
Keesokan harinya. Dipagi hari pukul 9 seseorang telah datang untuk menemui Dito dan Eriska. Seseorang dengan mengenakan jass lengkap dan membawa koper yang berisi berkas.
"Selamat pagi Tuan Dior". Sapa Henry Pengacara Dito.
"Selamat pagi Henry. Sudah lama tidak bertemu bagaimana kabarmu?". Tanya Dito.
"Baik Tuan". Ujar Henry tersenyum
"Perkenalkan ini istri saya Eriska". Dito memperkenalkan Eriska.
"Selamat pagi Nyonya". Sapa Henry.
Eriska hanya mengangguk pelan.
"Seperti yang Tuan inginkan untuk pemindahan hak kepemilikan semua aset Tuan Dior kepada Istri Tuan yaitu Nyonya Eriska, Saya sudah mempersiapkan nya. Tuan dan Nyonya hanya perlu tanda tangani dokumen-dokumen ini. Setelah itu semua akan beralih kepemilikan". Ujar Henry memberi beberapa dokumen kepada Dito.
Eriska yang mendengar terkejut dengan apa yang dikatakan Henry.
"Permisi, Saya ingin berbicara dengan Suami Saya sebentar". Eriska menarik tangan Dito untuk berbicara.
"Maksud Kamu apa ini? Kamu bilang hanya rumah ini tapi sekarang seluruh aset kamu, Kamu akan pindahkan atas namaku?". Tanya Eriska yang merasa marah.
"Tenanglah Sayang". Dito menyentuh kedua bahu Eriska namun ditepis oleh Eriska. "Sayang, Kamu adalah Istriku Kamu berhak mendapatkan ini semua". Ujar Dito meyakinkan Eriska.
"Untuk apa ini semua? Kamu tahu Aku sudah memiliki apapun! Aku sudah sering bilang kepadamu Aku tidak butuh uang dan harta lagi". Ujar Eriska marah.
"Sayang, Aku mohon terimalah semua ini". Dito menggenggam kedua tangan Eriska.
"Kamu bisa memberikan nya kepada Yarka. Kenapa harus padaku?". Ujar Eriska.
"Tidak bisa Sayang, hanya Kamu yang memiliki izin tinggal disini dari semua keluargaku". Ujar Dito. "Sayang, semua aset ku atas nama Dior. Kamu tahu sendiri Dior itu palsu. Sedangkan Dito tidak memiliki izin tinggal disini dan semua orang di Paris berfikir Dior telah tiada. Jika Aku tidak mengalihkan hartaku, akan ada banyak orang yang berniat mengambilnya. Aku mohon sayang ikuti rencanaku. Kamu akan sangat membantuku". Ujar Dito memohon pada Eriska.
__ADS_1
"Apa yang terjadi sebenarnya?". Tanya Eriska.
"Aku sudah katakan padamu segalanya kenapa kamu masih bertanya? Ayolah". Dito menarik tangan Eriska untuk menemui Henry kembali.
"Maaf telah lama menunggu". Dito dan Eriska duduk kembali.
"Tidak apa-apa Tuan". Ujar Henry lalu memberikan pena pada Dito.
Dito mulai menandatangani semua berkas. Setelah itu Ia memberikan pena nya pada Eriska. Eriska masih terlihat enggan untuk menandatangani berkas-berkas itu. Ia tidak ingin memiliki semua aset Dito.
"Sayang, Aku mohon". Ujar Dito memohon.
Akhirnya Eriska bersedia menandatangani berkas-berkas itu. Setelah itu Eriska pergi menuju kamarnya dengan wajah yang masih kesal.
"Dengan semua harta yang Aku punya sekarang Aku akan menjadi orang terkaya. Untuk apa itu semua. Dito sialan sudah Aku katakan Aku tidak mau". Gerutu Eriska kesal berjalan menuju kamar.
James melihat sikap Eriska yang terlihat kesal. Ia cukup bingung karena Ia tahu Eriska telah menandatangani berkas-berkas aset kepemilikan Dito. Dalam benak James mungkin semua wanita akan gembira. Tapi yang Ia lihat justru rasa kesal pada diri Eriska. James pun menghampiri Dito.
"Baiklah Tuan Dior". Ujar Henry.
"Bukan Dior tapi Dito". Balas Dito.
"Baiklah Tuan Dito. Semua urusah telah selesai, saya pamit dulu. Permisi". Henry oun pergi meninggalkan Dito diantar James.
Setelah James mengantar Henry, James kembali menghampiri Dito. Ia cukup penasaran dengan reaksi Eriska setelah penandatanganan pemindahan aset.
Dito masih duduk melihat isi berkas-berkas.
"Tuan, bisakah Saya bertanya?". Tanya James.
"Tentu". Ujar Dito. "Duduklah".
__ADS_1
James pun duduk.
"Maaf Tuan jika pertanyaan Saya lancang". Ujar James sedikit tidak enak
"Tenanglah, Kamu ini bukan hanya sekedar Kepala Pelayan dirumah ini tapi Kamu juga adalah sahabatku. Katakan apa yang ini Kamu tanyakan". Ujar Dito.
"Tuan, pemindahan kepemilikan aset berjalan lancar kan?". Tanya James.
"Tentu". Jawab Dito.
"Lalu kenapa Saya melihat Nyonya Eriska merasa sangat kesal saat kembali setelah tanda tangan? Menurut Saya, semua wanita pasti akan gembira saat suaminya memberikan semua harta nya pada sang Istri. Tapi kenapa Nyonya terlihat sangat tidak suka?". Tanya James.
Dito hanya tersenyum. "James, mungkin Kamu fikir Istri saya itu wanita biasa. Kamu salah. Dia Eriska Putri. Salah satu Orang terkaya di negara kami. Ia memiliki banyak hotel bintang 5 dinegara kami. Uang nya tak terbatas. Jangankan semua aset ini. Saya memberinya 1 kartu debit yang berisi beberapa ratus ribu dollar saja saya sangat sulit membujuknya untuk menerimanya. Tadi pun untuk meminta Ia tanda tangan cukup susah. James, Ia berbeda dengan Wanita lain. Untuk menjadi sukses, Ia berjuang sendiri sampai dititik ini. Wanita yang sangat menjaga kehormatannya layaknya seorang Ratu. Kamu tahu? Di negara kami, Saya hanyalah pria biasa yang tidak memiliki banyak harta. Tapi Dia bisa menerima dengan begitu baik. Kami kemari sekarang ini karena Ia sudah bosan dengan pekerjaannya. Ia hanya ingin berlibur sesaat. Ia sangat ingin kembali kesini. Ia sangat gembira dengan perjalanan kami. Saya tidak tega padanya jika menolaknya". Ujar Dito.
"Maka dari itu Tuan kembali kesini? Meski resiko nya sangat bahaya?". Tanya James.
"Iya. Aku sangat berharap tidak ada seorangpun tahu bahwa Dior kembali terutama Alexa". Ujar Dito. "Yasudah, Saya akan menemui Nyonya. Kamu siapkan mobil. Saya dan Nyonya akan pergi keluar untuk jalan-jalan". Ujar Dito.
"Baik Tuan". Jawab James.
Dito berdiri lalu berjalan meninggalkan James.
"Tuan dan Nyonya memang serasi. Semoga Tuan dan Nyonya bisa bahagia dan semoga Nona Alexa tidak menemukan kalian berdua". Ujar James.
***Assalamualaikum Reader. terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh".
untuk mendukung karya Author. pls for Like Komen vote dan share ya.
happy reading and happy 2nd day of Eid.
salam manis dari Mrs. A***
__ADS_1