
"Si Eriska ini kenapa coba". Jessica memencet bell kamar Eriska.
Eriska membuka pintu dengan wajah yang tak beraturan penuh air mata.
Jessica masuk kedalam mengikuti Eriska. Eriska duduk di tempat tidur nya.
" Ya ampun Kamu kenapa Ka ??". Tanya Jessica.
"Jessy". Eriska memeluk Jessica sambil menangis.
" Aku gak tahu Aku kenapa bisa jadi begini". ujar Eriska menangis sesegukkan.
"Kenapa?". Tanya Jessica yang bingung.
"Dadaku sakit bagai disayat-sayat". ujar Eriska menyentuh dadanya.
"Kamu sakit?? kenapa gak ke Rumah Sakit atau panggil dokter". Jessica Panik.
"Bukan itu". ujar Eriska.
" terus ??". Tanya Jessica
Eriska menjelaskan soal masalah Ia yang tertidur di Bathtub lalu Dito menolongnya namun Eriska Dan Dito bertengkar pada akhirnya Dito pisah kamar lalu Eriska yang melihat Dito berlutut di hadapan Stefanie hingga tertawa bersama.
"hahahahahaha". Jessica tertawa terbahak-bahak.
" Jessy kenapa tertawa ". ujar Eriska kesal.
Jessica masih tertawa mendengar penjelasan Eriska.
"Jessy Kamu kesurupan ya?". ujar Eriska merasa ketakutan.
" bodoh". Jessica menoyor kepala Eriska.
__ADS_1
"Apa maksud Kamu?". ujar Eriska kesal
"Kamu cemburu pada Dito". jawab Jessica.
"Aku ?? cemburu?? mimpi Kali kamu ya?". elak Eriska.
" come on Eriska gak usah mengelak. Kamu jatuh cinta kan sama Dito?". Tanya Jessica.
"Cinta? cih mana mungkin Aku jatuh cinta sama pria mesum seperti itu". ujar Eriska ketus.
"Dari apa yang Kamu ceritakan, itu pertanda Kamu sudah mulai jatuh cinta padanya. Dari Kamu merasa sepi saat tidak ada dia, dari Kamu merasa marah saat melihat Dito dengan wanita lain itu menunjukkan Eriska jatuh cinta pada Dito". ujar Jessica serius.
Eriska terlihat melamun.
"Masa sih Aku jatuh cinta padanya?". Tanya Eriska. " Tapi Aku Mencintai Dior ". ujar Eriska bingung.
Dasar perempuan bodoh. Dito dan Dior sama saja. Ujar Jessica dalam hati.
"coba Kamu fikirkan. perasaan Kamu terhadap Dito bagaimana Dan perasaan Kamu ke Dior bagaimana?".
" Bodoh". Jessica menoyor kembali kepala Eriska. "Terus kenapa kamu bersikeras mencari keberadaannya? sampai mengerahkan detektive segala". ujar Jessica.
Eriska menjelaskan kepada Jessica kenapa Ia bersikeras mencari Dior.
Apa??? jadi begitu ceritanya? Aku harus memberitahu Stefanie. dengan bantuan Dia pasti akan membuat mereka berdua bersatu. Ujar Jessica dalam hati.
" Oh begitu ceritanya. yasudah Kamu istirahat dulu sebentar terus bersiap. Tamu undangan akan datang segera Kamu harus terlihat fresh". ujar Jessica menenangkan.
Eriska hanya menganggukkan kepala.
"Yasudah Aku mau ke bawah dulu OK". Jessica memeluk Eriska laku pergi meninggalkan Eriska.
Jessica berjalan cepat menuju kebawah.
__ADS_1
"hallo, Stevie dimana Kamu? kita harus bicara". ujar Jessica.
" Aku di kamarku. ada apa?". Tanya Stefanie.
"ok wait there". ujar Jessica lalu mematikan ponselnya Dan pergi menuju kamar Stefanie.
Jessica memencet bell kamar Stefanie.
Stefanie membuka pintu buru-buru Jessica masuk kedalam.
" What happen?". Tanya Stefanie.
"Aku dari kamar Eriska. dia menangis". ujar Jessica.
"menangis? apa yang terjadi? sejak aku sampai Aku masih belum bertemu dengannya". ujar Stefanie terkejut Eriska menangis.
"because of you stupid". Ujar Jessica.
"karena aku? apa yang telah aku lakukan?" Tanya Stefanie bingung.
Jessica menjelaskan apa yang Eriska katakan kepadanya.
"Hahahahahaha". Stefanie tertawa terbahak-bahak. "sangat lucu. Aku tidak tahu Eriska cemburuan seperti itu". ujar Stefanie tertawa.
"Aku katakan padamu ya Jessica, Aku bertemu Dito Aku bertanya soal hubungan mereka. tentang aku dan Dito itu hanya salah faham. kaki ku digigit kepiting kecil Dan Dito hanya menolongku". ujar Stefanie menjelaskan.
" Aku percaya padamu jangan khawatir. hanya sekarang bagaimana kita membantu mereka menyelesaikan masalah mereka? sekarang kita tahu alasan kenapa Dia ingin bertemu Dior". ujar Jessica.
"malam ini kita harus membuat mereka bertemu. maksud ku Dior Dan Eriska". ujar Stefanie serius.
" bagaimana??". Tanya Jessica.
Stefanie menjelaskan kepada Jessica soal rencana nya.
__ADS_1
"Good idea. let's rock for tonight". Ujar Jessica Dan Stefanie.