
Sampailah Mereka di supermarket terbesar di ibu kota.
Eriska, Dito dan Queena berjalan bersama selayaknya keluarga bahagia.
Dito mengambil trolli untuk Eriska.
"Sayang, Kamu mau masak apa untuk nanti malam?". Tanya Dito.
"Banyak deh ayo kita cari bahannya". Eriska menarik tangan Dito.
Dito menaruh Queena di trolli. Queena sangat gembira berbelanja bersama Mama Papanya.
Eriska memilih berbagai macam olahan daging seperti sosis, ham, kebab dan daging sapi fresh. Eriska ingin mengadakan Barbeque dirumahnya. Ia juga memilih beberapa sayur dan buah Segar untuk membuat salad. Membeli beberapa minuman ringan dan beberapa snack.
3 jam sudah Mereka berbelanja. Queena sudah tertidur dipangkuan Dito karena bosan.
"Sayang, sudah belum belanjanya?". Tanya Dito.
"Aku masih mencari beberapa bumbu. Sebentar ya". Ujar Eriska yang sibuk membaca bumbu yang ingin Ia beli
"Baiklah tapi kalau bisa yang cepat ya lihat kasihan Queena sudah tertidur lama dipangkuanku". Ujar Dito.
"Ok sayang 10 menit lagi ya". Jawab Eriska.
Setelah memilih semua belanjaannya, akhirnya Mereka pergi ke kasir untuk membayar.
"Ini Sudah semua?". Tanya Dito.
Eriska mengecek. "Ah Aku lupa saos barbeque nya". Eriska hendak pergi namun ditarik tangannya oleh Dito.
"Kamu disini saja, biar Aku yang ambilkan. Tempatnya jauh diujung. Kamu gendong Queena sebentar ya". Ujar Dito memberikan Queena pada Eriska.
Eriska hanya tersenyum. Dito selalu perhatian saat Mereka berbelanja. Jika Eriska lupa sesuatu, Dia yang selalu mengambilkannya.
Penjaga Kasir yang melihat sangat terbawa perasaan..
Tak lama Dito membawa beberapa botol saos barbeque nya dengan beberapa cokelat ditangannya.
"Sayang kenapa beli saos nya yang botol? Kamu bisa pilih yang refill itu lebih besar". Ujar Eriska.
"Oh salah ya? Yasudah Aku ganti". Ujar Dito.
"Yasudah tidak apa-apa kita beli yang ini saja". Ujar Eriska.
Dito menaruh saos dan cokelat.
"Cokelat untuk siapa ini? Queena kan tidak boleh makan cokelat dulu". Ujar Eriska.
"Ini cokelat dari Swiss, biasanya Istriku suka dengan cokelat dari Swiss jadi Aku belikan". Ujar Dito tersenyum pada Eriska
"Oh ya ini dari Swiss?". Ujar Eriska senang.
__ADS_1
Dito dan Eriska mempertontonkan keromantisan membuat orang yang lihat merasa terbawa perasaan.
"Eriska Putri ya". Ujar penjaga kasir.
"Iya". Balas Eriska tersenyum.
"Ya Allah cantik banget. Tadi sempat familiar dengan wajahnya. Ternyata benar". Ujar penjaga kasir gembira bisa melihat langsung seorang Eriska Putri.
Eriska hanya tersenyum mendengarnya.
Semua sudah dibayar Mereka pun pergi.
"Ya Allah Mereka serasi banget belum lagi suaminya perhatian. Punya anak lucu juga. Lengkap deh". Ujar penjaga kasir yang terpanah melihat keharmonisan Dito dan Eriska.
Mereka masuk kedalam mobil.
"Mau pergi kemana lagi sebelum pulang?". Tanya Dito.
"Kita ke toko kue langganan ya sayang Aku ingin membeli beberapa kue". Ujar Eriska.
"Baiklah sayang". Dito menancapkan gas mobilnya mengendarai dengan kecepatan sedang.
Tak jauh Dari supermarket, Eriska dan Dito turun dari mobil. Eriska menggendong Queena yang sudah mulai bangun.
"Mama kita mau kemana lagi?". Tanya Queena.
"Toko Kue sayang. Queena mau kue tidak?". Tanya Eriska.
"Sayang, kalau itu harus Papa yang buat. Di toko ini tidak ada cup cake rasa red velvet. Itu special Papa yang buat untuk Queena". Ujar Eriska.
Queena minta digendong Dito.
"Mau digendong Papa? Cium dulu sini". Dito menunjuk pipinya untuk dicium. Queena pun mencium pipi Papanya itu lalu Dito menggendong Queena.
"Papa, Aku mau cup cake red velvet. Mama bilang di toko kue ini tidak ada. Mama juga bilang cup cake red velvet yang biasa Queena makan itu hanya buatan Papa. Papa buatkan untuk Queena ya. Please". Queena memohon dengan wajah yang sangat imut.
"Ahhhh anak Papa cute sekali". Dito mencium pipi Queena. "Nanti dirumah Papa buatkan ya". Ujar Dito tersenyum.
"Yee yee yeee Papa mau buatkan cup cake untuk Queena". Sorak Queena gembira.
Merekapun masuk ke toko kue. Eriska memilih beberapa cake dan juga roti.
"Sepertinya ini cukup". Ujar Eriska.
"Yasudah ayo kita bayar". Ujar Dito.
Mereka berjalan menuju kasir.
Banyak para pengunjung yang terpanah melihat Dito yang tampan sedang menggendong Queena yang lucu.
"Eh lihat deh pria itu. Tampan ya. belum lagi penyayang anak nya. Ah kalau Dia cari istri Aku mau jadi Istrinya. Istri kedua juga boleh". Seorang pengunjung tertawa membicarakan Dito dengan kawannya.
__ADS_1
"Jadi simpanannya juga boleh". Sahut temannya lagi dengan tertawa.
"Astagfirullah". Dito menggelengkan kepalanya.
"Kkhhhmmm". Eriska memberi kode.
Merekapun terdiam saat tahu siapa yang Mereka bicarakan.
Setelah membayar, Dito dan Eriska berjalan keluar. Eriska nampak sangat kesal dengan perkataan Mereka.
"Perempuan murahan. Bicara apa Mereka?". Ujar Eriska kesal.
"Sayang, jaga bicaramu, Queena bisa mendengarnya". Ujar Dito mengingatkan Eriska.
Eriska pun diam.
"Sayang sudahlah jangan dengarkan orang lain". Ujar Dito yang memberikan Queena pada Eriska.
"Mulut mereka itu yang tidak bisa dijaga. Sudah tahu Istrinya disamping masih saja bicara aneh-aneh". Gerutu Eriska
"Sudahlah sayang, lihat tuh Queena melihat padamu dengan wajah yang takut". Ujar Dito.
Eriska melihat ke arah Queena. Queena memandang Eriska.
"Mama seram ih kalah sedang marah". Ujar Queena.
"Hmmmmm oh ya? Kalau senyum begini bagaimana?". Eriska tersenyum pada Queena.
"Ini baru Mama nya Queena Almeera". Queena memeluk Eriska.
"Mama jangan marah-marah. Aku Takut jika Mama marah". Ujar Queena yang masih memeluk Eriska.
"Mama kan marah sama orang yang nakal. Nanti kalau Mama tidak marah. Mereka semakin Nakal". Ujar Eriska memeluk tubuh mungil Queena.
Eriska Dan Queena terus berbicara mengenai hal-hal polos yang ditanya oleh Queena. Eriska pun menjawab dengan sangat baik setiap pertanyaan Queena.
"Istriku memang pintar". ujar Dito tersenyum pada Eriska.
Eriska hanya tersenyum membalas perkataan Dito.
Dito tidak menyangka bahawa Eriska bisa menjadi Ibu yang baik. terkenal emosian, Angkuh dan sombong, tapi Eriska bisa sangat lembut pada putrinya. Bahkan Dia bisa menutupi emosinya saat Queena sedang berada bersamanya. Dito tidak menyangka dengan semua yang Eriska lakukan untuk Putri sematawayangnya itu.
Dito hanya tersenyum melihat tingkah Eriska. Sebelumnya sangat susah merubah perasaannya saat marah. Sejak ada Queena Eriska lebih penyabar apalagi saat Dito digoda oleh perempuan.
Terimakasih Queena sayang sudah hadir dikehidupan Mama dan Papa. Kamu yang selalu menghiasi hari-hari kami. Membuat kita belajar untuk sabar. Memberi kami pelajaran baru untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi terutama menjadi orangtua yang baik untukmu. Terimakasih karena telah hadir dalam hidup Kami Queena sayang.
***Assalamualaikum Reader, Terimakasih karena telah setia membaca novel "Istri Cantikku Yang Angkuh". semoga semakin terhibur dengan season baru dengan cerita baru.
jangan lupa untuk memberi Tip Dan juga VOTE jika kalian suka dengan Novel ICYA ini.
jangan lupa juga kritik dan Saran untuk Author agar menulis lebih baik lagi. jangan lupa juga untuk klik suka dan komen ya.
__ADS_1
salam manis dari Mrs. A***