
"Selamat pagi Tuan dan nyonya". Surya masuk kedalam ruangan Eriska.
"Apa mereka sudah sampai?". Tanya Eriska.
"Kemungkinan 10 menit lagi". Ujar Surya.
"Kamu benar-benar tidak professional ya Surya. Kamu tidak memberitahu saya soal kedatangan mereka". Ujar Eriska kesal.
"Maaf Nyonya, Sebenarnya saya ingin memberitahu Nyonya saat dibali namun keadaan Tuan masih kurang baik". Ujar Surya.
"Saya tidak ingin mendengar alasanmu. Apa yang akan mereka katakan?". Tanya Eriska.
"Begini Nyonya, mereka mengatakan akan ada acara memperkenalkan pariwisata dalam negeri kepada seluruh dunia. Mungkin Nyonya ingat para Dewan dari Paris akan menginap di hotel ini. Mereka salah satu tamu nya. Kementrian ingin membooking semua kamar untuk para tamu ini". Ujar Surya menjelaskan.
"Oh begitu. Baiklah mari kita ke Ruang meeting". Eriska beranjak dari kursi nya.
"Sayang, Kamu tunggu sebentar ya". Ujar Eriska.
"Baiklah". Jawab Dito
Eriska pun keluar meninggalkan ruangannya.
"Lebih baik Aku ke dapur membuat cake untuk istri cantik ku". Ujar Dito berjalan keluar ruangan.
" Selamat pagi Tuan. Apakah Anda membutuhkan sesuatu?". Tanya Chef Arga.
"Oh tidak. Eriska sedang ada meeting, saya bosan. Apa boleh saya menggunakan pastry room ?". Tanya Dito.
"Tentu saja boleh Tuan. Silahkan". Ujar chef Arga mempersilahkan Dito menuju pastry room.
Dito berjalan menuju Pastry room.
"selamat Pagi, Tuan Dito". sapa Chef Niall.
"selamat pagi, Chef". jawab Dito.
"apakah Anda membutuhkan sesuatu?". Tanya Chef Niall.
"Istriku sedang ada meeting sekarang. Aku sangat bosan jadi aku memutuskan untuk datang kemari. Aku ingin membuat kue special untuk istriku". Ujar Dito.
"Anda sangat romantis Tuan. Mari Tuan ganti pakaianmu dulu". Niall mempersilahkan Dito masuk untuk mengganti bajunya.
Setelah mengganti baju, Dito siap untuk membuat cake kesukaan Eriska.
Ditempat meeting, Eriska tengah serius berbincang dengan Tamu kehormatannya.
__ADS_1
" Selamat pagi Nyonya Eriska". Perwakilan dari kementrian mengucap salam.
"Selamat Pagi Bapak. Silahkan duduk". Ujar Eriska ramah.
"Seperti yang kami sampaikan kepada Bapak Surya mengenai kerjasama untuk acara pariwisata kita, kemungkinan hampi semua kamar kita ingin booking untuk minggu depan selama tiga hari. Bagaimana menurut Nyonya soal ini?". Tanya perwakilan kementrian.
"Dengan rasa hormat kami bisa menjadi pilihat untuk kementrian dalam rangka acara ini. Kami sangat berterima kasih kepada kementrian karena telah mempercayai hotel kami diantara banyak hotel lebih baik dari kami". Ujar Eriska.
"Untuk kelanjutannya ini adalah proposal untuk kamar apa saja yang ingin kami pesan Dan data para tamu yang akan menginap disini". Perwakilan Kementrian memberikan proposal kepada Eriska.
"Baik. Kami terima ini, kita akan memperlajarinya segera. Jika Anda ingin request apapun kami usahakan akan melakukan yang terbaik". Ujar Eriska yakin.
Mereka terus meeting dengan serius. Sama hal nya dengan Dito yang serius membuat cake untuk Eriska.
"Ya Tuhan, ini sangat luar biasa". Ujar Niall terkejut dengan cake red velvet yang Dito buat.
"Tuan, bisakah saya bertanya sesuatu?". Tanya Niall.
" Ya silahkan". Jawab Dito.
"apakah anda seorang Chef ? Dua Kali anda membuat dessert yang special. Aku berfikir tidak ada pria biasa yang membuat itu sangat sempurna. Lalu, saya juga berfikir kita telah bertemu sebelum nya. Wajah anda terlihat familiar. Juga rasa dessert anda membuat saya mengingat seseorang". Ujar Niall.
Dito tersenyum. "Menurutmu, siapakah aku?". Tanya Dito
"Ah apakah Anda chef Dior?". Ujar Niall merasa kaget.
"Mungkin istriku sudah selesai meeting. Aku akan mengganti seragam ini sekarang". Dito meninggal Niall yang masih terkaget-kaget.
Selesai mandi dan berganti baju, Dito keluar membawa cake yang Dia buat untuk Eriska.
Sampai di ruangannya, Eriska masih belum kembali.
"Ah mungkin Dia belum selesai". Ujar Dito yang duduk disofa ruangan Eriska.
Tak lama Eriska masuk.
"Sayang, maafkan Aku ya harus menunggu lama". Ujar Eriska menghampiri Dito Dan duduk disebelah nya.
"Tidak apa-apa. Oh ya ini, Aku buatkan red velvet special untuk mu". Dito memberikan red velvet yang Ia buat kepada Eriska.
"Ini Kamu yang buat?". Tanya Eriska.
"Sebenarnya, Aku bosan menunggu Kamu meeting, jadi Aku pergi ke pastry room membuat ini untukmu". Ujar Dito.
"Ahhhhh Terimakasih suamiku sayang. Kamu memang luar biasa". Eriska memeluk Dan mencium pipi Dito.
__ADS_1
"Ucapan terimakasih nya ini aja?". Tanya Dito.
"Kan Aku belum mencobanya jadi Aku harus mencoba nya dulu baru Aku akan putuskan bagaimana cara berterimakasih kepadamu". Ujar Eriska Tersenyum pada Dito.
"Baiklah. Apa Kamu mau makan sekarang? Aku akan telepon bagian café untuk membuat segelas cappuccino untukmu". Ujar Dito.
"Ok pesankan dua ya". Ujar Eriska.
"Kamu mau minum dua gelas kopi?". Tanya Dito.
" yang 1 untuk suamiku dong. Aku tidak mau makan ini semua sendirian". Ujar Eriska.
"Baiklah sayang". Dito meraih telepon dimeja Eriska Dan meminta mengirimkan 2 gelas cappuccino.
Tak lama pelayan memberikan 2 gelas cappuccino.
"Ato sekarang Kamu coba". Ujar Dito kepada Eriska.
Eriska memotong kue nya Dan melahap nya
"Enak Banget". Ujar Eriska gembira.
"Oh ya ? Kamu suka?". Tanya Dito.
"Suka Banget". Ujar Eriska. Ia mengambil ponsel nya lalu memfoto kue buatan Dito.
Makan cake terenak didunia!!! Eriska mengirim foto kue nya. di group chat yang beranggotakan Jessica, Stefanie Dan dirinya.
Oh God! Send to me !!!!. Balas Stefanie.
Eriskaaaaaa sisakan untukku!!!. Jessica mengirim voice note.
No no I'll eat all alone!! Balas Eriska.
Mereka sibuk chatting, Dito yang melihat tersenyum. Ia mengambil piring milik Eriska memotong kue nya lalu menyuapi Eriska.
"Ayo makanlah sayang". Ujar Dito.
Eriska Tersenyum Dan menerima suapan dari Dito.
"Terimakasih suamiku". Ujar Eriska Tersenyum.
Dito terus menyuapi Eriska yang tengah asyik chatting bersama sahabatnya.
***Assalamualaikum Reader, Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh ". jangan lupa untuk Like Komen vote Dan Share ya. dukungan kalian bisa jadi Semangat untuk Author menulis.
__ADS_1
Salam manis dari Mrs. A***