Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (28)


__ADS_3

Jessica menelepon James. Ia merasa khawatir.


"Halo James, Kamu dimana? Jemput Aku di rumah sakit sekarang". Ujar Jessica.


"Aku sedang sibuk sekarang". Ujar James.


"Sebentar saja James. Ayolah". Rengek Jessica.


"Baiklah". Jawab James.


Selang setengah jam James sampai di lobby rumah Sakit. Jessica sudah menunggu lalu masuk kedalam.


"Astaga wajah gantengmu. Dasar Dito sialan berani sekali merusak aset terbaikmu". Jessica menyentuh wajah James.


"Kelinci kecil tenanglah. Kita pergi dulu dari sini". Ujar James.


Jessica pun melepaskan tangannya dari wajah James yang babak belur dihajar Dito. Lalu Mereka meninggalkan Rumah Sakit


"Dito jahat sekali menghajarmu seperti itu". Gerutu Jessica.


"Ini bukan salah Tuan Dito. Ini salahku yang tak bisa menjaga Nyonya. Wajar Tuan menghajarku. Tuan sangat panik dengan apa yang Dia temukan". Ujar James yang masih menyentuh wajahnya merasakan sakit.


"Dito menemukan apa?". Tanya Jessica.


James memberikan amplop cokelat yang ditemukan Dito. Jessica membuka isinya Ia sangat terkejut melihatnya.


"Itulah alasan kenapa Tuan memukulku". Ujar James. "Ini memang salahku! Aku sangat ceroboh sampai Nyonya mendapatkan teror itu". Ujar James memukul stir mobil.


"Tenanglah Jemmy. Lalu sekarang apa yang akan Kamu lakukan?". Tanya Jessica.


"Aku dan Tuan Surya mendapat tugas untuk mencari siapa pelakunya. Kita sedang berusaha menemukannya segera mungkin". Ujar James.


"Jadi apa yang akan kalian lakukan?". Tanya Jessica.


Tiba-tiba ponsel James berdering. Ternyata dari John.


"Halo John". Sapa James.


"Tuan James apa yang terjadi disana? Kenapa Tuan menyuruhku datang dengan segera?". Tanya John.


"Apa? Tuan menyuruhmu kemari?". Tanya James.


"Iya. Tuan bilang ada kasus besar. Apa yang sebenarnya terjadi?". Tanya John.

__ADS_1


James menceritakan segalanya pada John. John cukup terkejut baru kali ini James bisa lalai dengan hal kecil seperti ini.


"John, ini semua memang salahku. Tuan tidak salah. Lebih baik Kamu segera datang untuk membantu Kami". Ujar James.


"Tentu Tuan, Saya akan datang segera setelah visa Saya selesai". Ujar John.


"Baiklah James. Oh ya apakah Kamu bisa melakukan sesuatu untukku?". Tanya James.


"Tentu Tuan". Balas John.


James mengatakan sesuatu pada John. Jessica yang tidak mengerti bahasa Perancis hanya menerka-nerka. James pun selesai menelepon lalu mematikan panggilannya.


"Kalian bicara apa?". Tanya Jessica.


"Oh itu, John mendapat panggilan dari Tuan. Tuan meminta John datang untuk membantu penyelidikan disini". Ujar James.


"John mau kemari? Dito benar-benar menyebalkan ya. Ia tidak percaya lagi padamu". Gerutu Jessica.


"Bukan begitu. Untuk penyelidikan John memang sangat ahli. Setiap penyelidikan John selalu paling depan diantara Aku". Ujar James.


"Tapi tetap saja Dia sudah memukulmu". Jessica masih kesal.


"Tenanglah ini juga salahku. Tuan tidak salah". Jawab James.


Mereka masih berbincang soal kejadian yang menimpa Eriska.


"Stefanie? Aduh bisa gawat kalau Dia lihatbwajahku yang babak belur dihajar Tuan". Ujar Surya bingung antara harus menjawab atau tidak.


Surya tak mengangkat video call Stefanie. Berulang kali Stefanie menelepon namun tak diangkat Surya.


Hey Surya angkat teleponku!!!


Hey Kamu sedang dengan wanita lain ya? Angkat teleponku atau Aku kirim orang untuk membuntutimu!!


Pesan dari Stefanie.


"Aduh bisa gawat kalau dimata-matai". Gerutu Surya.


Akhirnya Surya menelepon Stefanie.


"Surya apa yang terjadi padamu? Kenapa wajahmu jadi jelek begitu". Teriak Stefanie. "Siapa yang menghajarmu? Katakan? Kurang ajar sekali orang itu". Gerutu Stefanie.


"Ah sudahlah Aku tidak apa-apa tidak usah dibahas ini salahku juga. Tuan berhak memukulku". Ujar Surya.

__ADS_1


"Tuan? Tuan siapa?". Tanya Stefanie kesal.


"Tuan Dito". Jawab Surya.


"Apa ?? Dito ??? Kenapa Ia memukulmu? Aku tahu sekali Dito tidak sekasar itu. Apa yang terjadi Surya?". Tanya Stefanie yang mulai berfikir aneh.


Surya menjelaskan Eriska yang masuk Rumah sakit. Lalu mengalami depresi berat hingga Dito menemukan Surat ancaman untuk Eriska. Stefanie yang mendengar saat terkejut. Ia sangat sedih dan khawatir mendengar soal Eriska.


"Karena itu Tuan marah lalu memukulku dan James. Memang ini salah kita berdua tidak bisa menjaga Nyonya dengan baik. Kita bisa ceroboh Nyonya mendapatkan ancaman ini". Ujar Surya.


"Lalu apa yang akan kalian lakukan?" Tanya Stefanie.


"Kami pasti akan mencaritahu siapa pelaku yang berani meneror Nyonya Eriska. Sayang, maafkan Aku jika Aku akan sibuk. Aku harus menghandle hotel serta melakukan pencarian siapa dibalik ini semua. Aku harap Kamu bisa mengerti Sayang. Aku harus meninggalkan Nyonya dalam keadaan baik-baik saja sebelum Aku pergi ke Inggris. Nyonya sangat baik padaku. Aku ingin membalas semua kebaikan Nyonya sebelum Aku pergi menemuimu Sayang". Ujar Surya dengan wajah yang sangat sedih.


"Tentu Stone Man. Kamu harus lakukan yang terbaik untuk Eriska. Aku juga tidak rela Kamu meninggalkan Eriska seperti ini".


"Tentu Nona ku yang cantik". Ujar Surya tersenyum.


Stefanie tersipu saat Surya memandangi nya.


"Aku boleh jujur tidak?". Tanya Surya.


"Apa?". Jawab Stefanie.


"Sejak pulang ke Inggris Kamu terlihat sangat cantik dan anggun. Aku jadi semakin ingin cepat-cepat menikahimu". Ujar Surya.


"Apa??? Sejak kapan Surya bisa menggombal?". Tanya Stefanie tertawa.


"Aku tidak menggombal. Jujur Aku sedikit kurang nyaman saat penampilanmu disini. Seperti laki-laki yang memiliki rambut panjang". Ujar Surya tertawa kecil.


"Sialan Kamu Surya". Gerutu Stefanie.


"Aku sangat menyukai wanita yang anggun. Mungkin karena selalu berada disamping Nyonya. Jadi Aku sangat menyukai karakter wanita yang anggun. Aku fikir hanya Nyonya yang memiliki aura keanggunan yang sempurna. Ternyata calon istriku memilikinya juga. Kamu memang pantas menjadi Nona Saydox. Penampilanmu ini sungguh membuatku terpesona. Aku jadi sangat insecure. Pasti banyak Pria hebat yang mengejarmu". Ujar Surya.


"Oh jadi Kamu tidak mencintaiku apa adanya?". Ujar Stefanie kesal.


"Hahahahahaha bukan begitu Nona, Aku hanya mengutarakan apa yang Aku ingin katakan. Maaf jika itu menyakitimu". Ujar Surya. "Tapi jujur Kamu sekarang sangat anggun. Jika Kamu disini pasti akan merasakan detak jantungku yang berdetak sangat kencang saat melihatmu seperti ini". Ujar Surya terus memuji Stefanie.


Stefanie tersipu malu mendengar perkataan Surya. Ia hanya tersenyum malu tanpa mengatakan apapun.


"Kenapa diam?". Tanya Surya.


"Aku baru tahu Stone man juga bisa merayu". Ujar Stefanie.

__ADS_1


"Aku juga pria normal akan merayu saat melihat wanita cantik". Ujar Surya tersenyum.


Mereka masih terus melanjutkan berkomunikasi. Saling melepas rindu karena dipisahkan jarak dan waktu. Mereka saling tertawa bersama meski hanya melalui video call.


__ADS_2