Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 112 (goes to Zürich)


__ADS_3

Setelah dari salon, Eriska dan John pergi untuk belanja bahan makanan. Dari sayuran, buah-buahan, dan lainnya. Eriska sangat gembira untuk menyambut Suaminya.


"Hemmm sepertinya Aku harus membeli beberapa bumbu juga". Ujar Eriska.


Ia seperti Ibu Rumah Tangga lainnya. Sebelum ini, Dia tidak pernah membeli bahan makanan seperti ini. Menurut nya ini sangat menyenangkan.


"Kamu tahu John? Selama hidup, Saya tidak pernah yang namanya berbelanja bahan makanan seperti ini. Saya selalu sibuk di Hotel setiap hari hanya melihat Laptop atau berkas yang menumpuk. Jika harus berbelanja pun biasanya belanja pakaian dan lainnya". Ujar Eriska bercerita pada John. "Saya sangat senang melakukan ini". Eriska nampak sangat bahagia.


"Maka nikmati moment ini Nyonya". Ujar John.


"Tentu John. Setelah pulang dari sini mungkin Saya akan kembali dengan rutinitas Saya di hotel yang membosankan itu". Ujar Eriska.


Eriska terus memilih apa yang akan Dia beli.


Sedangkan ditempat lainnya Dito sudah bersiap untuk terbang ke Zürich. Dito telah masuk kedalam pesawat dibantu oleh James.


"Perlahan Tuan". Ujar James.


Dito terkena peluru di kaki kanan dan bahu kanan nya hingga Ia harus menggunakan kursi roda untuk sementara waktu.


Mereka pun terbang dengan helicopter menuju Switzerland.


"Dia pasti terkejut melihat ku malam ini". Ujar Dito


"Tapi Tuan, bagaimana jika Nyonya melihat keadaan Tuan yang seperti ini. Pasti Nyonya akan sedih". Ujar James


"Tenanglah James paling Dia hanya akan menangis. Setidaknya Dia tidak menjadi janda kaya raya. Hahahahahaha karena saya masih hidup". Ujar Dito tertawa.


"Ah Tuan bicara nya kemana-mana". Ujar James.


"Sudahlah diam Aku ingin tidur sebentar". Ujar Dito.


Ditempat lainnya Eriska dan John telah kembali. Mereka kembali pukul 6 sore.


Semua belanjaannya disimpan.


"Kalian tata semua dengan rapi". Ujar Eriska


"Baik Nyonya". Ujar para pengawal.


Eriska pun pergi menuju kamarnya.


"Kita seorang pengawal kenapa disuruh menata bahan makanan seperti ini?". Ujar salah satu pengawal.


"Sudahlah, tugas kita hanya memsruhi perintah Nyonya. Apapun itu kita harus kerjakan". Ujar pengawal lainnya.


Setelah berganti baju, Eriska kembali as z dapur. Ia berencana untuk membuat makan malam. Tiba-tiba bell berbunyi.


"Siapa yang datang kemari ?". Tanya Eriska.


"Biar saya saja yang membuka pintu". Ujar John yang berjalan menuju pintu Utama.


Pintu terbuka.


"Tuan". John terkejut


"Sssttt jangan berisik". Ujar Dito. " istriku sedang apa?". Tanya Dito.


"Nyonya sedang bersiap untuk masak Tuan". Ujar John.


"Bilang Dia ada paket atas nama Dia dan harus Dia yang menerima". Ujar Dito.


"Baik Tuan". Ujar John.


John pun masuk kedalam


"Nyonya. Itu tukang Pos. Ada barang yang dikirim Tuan tapi harus Nyonya sendiri yang menerima". Ujar John

__ADS_1


"Oh ya??". Eriska berjalan cepat menuju pintu.


"Kok pintunya ditutup sih ? Dasar orang Perancis gak sopan". Gerutu Eriska.


Eriska membuka pintu.


"Assalamualaikum". Sapa Dito.


"Dito". Eriska terkejut melihat suaminya.


Eriska berjongkok dan memeluk Dito. Ia menangis melihat suaminya.


"Dasar cowok nyebelin. Kemana saja Kamu". Eriska menangis memukul bahu Dito.


"Awwww". Dito meringis.


Eriska melepas pelukannya.


"Eh tunggu, kenapa kamu menggunakan kursi roda? Apa yang terjadi?". Eriska baru sadar melihat keadaan Dito.


" huaaaa apa Kamu lumpuh sekarang?". Eriska makin menangis.


"Bodoh! Kamu berdoa sembarangan". Dito memukul pelan kepala Istrinya.


"Terus Kamu kenapa?". Masih dalam keadaan menangis.


"Alexa hampir membunuhku. Ia menembak bahu dan kaki ku. Untung Aku tidak meninggal". Ujar Dito.


"Apa Kamu ditembak? Wanita sialan! Berani Dia menembak mu". Ujar Eriska berdiri.


Dito menarik tangan Eriska lalu Eriska terjatuh dipangkuan Dito.


"Ah apa Kamu merasa sakit? Kenapa kamu menarikku?". Ujar Eriska Panik.


"Tidak sakit sayang". Ujar Dito.


"James dorong masuk kedalam". Ujar Dito.


"Sayang, malu pada James". Eriska merasa malu dilihat James dan para pengawal.


"Sudahlah tidak apa-apa mereka terbiasa melihat seperti ini". Ujar Dito.


"Ayo James". Ujar Dito.


James pun mendorong kursi roda Dito masuk kedalam rumah.


"Bagaimana harimu disini?". Tanya Dito.


"Apa yang bisa Aku lakukan? Aku hanya memikirkanmu". Ujar Eriska.


"Oh segitu cinta nya padaku sampai terus memikirkanku?". Tanya Dito.


"Aku hanya berfikir kapan Kamu mati. Setelah itu Aku bisa menjual asetmu dan pergi dari sini". Ujar Eriska.


"Oh tapi sayangnya Aku masih hidup kan Nyonya Eriska ?". Ujar Dito.


"Iya. Gagal deh menjual aset mu disini". Ujar Eriska.


"Uh manis sekali istriku". Dito mencium pipi Eriska.


"Dito. Malu pada Pengawal". Ujar Eriska yang merona.


Sampailah mereka diruang keluarga.


"Yasudah Aku masak dulu. Kamu bisa tunggu disini atau dimanapun". Ujar Eriska beranjak dari pangkuan Dito.


"Tidak perlu. Kami sudah membeli makanan dari luar". Ujar Dito.

__ADS_1


"James siapkan semuanya". Ujar Dito.


"Baik Tuan". Jawab James.


"James. Berikan biar saya yang menyiapkan". Ujar Eriska.


"Tidak perlu Nyonya, biar saya saja. Nyonya bisa menemani Tuan". Jawab James.


"Baiklah". Ujar Eriska.


James pun pergi meninggalkan Eriska dan Dito.


Saat tidak ada orang, Dito mencium Eriska dan memeluknya.


"Aku bahagia masih bisa bertemu denganmu". Ujar Dito memeluk Eriska.


"Kamu bodoh. Kenapa harus nekad kesana? Bagaimana jika terjadi hal lebih buruk dari ini". Ujar Eriska menangis.


"Sudahlah sayang, Kamu bisa lihat Aku baik-baik saja". Dito menghapus airmata Eriska.


"Baik-baik saja gimana? Kamu ada di kursi roda begini". Ujar Eriska masih merasa sedih melihat keadaan suaminya.


"Ini hanya untuk beberapa hari saja. Tenanglah". Ujar Dito.


Dito mengambil sesuatu dari dalam saku Jas nya.


"Ini untukmu". Dito memberikan kotak kecil kepada Eriska.


"Apa ini?". Tanya Eriska.


"Buka lah". Ujar Dito.


Eriska membuka.


Terdapat 2 buah gelang yang berbeda warna. Yang satu berwarna biru Langit yang kedua berwarna hijau Tosca.


"Gelang?". Ujar Eriska.


Dito mengambil gelang berwarna biru dan memasangkan pada Eriska.


"Gelang ini bukan sembarang gelang. Terbuat dari tulang Harimau diberi warna dari tumbuhan langka di hutan Amazon". Ujar Dito. "Kamu ini seperti Harimau. Berani, kuat dan tangguh. Dimanapun Kamu berada dan melangkah, Kamu selalu menjadi seorang Ratu. Dimana setiap perintahmu tidak dapat ditolak". Ujar Dito tersenyum.


"Kamu suka dengan hadiah ini?". Tanya Dito.


Eriska memeluk Dito. "Terimakasih sayang. Hadiah ini sangat berharga untukku". Ujar Eriska.


"Oh ya, ini ada satu lagi untuk siapa?". Tanya Eriska.


"Untukku dong. Mana mungkin Harimau betina menikah dengan rusa kan ? Pasti dengan Harimau jantan". Ujar Dito berbangga diri.


"Harimau ?? Kucing garong Kamu tuh". Ledek Eriska.


Eriska mengambil Gelang berwarna hijau Tosca itu dan memasangkan di tangan kiri Dito.


"Untuk Harimauku yang pemberani". Ujar Eriska Tersenyum pada Dito.


"Loh kok ini bercahaya?". Tanya Eriska.


"Saat ditempat gelap dan saat kita berdekatan, gelang ini akan bercahaya dengan sendirinya". Ujar Dito.


"Oh ya? Hadiah yang luar biasa". Ujar Eriska gembira.


Mereka menikmati moment bersama mereka setelah berpisah.


***Assalamualaikum Reader. Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh ".


Support karya Author dengan Cara Vote sebanyak-banyaknya ya.

__ADS_1


jangan lupa juga untuk Like Komen Dan Share ya.


salam manis dari Mrs. A***


__ADS_2