Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 97


__ADS_3

"Uh dasar Dito. Gara-gara Dia badanku sakit semua". Gerutu Eriska.


"Sayang". Dito mencari Eriska.


"Ya". Eriska menghampiri Dito.


"Ini benar sandal Kamu kan?". Dito menunjukkan sepasang sandal.


"Oh iya ini punyaku. Akhirnya bocah itu mengalah juga". Ujar Eriska mengambil sandal nya.


"Sayang, ayo kita pulang. Gara-gara sandal ini Aku jadi tidak ke hotel hari ini". Ujar Eriska kesal.


"Yasudah kita bersiap untuk pulang". Ujar Dito.


"Ok Sayang". Ujar Eriska.


Setelah bersiap, mereka pun berpamitan pulang kepada Aditya Dan Yarka.


"Pah kami pamit dulu ya. Papa jaga kesehatan kalau ada apa-apa jangan lupa telepon Dito". Dito mencium tangan Aditya.


"Kalian hati-hati ya nanti bertemu Papa mertuamu ucapkan salam dari Papa". Ujar Aditya.


"In Shaa Allah Pah". Jawab Dito.


"Kami pamit Pah". Ucap Eriska mencium tangan Papa mertua nya.


Mereka pun pergi dari kediaman Aditya.


"Kita ke makam dulu ya". Ujar Eriska


"Iya sayang". Balas Dito dengan tersenyum.


Tak lama mereka sampai dipemakaman dan turun dari mobil. Mereka membeli beberapa plastik bunga Dan 2 botol air.


Pertama mereka mengunjungi makam Mama Eriska. Mereka berjongkok Dan berdoa. Setelah berdoa mereka menaburkan bungan Dan menyiramkan air.

__ADS_1


Mama, akhirnya semua menjadi indah. Mama, terimakasih karena telah memberikan pasangan yang luar biasa untukku. Mama tidak perlu khawatir lagi padaku disini Aku sudah bahagia. Mama, tenanglah disana, Aku sudah mengikhlaskanmu. Aku berdua kita bisa bertemu lagi disurga nanti. Ujar Erisak dalam hatinya. Ia pun meneteskan air matanya.


Dito yang melihat menghapus airmata nya Dan memeluk Eriska.


"Mama pasti bahagia sekarang". Ujar Dito menenangkan Eriska.


Mama, Aku masih akan terus menepati janjiku untuk selalu mencintai Dan menjaga Eriska dengan hidupku. Mama tenanglah disana. Ujar Dito dalam hati.


"Yasudah kita ke makam Mamaku ayo". Ujar Dito menggenggam tangan Eriska.


"Kami pamit dulu Ma. Assalamualaikum".


Mereka pergi dari makam Mama Eriska Dan berjalan menuju makam Mama Dito. Hanya beberapa meter dari makam Mama Eriska mereka sampai.


"Assalamualaikum". Ujar Dito.


Mereka berjongkok Dan berdoa untuk Mama Dito.


Setelah itu, Dito mengajak Eriska ke suatu tempat.


"Kamu ikut aja". Jawab Dito.


Tak lama Dito berhenti disebuat tebing yang cukup tinggi namun memiliki Pemandangan yang sangat indah.


"Tempat apa ini? Indah sekali". Ujar Eriska takjub.


Dito mengajak Eriska duduk disebuah kursi panjang yang terbuat dari kayu.


"13 tahun lalu saat Kamu ke Paris hatiku sangat sedih. Kita memang dijodohkan tapi Aku sangat takut Kamu mencintai orang lain disana. Setelah Mama mu meninggal, Aku putuskan untuk menyusulmu kesana. Awalnya Aku sudah kuliah Bisnis management semester 4 namun Aku keluar dan memutuskan kuliah ditempat yang sama denganmu. Papa sampai menjual 5 sapi nya untuk aku pergi ke Paris Dan hidup disana. Namun, saat Aku sampai, dompetku dicopet. Semua uang ku dirampas. Hanya ada beberapa uang kecil tersisa. Hingga aku bertemu seseorang. Ia yang membantuku untuk masuk Universitas Dan tinggal di asrama. Tak lama Ia juga memberikanku pekerjaan paruh waktu. Aku berfikir setelah Aku masuk Universitas Aku bisa memantaumu Dan melindungi mu. Namun, Aku berfikir yang lain. Aku berfikir ini waktu yang tepat untuk menjadi sukses. Kamu pasti akan bangga padaku Dan tidak akan menolak denganku jika Aku sukses. Hingga aku sangat fokus pada pekerjaanku. Aku lupa alasan aku pergi ke Paris untuk apa. Entah berjodoh atau apa saat itu Aku melihat seorang wanita meminta tolong karena diganggu brandalan. Saat Aku lihat itu adalah Kamu Aku sangat marah. Orang yang Aku cintai diganggu brandalan sialan itu Dan Kamu pasti tahu kelanjutannya. Sejak saat itu Aku memutuskan pindah di apartment yang sama denganmu. Mungkin Kamu tidak tahu, setiap malam Aku selalu loncat menuju balkon mu Dan mengintipmu yang tengah tertidur". Ujar Dito tertawa kecil


Eriska memukul bahu Dito. "Dasar mesum. Kamu jadi tukang ngintip juga ya. Pantas saja beberapa Kali Aku mendengar sesuatu di balkon. Aku fikir hanya angin ternyata tukang ngintip". Ujar Eriska.


"Maafkan Aku. Hanya dengan cara itu Aku bisa melihatmu". Ujar Dito.


"Tapi, kenapa kamu harus merubah identitasmu Dan tidak mau menemuiku? Jujur Aku sangat marah kepadamu. Kamu bisa menemui siapapun bahkan Stefanie". Ujar Eriska.

__ADS_1


"Aku tidak berani menemuimu. Aku Takut Kamu akan marah. Aku tahu Kamu adalah orang yang tidak ingin di kekang. Jika Kamu tahu Aku ada disana mungkin kamu akan membenciku karena berfikir merusak kebebasanmu Dan selalu diikuti. Dan akupun tidak mau Kamu mengenalku sebelum sukses". Ujar Dito menatap Eriska.


"Tapi kenapa setelah Kamu sukses Kamu tinggalkan semuanya? Kamu menghilang tanpa jejak seperti itu?". Tanya Eriska.


"Sayang, banyak kejadian yang tidak enak yang Aku lalui dalam mendapatkan semuanya. Karena teman-teman ku disana adalah orang hebat semua, Aku jadi mengikuti gaya hidup mereka. Pergi ke pub, minum-minum, balapan liar. Suatu hari Aku mengalami kecelakaan namun Alhamdulillah Allah masih menyelamatkanku Dan sejak saat itu Aku tidak menginginkan semua itu Dan meninggalkan segalanya Dan kembali ke tanah air". Ujar Dito.


"Apa??? Kamu pernah mengalami itu semua?". Tanya Eriska.


"Iya, bahkan lebih parah dari kamu". Ujar Dito.


"Namun Alhamdulillah Allah beri Aku hidayah Dan bertaubat". Ujar Dito.


"Sekarang Kamu sudah mendengar semuanya kan? Aku sudah tidak ada hutang lagi padamu". Ujar Dito.


"Kamu belum kasih tahu Aku loh semua bisnis yang Kamu punya". Ujar Eriska.


"Aku hanya memiliki 3 bisnis. Yang pertama pabrik Delight. Yang ke 2 restaurant My Steak Dan bisnis property bersama Tante Raisa". Ujar Dito.


"Bisnis Property milik Tante Raisa itu sangat besar loh di Bandung. Jadi itu bisnis Kamu juga?". Tanya Eriska.


"Iya, ya 40% milikku". Ujar Dito.


"Wah ternyata Aku salah menilaimu. Kamu tahu? Dulu saat Papa mengatakan jodoh ku adalah kamu, Aku selalu memandang Kamu rendah. Maafkan Aku Dito dulu Aku selalu merendahkanmu". Eriska merasa menyesal kepada Dito.


"Sudahlah sayang, Aku tahu Kamu bukan wanita yang matre. Untuk apa matre lagi? Toh Kamu adalah salah satu orang terkaya juga di negeri ini. Aku tahu Kamu tidak mau menikah dengan pria sembarangan. Makanya Kamu tidak setuju awalnya menikah denganku. Lupakan yang lalu, sekarang kita akan menata hidup yang baru". Ujar Dito mencium tangan Eriska.


"Aku mencintaimu". Eriska memeluk Dito.


"Aku juga mencintaimu Nona Angkuh". Dito menciumi pipi Eriska.


Sayang, maafkan Aku tidak jujur mengatakan kenapa Aku meninggalkan segalanya yang ada di Paris. Itu adalah kenangan buruk yang Aku berharap Kamu tidak mengetahuinya. Aku hanya ingin membuatmu bahagia tanpa melihat masalalu kita. Ujar Dito dalam hati.


Kenangan pahit, kenangan manis hanyalah sebuah masalalu. Jadikan sebuah pelajaran dalam hidup Dan menata masa depan yang baru. Dito Dan Eriska telah mengalami banyak kejadian yang manis Dan pahit hingga mereka bertemu satu sama lain dengan tuntunan tangan Tuhan.


***Assalamualaikum Reader, Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh ". jangan lupa untuk Like Komen vote Dan share ya Karena support kalian adalah penyemangat untuk Author.

__ADS_1


salam manis dari Mrs. A***


__ADS_2