Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 52


__ADS_3

Ponsel Dito berdering.


"Assalamualaikum". Dito mengucap salam


"Waalaikumsalam. Kak gawat, mesin di pabrik ada yang terbakar". Ujar Yarka panik.


"Apa?? Terbakar ?? Sekarang bagaimana?". Tanya Dito terkejut.


"Pemadam kebakaran sedang menjinakkan apinya. Seperempat pabrik terbakar untungnya pemadam kebakaran cepat datang". Ujar Yarka.


"Yasudah kakak akan segera pulang. Tidak ada korban kan ?". Tanya Dito


"Alhamdulillah gak ada Kak. Ok Yarka tunggu". Ujar Yarka.


Dito menutup telepon.


"Ada apa?". Tanya Eriska.


"Pabrik terbakar". Ujar Dito merasa bingung.


"Terbakar? Terus sekarang bagaimana?". Tanya Eriska ikut Panik


"Sekarang sedang dipadamkan pemadam kebakaran". Ujar Dito.


"Eriska, Aku izin pulang ya. Aku harus lihat semuanya". Ujar Dito.


"Aku ikut". Ujar Eriska


"Yasudah, Kalian pergi biar aku pulang naik taksi". Ujar Jessica


"Kamu yakin Jess ?". Tanya Dito.


"Iya tenang aja rumah ku tidak jauh Dari bandara. Kalian hati-hati". Ujar Jessica.


"Terimakasih ya Jess. Kamu hati-hati juga". Ujar Eriska.


Dito Dan Eriska bergegas menuju mobil.


Didalam mobil terlihat Dito sedikit Panik. Eriska menepuk bahu nya.


"Tenang pasti adik kamu bisa mengatasi". Ujar Eriska menepuk bahu Dito.


Dito tersenyum. "Terimakasih". Ujar Dito.


Tiga jam perjalanan akhirnya Dito Dan Eriska sampai dirumah Dito.


Pertama Kali Eriska menginjakkan kakinya dirumah Dito setelah 15 tahun.


"Dito, Eriska". Ujar Aditya menghampiri.


"Assalamualaikum Pah". Dito mencium tangan Aditya begitu juga Eriska.


"Bagaimana keadaan pabrik?". Tanya Dito


"Alhamdulillah tidak parah. Hanya mesin pemerah sapi 1 rusak". Ujar Aditya.


"Eriska, Kamu masuk kerumah saja ya. Aku mau lihat pabrik dulu". Ujar Dito.


Eriska mengangguk


Dito pergi menuju pabrik yang di belakang rumahnya sekitar 200 meter.


"Ayo kita masuk kedalam rumah". Ujar Aditya.


Eriska pun mengikuti Papa mertuanya.


"Papamu sehat kan?". Tanya Aditya.


"Papa sehat". Ujar Eriska.


"Syukurlah". Ujar Aditya.


Mereka masuk kedalam rumah.


"Maaf ya rumah nya berantakan. Ini pertama Kali Kamu datang Tapi keadaannya seperti ini. Maklum tidak ada wanita dirumah ini". Ujar Aditya. "Ayo duduk".


"Tidak apa-apa Pah. Tadi kita dari bandara mengantar Stefanie lalu Dito dapat telepon langsung kemari. Maaf Eriska tidak bawa apa-apa". Ujar Eriska.


"Tidak apa-apa. Papa sangat bahagia Kamu bisa datang kemari". Ujar Aditya.


"Sebentar ya Papa buatkan minum". Ujar Aditya.

__ADS_1


"Tidak usah repot-repot Pah". Ujar Eriska tidak enak.


"Tidak apa-apa. Tunggu ya". Aditya pergi menuju dapur.


Eriska merasa gerah. Ia ingin mandi lalu keluar menuju mobil mengambil baju nya.


Eriska selalu menyimpan 1 koper baju nya karena Dia selalu pergi kemana pun.


Setelah mengambil bajunya Dan peralatan mandi, Eriska melihat Dito sedang berjalan bersama seorang gadis cantik berhijab sedang berbincang sangat akrab.


"Siapa perempuan itu? Kelihatannya sangat akrab dengan Dito". Ujar Eriska penasaran.


Dito menghampiri Eriska bersama Annisa.


"Kamu sedang apa?". Tanya Dito.


"Ambil ini". Ujar Eriska menunjukkan barang yang Ia ambil.


"Oh iya, Annisa kenalkan ini Eriska. Istri Aa". Ujar Dito


"Eriska, kenalkan ini Annisa anak kepala desa disini". Ujar Dito.


"Salam kenal". Annisa mencoba berjabat tangan namun dihiraukan Eriska.


"Saya mau mandi tapi saya tidak tahu dimana kamar mandinya". Ujar Eriska.


"Di kamar ku kan ada kamar mandinya". Ujar Dito


"Loh emang saya tahu kamar mandi Kamu dimana?". Ujar Eriska kesal.


" oh Iya Kamu baru datang ya. Maaf ya istriku yang cantik ayo Aku tunjukkan". Ujar Dito.


Annisa terkejut dengan perlakuan Dito kepada Eriska. Ia tahu mereka dijodohkan Tapi tidak merasa bahwa Dito menyukai Eriska bahkan dengan perlakuan Eriska.


"Annisa, Aa masuk dulu ya". Ujar Dito.


"Oh Iya A Annisa mau pulang kok. Assalamualaikum". Annisa mengucap salam


"Waalaikumsalam". Balas Dito.


"Ayo kita masuk". Ujar Dito kepada Eriska.


Dito cukup terkejut melihat apa yang Eriska lakukan.


"Kkhhmmm tumben memeluk Aku tanpa diminta". Ujar Dito.


Eriska melepaskan pelukannya.


"Saya cuma Takut gelap". Ujar Eriska canggung.


"Tadi siapa?". Tanya Eriska.


"Kan tadi sudah kenalan namanya Annisa anak kepala desa". Ujar Dito


"Sepertinya kalian dekat". Ujar Eriska penasaran.


"Kenapa memang kalau kita dekat? Kamu cemburu?". Ledek Dito.


"Cih!! Siapa yang cemburu". Elak Eriska.


"Eriska, darimana saja? Papa khawatir Kamu tidak ada". Ujar Aditya.


"Maaf Pah, Eriska tadi ambil baju. Eriska mau mandi". Ujar Eriska.


"Yasudah Kamu mandi dikamar Dito". Ujar Aditya.


"Kita masuk dulu ya pah". Ujar Dito.


Dito Dan Eriska pun masuk kedalam kamar Dito.


Kamar Dito tidak terlalu besar bahkan setengah dari kamar Eriska.


"Ini kamar kamu?". Tanya Eriska


"Iya, kenapa?". Tanya Dito


"Kecil Banget. Segimana kamar mandinya?". Tanya Eriska.


"Ya maklum aja, kan suamimu ini orang miskin tidak seperti Nona Eriska orang kaya". Ledek Dito.


"Bukan begitu maksud saya, jangan salah faham". Ujar Eriska merasa tidak enak.

__ADS_1


"Hahahahahaha tenang saja". Ujar Dito. "Kamar mandinya didepan Kamu itu". Dito menunjuk kamar mandinya.


Eriska masuk kedalam kamar mandi.


30 menit berlalu Eriska keluar.


"Sudah mandinya?". Tanya Dito yang sedang duduk.


"Kamu sudah lihat kan saya keluar dari kamar mandi". Ujar Eriska ketus.


" yasudah Aku mau mandi juga". Ujar Dito.


Eriska membuka jendela kamar Dito. Suasana nya sangat damai Dan cuaca nya pun sangat sejuk.


"Sudah lama Aku tidak menghirup udara Segar seperti ini". Ujar Eriska.


Tak lama Dito keluar dari kamar mandi.


"Kamu lagi apa?". Tanya Dito.


"Cuma lihat-lihat aja". Ujar Eriska


"Apa yang Kamu lihat? Kan gelap". Ujar Dito.


"Cuma menghirup udara. Disini masih sejuk beda dengan di kota". Ujar Eriska.


"Itulah kenapa Aku suka tinggal disini. Masih sejuk, damai Dan tidak bising". Ujar Dito.


Eriska hanya tersenyum.


"Eriska sini deh". Ujar Dito


"Ada apa?". Tanya Eriska.


" kesini dulu". Jawab Dito.


Eriska pun menghampiri Dito.


"Duduk disitu duku". Ujar Dito.


Eriska pun duduk di tempat tidur Dito.


Dito mengambil sesuatu dari lemarinya.


Dito membawa kotak kecil.


Dito duduk disebelah Eriska.


"Ini untuk Kamu". Dito memberikan kotak itu.


"Apa ini?". Tanya Eriska.


"Buka aja". Ujar Dito.


Eriska membuka kotak itu. Didalam kotak ada beberapa kunci Dan sebuah ATM


"Apa ini semua?". Tanya Eriska.


"Ini juga? Saya sudah banyak memiliki ini". Ujar Eriska menunjukkan ATM.


"Ini adalah nafkah dariku untukmu. Ya mungkin tidak banyak daripada uang yang Kamu punya". Ujar Dito.


"Gak perlu, Kamu bisa gunain untuk dirimu sendiri. Uang saya sudah banyak saya aja bingung harus menghabiskannya bagaimana". Ujar Eriska.


Dito tersenyum. "Aku tahu Kamu banyak uang. Tapi, Sekarang Kamu adalah Istriku. Aku bertanggung jawab memberimu nafkah lahir batin. Memang uang ini tidak ada nilainya untukmu. Tapi ini adalah bukti tanggung jawab ku sebagai suamimu. Terimalah". Ujar Dito. "Ini adalah tabunganku selama lima tahun ini. Nanti aku akan terus mengisi ATM itu untuk Kamu". Ujar Dito


Eriska merasa terharu mendengar nya. Akhirnya Eriska menerimanya. "Terimakasih". Ujar Eriska memeluk Dito tanpa Ia sadari.


Dito mengelus rambut Eriska. "Maafkan Aku yang masih menjadi suami yang kurang sempurna untukmu".


Eriska tersadar Ia melepaskan pelukannya.


Ia merasa malu dan canggung sampai Ia melihat beberapa kunci di kotak yang sama.


"Ini kunci apa?". Tanya Eriska.


"Besok Kamu akan tahu ini kunci apa. Sekarang kita tidur ya. Besok pagi kita melihat pasangan dari kunci ini". Ujar Dito menyimpan kembali kotak itu.


Eriska berbaring di tempat tidur Dito.


Seperti biasa Dito selalu memeluk Eriska dari belakang. Malam ini Eriska tidak menolak sama sekali bahkan Ia merasa bahagia Dan merasa dilindungi.

__ADS_1


__ADS_2