
Dito berlari menuju kedalam kereta dengan keadaan sudah melaju. "Huh untung masih sempat masuk kedalam". Ujar Dito.
Ia mencari kursi milik Eriska. Terlihat Eriska sedang duduk dengan wajah yang khawatir.
"Sayang. Huh capek sekali berlarian". Ujar Dito duduk disamping Eriska.
Plak! Eriska memukul bahu Dito.
"Sakit sayang". Dito meringis kesakitan
"Kamu bikin Aku takut saja. Siapa mereka tadi?". Tanya Eriska kesal.
"Itu anak buah suruhan Alexa". Ujar Dito.
"Alexa Alexa Alexa siapa Dia?". Tanya Eriska marah.
"Bagaimana Aku menjelaskannya ya?". Tanya Dito.
"Kenapa susah menjelaskan? Oh jangan-jangan Dia istrimu yang Kamu tinggal pergi ya? Ayo ngaku!". Eriska terus memukul Dito.
"Bukan sayang. Aku bukan pria seperti itu". Ujar Dito.
"Terus Dia siapa?". Tanya Eriska.
"Sebenarnya, Dia mantan pacarku". Ujar Dito merasa canggung mengatakan itu pada Eriska.
"Oh bagus ya, sudah dijodohkan lalu berpacaran dengan wanita lain". Ujar Eriska makin kesal.
"Bukan begitu sayang. Cerita nya panjang kenapa Aku bisa berpacaran dengannya". Ujar Dito.
"Sudahlah Kamu diam! Aku lelah. Aku kemari untuk bersenang-senang bukan untuk mendapatkan masalah seperti ini". Ujar Eriska merasa kesal membalikkan tubuhnya memandang keluar jendela.
"Sayang, maafkan Aku". Dito merasa bersalah pada Eriska.
Eriska hanya diam tak menggubris.
Ada sedikit buliran air mata jatuh diwajah Eriska.
Ia segera menghapus air matanya.
"Sayang, Kamu menangis?". Dito membalikkan badan Eriska.
Eriska tetap tidak mau melihat pada Dito.
"Tuan Putri. Maaf kan Aku. Aku tahu ini salahku tidak memberitahu Kamu segalanya". Dito memohon.
"Aku bilang diam". Ujar Eriska kesal.
Aduh tidak biasanya Dia seperti ini. Jika Dia marah pasti Dia berbicara tanpa henti. Sekarang Dia hanya diam. Apa Dia sangat kecewa padaku?. Dito bertanya dalam hati. Ia merasa bersalah sudah membuat Eriska masuk dalam masalahnya.
Dito sialan. Siapa sebenarnya pria yang Aku nikahi? Apa iya dia Detective Conan? Hidupnya penuh misteri. Gerutu Eriska dalam hati.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam. Eriska pun tertidur sepanjang perjalanan namun Ia tidak mau dekat dengan Dito.
Hingga sampailah mereka di London. Saat keluar, Eriska tidak ingin dekat-dekat dengan Dito. Ia merasa sangat dikecewakan oleh Dito. Bagaimana bisa masalah sebesar ini Ia tidak menceritakan.
"Eriska, jangan marah lagi dong". Dito meraih tangan Eriska.
"Lepaskan Aku". Eriska menarik tangannya dari genggaman Dito.
Sampai diluar stasiun. Sudah ada anak buah Dito yang menjemput.
"Ayo kita pergi". Dito menarik tangan Eriska
"Lepaskan Aku! Kamu bisa pergi sendiri". Eriska menarik tangannya dari genggaman Dito.
"Eriska Kamu jangan macam-macam bahaya jika Kamu pergi sendiri". Ujar Dito.
"Bersama Kamu pun bahaya dikejar oleh mantanmu". Ujar Eriska kesal.
Dito menggendong Eriska dan memasukkannya kedalam mobil.
"Dito lepaskan Aku". Teriak Eriska.
"Kamu bisa diam tidak? Ini dalam keadaan genting. Aku tahu Aku salah. Aku minta maaf. Tapi jangan seperti ini mengorbankan keselamatanmu. Apa yang akan terjadi pada hidupku jika terjadi sesuatu padamu?". Ujar Dito.
Eriska hanya diam tanpa membalas apapun.
"John. Pesankan penerbangan menuju Zurich nanti tengah malam". Ujar Dito.
"Baik Tuan". Balas John orang kepercayaan Dito di London.
Seseorang membuka pintu mobil.
Dimana ini ??? Begitu sepi. Tanya Eriska dalam hati melihat sekeliling.
"Tenang tempat ini aman". Ujar Dito.
Eriska tak menggubris. Ia masuk kedalam rumah namun terhenti karena bingung dimana kamar nya.
"James, akhirnya Kamu sampai. Ayo kita masuk". Dito, James dan John masuk kedalam rumah.
Terlihat Eriska masih bingung. Dito hanya tertawa kecil.
"Kamarnya ada disebelah kanan". Ujar Dito.
Eriska menoleh lalu pergi ke kamar dan Menguncinya
"Bagaimana James?". Tanya Dito
"Tenang Tuan, mereka tidak akan bisa melakukan apapun disini". Ujar James.
"John. Batalkan pemesanan tiket pesawat ke Zürich. Nanti tengah malam Kamu harus pergi ke Zürich menggunakan jalur darat bersama Nyonya. Saya akan menyelesaikan masalah ini". Ujar Dito.
__ADS_1
"Maksud Tuan apa?". Tanya James
"Kita akan datang kepada Alexandra". Ujar Dito.
"Tapi Tuan itu sama saja Tuan menyerahkan nyawa Tuan". Ujar James panik
"James. Apa yang terjadi semua salah faham. Aku tidak pernah membunuh Alex itu semua sebuah kecelakaan". Ujar Dito. "Tenanglah Aku sudah mempunyai bukti. Alexa tidak akan menggangguku lagi". Ujar Dito.
"Kalau begitu, saya akan menemani Tuan". Ujar James.
"Baiklah". Ujar Dito.
Dito berdiri berjalan menuju kamar. Saat Ia mencoba membuka pintu ternyata dikunci.
"Sayang buka dong". Dito mengetuk pintu.
"Aku ingin tidur sayang". Dito terus mengetuk pintu.
"Tidur ditempat lain sana". Teriak Eriska.
"Sayang buka Aku mohon. Aku ingin memelukmu". Dito masih mengetuk pintu.
"Peluk saja Alexa sana". Jawab Eriska.
"Sayang, Kamu cemburu ya?". Tanya Dito.
"Siapa yang cemburu?". Ujar Eriska.
"Buka atau Aku dobrak pintu ini". Ujar Dito.
"Dobrak aja sana. Memang Aku perduli". Jawab Eriska.
"Ok Kamu yang meminta. Setelah terbuka jangan salahkan Aku akan berbuat apapun padamu". Ujar Dito. "Aku hitung ya. Satu... Dua...".
Ceklek! Pintu terbuka.
Dito tersenyum. "Aku tahu Kamu akan kalah".
"Sayang, jangan marah lagi dong". Bujuk Dito.
Dito mendekati Eriska yang tengah duduk di sofa lalu memeluknya dari belakang.
"Maafkan Aku ya Sayang. Aku tahu Aku salah tidak bercerita padamu, tapi yang pasti Aku sangat mencintaimu melebihi apapun". Ujar Dito.
Eriska berbalik. "You're liar (Kamu pembohong)". Ujar Eriska dengan wajah yang kecewa.
"Aku akan menceritakan segalanya padamu" ujar Dito meyakinkan Eriska.
***Assalamualaikum Reader. Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh ".
Support karya Author dengan Cara Vote sebanyak-banyaknya ya.
__ADS_1
jangan lupa juga untuk Like Komen Dan Share ya.
salam manis dari Mrs. A***