Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (52)


__ADS_3

"Begitulah ceritanya, Tuan dan Nyonya". Ujar John.


Eriska mengikuti cerita John ditengah percakapannya dengan Dito.


"Astaga John. Kamu menikahi Gadis itu hanya satu hari setelah pertemuan Kalian?". Tanya Eriska yang masih tak percaya dengan cerita John.


"Iya Nyonya". Jawab John dengan senyum bingungnya.


"Hahahahahaha Dito, Dito, lihat anak buahmu. Berani menikahi Gadis yang baru Ia kenal satu hari. Sedangkan Kamu harus menunggu sampai lima belas tahun". Ujar Eriska tertawa terbahak-bahak.


"O hello Nyonya Angkuh! Jika Aku tak melihat mimpimu, Aku sudah menikahimu sejak dulu". Dito menarik hidung Eriska.


"Jangan tarik hidungku". Eriska melepas tangan Dito dari hidungnya.


Dito dan Eriska melihat John yang merasa bingung.


"Apa masalahmu sekarang John? Apa yang Eimear katakan saat ditelepon tadi jika Kita boleh tahu". Ujar Dito mencoba bertanya pada John.


"Maaf Nyonya, Tuan. Eimear sepertinya kembali depresi. Ia merasa Saya akan meninggalkannya. Ia selalu curiga pada Saya selama disini. Ia ingin datang hanya Saya bingung bagaimana bisa Ia datang kemari". Ujar John terlihat sangat bingung.


Eriska menatap Dito. Begitu juga sebaliknya.


"Tenang John, Kami akan membantu Eimear untuk datang kesini. Kami ingin melihat Istrimu juga". Ujar Eriska.


"Betulkah Nyonya?". Tanya John.


"Tentu John. Kamu adalah Orang kepercayaan Saya. Saya bahagia dengan kabar baik ini. Katakan pada Eimear untuk memberikan passportnya pada Mike. Biar Dia yang mengurus Visa untuk Eimear". Ujar Dito pada John.


"Terimakasih Nyonya dan Tuan". Ujar John sangat bahagia.


"Yasudah, Kami keatas dulu. Kamu bisa katakan Eimear untuk bersiap. Minggu depan Ia bisa datang kemari". Ujar Eriska yang berdiri begitu juga Dito.


"Sekali lagi, terimakasih Tuan dan Nyonya". Ujar John.


"Sudahlah tidak perlu sungkan". Dito menepuk bahu John lalu pergi bersama Eriska menuju kamar.


Didalam kamar, Dito dan Eriska masih berbincang soal John. "Aku masih tak menyangka John bisa senekad itu". Ujar Eriska. "Aku juga penasaran bagaimana seorang Eimear itu. John bisa sampai berani menikahinya hanya saat Mereka berkenalan satu hari".

__ADS_1


"Pasti ada yang spesial dari sosok Eimear ini. Aku sangat mengenal John. Jangankan untuk menikahi wanita, dekat dengan wanita saja Aku tidak pernah melihatnya. Bahkan Aku fikir dulu dia Gay". Ujar Dito tertawa.


"Kita akan melihatnya saat Ia datang kemari". Ujar Eriska.


-----


Ditempat lainnya, John menelepon Eimear.


"Halo". Sapa John.


"Mau apa lagi Kamu menelepon? Aku tidak ingin mendengar kata maaf maaf lagi! Kamu memang mau meninggalkanku sendiri disini kan?". Ujar Eimear yang terus marah-marah.


"Babe, dengarkan Aku dulu".


"Apa? Kamu mau bicara apa? Kamu mau bilang, Kamu tidak bisa pulang kan?". Ujar Eimear masih kesal.


"Iya, tapi...".


"Tapi apa? John Kamu sangat jahat. Baru saja Kita sampai di Paris, lalu Kamu meninggalkanku sendiri".


"Babe, dengarkan Aku dulu. Kamu bisa kan diam dulu?". John mulai kesal.


"Babe, Aku sudah berbicara pada Tuan dan Nyonya mengenai pernikahan Kita. Tuan dan Nyonya ikut bahagia dengan pernikahan Kita. Mereka belum bisa memulangkanku karena James akan segera menikah juga. Aku harus menggantikan nya untuk sementara disini. Jadi, Nyonya mengatakan Kamu bisa menyusulku kesini. Nyonya akan mempersiapkan segalanya. Kamu hanya tinggal memberikan beberapa dokumen dan Passportmu pada Mike. Nyonya bilang, Kamu bisa bersiap. Minggu depan Kamu bisa datang". Ujar John menjelaskan.


"Aku akan menyusul? Kamu tidak bohong kan?". Nada bicara Eimear sudah berubah nada bahagia.


"Aku tidak bohong Babe". Ujar John.


"Aaaaaa Aku sangat senang. Akhirnya Aku bisa bertemu denganmu lagi". Ujar Eimear sangat senang.


"Yasudah Kamu siapkan segalanya. Ok".


"Ok Babe. Aku sangat merindukanmu. Maafkan Aku yang terus marah padamu". Eimear merasa bersalah.


"Aku juga sangat merindukanmu Eimear. Aku memang pantas marah padaku. Aku sudah berjanji akan membahagiakanmu dan menjagamu tapi Aku malah pergi meninggalkanmu. Maafkan Aku ya". Bujuk John.


"Aku sangat mencintaimu John".

__ADS_1


"Aku juga mencintaimu Eimear. Yasudah Kamu temui Mike tanyakan apa yang diperlukan".


"Baiklah".


"Yasudah Aku matikan panggilannya sekarang ya. Je T'aime Eimear".


"Je T'aime John".


John pun mematikan panggilannya.


"Hi John, sedang apa Kamu?". Tanya James.


"Oh tidak apa-apa. Bagaimana persiapan pernikahan Tuan?". Tanya John.


"Aku sudah bertanya, Aku tidak perlu pulang ke Perancis. Mama bisa membawa semua untukku". Ujar James.


"Baguslah jika Tuan tidak perlu pulang. Lalu, kapan kalian akan menikah?". Tanya John


"Ya setelah Mama datang". Ujar James.


"Semoga semua berjalan dengan baik". John menepuk bahu James.


"Terimakasih John". Balas James dengan tersenyum. "Lalu, kapan Kamu akan mencari pasanganmu? Kamu tidak Gay kan John?". Ujar James.


"Tidaklah Tuan, Saya masih normal. Tunggu waktunya saja, Saya akan memperkenalkan Pasangan Saya pada Tuan James". Ujar John tersenyum.


"Aku tunggu moment itu". Ujar James menepuk bahu John.


"Yasudah, Aku akan menjemput Nona Queena dulu". James pun pergi meninggalkan John.


"Eimear, Kamu pasti akan membuat Tuan James terkejut". Ujar John tertawa kecil.


"Aku Sendiri pun masih tak menyangka sudah menikah dan yang paling luar biasa, Aku menikahi gadis yang baru sehari Aku kenal. Rencana Tuhan memang luar biasa". John tersenyum menggelengkan kepalanya.


***Assalamualaikum Reader, Terimakasih karena telah setia membaca novel ICYA S2.


Jangan lupa untuk Like Komen vote ya untuk menghargai karya Author.

__ADS_1


Follow juga IG author di @mrsa.05 karena selalu ada kisah dibalik semua karya Author dan akan ada kisah tentang novel baru lanjutan ICYA S2 yang Aunthor akan buat.


salam manis dari Mrs. A***


__ADS_2