Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (87)


__ADS_3

Biusan Dion dosis rendah. Satu jam berlalu, Eriska tersadar.


"Ah kenapa kepalaku pusing sekali". Eriska yang mencoba untuk duduk. "Loh dimana ini?". Eriska melihat sekeliling. Ia mencoba mengingat apa yang terjadi.


"Sialan! Ini kerjaan si Dion. Kemana cowok brengsek itu!". Ujar Eriska kesal. Ia mencoba untuk beranjak dari tempat tidurnya.


Ia mencoba membuka pintu namun terkunci. "Dion buka pintunya. Pria ******** hey buka". Eriska menggebrak pintu. Lama Ia mencoba namun tak dianggap Dion.


Setelah dua puluh menit, Dion membuka pintu lalu Ia masuk membawa segelas susu.


"Pria brengsek! Apa yang Kamu lakukan padaku? Pulangkan Aku pada Dior". Eriska mencoba memukul Dion namun ditahan oleh Dion.


"Tenanglah, Aku tidak akan menyakitimu". Ujar Dion pada Eriska.


"Tidak menyakitiku? Dengan caramu seperti ini, Kamu sungguh menyakitiku Dion". Ujar Eriska kesal.


"Ini susu untukmu". Dion memberikan segelas susu pada Eriska.


Bukan menerima, Eriska justru menangkis gelas itu hingga terjatuh dan gelasnya pecah.


"Eriska! Aku sudah berbuat baik padamu. Kenapa Kamu seperti ini?". Dion membentak Eriska.


"Tidak usah Kamu berbuat baik padaku! Jika Kamu ingin berbuat baik padaku, kembalikan Aku pada Suamiku". Bentak Eriska balik.


"Tidak akan pernah". Ujar Dion tersenyum sinis.


"Pria brengsek! Apa yang Kamu inginkan?".


"Aku ingin Kamu! Ingin cintamu Eriska". Ujar Dion menggenggam tangan Eriska.


"Cinta? Hahahahahah jangan mimpi! Kamu bisa meminta apapun dariku! Tapi tidak dengan tubuhku dan cintaku. Diriku beserta hati dan fikiranku hanya untuk suamiku". Ujar Eriska memaksa lepas genggaman tangan Dion.


"Dior... Dior... Dior... Kenapa harus terus Dior?". Bentak Dion. "Kamu baru mengenalnya. Aku jauh lebih lama mengenalmu. Kenapa kamu lebih memilih Dia? Aku sudah mencintaimu sejak lama. Kenapa Kamu pilih si brengsek Dior? Kamu tahu? Dia pernah memiliki hubungan dengan Alexa open lik Universitas Kita? Mereka membantu Dior dengan baik namun balasannya? Dia membunuh Xander juga memenjarakan Alexa. Pria macam itu yang Kamu nikahi?". Ujar Dion memprovokasi Eriska.


"Lalu? Dengan pernyataanmu itu Aku akan membenci suamiku?". Ujar Eriska tersenyum sinis. "Dan Kamu bilang apa? Aku bau mengenal Dior? Hahahahahaha Kamu salah Dion. Aku mengenal Dior sejak Aku masih kecil. Ah sorry bukan Dior tapi Dito Aditya". Ujar Eriska.


"Dito Aditya? Siapa Dia?". Tanya Dion.


"Suamiku!". Jawab Eriska.


"Maksudmu Dior?". Tanya Dion.


"Siapa lah Dia. Tapi yang Aku nikahi adalah Dito Aditya. Bukan Dior. Aku dan Dito atas perjodohan dari orangtua Kita. Aku dan Dito adalah Sahabat kecil. Kita berdua tumbuh bersama hingga suatu hari Aku pergi ke Paris. Karena janjinya pada Mamaku, Dito pergi ke Paris juga untuk menjadi pelindungku selama Aku di Paris. Karena Ia tidak ingin Aku mengetahui Dia melindungiku, Ia merubah identitasnya melalui Alexa dan Xander. Setelah enam tahun kepulanganku ke negaraku, akhirnya Aku dan Dito menikah meski melalui paksaan. Lima belas tahun Dito berjuang untuk cintanya kepadaku. Semua kesulitan sudah Ia lewati. Jika Kamu fikir Dior atau Dito tidak layak untukku? Lalu apakah Kamu layak?". Ujar Eriska.

__ADS_1


Dion hanya diam dengan semua perkataan Eriska.


"Cinta tidak bisa dipaksakan. Kamu ingin membunuhku juga Aku tidak bisa mencintaimu. Kamu ingat Angelica? Dia sungguh mencintaimu. Ia terus mengejarmu. Tapi Kamu malah menolaknya dengan kasar. Jika posisi ini dibalik. Kamu diculik oleh Angelica menjauhkanmu dari orang yang Kamu cintai. Apa Kamu akan mencintai Angelica atau justru membencinya? Aku sudah manganggapmu teman baik begitu juga Dior. Apa ini balasan untuk Kami berdua?". Ujar Eriska yang mulai menangis.


"Aku kecewa padamu Dion. Kamu melakukan hal picik seperti ini. Jangan buat Aku membencimu Dion". Ujar Eriska yang terus meneteskan air mata. "Kembalikan Aku pada Dito. Aku butuh Dia. Dia pasti khawatir sekarang". Ujar Eriska bersedih.


"Apa Kamu bahagia bersamanya?". Tanya Dion.


"Pertanyaan bodoh apa itu? Tentu Aku bahagia disampingnya. Aku sangat mencintainya begitu juga sebaliknya". Ujar Eriska kesal.


"Istirahatlah. Pagi hari Aku akan mengantarmu bertemu Dior". Ujar Dion lalu pergi dari kamar Eriska.


"Aku tahu Kamu pria yang baik Dion. Semoga Kamu mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dariku". Ujar Eriska berharap.


"Dito pasti sekarang sedang kalang kabut mencariku. Dia pasti sangat sedih sekarang. Dito, tenanglah besok kita akan bertemu lagi". Ujar Eriska berharap.


------


Ditempat lain, dibawah jam besar Big Ben, Dito benar-benar sangat marah pada Dion. Ia seperti orang gila yang mencari Eriska. "Dion brengsek! Aku akan membunuhmu jika terjadi sesuatu pada Eriska dan anak Kami".


"Tenanglah Tuan, Nyonya pasti baik-baik saja dan kita akan segera menemukan Nyonya". James mencoba menenangkan Dito.


Dito mencengkram kerah jas James. "Bagaimana Aku bisa tenang? Istriku sedang diculik!". Bentak Dito.


Dito yang sedang emosi begitu menyeramkan. James baru pertama Kali melihat betapa marahnya Dito.


"Tidak apa-apa Tuan. Saya mengerti". Jawab James.


Tak lama John datang dengan berlari kecil.


"Tuan, Kita sudah menemukan lokasi Nyonya dari ponselnya". Ujar John.


"Apa? Dimana?". Tanya Dito.


"Daerah xxxx dipinggiran kota London". Jawab John.


"Ayo cepat Kita kesana. Kerahkan seluruh anak buah menuju tempat itu". Ujar Dito berlari menuju mobil.


"Baik Tuan". Ujar John dan James.


Merekapun pergi ke tempat dimana Eriska disekap. "Akan Aku habisi Kamu Dion". Ujar Dito yang masih benar-benar marah.


Sampailah Mereka dilokasi. Tempat itu begitu sepi namun dikelilingi oleh para penjaga. Ada tujuh orang penjaga yang memiliki badan kekar.

__ADS_1


"Kita harus hati-hati. Jangan sampai Nyonya Kalian terluka". Ujar Dito pada semua anak buahnya.


Dito membawa lima belas anak buahnya termasuk James dan John. "Ayo Kita masuk". Ujar Dito.


Merekapun menyerang para anak buah Dion dengan mudah. "Hah. Segini saja kekuatan anak buah Dion?". Ujar Dito.


Merekapun masuk kedalam rumah mendobrak pintu utama.


"Eriska... Eriska... Kamu dimana?". teriak Dito.


Dito mendobrak semua pintu kamar yang ada disitu. Hingga Ia menemukan Eriska.


"Sayang... Eriska...". Dito berlari menghampiri Eriska.


"Dito". Eriska memeluk Dito.


"Tenanglah Sayang. Kamu aman sekarang. Ayo Kita pergi dari tempat ini". Ujar Dito menggendong Eriska.


Tak lama, Ia melihat Dion yang baru pulang dari luar. Dito menurunkan Eriska.


"Dion brengsek! Berani sekali Kamu menculik Eriska". Dito menghajar Dion habis-habisan.


"kamu sudah tahu kan Eriska adalah milikku? Berani sekali Kamu menculiknya". Dito terus menghajar Dion.


"Dito... lepaskan Dion. Kamu bisa membunuhnya. John...James... tahan Dito". perintah Eriska.


John dan James mencoba melerai Dito. "Lepaskan Aku! Aku akan membunuhnya". Dito memberontak.


Eriska menghampiri Dito. "Sayang tenanglah". Eriska memeluk erat tubuh Dito dengan keadaan menangis.


Dito yang melihat Eriska menangis, Ia mencoba tenang lalu memeluk balik Eriska.


"Jangan bunuh Dia. Kamu akan dipenjara nanti. Hentikan Sayang. Aku baik-baik saja". Ujar Eriska.


"Ok Aku tidak akan memukul Dia lagi". Ujar Dito menenangkan Eriska.


"Kamu tidak apa-apa kan?". Tanya Dito.


"Aku baik-baik saja". Jawaban Eriska.


"Yasudah ayo kita pulang". Dito membawa Eriska keluar.


"Sisanya, Kalian urus". Ujar Dito pada James dan John.

__ADS_1


"Baik Tuan". Jawab James dan John.


Dito pun pergi membawa Eriska kembali ke kediamannya.


__ADS_2