
Esok hari pun tiba, semua orang sudah berkumpul dirumah Eriska. Dari keluarga Dito Dan keluarga Eriska.
Mini bus hotel pun sudah sampai di halaman rumah Eriska.
"Semua sudah siap? Bus kita telah sampai". Ujar Surya yang bertanggung jawab atas semua keluarga Eriska.
Semua berjalan menuju bus Dan membawa semua barang yang mereka bawa.
Mereka pun pergi menuju bandara.
Eriska yang duduk bersama Dito terlihat sangat sibuk dengan ponsel nya untuk mendapatkan informasi tentang acara grand opening.
"Ingat semua persiapan harus sempurna. Kalian tahu banyak orang penting yang akan hadir. Jadi saya harap kalian mempersiapkan secara matang. Jika ada kesalahan sedikitpun, saya akan oecat kalian semua". Ujar Eriska.
"Baik Nona kita akan mempersiapkan dengan cepat yang belum terselesaikan". Ujar penanggung jawab di Bali.
"Ingat, saya tidak mentoleril kesalahan sedikitpun". Tegas Eriska.
"Baik Nona".
Eriska pun menutup telepon nya.
"Tenanglah semua akan baik-baik saja". Dito mencoba menenangkan Eriska.
Wajah Eriska terlihat sangat stress. Ada beberapa masalah didalam persiapan acara yang akan dilaksanakan esok malam maka dari itu Eriska terlihat stress terutama tamu undangan yang akan hadir adalah orang-orang penting.
Dito berdiri mengambil air mineral botol yang telah disiapkan lalu kembali duduk.
"Minumlah agar Kamu tenang". Dito memberikan air mineral botol kepada Eriska.
"Terimakasih". Eriska menerimanya dan meminumnya.
"Saya sudah mengerahkan pekerja terbaik masih saja mereka melakukan kesalah. Masa harus saya juga yang turun tangan". Gerutu Eriska.
"Tenanglah sayang, mereka pasti menyelesaikan tugasnya sebelum acara dimulai". Dito mengusap bahu Eriska.
"Semoga saja". Ujar Eriska.
45 menit perjalanan, mereka telah sampai di bandara. Namun mereka bingung kenapa bus mereka bisa masuk kedalam lapangan pesawa. Saat mereka turun, keluarga Dito terkejut melihat pesawat jet pribadi yang akan mengantarkan mereka.
"Wah Pesawat jet. Eriska ini Kamu yang punya?". Tanya Raisa terkagum-kagum.
Eriska tidak menggubris. Ia berjalan masuk kedalam pesawat begitu juga rombongannya.
__ADS_1
Pilot Dan pramugari menyambut kedatangan Eriska Dan keluarga.
"Selamat datang Nona Eriska. Selamat datang untuk semua". Kapten pilot menyalami semua kecuali Eriska.
Eriska tidak suka ada yang menyentuhnya sembarangan. Meski kepten pilot telah bekerja dengannya cukup lama, Ia pun tidak bisa bersalaman dengan Eriska.
Didalam pesawat mereka duduk Dan pramugari menginstruksi kan safety life didalam pesawat.
"Aku tidak sangka sekaya ini istriku. Bisa memiliki jet pribadi". Ujar Dito.
"Biasa saja. Transportasi ini saya butuhkan jadi saya membelinya. Bukan hanya untuk pamer". Ujar Eriska.
"Wanita yang manis". Dito mencium tangan Eriska.
Meski Eriska terlihat Angkuh, namun untuk memamerkan apa yang Dia punya itu bukan type nya. Seperti apa yang dikatakan Eriska, Ia selalu membeli barang yang Ia butuhkan.
Keluarga kedua nya terlihat bahagia. Ada yang sedang makan, ada yang berbincang Dan ada pula yang berfoto.
"Kakak berdua lihat sini dong Yarka foto". Ujar Yarka memegang foto digital nya.
Wajah Eriska masih terlihat tidak enak lalu Dito mengisyaratkan Yarka untuk pergi daripada Adiknya terkena omelan Dahsyat Eriska.
Tak lama Eriska tertidur karena emosi yang membuat nya pusing.
"Kasihan Istriku terlihat stress seperti ini. Semoga semua berjalan dengan baik". Ujar Dito berbisik.
"Kalian duluan, Aku mau bersiap dulu. Tidak mungkin Saya keluar keadaan seperti ini". Ujar Eriska.
"Kita akan menunggumu". Balas Birowo.
"Kamu ikut saya". Ujar Eriska berbisik kepada Dito.
Mereka berdua pun pergi ke salah satu ruangan yang ada di pesawat.
Ternyata ada sebuah kamar Dan ruang ganti di pesawat.
"Kamu ganti baju murahan Kamu itu dengan ini". Eriska memberikan setelah Jas kepada Dito.
"Kenapa Aku harus menggantinya? Ini juga sudah bagus". Ujar Dito yang hanya menggunakan kemeja biasa Dan celana panjang.
"Hey, Kamu itu suami Eriska Putri. Kamu fikir penampilan mu yang seperti ini tidak membuat saya malu". Ujar Eriska ketus.
"Cium saya dulu baru saya ganti baju". Ujar Dito tersenyum.
__ADS_1
"Dasar gila". Gerutu Eriska kesal.
"Yasudah Aku gak mau ganti. Ok Aku keluar sekarang". Dito berjalan menuju pintu.
Sial
"Tunggu. Ganti dulu jangan buat saya malu". Eriska menahan Dito. "Bersihkan wajahmu juga". Ujar Eriska.
"Cium dulu baru saya mau". Ujar Dito.
Eriska membuang nafasnya secara kasar lalu Ia mendekati Dito Dan menciumnya.
Dito tertawa kecil merasa oyas mengerjai Istrinya.
"Puas sekarang??". Ujar Eriska kesal.
Dito tersenyum mengambil pakaian yang Eriska berikan
Dito mengganti didalam kamar mandi, Dan Eriska mengganti didalam ruangan ganti.
Eriska sedikit memoles wajahnya agsr terlihat fresh.
Tak lama Dito keluar dengan setelah Jas berwarna navy.
Eriska melihat nya merasa kagum
Ganteng juga kalau pakai pakaian rapi. Ujar Eriska terus memandang Dito.
"Khmmmm. Air liur mu keluar tuh". Ledek Dito.
Eriska memicingkan matanya.
Mereka berdua keluar ruangan untuk gabung.
"Ya ampun kalian berdua serasi Banget". Ujar Vita.
"Iya Mama. Tante cantik Dan Om ganteng". Ujar Nina.
Yang lain tersenyum melihat mereka berdua.
Mereka berdua berjalan keluar pesawat. Diluar pesawat sudah banyak yang menunggu mereka terutama wartawan.
Dito Dan Eriska berjalan terlebih dahulu. Dengan menggandeng Eriska, Dito terlihat sangat gagah.
__ADS_1
Eriska yang menggunakan dress berwarna senada dengan Dito serta make up natural terlihat sangat menawan Dan cantik.
Mereka disambut dengan bunga selamat datang. Semua wartawan memfoto moment Eriska Dan Dito. Semua hanya diperbolehkan memfoto tidak untuk Wawancara karena waktu Wawancara saat grand opening.