
pagi hari pun tiba. semua telah kembali ke kamar masing-masing. Yang menunggu Eriska hanya Jessica Dan Stefanie.
Eriska membuka matanya. Ia merasakan sakit kepala. Ia mencoba untuk duduk.
"Ahhhh kepala ku sakit sekali". ujar Eriska memijat kepala nya
"Eriska kamu sudah sadar?". ujar Jessica yang keluar dari kamar mandi.
" Stefanie, wake up". Jessica membangunkan Stefanie.
"Kalian berdua kok ada disini? cowok mesum kemana?". Tanya Eriska.
Jessica Dan Stefanie saling pandang.
"Aku berfikir kita harus mengatakan tentang Dior sekarang". ujar Jessica berbisik.
"Kamu yakin?". Tanya Stefanie berbisik juga.
Jessica hanya mengangguk.
" Eriska, Stefanie ingin mengatakan sesuatu". ujar Jessica.
"Ada apa?". Tanya Eriska.
Stefanie duduk disamping Eriska.
"Eriska, Aku ingin mengatakan sesuatu". Stefanie menghela nafas Dan membuangnya. "Aku menemukan Dior". ujar Stefanie.
"apa yang Kamu katakan ? kamu menemukan Dior? dimana Dan kapan". ujar Eriska dengan perasaan campur aduk.
"Kamu bisa bersiap sekarang. kita akan mengantarmu untuk bertemu dengan Dior"you. ujar Stefanie.
"tapi Kamu yakin dia adalah Dior?". Tanya Eriska.
"Ya Eriska. Aku telah bertemu dia tiga Kali ketika kita di Paris. jadi aku tahu dia adalah Dior". ujar Stefanie.
"OK Aku percaya padamu. Aku akan bersiap sekarang". Ujar Eriska bahagia mendengar Dior telah ditemukan Dan Ia akan berjumpa dengannya.
Eriska bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri Dan bersiap.
__ADS_1
Stefanie memandang Jessica dengan rasa sedih. "Aku tidak percaya ini. mereka bertemu dalam situasi yang seperti ini".
Jessica memeluk Stefanie.
Satu jam berlalu, Eriska telah siap dengan menggunakan dress Selutut Dan make up natural Eriska terlihat sangat cantik.
"oh ya Dimana si cowok mesum ? sejak pagi Aku tidak melihat nya?". Tanya Eriska.
"kita bisa pergi sekarang ayo". Stefanie mengalihkan perhatian Eriska tentang Dito.
Merekapun keluar kamar. sampai di lobby, Eriska, Stefanie, Dan Jessica menaiki mobil yang disiapkan oleh Surya.
" Surya pergi ke tempat yang Aku bilang". Ujar Jessica.
surya pun menancapkan gas pergi meninggalkan hotel.
didalam perjalanan Eriska sangat bersemangat ingin bertemu dengan Dior. Ia sangat gembira. Namun, wajah Stefanie Dan Jessica terlihat sangat sedih.
Aku sangat tidak tega jika Eriska tahu kenyataan. Ujar Jessica dalam hati.
Lima belas menit berlalu, Mereka telah sampai di rumah sakit.
"rumah sakit? kenapa kamu bawa Aku kesini?". Tanya Eriska.
" Apa Dia bekerja di rumah sakit ini?". Tanya Eriska.
Jessica maupun Stefanie tidak menjawab.
mereka menaiki lift lalu keluar di lantai dimana Dito di rawat.
Mereka sampai Di depan pintu kamar Dito.
"Ayo masuk". ujar Jessica.
" Tunggu. ini kamar Inap. siapa yang sakit ? Dior ?". Tanya Eriska mulai merasakan mencurigakan.
"kita masuk dulu". ujar Jessica.
mereka masuk Eriska melihat Adity Dan Yarka yang tengah duduk.
__ADS_1
" Papa, Yarka kok ada disini?". Tanya Eriska.
Eriska berjalan menuju tempat tidur. Ia penasaran siapa yang sakit.
betapa terkejut nya Dia melihat Dito yang berbaring tak sadarkan diri dengan selang di hidungnya.
Dengan rasa tak percaya, sedih, Eriska meneteskan air mata.
"Dito, Dito Kamu kenapa?". Eriska menangis mencoba membangunkan Dito.
" Apa yang terjadi? Semalam Dia baik-baik saja". ujar Eriska marah.
"Tenanglah Eriska". Aditya mencoba menenangkan Eriska.
"Bagaimana Aku bisa tenang. Dito bangun Kamu kenapa?". Eriska menangis sejadi-jadinya.
Melihat keadaan Dito, Ia sampai lupa Ia harus bertemu dengan Dior.
"Eriska, apa Kamu lupa untuk apa kita datang kemari?". Tanya Stefanie.
"Dior. dimana dia ? aku harus berbicara dengan dia". ujar Eriska.
"Dia Dior". ujar Stefanie menunjuk Dito.
Bagai tersambar petir, Eriska terkejut dengan perkataan Stefanie.
"jangan bercanda Stefanie. dimana Dior". Eriska masih tidak percaya dengan Stefanie.
" Eriska, Dito memang lah Dior ". ujar Aditya menghampiri Eriska.
" Ma.. mana mungkin?". Eriska masih tidak percaya.
"Apa Kamu masih ingat perkataan Papa ? Sejak mamamu meninggal, Dito selalu menjagamu? Setelah Mama mu meninggal, Dito pergi ke Paris untuk menjagamu. Karena tidak ingin Kamu tahu, Akhirnya Dito mengganti namanya menjadi Dior. Jika seperti itu, Kamu tidak akan curiga kepadanya. Dito selalu mengikuti mu kemanapun untuk menjagamu. bahkan Dia tinggal satu apartment denganmu". Ujar Aditya.
" Jika benar dia adalah Dior, kenapa Dia tidak pernah mau bertemu denganku?". Tanya Eriska.
"Dia tidak mau Kamu mengetahui identitasnya. Dia Takut Kamu akan marah jiks suatu hari Kamu bertemu dengan Dito dengan identitas lainnya". ujar Aditya.
"Maafkan Papa tidak memberitahu Kamu. Dito memiliki alasan sendiri untuk menyembunyikan ini semua". Ujar Aditya.
__ADS_1
Eriska memandang Dito yang tengah berbaring. Ia menangis sejadi-jadinya. " Dasar cowok bodoh. cowok mesum. kenapa kamu melakukan ini kepadaku?" Eriska menangis sesegukkan.
Semua saling pandang mengisyaratkan meninggal Eriska bersama Dito.