
Setelah mereka berbincang, mereka pergi menemui Birowo. Tak lama mereka disana mereka kembali kerumah Eriska.
"Akhirnya sampai juga". Ujar Eriska meregangkan badannya.
"Wah pasangan mabuk cinta baru kembali dari honeymoon". Ujar Tita yang baru keluar dari dapur.
"Sssstttt diam! Aku lelah". Ujar Eriska meninggalkan Tita menuju kamar.
"Chef Dior". Sapa Tita dengan wajah yang manis.
"Chef yakin nih tidak mau meninggalkan makhluk ganas itu ? Mending sama Aku wanita yang imut ini". Ledek Tita.
"Ah Kamu terlalu muda untukku". Dito menyentuh kepala Tita.
"Ah Aku sudah 25 tahun loh masa dibilang anak kecil?". Tita melepaskan tangan Dito yang berada diatas kepalanya.
"Kalau begitu bagaimana dengan Yarka saja? Dia adikku yang manis. Jika Kamu mau Aku akan mengenalkannya". Ujar Dito yang berlalu meninggalkan Tita.
"Wah kak Dito punya adik cowok nih? Wah benar kata pepatah tidak ada rotan, akarpun jadi". Ujar Tita tertawa. "Aduh Kelamaan jomblo begini nih. Tuhan kirimkan Aku jodoh segera. Aku bosan hidup sendiri". Ujar Tita berdoa memandang langit-langit.
Hari demi hari berganti. Eriska pun tengah sibuk mengarahkan Tita untuk menggantikannya selama Ia cuti. Dito yang selalu menemani Eriska dalam kesibukannya.
Dito Dan Eriska pun sepakat akan tinggal sementara waktu di Paris Dan berjalan-jalan di negara yang dekat dengan Paris.
"Tita, Kamu sudah mengerti kan? Awas ya Kamu belum mengerti tugasmu. Kakak sudah mempersiapkan segalanya untuk ke paris segera". Ujar Eriska tegas pada Tita.
"Tenang kak, ini tidak beda jauh dengan tugas lamaku. Percayalah padaku Dan kakak bisa have fun dengan kak Dito membuat ponakan untukku". Ujar Tita.
"Kalau Kamu siap. Mari kita meeting untuk serah terima jabatan sementara waktu". Ujar Eriska
"sekarang kak?". Tanya Tita.
"Iyalah memang mau kapan lagi? Lusa kakak sudah akan terbang ke Paris. Kamu ingat selama kakak pergi jangan macam-macam. Kakak banyak Mata-Mata kakak tahu apa yang Kamu lakukan. Ingat kerja yang baik Kamu tahu kakak membangun semua ini butuh kerja keras". Ujar Eriska yang terus menegaskan posisi Tita.
__ADS_1
"Tenanglah kak Aku janji akan membuat hotel kakak semakin maju". Ujar Tita percaya diri.
"Good! That's my girl". Ujar Eriska senang.
Eriska mengambil ponselnya lalu menelepon Surya.
"Halo Surya. Kumpulkan semua staff kita adakan meeting setah terima jabatan Tita setelah makan siang". Ujar Eriska.
"Baik Nyonya". Balas Surya.
Eriska pun menutup telepon nya lalu sibuk kembali mengarahkan pekerjaan untuk Tita.
Selesai dengan tugasnya, Tita duduk disofa disebelah Dito.
"Kak jadi tidak memperkenalkanku dengan Adik kak Dito?". Tanya Tita.
"Hahahahahaha Kamu serius?". Dito terkejut candaannya dianggap serius.
"Ya serius lah kak. Karena Aku tidak bisa mendapatkan chef Dior ya minimal dapat miniaturnya deh tidak apa-apa". Ujar Tita.
"kak, Aku kan cantik Dan baik hati. Pasti layak dong dapat pria tampan Dan baik seperti Yarka.". Ujar Tita.
"Yarka itu memang tampan terus lagi dia masih disegel masih polos tidak seperti Kamu sudah bercampur racun". Ujar Eriska tertawa.
"Kakak kenapa begitu? Begini-begini Aku calon CEO hotel D'Cozy loh". Tita berbangga diri.
"Hahahahahaha CEO cadangan". Ujar Eriska.
"Sudah sudah kenapa kalian jadi saling mengejek begitu". Ujar Dito.
"Jika Kamu ingin bertemu dengan Yarka, kakak bisa suruh dia datang besok". Ujar Dito.
"Ah yang benar kak? Oh dengan senang hati Aku bertemu dengannya". Ujar Tita bersemangat. "Yasudah Aku pergi keruangan Surya dulu. Bye!". Tita pun pergi meninggalkan ruangan Eriska.
__ADS_1
"Sayang, Kamu serius ingin memperkenalkan mereka?". Tanya Eriska.
"Iya hanya memperkenalkan apa salahnya? Mereka kan memang rekan bisnis jadi harus saling kenal. Kalau mereka berjodoh ya syukur kalau tidak ya jadi teman kan bisa". Ujar Dito.
"Yasudah terserah Kamu deh". Ujar Eriska yang berjalan menuju sofa lalu duduk disamping Dito menyandarkan kepalanya di bahu Eriska.
"Aku sudah tidak sabar pergi ke Paris berasamamu". Ujar Eriska senang.
Sayang, Aku yang merasa bingung. Paris adalah salah satu tempat yang Aku tidak ingin kembali. Aku takut bertemu Dia Dan Dia menyakitimu. Ujar Dito dalam hati merasa khawatir.
"Sayang, sayang. Kamu kenapa diam? Kamu tidak suka ya?". Tanya Eriska.
"Hah ?? Tidak! Mana mungkin Aku tidak suka dengan apa yang membuatmu bahagia". Ujar Dito tersenyum pada Eriska.
"Visa kita sudah jadi untuk beberapa negara. Semoga kita bisa mengunjungi semua nya ya. Minggu pertama Aku ingin pergi ke Switzerland. Selama Aku di Paris Aku sangat sibuk dengan study ku jadi tidak sempat kesana. Aku ingin kesana bersama denganmu". Ujar Eriska menatap Dito dengan senyumannya.
"Tentu sayang, kemanapun Aku akan selalu bersamamu". Ujar Dito mencium kepala Eriska.
"Tapi sayang, tidak apa-apa kan kita tidak menggunakan jet ? Karena pesawat itu Aku beli untuk operasional hotel bukan untukku pribadi. Lagipula kita akan tinggal cukup lama diluar". Ujar Eriska.
"Tidak ada masalah sayang. jangan terlalu seperti itu". Ujar Dito.
"Surya sudah mendapatkan tiket untuk kita. First class". Ujar Eriska.
"Sayang, kenapa harus first class? Kita kan bisa maksimal mengambil business class". Ujar Dito.
"Sayang, Aku tidak terbiasa berbaur dengan orang lain selama bertahun-tahun ini. Aku terbiasa menggunakan jet itu selama 3 tahun ini". Ujar Eriska.
"Baiklah Nyonya Eriska yang teramat kaya raya". Ledek Dito.
"Tapi ingat ya, selama kita di Paris ataupun pergi kemanapun harus menggunakan uang ku". Ujar Dito. "Aku merasa menjadi pria simpanan selalu menggunakan uangmu". Ujar Dito
"Ah fikiran Kamu saja yang seperti itu. Baiklah Aku setuju. Tapi jika suatu saat diperlukan Kamu jangan larang Aku juga ya". Ujar Eriska.
__ADS_1
"Baiklah sayang". Balas Dito tersenyum pada Eriska.
Entahlah bagaimana sekarang Paris akan menyambut kita berdua dengan status baru kita. Alexa, Aku harap Aku tidak bertemu denganmu terutama dengan Eriska! Aku pergi ke Paris hanya untuk membahagiakan Eriska, jika tidak Aku sangat tidak ingin pergi kesana lagi!. Ujar Dito dalam hati mengepal tangannya dengan wajah yang sangat membenci.