
Hari telah berganti, harapan baru dimulai. Dito telah bangun lebih dulu dari Eriska. Saat Ia bangun Ia merasa sangat bahagia. Bahagia yang belum pernah Ia rasakan sebelumnya.
"Andai hari-hari kita seperti ini, betapa bahagia kita. Tapi, ini juga lebih baik dari sebelumnya". Ujar Dito berbisik.
Dito menciumi wajah Eriska Dan membelai pipi Eriska.
"Entah mengapa perasaan ini sejak dulu tidak pernah berubah. Bahkan lebih mencintai Dia". Dito menatap wajah Eriska yang tengah tidur.
Eriska membuka matanya. Ia tersenyum pada Dito.
Eh tumben. Ujar Dito dalam hati.
Tiba-tiba wajah Eriska berubah ekspresi lagi menjadi wajah terkejut.
"Ngapain Kamu peluk saya? Lepas". Ujar Eriska kesal.
"Lihat dong tangan siapa yang memeluk?". Dito menatap ke arah tangan Eriska yang memeluk.
Eriska melihat langsung melepaskan pelukannya Dan duduk.
"Kamu kan sudah bangun, Kita Sholat yuk". Ujar Dito tersenyum.
"Gak ah saya mau tidur lagi". Ujar Eriska kembali menarik selimut nya.
__ADS_1
"Ayolah Eriska, Kamu mau ya Aku masuk neraka?". Ujar Dito.
"Loh apa hubungan nya saya tidak sholat Kamu masuk neraka?". Tanya Eriska yang membuka sedikit kepalanya dari selimut.
"Setelah ijab Kabul, Kamu tanggung jawab Aku. Apa yang Kamu lakukan Aku yang harus menanggungnya". Ujar Dito.
"Oh ya ?? Bagus dong. Jadi jika saya melakukan kesalah Kamu yang menanggung". Ujar Eriska tertawa sinis.
"Kamu ya". Dito menarik selimu yang dipakai Eriska lalu Ia menggendong Eriska.
"Kamu mau ngapain?". Eriska meronta.
"Kamu harus sholat mulai sekarang". Ujar Dito menurunkan Eriska di depan kamar mandi.
"Kamu tahu tidak ?? Jika seseorang sudah disuruh sholat 3x dia menolak maka kita boleh memukulnya. Aku gak mau memukul Kamu jadi Aku gendong kamu". Ujar Dito menggenggam tangan Eriska.
"Kamu gak Berhak memaksa saya seperti ini". Eriska melepas genggamannya namun Dito kembali menggenggam tangan Eriska namun genggamannya sangat keras.
"Kamu sayang gak sama orang tua Kamu ?? Terutama Mama kamu? Mama kamu cuma punya satu anak yaitu Kamu. Kamu tahu bagaimana membalas semua rasa cinta Mama kamu saat Ia sudah meninggal ??? Dengan doa Eriska, Dengan doa. Doa tulus seorang anak bisa meringankan dosa orangtua nya di alam kubur apa Kamu tahu? Sejak Mama kamu meninggal apa Kamu sudah berdoa untuk nya ?? Sejak Mama kamu meninggal Kamu datang ke makam nya apa Kamu berdoa atau cuma menangis ?? Eriska air mata Kamu tidak berguna untuk Mama mu. Doa Kamu lebih berguna. Balaslah rasa cinta Mama dengan Doa. Mama tidak butuh Uang, tidak butuh harta saat meninggal. Mama hanya butuh doa tulus dari anaknya". Dito membentak Eriska lalu melepaskan genggaman tangan nya.
Dito sedikit meneteskan air matanya mengingat Mama nya yang sudah meninggal.
Eriska terdiam. Ia terduduk dilantai Dan menangis terisak-isak.
__ADS_1
Dito merasa kesal pada Eriska namun saat melihat Eriska lemah seperti itu Dia tidak tega. Ia berjongkok Dan memeluk Eriska. Eriska terisak menangis dipelukan Dito.
"Mama". Eriska menangis sejadi-jadinya.
"Tenanglah Eriska". Dito mengusap punggung Eriska.
Tangisan Eriska sangat menyayat hati Dito. Tangisan rasa sakit yang sudah lama dipendam Dan akhirnya dikeluarkan.
Dito mengangkat tubuh Eriska dibawa ke tempat tidur.
"Minumlah". Dito memberikan segelas air untuk Eriska.
Eriska menerimanya Dan meminumnya sedikit.
Saat Dito ingin pergi, Eriska menarik tangan Dito. "Jangan pergi". Eriska memohon pada Dito.
Dito duduk disamping Eriska lalu memeluknya lagi.
"Aku lelah Dito. Aku lelah". Eriska menangis dipelukan Dito.
Pertama kalinya Eriska memanggil nama Dito dengan lembut.
"Tenanglah Aku disini bersamamu". Dito mengusap air mata Eriska.
__ADS_1
Aku tidak tahu bagaimana masa lalu mu. Aku berjanji rasa sakit yang Kamu rasakan akan Aku obati. Ujar Dito dalam hatinya.