
Keesokan harinya Mereka bersiap untuk menjenguk Birowo. Mereka menggunakan 2 mobil karena Eriska Dan Dito berencana untuk tinggal di kampung selama 2 hari. Tiga jam perjalanan akhirnya mereka sampai ditempat dimana Birowo mondok.
"Assalamualaikum". Semua mengucapkan salam saat disambut oleh pengurus pesantren digerbang utama.
" Waalaikumsalam, Akhirnya sampai juga. Mari, Pak Birowo sudah menunggu didalam". Ujar salah satu pengurus.
Mereka pun berjalan mengikuti pengurus itu.
"Papa". Eriska berjalan menghampiri Papanya Dan memeluknya.
"Papa apa kabar? Eriska sangat rindu pada Papa". Ujar Eriska.
"Papa Alhamdulillah baik-baik saja. Sepertinya kamu hidup bahagia ya tidak ada Papa. Kamu makin cantik saja baru ditinggal satu minggu". Ujar Birowo Tersenyum.
"Om wowo". Tita menghampiri Dan memeluk Birowo.
"Tita, ya ampun kapan Kamu sampai? Kamu terlihat makin cantik saja". Ujar Birowo bahagia melihat Tita.
"Aku sampai kemarin Om. Om kak Eriska yang kirim Om kesini ya? Memang anak tida tahu diri". Ujar Tita.
Plak! Eriska menepuk kepala Tita. "Kurang ajar, siapa yg begitu hah?". Ujar Eriska kesal.
"Hahahahahaha bercanda kakak". Ledek Tita.
"Sudah sudah jangan bertengkar tidak enak". Ujar Birowo.
"Pah, apa kabar?". Dito memeluk Birowo.
"Papa baik-baik saja". Balas Birowo.
"Om". Vita Dan Tian pun memeluk Birowo bergantian.
"Opa, Nina kangen sama opa". Ujar Nina menarik baju Birowo
__ADS_1
"Ahhhh cucu opa yang cantik. Sini peluk. Opa juga kangen sama Nina". Birowo pun memeluk Nina
Merekapun berbincang dengan penuh kehangatan. Terutama mendengar cerita kisah hidup Tita di Amerika sana. Dia hidup dengan baik disana. Sempat berganti pacar namun semua menyelingkuhi nya karena Ia tidak mau diajak tidur bareng Dan tinggal bersama. Dalam keluarganya, menjaga martabat itu sangatlah penting seberapa Nakal pun jangan sampai kehilangan martabat sebagai wanita. Vita, Eriska menjaga dengan baik. Tinggal Tita yang masih harus menjaga nya.
"Anak yang baik. Kamu lebih baik jangan kembali kesana. Bantu kakak mu untuk mengelola hotel disini". Ujar Birowo.
"Boleh saja Om asal gaji nya harus sesuai dengan pengalamanku". Ujar Tita tertawa.
"Tita, Tita, sejak kapan Kamu ini mata duitan". Ujar Vita heran pada Adiknya ini.
"Hahahahahah apalagi yang Aku cari sekarang selain uang kak ? Ya mungkin saja setelah beberapa tahun Aku bisa membuat sebuah hotel juga seperti kak Eriska". Ujar Tita tertawa.
"Sudahlah jangan bahas pekerjaan lagi. Jengah Aku mendengarnya". Ujar Eriska kesal.
"Astaga ini beneran kak Eriska kah? Baru Kali ini Dia tidak suka membahas pekerjaan. Dulu bisa sampai ber jam-jam membahas hotel Dan pekerjaan". Ujar Tita heran pada Eriska.
Eriska berdiri. "Aku mau melihat-lihat daerah sini dulu deh sepertinya bagus". Ujar Eriska berjalan keluar ruangan juga menarik tangan Dito.
"Kita permisi dulu". Ujar Dito tersenyum.
"Om, carikan Aku jodoh juga dong seperti kak Dito. Masa Aku saja yang masih single". Ujar Tita memelas.
"Loh kan masih ada Surya". Ujar Birowo tertawa.
"Ah Om masa dengan Surya? Dia kan seperti robot". Ujar Tita bete.
"Fokus dulu dengan pekerjaanmu, nanti kita bahas jodohmu". Ujar Birowo.
Merekapun melanjutkan berbincang beda dengan Eriska Dan Dito yang berjalan-jalam sekeliling Pesantren.
Tidak seperti biasanya, Eriska datang dengan pakaian yang tertutup Dan juga mengenakan hijab.
Dito terus melihat ke arah Eriska dengan tersenyum. Eriska yang melihat nya merasa canggung.
__ADS_1
"Kamu kenapa menatapku seperti itu?". Tanya Eriska.
"Kamu cantik mengenakan Hijab seperti itu". Ujar Dito tersenyum.
"Jadi sehari-hari Aku tidak cantik?". Ujar Eriska.
"Bukan begitu. Tapi, saat Kamu mengenakan hijab seperti ini kecantikanmu membuat damai. Saat Aku memandangmu ada rasa ketenangan didalam diriku. Sungguh membuatku merasa sejuk memandangmu". Ujar Dito tersenyum memandang Eriska.
Eriska merona saat Dito memujinya seperti itu. Ia tidak menjawab apapun hanya menikmati moment bersama.
Mereka berhenti memandang hamparan sawah yang masih terlihat hijau.
"Pantaslah Papa sangat bahagia disini. Ternyata memang sangat sejuk Dan damai. Aura positive nya benar-benar masuk kedalam jiwa kita. Dari suasana yang sejuk, Pemandangan yang indah sampai lantunan ayat suci yang menenangkan. Tempat ini sangat menyejukkan jiwa yang tengah kehausan akan lelahnya mengejar dunia". Ujar Eriska merasakan kedamaian.
Dito tersenyum. "Kamu bisa berkata seperti itu juga ya?". Ujar Dito
Eriska Tersenyum. "Mungkin Aku adalah salah satu dari mereka yang memiliki jiwa yang haus kelelahan mengejar dunia. Aku sangat lelah dengan semua yang Aku lakukan. Bekerja tanpah henti, pergi club, minum sampai mabuk, shopping yang tidak berguna. Semua nya. Sepertinya Aku berfikir akan memberikan santunan kepada Pesantren ini mengganti uang-uang yang Aku foya-foyakan. Semua uang yang Aku Gunakan untuk hal negative, Aku akan ubah untuk sedekah". Ujar Eriska dengan wajah serius.
"Ma Shaa Allah. Aku speechless dengan perkataanmu. Semoga bisa terlaksana dengan baik ya Sayang". Ujar Dito memeluk bahi Eriska Dan mencium kepala Eriska.
"Terimakasih suamiku. Kehadiranmu, membuat Aku sadar bukan hanya uang yang bisa membuat kita bahagia Tapi berada disisi orang yang kita cintai Dan mencintai kitalah kebahagiaan yang sesungguhnya". Ujar Eriska Tersenyum pada Dito.
"Jangan berterimakasih kepadaku, berterimakasihlah kepada Allah yang menyatukan kita". Ujar Dito.
"Kamu benar. Dia lah yang menyatukan kita. Aku akan Berusaha untuk mendekatkan diri pada Maha Pencipta". Ujar Eriska.
"Alhamdulillah". Ujar Dito.Tersenyum bahagia.
Sayang, semoga hidup kita akan terus bahagia seperti ini. Aku hanya bisa berdoa semoga kita menjadi keluarga yang Sakinnah Mawaddah Warahmah. Ujar Dito dalam hati.
Merekaasih terus menikmati Pemandangan yang indah dihadapannya bersama saling berpegangan tangan.
***Assalamualaikum Reader, Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh ". Jangan lupa untuk Like Komen vote Dan share ya. dukungan kalian adalah penyemangat untuk Author.
__ADS_1
Salam manis dari Mrs. A***