang akan terjadi. Begitu pemikiran Dito.


__ADS_2