Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 113 (goes to Zürich)


__ADS_3

"Tuan, Nyonya, makanan sudah siap". James datang menemui Eriska dan Dito.


"Baiklah. Ayo kita makan". Ujar Dito.


James hendak mendorong kursi roda Dito namun dihalangi oleh Eriska.


"Biar Saya saja". Ujar Eriska.


"Tapi mungkin ini berat Nyonya". Ujar James.


"James, biarkan saja". Ujar Dito.


"Baik Tuan". Jawab James.


Mereka bertiga pun masuk kedalam ruang makan.


Makanan sudah tertata rapi beserta piring dan peralatan lainnya.


"James, kenapa hanya 2 piring?". Tanya Eriska


"Itu untuk Nyonya dan Tuan". Ujar James.


"Siapkan untuk semua nya". Ujar Eriska.


"Semua? Siapa Nyonya?". Tanya James.


"Kalian semua lah para pengawal. Cepat siapkan". Ujar Eriska.


"Kami akan makan nanti Nyonya. Silahkan Nyonya dan Tuan makan malam". Ujar James.


"James, ikuti apa yang Istriku katakan". Ujar Dito.


"Baik Tuan". Ujar James.


James pun pergi mengambil alat makan untuk semua pengawal. Duduk bersama Tuan dan Nyonya nya.


"Wah makanan ini kelihatannya enak". Ujar Eriska memandang semua makanannya.


"Tentu. Ini dibeli di Restaurant paling ternama di Zürich". Ujar Dito


"Selera Chef Dior tidak akan mengecewakan". Ujar Eriska tersenyum.


James tengah mempersiapkan semua alat makan.


"Panggil semua untuk makan disini". Ujar Eriska.


James merasa ragu. Ia menatap Dito. Dito hanya mengangguk. Akhirnya James memanggil semua pengawal untuk makan bersama.


"Tuan James, apa ini tidak salah ? Kita makan bersama Tuan dan Nyonya?". Tanya john yang bingung.


"Betul. Ini perintah dari Tuan dan nyonya". Jawab James singkat. "Ingat, sebelum Tuan dan Nyonya mengambil makanan yang ada dimeja, kita tidak boleh menyentuhnya". Ujar James memberi peringatan.


"Baik Tuan". Jawab semuanya.


Mereka sudah sampai diruang makan. Mereka hanya berdiri.


"Kenapa kalian berdiri? Ayo duduk". Ujar Eriska


Semua saling pandang satu sama lain lalu duduk.


Eriska mengambil beberapa makanan di satu piring. Lalu menyuapi Dito.


"Wah makanan yang Kamu suapi kenapa semakin enak ya". Ujar Dito menggoda Eriska.


"Gombal". Ujar Eriska Tersenyum malu.

__ADS_1


" hey kalian ayo cepat makan kenapa hanya dipandangi? Kalian makanlah apa yang kalian suka tidak perlu sungkan. Makanan ini sangat banyak". Ujar Eriska.


"Baik Nyonya". Jawab James.


Mereka pun mengambil makanan yang sudah diambil oleh Eriska.


Mereka sangat canggung dan merasa terharu dengan perlakuan Eriska.


Untuk mereka yang seorang pengawal, jangankan berharap makan dimeja Tuan besarnya, sekarang mereka duduk dan makan makanan yang sama dengan Tuan besarnya adalah suatu kehormatan yang luar biasa.


Berbeda pandangan, disudut lain terlihat dua orang yang sedang melepas rasa rindu. Hanya senyuman yang terlihat di wajah mereka. Eriska yang tengah sibuk memaksa Dito untuk makan banyak.


"Sudah sayang Aku kenyang". Ujar Dito.


"Kamu biasa makan lebih banyak dari ini. Ayo buka mulutmu". Eriska terus memaksa Dito untuk makan.


"Kamu juga gak makan". Ujar Dito.


"Aku makan kok cuma memang gak banyak. Aku tidak mau gemuk". Jawab Eriska.


"Terus harus Aku gitu yang gemuk?". Tanya Dito.


"Iyalah. Survey mengatakan setelah menikah suami gemuk berarti kehidupan setelah menikah nya bahagia". Ujar Eriska.


"Huh survey yang ngawur itu. Pria gemuk memang malas berolahraga aja bukan karena bahagia juga". Ujar Dito.


"Sudah jangan banyak bicara ayo buka mulutmu". Eriska terus memaksa Dito untuk makan apa yang Ia suapi.


"Sudah cukup sayang bisa meledak nanti perutku". Ujar Dito yang merasa kekenyangan.


"Yasudah". Eriska meletakkan alat makannya.


Para pengawal masih terlihat canggung untuk mengambil makanan. Terlihat masih banyak yang utuh.


"Baik Nyonya". Jawab James.


Mereka akhirnya memakan semua makanan yang di meja.


Setelah selesai makan, Eriska membawa Dito ke kamarnya. Membantu Dito untuk pindah ke atas tempat tidur


Tok! Tok! Tok! Seseorang mengetuk pintu kamar Eriska dan Dito.


Eriska membuka pintu.


"Oh James, ada apa?". Tanya Eriska.


"Nyonya, saya ingin membersihkan luka Tuan dan juga membalutnya dengan perban yang baru". Ujar James membawa kotak obat.


"Oh biar saya saja. Berikan kotak obatnya". Ujar Eriska.


"Baiklah Nyonya. Ini". James memberikan kotak obat nya.


"Kalau begitu saya permisi. Selamat malam Nyonya". James pun pergi.


Eriska menutup pintu dan kembali masuk.


"Siapa sayang?". Tanya Dito.


"Oh itu James. Ia ingin membersihkan lukamu tapi Aku bilang biar Aku saja". Ujar Eriska berjalan menghampiri Dito.


"Ayo buka bajumu". Ujar Eriska.


"Sayang, jangan sekarang. Aku masih belum kuat". Ujar Dito berbisik.


"Hey cowok mesum, Kamu memikirkan apa? Aku ingin membersihkan lukamu". Jawab Eriska.

__ADS_1


"Oh membersihkan luka, kirain...". Ujar Dito tertawa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ih dasar mesum". Ujar Eriska.


Eriska pun membantu Dito melepaskan kemeja nya. Ia melihat balutan perban dari setengah badan Dito. Eriska menyentuh nya dengan pelan. Tanpa terasa air matanya menetes.


"Loh kenapa kamu menangis?". Tanya Dito merasa bingung.


"Lihat tubuhmu, penuh dengan luka". Ujar Eriska menghapus air matanya. "Pertama perutmu yang ditikam pisau, sekarang tertembak! Kenapa kamu sangat suka mendekati kematian sih?". Ujar Eriska kesal dan sedih melihat keadaan suaminya.


"Sudahlah sayang ini memang harus terjadi padaku. Sudah jangan sedih Aku baik-baik saja". Ujar Dito menghapus airmata Eriska.


Eriskapun membuka perbannya lalu membersihkan luka Dito setelah itu membalutnya kembali dengan perban baru. Setelah bagian bahu, Ia pindah ke bagian kaki.


"Jika Aku bertemu dengan Alexa, Aku sangat ingin menembak jantungnya agar Dia mati. Sangat berani Dia menembakmu". Ujar Eriska merasa geram.


"Tenanglah sayang, Dia sekarang tidak akan bisa berbuat apapun". Ujar Dito.


"Apa yang telah kamu lakukan padanya?". Tanya Eriska


"Aku telah mengumpulkan banyak bukti kriminal Dia. Dari penipuan, pencucian uang, bermain cara kotor dan lainnya. Ia sudah menjadi tahanan international. Dia tidak akan bisa berbuat apapun". Ujar Dito.


"Benarkah? Bagaimana jika Dia bebas?". Tanya Eriska.


"Tidak mungkin Dia akan bebas dengan mudah. Banyak negara yang dibuat rugi olehnya. Tenanglah Dia tidak akan mengganggu kita lagi". Ujar Dito.


"Syukurlah kalau begitu". Ujar Eriska merasa lega.


"Minum obatmu dulu". Eriska memberikan beberapa tablet obat dan air mineral pada Dito.


Setelah diminum, Eriska berjalan menyimpan kotak obatnya lalu mengambil baju tidur milik Dito.


"Ganti bajumu dulu sebelum tidur". Ujar Eriska.


Eriska membantu Dito untuk mengganti pakaiannya.


Begitu juga Eriska yang mengganti pakaian tidurnya.


"Tidurlah sekarang sayang. Good night". Eriska mencium Dito.


Dito memeluk Eriska meski Ia merasa sedikit sakit.


"Kamu pasti merasa kesakitan jika tidur dengan memelukku seperti ini". Ujar Eriska.


"Tidak sayang, lebih menyakitkan tidur tanpa memelukmu". Ujar Dito.


"Ah dasar gombal". Ujar Eriska.


"Yasudah, Aku pindah posisi agar Kamu merasa nyaman". Ujar Eriska.


Eriskapun berpindah posisi kesebelah kiri. Dito bisa memeluknya tanpa perlu merasa sakit.


"Sayang, jangan pernah tinggalkan Aku lagi meski hanya 1 hari. Sejak kita menikah, hidupku sudah terbiasa bersamamu, tanpa Kamu, Aku merasa ada yang kurang". Ujar Eriska menatap Dito.


"Iya Sayang Aku janji padamu". Dito mencium kening Eriska.


Merekapun mencoba untuk tidur. Sampai benar Mereka tertidur dengan berpelukan


***Assalamualaikum Reader. Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh ".


Support karya Author dengan Cara Vote sebanyak-banyaknya ya.


jangan lupa juga untuk Like Komen Dan Share ya.


salam manis dari Mrs. A***

__ADS_1


__ADS_2