Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (89)


__ADS_3

Waktu untuk kembali ke tanah air pun datang. Semua pergi menuju bandara. Stefanie yang akan ditinggal mulai dengan drama nya yang menangis tak henti seperti anak kecil yang akan ditinggal orangtua nya.


"Sudahlah Stef, Kita hanya akan pulang. Kalian bisa mengunjungi Kita atau Kita akan kembali kesini. Jangan bersedih seperti itu". Ujar Eriska yang terus dipeluk Stefanie.


"Itu pasti sangat lama Eriska! Aku ingin ikut Kalian. Tapi si Tua sialan itu tak mengizinkan. Kapan Aku bisa bebas dari Mereka". Stefanie terus menangis.


"Cepat punya anak berikan Mereka cucu yang banyak. Setelah itu Kamu akan bebas". Ledek Jessica.


"Ah semoga saja Aku seperti kalian yang akan memiliki anak kembar". Ujar Stefanie.


"Yasudah. Kita akan masuk ke pesawat sekarang. Jaga diri baik-baik. Berikan Kami jabar baik juga segera". Eriska memeluk dan mencium ujung kepala Stefanie.


"Jaga dirimu Sayang". Jessica memeluk Stefanie.


"Jaga dirimu. Aku akan merindukanmu". Tita pun memeluk Stefanie.


"Nona, jaga diri baik-baik". Eimear hanya berjabat tangan namun Stefanie memeluknya. Eimear sangat terkejut. Ia merasa tidak pantas dipeluk Stefanie.


"Panggil saja Stefanie. Aku jengah dipanggil Nona". Ujar Stefanie yang masih memeluk Eimear.


"Ba... Baik Stefanie". Jawab Eimear canggung.


"Nyonya, terimakasih sudah datang. Semoga Nyonya dan semua bisa selamat sampai dirumah". Surya menjabat tangan Eriska.


"Surya, sudah berapa Kali Aku katakan jangan panggil Nyonya. Kamu sekarang Suami Stefanie juga bukan bawahanku lagi. Panggil saja Eriska". Jawab Eriska.


"Tapi Saya sudah terbiasa memanggil seperti itu". Jawab Surya.


"Sudahlah biasa kan juga panggil Aku dan Dito dengan nama. Baiklah, waktunya sudah sedikit. Surya, ingat pesanku. Jaga Stefanie baik-baik. Buatlah Ia selalu bahagia. Bantu Dia semampumu. Ok". Eriska menepuk bahu Surya.


"Tentu Nyonya, eh Eriska. Aku akan menjaga Stefanie dengan hidupku". Jawab Surya.


"Baiklah. Kami akan naik pesawat sekarang. Stefanie, jangan bersedih. Sekarang Kamu memiliki Surya. Bahagialah". Eriska memeluk Stefanie untuk yang terakhir kalinya.


Merekapun masuk kedalam pesawat. Stefanie masih terus menangis melepas kepulangan para sahabatnya.


"Sudahlah nanti Kita akan pergi ke sana. Jangan menangis lagi". Surya memeluk bahu Stefanie.


"Tapi kapan? Si Tua Saydox juga tidak akan mengizinkan Kita". Gerutu Stefanie.


"Tenanglah, ada Aku disini. Ini akan menjadi kejutan untukmu. Ayo Kita pulang sekarang". Surya mengajak Stefanie pulang setelah pesawat Eriska take off.


Perjalanan panjang Mereka lalui dengan suka cita. Meski lelah, tapi Mereka semua gembira. Setelah perjalanan Lima belas jam, Mereka sampai di tanah air langsung kembali kerumah.


"Astaga, tubuhku sangat pegal". Gerutu Eriska.

__ADS_1


"Kenapa sayang?". Tanya Dito yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Tubuhku semua sangat pegal". Eriska memijat pinggangnya.


"Sini Aku bantu". Dito memijat bagian belakang Eriska.


Setelah puas dipijit oleh Dito, Mereka pun pergi untuk tidur.


-----


Hari demi hari dilalui Eriska. Sesekali Ia pergi ke Hotel untuk memeriksa pekerjaan Tita dan Jessica. Setelah menginjak kehamilan empat bulan, Jessica sudah kembali bekerja di hotel. Kehamilan Jessica sangat kuat ketimbang Eriska. Tidak pernah morning sickness, tidak ngidam aneh-aneh dan seperti manusia normal lainnya. Jessica tidak terlihat seperti orang hamil.


"Huh kadang aku iri padamu Jess, semua kehamilanku memiliki keluhan. Meski yang ini Dito yang ngidam, tetap saja tubuhku lemah. Lihat dirimu, sedang hamil tapi tidak terlihat hamil". Gerutu Eriska.


"Ah Kamu seperti perempuan yang baru pertama Kali hamil saja. Kamu tahu sendiri setiap kehamilan wanita itu berbeda-beda. Nikmati sajalah. Lagipula, usia kandunganmu juga sudah menginjak delapan bulan. Sabar saja tinggal sebentar lagi". Ujar Jessica menyemangati Eriska.


"By the way, Kakak sudah bertanya jenis kelamin si kembar apa? Setahu Aku, bisa terlihat saat menginjak enam bulan kehamilan". Tanya Tita.


"Aku dan Dito sengaja tidak ingin tahu sampai Mereka lahir. Biar menjadi kejutan". Ujar Eriska tersenyum.


"Aaahhhh Aku berdoa semoga sepasang. Pasti lucu lihat miniature kak Eriska dan kak Dito". Ujar Tita yang excited.


"aduh Aku mau ke toilet dulu ya". Eriska pergi ke toilet.


"Sejak hamil, kak Eriska sering bulak balik toilet terus. Memang setiap orang hamil begitu ya?". Tanya Tita.


"Wah Jessica pintar ya sekarang soal kehamilan".


"Itu karena James suka membelikan buku kehamilan. Ya Aku terpaksa bacs deh daripada nganggur". Jawab Jessica.


Dalam toilet, Eriska merasa bingung kenapa urine nya terus mengalir. "Aduh, kenapa ini terus mengalir ya? Perasaan sudah cukup tidak merasakan ingin buang air lagi?". Eriska bertanya-tanya.


Jessica dan Tita merasa khawatir karena sudah lima belas menit Eriska belum kembali juga.


"Jess tunggu disini ya. Aku mau lihat kak Eriska. Takut kenapa-kenapa". Tita berjalan menuju toilet.


"Kak, Kak Eriska, Kakak tidak apa-apa kan? Kenapa lama ditoiletnya?".


"Ta, urine kakak terus ngalir nih. Aduh gimana ya?". Eriska bertanya-tanya.


"Maksud nya bagaimana?". Tanya Tita.


"Ini air nya ngalir terus g berhenti". Jawab Eriska.


"Astaga Kakak. Itu pecah ketuban! Kakak kenapa jadi lemot begini? Ayo keluar Kak". Tita Panik.

__ADS_1


Eriska membuka pintu.


"Pecah ketuban? Ah mana mungkin? Ini baru delapan bulan. Masa mau melahirkan sekarang?". Tanya Eriska.


"Lihat! Itu terus mengalir. Fix ini Kakak itu pecah ketuban". Ujar Tita panik.


"Ayo Aku bantu keluar". Tita membantu Eriska keluar.


"Ta, kenapa si Eriska?". Tanya Jessica.


"Kak Eriska pecah ketuban". Jawab Tita. "Cepat hubungi James". Tita membawa Eriska ke lobby.


Jessica panik saat menelepon James.


"Jemmy, Kamu dimana? Cepat ke Lobby siapkan mobil. Eriska pecah ketuban. Dia harus segera dibawa ke Rumah Sakit. Jangan lupa hubungi Dito juga". Ujar Jessica panik tak jelas.


Tak lama James datang. Ia membantu Eriska untuk masuk kedalam mobil. Jessica dan Tita ikut menuju rumah sakit.


"Kamu sudah telepon Dito kan?". Tanya Jessica.


"Sudah. Tuan sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit". Jawab James.


Selang dua puluh menit, Mereka sampai dirumah sakit.


Jessica juga sudah menghubungi dokter yang biasa menangani Dia dan Eriska


"Sejak kapan pecah ketubannya?". Tanya Dokter.


"Tiga puluh menit Dok". Jawab Eriska.


"Apa ada keluhan mules?". Tanya doket lagi.


"Dari semalam sepertinya Dok dan sangat sering". Ujar Eriska.


"Baiklah. Kita periksa dulu ya".


Eriska mendapat pemeriksaan dari USG, detak jantung si bayi, tekanan darah, dan lainnya.


"Dok, Saya bisa melahirkan normal kan?". Tanya Eriska.


"In Shaa Allah bisa Nyonya. Saya lihat semua baik-baik saja. Kepala Mereka juga sudah dibawah dua-duanya". Jawab Dokter.


Setelah pemeriksaan, Eriska menunggu sampai waktunya melahirkan. Dito sudah sampai juga semua keluarga sudah dihubungi.


***Assalamualaikum Reader, terimakasih telah setia membaca novel ICYA. Novel ICYA akan tamat setelah beberapa Episode lagi. terimakasih karena telah menyukai karya Author ini. Setelah Novel ICYA ini, Author akan merelease novel baru dengan cerita dan kisah lainnya. semoga para Reader ICYA bisa terus menikmati karya-karya Author ya.

__ADS_1


Jangan lupa untuk Like, Komen dan vote ya.


salam manis dari Mrs. A***


__ADS_2