Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYS S2 (46)


__ADS_3

Setelah mandi, Surya keluar dengan hanya menggunakan handuk yang dililit dipinggangnya. Surya terkejut Stefanie masih duduk diatas tempat tidur.


"Oh My God badanmu keren juga ya. Dada yang bidang, perut yang six pack". Ujar Stefanie terkesan.


"Kamu masih disini? Aku kira suds keluar". Ujar Surya panik dan malu hanya menggunakan handuk.


"Memang kenapa Aku disini? Aku calon Istrimu". Ujar Stefanie berjalan menghampiri Surya.


Stefanie menyentuh tubuh Surya yang sangat atletis itu dengan tersenyum penuh keisengan.


"Hey sudah jangan sentuh terus. Tolong ambilkan pakaianku dikoper itu". Ujar Surya.


"Astaga, Kamu berani menyuruh Nona Saydox mengambilkan pakaianmu?". ujar Stefani.


"Katanya calon Istriku masa pilihkan baju untukku saja tidak mau". Ledek Surya.


"Baiklah calon Suamiku". Stefanie berjalan mengambil pakaian Surya lalu memberikan pada Surya dan mengecup bahu Surya.


"Kamu ini". Ujar Surya malu pergi meninggalkan Stefanie keruang ganti.


Stefanie hanya tertawa mengerjai Surya.


Setelah Lima Belas menit, Surya keluar dengan penampilan yang rapih.


"Oh My God tampan sekali calon suamiku. Kamu memang cocok bersamaku". Ujar Stefanie menghampiri Surya.


"Apa seperti ini sopan bertemu Papamu?". Tanya Surya kurang yakin.


"Tentu Honey, Kamu terlihat sangat tampan dan berwibawa. Ayo kita pergi sekarang. Makan malam akan dimulai dua jam lagi. Kita tidak boleh telat". Stefanie menarik tangan Surya.


Mereka keluar dari rumah Dito.


"Michael, Saya pergi dulu". Ujar Surya.


"Baik Tuan". Jawab Michael.


Mereka Masuk kedalam mobul mewah milik Stefanie. Didalam mobil, Stefanie terus memandangi Surya. "Kamu sangat tampan menggunakan pakaian seperti ini". Ujar Stefanie memuji Surya.


Stefanie mengecup bibir Surya. Surya pun membalas ciuman Stefanie. "Aku sangat merindukanmu Surya". Stefanie memeluk Surya.


"Aku juga sangat merindukanmu". Surya mengecup ujur kepala Stefanie.


Mereka saling melepas kerinduannya. Mereka sangat bahagia bisa bertemu kembali.

__ADS_1


Empat puluh lima menit berlalu, Mereka telah sampai dirumah megah keluarga Saydox. Rumah bak Istana dengan tiang-tiang menjulang tinggi, terdapat air mancur dengan desain patung yang sangat indah di gerbang utama. Taman bungan yang begitu luas disekeliling rumah. Pintu utama yang begitu mewah. Banyak pelayan yang menyambut Stefanie dan Surya.


Surya sangat takjub dengan keindahan rumah Stefanie. Ia mulai minder merasa tidak pantas dengan Stefanie.


"Selamat datang Tuan dan Nona. Tuan Besar sudah menunggu". Sapa Jennifer kepala pelayan dirumah Stefanie.


Stefanie menggandeng tangan Surya. Stefanie tahu bahwa Surya sangat gugup.


"Jangan gugup. Papa tidak segahar itu". Ujar Stefanie terus menenangkan Surya.


"Selamat malam Papa dan Mama". Sapa Stefanie.


"Pah, Mah, ini Surya". Stefanie memperkenalkan Surya.


"Selamat Malam Tuan dan Nyonya". Sapa Surya menjabat tangan kedua orangtua Surya.


"Surya, Pria yang berani mencintai pewaris keluarga Saydox". Ujar Papa Stefanie lalu duduk. "Duduklah Surya". Ujar Papa Stefanie.


Surya dan Stefanie pun duduk dihadapan kedua orangtua Stefanie.


"Surya Haryadi. Seorang anak jalanan yang diangkut Eriska dan dijadikan Pengawal pribadi Eriska hingga dijadikan seorang Manager hotel. Hmmmmmm menarik". Ujar Hanry, Papa Stefanie.


Surya terkejut dengan perkataan Hanry. Bagaimana Dia tahu kehidupannya. Surya melirik Stefanie. Stefanie hanya menggelengkan kepalanya pertanda Ia tidak memberitahu Papanya.


"Apakah Kamu benar-benar ingin menikahi Putriku?". Tanya Hanry.


"Tentu Tuan. Sayang ingin menikahi Stefanie". Ujar Surya dengan nada tegas.


"Apa yang Kamu miliki sehingga berani menikahi pewaris keluarga Saydox". Ujar Hanry.


"Untuk harta kekayaan mungkin Saya tidak memiliki sebanyak Anda Tuan. Tapi Saya miliki tubuh yang bisa menjaga Stefanie. Saya memiliki tangan untuk menggenggam tangan Stefanie dalam keadaan apapun. Saya memiliki kaki untuk membawa Stefanie menuju kebahagiaan". Ujar Surya tegas.


Mendengar perkataan Surya, Stefanie sangat terharu. Ia baru mendengar seorang Pria dengan tegar berbicara dengan Papanya.


"Saya tidak suka Pria yang banyak bicara. Kamu pasti tahu bahwa Stefanie akan mewarisi Hotel Saydox. Saya akan beri Kamu kesempatan untuk menunjukkan keseriusanmu dengan Anakku. Saya beri waktu tiga bulan. Buat Hotel Saydox mendapatkan omzet 50%. Jika Kamu berhasil, Kamu bisa menikahi Anakku. Tapi jika Kamu gagal Kamu bisa kembali ke Negaramu". Ujar Hanry tidak kalah tegas dengan Surya.


"50% dalam tiga bulan? Papa bercanda ya? Dalam setengah tahun saja kita hanya bisa mendapat 30%. Ini 50% dalam kurun waktu tiga bulan?". Ujar Stefanie protes.


"Itu syarat yang Papa minta. Calon Suamiku harus hebat dalam mengurus Hotel. Louis bisa melakukan itu. Jika Surya tidak mampu, Dia bisa mundur dan Kamu menikah dengan Louis". Ujar Hanry.


"Saya bersedia Tuan". Jawab Surya. "Apapun akan Saya lakukan untuk Stefanie bahkan nyawa taruhannya".


"Pegang kata-katamu. Dan selagi Kamu sedang tahap Ujian, jangan ada yang tahu tentang hubungan kalian. Stefanie, jangan membuat gaduh. Jangan biarkan satupuj orang tahu tentang Siapa Surya. Ia hanya akan ke Hotel sebagai pengawal bukan calon suamimu. Mengerti". Ujar Hanry.

__ADS_1


"Saya mengerti Tuan". Ujar Surya.


"Bagus. Saya suka semangatmu. Makan malam akan dimulai, datang lah tepat waktu". Hanry berdiri dan berjalan menuju ruang kerjanya.


Surya bernafas panjang saat Hanry pergi meninggalkan Mereka.


"Papamu tidak segahar yang Aku fikirkan ya". Ujar Surya tersenyum.


"Apa Kamu yakin Kamu bisa melakukan ini semua?". Tanya Stefanie ragu.


"Apa Kamu meragukan kemampuanku? Tenang saja, Nyonya Eriska sudah memberitahuku soal ini. Ternyata dugaan Nyonya memang benar jika Papamu akan memberikan syarat menaikkan Omzet". Ujar Surya.


"Sayang, tenanglah Aku akan melakukan apapun untukmu". Surya mengelus pipi Stefanie yang merah.


"Janji padaku Kamu harus berhasil. Aku tidak ingin menikah dengan Louis". Ujar Stefanie kesal mendengar nama Louis.


"Tentu Sayang. Mana bisa tahan Aku melihat wanita yang kucintai menikah dengan pria lain". Ujar Surya.


"Terimakasih Stone Man. Aku tidak salah memilihmu". Stefanie memeluk Surya.


"Tenanglah semua akan baik-baik saja". ujsr Surya membalas pelukan Stefanie.


"Yasudah, ayo kita pergi makan malam. Semua keluarga pasti sudah menunggu". Stefanie menarik tangan Surya untuk berjalan menuju ruang makan.


Diruang makan sudah menunggu keluarga Saydox. Terdiri dari Om dan Tante Stefanie juga ketiga sepupunya serta kedua orangtua Stefanie. Semua pandangan mengarah pada Stefanie dan Surya.


"Perkenalkan ini Surya. Calon Stefanie". ujar Hanry.


"Salam kenal". ujar Surya.


"Ayo duduklah". ujar Hanry.


Surya dan Stefanie pun duduk.


"Dia sangat tampan". Ujar Miley sepupu tertua Stefanie kepada Stefanie.


"Tentu lah. Mana mungkin Aku memilih yang jelek". Bisik Stefanie.


"Stefanie, Miley. Apa kalian lupa dengan peraturan dimeja makan?". Ujar Mama Stefanie.


"Maaf Mah". ujar Stefanie.


Merekapun memulai makan malam. Meski canggung, Surya berusaha untuk ramah pada semuanya.

__ADS_1


__ADS_2