
Hari demi hari telah dilalui Dito Dan Eriska. Usia pernikahan mereka sudah menginjak tiga bulan. Meski perlahan namun hubungan Dito Dan Eriska semakin membaik. Seperti kesepakatan mereka setiap weekend mereka pergi ke desa untuk mengecek bisnis Dito.
Sampai suatu hari yang membahagiakan untuk Eriska. Hotel yang Ia mimpikan telah selesai. Eriska harus menghadiri launching Pembukaan Hotel di Bali.
"Dito". Eriska memanggil Dito
"Ada apa?". Tanya Dito.
"Kita bersiap untuk ke Bali besok Dan jangan lupa undang keluargamu". Ujar Eriska.
"Untuk apa? Besok Aku harus ke kampung". Ujar Dito.
"Kamu lupa ya lusa adalah grand opening hotel baru saya yang di Bali.". Ujar Eriska
"Yasudah Kamu saja yang hadir, saya besok harus ke pabrik". Ujar Dito
"Mana bisa? Disana akan banyak orang penting yang terlebih banyak wartawan. Kalau Saya datang sendiri apa yang akan mereka fikirkan dengan hubungan kita?". Ujar Eriska kesal
"Aku gak bisa sayang". Ujar Dito.
"Kamu mau membuat saya malu ya?". Ujar Eriska makin kesal.
"Bagaimana jika Kamu beri Aku satu ciuman, Aku akan ikut mempertimbangkan". Ledek Dito
"Kamu mau mati ya? Minta syarat yang tidak-tidak". Bentak Eriska.
"Terserah Kamu. Cium Aku dulu baru Aku mau ikut denganmu". Ujar Dito.
Eriska sangat kesal terhadap Dito. Tapi jika Dia datang sendiri apa yang akan dikatakan orang-orang.
Sial. Jika Aku tidak membutuhkannya. Tidak sudi aku mencium nya. Gerutu Eriska kesal.
Eriska mulai mendekati Dito lalu mengecup Dito dengan cepat.
"Saya sudah memberikan apa yang Kamu mau". Ujar Eriska kesal
"Apa itu yang Kamu sebut ciuman?". Dito merasa tidak puas. "Tidak, Aku tidak mau".
__ADS_1
"Dasar mesum". Bentak Eriska.
"Terserah Kamu. Aku tidak mau ikut besok". Ujar Dito.
Sial sial sial
Eriska merik nafas lalu membuangnya dengan kasar. Ia mendekati Dito lalu menciumnya kembali. Namun sekarang ciuman yang berbeda. France kiss yang selalu Dito katakan. Eriska melepaskan ciumannya. Wajahnya merona merah.
Dito tersenyum. "Ok besok kita berangkat jam berapa?". Ujar Dito merasa puas.
" besok sore kita terbang kemungkinan kita di bali tiga hari". Ujar Eriska.
"Baiklah sayang". Dito mengelus bibir Eriska.
"Dasar Lelaki mesum". Eriska pergi dari kamarnya.
Diro tertawa puas dengan apa yang Eriska Lakukan.
Dito menelepon Yarka
"Assalamualaikum". Dito mengucap salam
"Besok Kamu sama Papa harus datang ke sini ya". Ujar Dito.
"Ada apa kak?". Tanya Yarka
"besok sore kita akan terbang ke Bali untuk menghadiri acara grand opening hotel terbaru kakak iparmu". Ujar Dito
"Wah ke Bali??? Asik nih. Ok setelah ini Yarka akan mengatakan pada Papa juga meliburkan pekerja. Berapa lama kita di bali?". Tanya Yarka.
" 2-3 hari. Kamu bisa meliburkan 3 hari". Ujar Dito.
"Baiklah kak". Jawab Yarka.
"Yasudah jangan lupa bilang Papa. Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam".
__ADS_1
Dito pun mematikan telepon nya. Lalu menelepon Tante Raisa.
"Assalamualaikum. Tante kecil". Dito mengucap salam
"Waalaikumsalam. Ya ampun keponakan Tante yang ganteng akhirnya ingat dengan tantenya". Ujar Raisa.
"Tante, besok harus datang kesini ya sama Om". Ujar Dito
"Ada apa memang?". Tanya Raisa
"Lusa adalah acara grand opening hotel Eriska yang di Bali. Kita semua diundang untuk hadir jadi Aku berharap Tante sama Om bisa ikut juga". Ujar Dito
"Bali??? Wahhhhhh asik liburan. Tapi mendadak Banget. Sepertinya Om Rico tidak bisa ikut karena bekerja. Tapi Tante akan datang besok". Ujar Raisa.
"Ok deh Tante jangan telat ya besok sore sudah harus disini Dan kemungkinan 3 hari kita akan di bali". Ujar Dito.
"Ok siap".
"Assalamualaikum Tante".
"Waalaikumsalam".
Dito pun mematikan telepon nya.
Eriska masuk kembali ke kamarnya.
"Aku sudah mengatakan pada keluargaku untuk hadir besok". Ujar Dito.
"Baguslah". Jawab Eriska datar
Eriska berjalan menuju ruang ganti unruk mengganti baju tidur nya.
Eriska pun keluar berjalan menuju tempat tidur nya. Sudah ada Dito yang duduk diatas tempat tidur.
Eriska menepuk tangannya untuk mematikan lampu Dan menyalakan lampu tidurnya.
Seperti biasa Dito memeluk Eriska dari belakang. "Good night sayang". Dito mencium bahu Eriska yang membuat Eriska merinding.
__ADS_1
Pelukan yang sangat hangat. Aku sangat ketergantungan sekarang harus dipeluk Dia saat tidur. Ujar Eriska dalam hati.